MORE THAN YOU THINK. 2 A

MORE THAN YOU THINK. 2A

 PhotoGrid_1431225713669

Author : Tsalza Shabrina

Happy read J

Sudah hampir tiga tahun.

Ini bukan lagi rasa kesalku karena pria itu. Bukan juga karena rasa cemburu kekanakanku karena Kim Hyera. Bukan rasa benci yang teramat karena menatap wajah dinginnya saat itu. Tapi perasaan ini sulit untuk dikatakan, rasanya seperti terjatuh dari pegangan yang selama ini kau pegang erat. Kau melepaskannya, namun orang itu tak mencoba untuk mengulurkan tangannya lagi untukmu.

Aku salah, bodoh, kekanakan, tak rasional, banyak umpatan yang berkecamuk didalam otakku. Bergumul menjadi gumpalan sesak yang kini juga bersarang dihatiku, namun sekrang semua itu telah sirna oleh perasaan lain. Antara sesak, kosong dan lemah. Ah, mungkin lebih tepatnya lagi adalah kehilangan.

Aku memandangi foto – foto yang berada diponsel dengan tatapan sendu. Foto – fotoku dan Cho Kyuhyun saat masih menjadi kami. Sebelumnya, tak pernah terpikir diotakku akan memandangi foto – foto ini dengan senyuman patah yang dipadu dengan mata memerah. Sebelumnya, tak pernah terbayang jika aku akan menangisi Cho Kyuhyun sampai seperti ini karena saat itu aku merasa semuanya akan baik – baik saja, asal Cho Kyuhyun ada disana. disampingku. Tapi nyatanya, semuanya benar – benar telah terjadi.

Dulu, rasanya aku mencintai orang yang benar. Berpacaran dengan orang yang tepat. Dan membagi kenangan indah bersama dengan orang yang baik. Meski banyak hal yang memasuki otakku saat itu, tapi semua tertepis oleh rasa percayaku padanya. Hingga kejadian itu terjadi. Kejadian dimana logikaku menang dari suara hati kecilku. Cho Kyuhyun berciuman dengan gadis lain, dan sialnya gadis itu mengaku jika ia tunangannya. Saat itu, yang ada dipikiranku adalah apa Cho Kyuhyun benar – benar mencintaiku? Selama 3 tahun kami menjalin hubungan, tak pernah pria itu mengajakku bertemu orang tuanya. Dan apa aku masih harus yakin jika ia memang mencintaiku? Omong kosong.

Kupikir dengan dia membiarkanku pergi, berarti dia tidak mencintaiku. Tapi aku salah, cinta yang tulus adalah perasaan bagaimana caramu untuk membahagiakan cintamu. Dan sayangnya, Cho Kyuhyun memilih cara sialan itu. Meninggalkanku untuk orang lain. Cara yang sebenarnya sangat kubenci, tapi selalu tak bisa kuungkapkan pada Kyuhyun.

“Sam Rin Hyo!” Tubuhku tersentak saat suara seorang wanita yang mungkin usianya lebih 2 tahun dariku itu terdengar memanggilku. Aku menatapnya yang sedang berdiri didepan pintu kayu berwarna coklat yang tertutup rapat, melambaikan tangannya agar mengikutinya.

Aku membuang napasku dalam – dalam, memasukkan ponselku kedalam tas dengan gerak cepat, berdiri seraya kedua tangan yang merapikan diri lalu berjalan kearah wanita itu.

Satu tahun yang lalu aku lulus kuliah, dan setengah tahun aku magang disebuah perusahaan yang cukup besar dengan nilai yang hampir sempurna. Dan 6 bulan sisanya aku beristirahat serta mencoba peruntunganku dengan memasukkan CV-ku keperusahaan – perusahaan mulai yang lumayan besar hingga benar – benar besar. Dan mengejutkan, aku dipanggil untuk melakukan tes wawancara di salah satu cabang perusahaan Cho corp. Perusahaan dimana Cho Kyuhyun dulu bekerja. Tapi, yang membuatku lega adalah tidak mungkin Cho Kyuhyun bekerja disini, karena pastinya pria itu akan kembali kekantor pusat. Seperti dulu.

“Sam Rin Hyo-ssi?” Aku mengangguk sekali saat aku sudah berada dihadapan wanita itu.

Ne.” Wanita itu melemparkan senyuman tipis padaku sebelum mempersilahkanku untuk masuk kedalam ruangan itu dengan nada ramah. “Silahkan masuk dan semoga beruntung.”

Dengan jantung yang berdegup tak menentu, aku mengetuk pintu itu dua kali kemudian memasukinya. Setelah didalam, aku membungkuk dalam lalu kembali mengangkat kepalaku. Dan kini, rasanya jantungku berhenti berdetak.

Cho Kyuhyun ada disana. duduk dikursi kebesarannya dengan angkuh dan menatapku datar. Bibirku terkatup rapat saat pandangan kami bertemu. Pria itu segera mengalihkan pandangannya, lalu menyibukkan diri dengan berkas yang berada diatas mejanya.

“Duduklah.” Aku memejamkan kedua mataku saat mendengar suara tegas itu. rasa sesakku kembali lagi, telingaku yang sebelumnya terasa lapang kini berangsur – angsur bereaksi aneh saat mendengar suaranya, lagi. Aku membuka mataku, menatap pria yang masih saja menyibukkan diri dengan kertasnya itu seraya berjalan pelan menuju tempat duduk.

Aku menatapnya lekat, mencoba merekam kembali wajah pria yang selama tiga tahun ini sudah tak pernah kulihat lagi. Pria itu masih sama, bahkan lebih terlihat lebih tampan dengan rambut yang tertata rapi. Tidak acak – acakkan seperti biasanya. Sungguh, tampan.

Aku meneguk ludahku berat saat ia mengangkat wajahnya. Menatapku dengan pandangan yang tak sedingin sebelumnya. Ia menatapku dengan pandangan yang tak kumengerti. “Nama?” tanyanya datar. Aku sedikit mengernyitkan dahiku saat mendengar pertanyaannya. Oh Tuhan, Sam Rin Hyo sadarlah! Kau berharap ia akan bertanya bagaimana kabarmu? Apa kau baik – baik saja selama ini? Semuanya berjalan dengan lancar, kan? Hanya kau satu – satunya orang disini yang ingin menanyainya seperti itu Hyo! Jadi, jangan berharap apapun!

“Nama?” tanyanya lagi, aku berdehem lalu menarik napas.

“Sam Rin Hyo.” Jawabku dengan suara yang sedikit tercekat, entah mengapa rasanya cukup sulit untuk berbicara dengan pria ini.

“Apa yang bisa kau pertanggung jawabkan hingga kau berani melamar kerja di Cho corp.?”

“Aku lulus dengan nilai terbaik diuniversitasku, aku mempunyai pengalaman kerja yang sangat baik dan—“

“Cukup. Kau boleh keluar.”

“Maaf?” pria itu menatapku datar sebentar, beralih pada pintu kayunya seraya berkata “Selanjutnya!”

“Tapi sajangnim, saya—“ Kyuhyun menatap tepat pada kedua mataku dengan tatapan tertekan.

“Kau bisa keluar sekarang juga.” Ujar pria itu penuh penekanan. Rin Hyo tetap duduk disana seraya menatap Kyuhyun dengan tidak terima.

“Aku mengerti jika kita pernah mempunyai masa lalu yang tak baik. Tapi, tidak seharusnya kau membawa masalah itu kesini, Cho Kyuhyun.” Kyuhyun menghela napas kasarnya seraya menatapku murka.

“Aku mohon, kau keluar dari sini.” Darahku serasa berdesir saat menatap tatapan pria itu yang mulai menyendu dan kedua matanya yang sedikit berair. Aku segera mengalihkan pandangan, beranjak dari sana dan pergi meninggalkan ruangan itu tanpa berniat menatap pria itu sekali lagi. Selalu seperti ini, aku selalu tidak bisa menatap tatapan menyedihkan Cho Kyuhyun yang seperti itu. Aku selalu kalah.

***

Son Namshin calling

 

            Aku menatap layar ponsel tanpa minat lalu mengangkatnya setelah menghela napas dalam – dalam.

Bagaimana? Semuanya berjalan dengan lancar, kan?

suara pria itu meluncur dengan cepat memasuki relung telingaku. Aku menghela napas berat yang entah sudah yang keberapa kalinya lalu menjawab “Begitulah, aku sedang tidak ingin bicara pada siapapun. Kututup, ya?”

Hm? …. baiklah, kau bisa cerita nanti. Jika ada hal darurat langsung telfon 119 atau menelfonku. Mengerti?

“Em, annyeong!” aku menutup telepon lalu mematikan ponselku. Memasukkannya kedalam saku mantel panjangku. Angin musim gugur sangat dingin, namun sedingin apapun tubuhku. Hatiku masih tetap mati rasa. Sejak ia pergi. Namun sekarang aneh, hatiku juga ikut dingin.

Aku duduk dihalte dekat kantor pusat yang dulu ditempati Cho Kyuhyun. Mobilku kuparkirkan tak jauh dari tempatku duduk. Biasanya aku selalu menunggu Cho Kyuhyun disini, menunggu pria itu keluar dari gedung itu dan kami makan siang bersama. Aku tidak menunggunya didalam karena menurutku terlalu sesak dan kosong berada disana. Aku lebih suka menunggu disini, mendengarkan alunan lagu melalui headseat seraya memandangi keramaian jalan. Aku menghela napasku pelan, ingin rasanya mengulang ini kembali.

“Sudah kubilang! Tunggu aku didalam!” cecar Cho Kyuhyun saat pria itu menatap Sam Rin Hyo yang sudah merapatkan mantelnya seraya menatapnya dengan lelah. Rin Hyo mendesis kesal lalu memukul lengan Cho Kyuhyun keras.

“Apa tidak ada kata yang lebih romantis pada kekasihmu yang sudah menunggu ditengah musim dingin selama lebih dari satu jam, huh?! Aish, bisa – bisanya aku punya kekasih yang tidak romantis sekali sepertimu!” Kyuhyun menangkap pergelangan tangan Rin Hyo yang sudah terasa kaku. Pria itu menatap kekasihnya seraya menghela napas berat. Sam Rin Hyo hanya bisa diam saat mendapat tatapan tajam seperti itu. Perlahan Kyuhyun melepaskan cengkramannya, menggosok – gosokkan kedua tangannya yang terbebas dari sarung tangan lalu menempelkannya pada kedua pipi Rin Hyo.

“Yy—ya! Semua orang menatap kita!” tegur Rin Hyo pada Kyuhyun seraya menatap kesekitarnya.

“Tutup mulutmu! Lihat! Pipimu sangat dingin.” Rin Hyo hanya bisa menutup rapat – rapat bibirnya saat mendapat titahan tegas dari pria itu. Gadis itu memilih untuk membiarkan Cho Kyuhyun melakukan apa yang ingin pria itu lakukan.

 

Aku beranjak dari tempat dudukku, berjalan menjauh dari halte seraya menatap kesekitar. Setelah Kyuhyun menyelesaikan pekerjaannya, kami berjalan ditrotoar seperti ini. Melontarkan lelucon lalu saling menggoda satu sama lain.

Sam Rin Hyo mengeratkan pegangannya pada lengan Cho Kyuhyun saat mereka berpapasan dengan anjing bulldog besar yang terlihat sangat mengerikan. Meski anjing itu sudah diikat oleh pemiliknya dan benar – benar berada dibawah pengawasan sang pemilik. Tapi tetap saja, Rin Hyo takut dengan anjing berbadan besar seperti itu. Maka itu, ia lebih suka memelihara kucing dirumah.

Kyuhyun yang menyadari gelagat aneh dari Sam Rin Hyo tersenyum licik lalu mendorong tubuh gadis itu hingga anjing itu menggonggong kearah Rin Hyo. Cepat – cepat Rin Hyo melompat kedalam pelukan Kyuhyun yang sudah menertawai Rin Hyo puas. Keringat yang awalnya karena terik matahari dimusim panas ini semakin bertambah karena gonggongan anjing itu.

“Apa sudah pergi?” tanya Rin Hyo yang dibalas anggukan oleh Kyuhyun. Sontak Rin Hyo mendorong tubuh Kyuhyun lalu menatap pria itu dengan tatapan membunuh. “Kau tahu kan kalau ini sama sekali tidak lucu?”

“Ini sangat lucu, asal kau tahu.” Rin Hyo menjitak kepala Kyuhyun cukup keras lalu berjalan mendahului pria itu. Cho Kyuhyun mengulum senyum menatap kekasihnya yang sedang merajuk. Ia berlari kecil lalu memeluk gadis itu dari belakang.

“Aigoo, Sam Rin Hyoku marah, eo?!”  Sam Rin Hyo mulai mengulas senyum seraya mencoba melepas diri dari Kyuhyun.

“Aish, Kyu hentikan! Kita ditempat ramai.”

 

“Satu Americano.” Cetusku seraya tersenyum manis pada pelayan yang tengah mencatat pesananku kemudian gadis itu pergi. Aku masih mengulas senyumanku, biasanya setelah kami berjalan dengan penuh berisik kami singgah dicafe ini. aku memesan Americano, dan seperti biasa. Pria itu selalu memesan apa yang kupesan. Ia selalu berkata terserah kau saja atau aku ikut kau.

Banyak kenangan – kenangan yang terjadi diantara kami. Hingga jumlahnya tak terhitung. 3 tahun, selama itu kami menuai kenangan bersama. Jadi menurutku wajar bagiku untuk sulit melupakannya. Bukankah yang membuat kita tidak bisa melupakan seseorang adalah kenangan – kenangan kita tentang orang itu? begitulah aku.

Selama perginya Cho Kyuhyun aku tak pernah berniat ataupun berusaha untuk menghapuskan nama Cho Kyuhyun dari benakku. Aku sangat mencintainya, bukan pria lain. Hanya dia. Pemikiran itulah yang membuatku teguh oleh perasaanku.

Setiap malam minggu, aku selalu mengiriminya pesan suara. Tiap hari aku selalu melapor padanya tentang keadaanku, lewat email. Ya, meski aku tahu semua yang kulakukan adalah hal sia – sia dan tak pernah mendapat jawaban dari pria itu. Tapi, aku tak pernah menyerah. Selama ia tidak pernah mengeluh terganggu oleh kiriman – kirimanku, selama itu aku akan terus mengiriminya pesan dan email.

            “Ini pesanan anda.” Aku menunduk sopan pada gadis yang tengah menaruh americano-ku diatas meja dengan rapi. Aku menaruh 2 potong gula lalu mengaduknya seraya memandangi suasana cafe yang tidak terlalu ramai ini. Dan saat aku menoleh kearah jendela, disanalah pandanganku terpaku. Cho Kyuhyun, pria itu tengah berdiri ditepi jalan seraya memandangi cafe dengan pandangan yang penuh makna. Bagaimana bisa ia berada disini? Apa ia sama sepertiku? Mengingat kenangan – kenangan itu?

Darahku terasa berdesir, dadaku berdentum kencang saat pandanganku bertemu dengan pandangan pria itu. Rasanya seperti tak bisa bernapas saat pria itu mulai berjalan memasuki cafe tanpa mengalihkan pandangannya padaku. Tiap langkah dari pria itu menimbulkan getaran hebat dari tubuhku. Astaga, apa ia akan menghampiriku?

Ia sudah berdiri didalam cafe-tepatnya diambang pintu seraya menatapku tanpa ekspresi. Sungguh, aku tak tahu apa arti dari tatapannya saat ini. Tiba – tiba Cho Kyuhyun menghela napas berat, memutuskan kontak mata kami dan berjalan berlawanan dari arah mejaku. Menghampiri seorang gadis yang tengah melempar senyuman lebar padanya. Salah satu tangan gadis itu melambai bahagia kearah Kyuhyun.

Saat itu juga, rasanya tubuhku seperti tertanam kedalam perut bumi.

Aku tetap memandangi Kyuhyun yang kini tengah duduk dihadapan gadis itu dengan lekat. Wajah pria itu terlihat bahagia dengan senyuman tipisnya. Ia terlihat semakin tampan jika seperti itu, tapi yang membuatku membenci ini adalah wajah itu bukan untukku. Sial.

Aku menunduk, merasa panas dihati dan juga kedua mataku. Americano yang masih utuh itu rasanya sangat sayang untuk ditinggalkan, namun kini aku benar – benar tak ada nafsu lagi untuk meminumnya. Aku kembali menatap Cho Kyuhyun, hal mengejutkan terjadi. Mereka sedang tertawa bersama, oh Tuhan! Tidak ada lagi alasan untukku duduk disini.

Setelah membayar, aku segera menyecahkan kedua kakiku keluar dari cafe ini. Ya Tuhan, apa aku bersikap kekanakan lagi? Padahal selama ini aku sudah berusaha merubah diriku, dan hampir berhasil sebelum pria itu kembali membuatku limbung. Persetan dengan semua itu, persetan dengan aku yang tak bisa berubah. Aku memang seperti ini dan aku tak berniat merubah itu.

***

 

Cho Kyuhyun.

 

“Ya, aku sudah berada disini.” Ujarku malas seraya memarkirkan mobil diparkiran cafe.

Kau harus melakukan dengan benar kali ini. jika kau tak menikah – menikah, kekuasaanmu bisa dengan mudah digulingkan oleh pamanmu. Mengerti?!

            Aku menghela napas berat lalu berucap “Ya, aku tahu.”

Setelah selesai, kabari eomma!

“Eum, arasseo eomma. Kau tidak usah khawatir.”

Sudah ya! Annyeong!

            Aku melempar ponselku kejok belakang mobil. Ini semua sangat menjengkelkan,  sudah tak terhitung berapa kali ibuku berusaha menjodohkanku dengan gadis pilihannya. Tapi tentu saja itu akan menjadi kencan pertama dan terakhir. Aku tidak pernah serius menanggapi perjodohan itu.

Aku keluar dari mobil dengan enggan, berjalan pelan kemudian berhenti saat merasa aku berpijak dijalan yang sangat familiar. Kudongakkan kepala, rahangku mengeras saat menyadari jika cafe yang akan dijadikan kencan butaku hari ini adalah cafe yang selalu kudatangi bersama Rin Hyo saat makan siang, dulu.

“Huuh.” Kuhela napasku lagi, ingatanku kembali pada beberapa saat yang lalu. Dimana aku menyuruh Sam Rin Hyo pergi, karena sejujurnya aku sudah tidak bisa menahan perasaanku jika sudah berhadapan dengannya. Aku masih belum siap, karena pada kenyataannya aku masih mencintainya. Dan aku juga tahu ia masih mencintaiku.

Napasku tercekat saat kedua mataku menangkap Sam Rin Hyo yang tengah menelisik pandangannya kesana kemari. Kebiasaannya saat mengunjungi suatu tempat. Saat kepala gadis itu seperti akan menoleh padaku, aku segera mengalihkan pandanganku. Lihat, bertatapan dengannya saja aku masih tidak berani. Pria macam apa aku ini?

Bagaimana bisa gadis itu berada disini? Ya Tuhan, kebetulan apa lagi ini?

Author.

Cho Kyuhyun menghela napas panjang. Otak dan hatinya sedang berkelahi saat ini, otak pria itu menyuruhnya untuk tidak menatap Sam Rin Hyo. Namun hatinya membentaknya agar ia memanjakan kedua matanya untuk menatap seseorang yang tak pernah lepas dari benaknya. Seseorang yang bahkan sudah tak bisa lagi ia singkirkan dari hatinya.

Dan akhirnya, hatinya lah yang menang. Kyuhyun menoleh kearah Rin Hyo yang ternyata masih menatapnya dengan tatapan penuh arti. Pria itu memaku pandangannya pada gadisnya. Bibir pria itu menipis saat ada desiran aneh yang mengalir didalam tubuhnya ketika hatinya memanggil Sam Rin hyo seperti itu. Gadisku.

Kyuhyun melangkahkan kedua kakinya memasuki cafe tanpa berniat untuk melepas pandangannya dari Sam Rin Hyo. Ia berhenti saat tubuhnya sudah benar – benar berada didalam cafe. Rasanya ia ingin berlari menarik tangan gadis itu dan membawanya kemobil. Memeluknya erat dan tak akan pernah melepaskannya lagi.

Kedua mata Kyuhyun sedikit melebar saat menatap kedua mata yang biasanya berbinar itu kini memerah menahan tangis. Pria itu segera mengalihkan pandangan. Dan sialnya, kini ia menatap seorang gadis yang pernah ia lihat difoto tengah melambaikan tangan padanya. Gadis kencan butanya hari ini.

Cho Kyuhyun mengangkat tangannya, membalas lambaian gadis itu seraya tersenyum paksa. Berjalan kearah meja gadis itu dan duduk dihadapannya.

“Aku tahu sejak kau memasuki cafe jika kau adalah Cho Kyuhyun.” Ujar gadis itu ramah. Kyuhyun hanya tersenyum kecil. Ingin sekali ia melirik sebentar kearah Rin Hyo, tapi kini otaknya lah yang menang.

“Dan kau, Shin Hye Rang? Ibuku bilang kau putri Dewan Shin. Beliau adalah teman baik ayahku.” Ucap Kyuhyun mencoba untuk sopan. Ia sudah sangat ahli dalam hal ini. Karena sudah tak terhitung berapa kali ia berada diposisi seperti ini.

“Nyonya Cho berkata seperti itu? ya, begitulah. Ngomong – ngomong, ibuku juga selalu memuji ketampananmu. Dan ternyata kau memang tampan.”

“Aku memang sudah terlahir tampan.” Mereka tertawa kecil. Setelahnya Hye Rang tersenyum manis pada Kyuhyun. Terlihat jelas jika ia tertarik pada Cho Kyuhyun.

“Tadi, aku melihatmu melihat seorang gadis yang duduk disana. apa kau mengenalnya? karena kau menatapnya dengan tatapan yang aneh.” Kepala Kyuhyun sontak menatap kearah tempat duduk Rin Hyo, sama seperti yang dilakukan Shin Hye Rang. Dahi Cho Kyuhyun mengerut saat tidak mendapati keberadaan Sam Rin Hyo disana. Kepalanya mulai menoleh kesana kemari, namun kembali tidak menemukan pria itu. “Tadi dia keluar cafe dengan tertunduk. Sepertinya menangis.”

“Menangis?” tanya Kyuhyun seraya menatap Hye Rang dengan kedua mata membesar. Shin Hye Rang mengangguk sekadar. “Hye Rang-ssi! Maaf, aku tidak bisa melanjutkan ini. Apa kau tahu kearah mana gadis tadi berjalan? Kanan? Atau kiri?” tanya Kyuhyun lagi dengan kedua mata yang menatap Hye Rang dengan penuh gelisah.

“Ka—kanan. Arah kananku.” Ujar Hye Rang kikuk. Ia bingung dengan sikap aneh Cho Kyuhyun. Pria yang sejak tadi mempertahankan logikanya kini sudah beranjak dari tempat duduknya. Logikanya sudah hilang saat bibirnya mengatakan “Maaf, aku pergi dulu!” lalu berjalan dengan langkah besar – besar keluar dari cafe.

Cho Kyuhyun mengikuti ucapan Hye Rang, berjalan kearah kanan dengan kepala yang menoleh kesana kemari juga kedua mata yang menelisik kesekitar. Langkah pelannya itu berubah menjadi lari kecil seiring dengan jantungnya yang berdentum – dentum dengan kuat. Ia merasa akan sangat menyesal jika tidak menemukan Sam Rin Hyo sekarang.

Perlahan langkahnya cepatnya itu menyurut saat kedua matanya menemukan Sam Rin Hyo yang tengah berdiri ditepi zebra cross menunggu lampu lalu lintas untuk penyebrang itu berganti warna menjadi hijau. Cho Kyuhyun menghentikan langkahnya saat ia sudah berada dua langkah disamping Sam Rin Hyo yang tengah memandang lurus kedepan dan juga telapak tangan yang menggenggam erat tali tasnya.

“Huuuh.” Suara helaan napas dari Cho Kyuhyun itu membuat tubuh Rin Hyo menegang. Dengan gerak lambat gadis itu menoleh kesamping, mengatupkan bibirnya rapat saat mendapati Cho Kyuhyun tengah berdiri disana dan menatapnya dalam. Untuk beberapa saat, mereka terdiam. Menatapi wajah masing – masing tak peduli dengan lampu lalu lintas yang sudah berwarna hijau. Juga tak peduli dengan orang – orang penyebrang yang menyenggol bahunya karena ia tidak ikut menyebrang. Saat kedua mata itu bertemu, dengan jarak yang seperti ini. Saat itu, rasanya mereka telah berpijak pada dunia mereka sendiri yang hanya ada dua manusia disana. Aku dan Cho Kyuhyun, batin Rin Hyo.

“Hai!” Sapa Cho Kyuhyun memecah keheningan yang tercipta diantara mereka. Sam Rin Hyo meneguk ludahnya yang tiba – tiba terasa pahit. Tenggorokanya terasa tercekat. “Hai!” balas gadis itu dengan lirih.

Bibir Kyuhyun kembali menipis, dadanya terasa sesak saat mendengar suara lirih gadis itu. gadisnya. Sam Rin Hyo tersenyum tipis saat sudah dapat menguasai diri. “Sudah lama sekali, bukan? Maaf aku tidak bisa menyapamu dengan normal karena tadi dikantor. Dan juga maaf, aku tidak menyapamu di cafe. Karena kurasa kau sedang terburu – buru menemui seseorang.” Ujar Rin Hyo masih dengan senyuman tipisnya, gadis itu menundukkan sejenak kepalanya lalu berucap “Senang bertemu denganmu lagi. Bagaimana kabarmu?”

Cho Kyuhyun masih terdiam. Dada yang tadinya sudah sesak, kini seperti teremas dan terhantam oleh batu besar. Sam Rin Hyo memperlakukannya seperti pria asing. Dan ia sangat tidak menyukai hal itu.

“Senang bertemu denganmu juga. Aku… baik – baik saja.” Ujar Cho Kyuhyun dengan tatapan dingin dan nada datarnya. Berbeda dengan Sam Rin Hyo yang tersenyum kecil seraya mengangguk – angguk seolah mengerti. Walaupun kedua mata gadis itu sering kali menghindari tatapan Cho Kyuhyun yang seolah akan memakannya saat itu juga. “Kau? bagaimana denganmu?” tanya Kyuhyun.

“Aku? Baik juga. Tentu saja.” Ucap sam Rin Hyo dengan wajah yang ia buat seriang mungkin. Inilah yang tidak Cho Kyuhyun suka dari Sam Rin Hyo, gadis itu selalu berlagak seolah tak ada yang terjadi. Padahal ia sangat tahu, hati gadis itu sebenarnya juga terluka. Sama sepertinya. “Tapi, hal terburuknya adalah aku masih menganggur. Aku melakukan berbagai wawancara, dan sampai saat ini belum ada yang memanggilku. Ck, padahal aku adalah mahasiswi pandai dulu dikampus. Tapi ya, mencari pekerjaan memang bukan hal yang mudah. Kau butuh prestasi yang bagus, pengalaman, dan keberuntungan.” Cho Kyuhyun hanya bisa menatap Sam Rin Hyo yang tengah berceloteh panjang. 3 tahun di Amerika, ia hanya bisa membayangkan kecerewetan Sam Rin Hyo yang selalu ia rindukan. Namun kini, ia bisa melihatnya sendiri. Mendengarnya secara langsung.

“Bagaimana dengan kuliahmu di Amerika?” tanya Sam Rin Hyo yang mencari banyak topik pembicaraan ringan karena ia masih tidak rela jika pergi sekarang. Namun, ia juga tidak ingin menanyakan hal – hal sensitif yang mungkin dapat membuat hatinya sakit, lagi. Ia lebih senang membicarakan hal yang seperti ini. berbasa – basi hanya agar ia dapat menatap wajah dan mendengar suara Cho Kyuhyun lebih lama lagi.

“Baik. Aku lulus tahun kemarin, dan langsung bekerja dikantor pusat.”

“Lalu mengapa kau tadi berada dikantor cabang?”

“Lowongan sekertaris yang kau masuki di Cho group adalah untuk menjadi sekertarisku. Jadi aku yang harus mewawancarai secara pribadi.” Bibir Sam Rin hyo terbuka sedikit lalu kembali mengatup. Ia kembali mengulas senyuman asing seraya berkata “Ah, begitu ya.” dengan nada pelan.

Cho Kyuhyun membuang napasnya kasar. Ia sudah muak berada disituasi seperti ini. sebenarnya ada hal yang mengganggu pikirannya saat ini. Sejak tadi ia hanya bisa menahan pertanyaan ini diujung bibirnya karena ia merasa Sam Rin Hyo terus menerus menganggapnya seperti orang asing. Ah tidak, lebih tepatnya seperti pria yang baru ia kenal.

“Mengapa kau tadi berada dicafe sendirian? Menunggu seseorang?” akhirnya pertanyaan itu meluncur juga dari bibir Kyuhyun. Seketika raut wajah Rin Hyo berubah. Senyumannya luntur saat mendengar pertanyaan itu keluar dari bibir Kyuhyun.

“Bagaimana denganmu? Apa tadi kau mengunjungi cafe untuk berkencan?”

“Anggap saja iya. Sekarang jawab pertanyaanku.” Ujar Kyuhyun ringan. Sam Rin Hyo mengepalkan kedua tangannya, menahan rasa sakit yang tiba –tiba menghantam dadanya.

“Aku hanya sedang mengenang sesuatu disana.” ujar Rin Hyo seraya menatap kedalam bola mata Kyuhyun dengan kedua mata yang berkaca – kaca. Cho Kyuhyun terdiam, ia terlalu terkejut dengan jawaban Sam Rin Hyo.

Rin Hyo yang sudah tidak tahan lagi mengalihkan pandangannya kearah lampu lalu lintas. Bersyukur karena lampu sudah berwarna hijau. “Aku harus pergi. Sampai jumpa!” ujar Rin Hyo seraya membungkuk sejenak pada Kyuhyun lalu berjalan diatas zebra cross dengan langkah pelan namun pasti. Meninggalkan Cho Kyuhyun yang masih terpaku ditempatnya.

***

“Kau tahu jika sebenarnya aku tidak suka kau berurusan dengan pria itu lagi, kan?”

Pertanyaan pertama yang diucapkan Dongwoon pada hari ini membuat tubuh Rin Hyo membeku. Gadis itu menoleh kearah Son Dongwoon yang masih menatapnya dengan tatapan dingin yang sejak kemarin pria itu layangkan padanya. Ya, sejak ia mengatakan bahwa ternyata itu lowongan untuk menjadi sekertaris Cho Kyuhyun bukan karyawan biasa yang sesuai dengan informasi di poster job vacancy saat itu.

Rin Hyo menghela napasnya panjang. “Ya, aku juga tidak nyaman jika harus bekerja disana. doakan aku tidak diterima saja!” Jawab Rin Hyo dengan nada malasnya, seiring kedua tangannya yang sibuk melepas sabuk pengaman.

Dongwoon mendecih. “Kurasa tidak mungkin kau akan ditolak menjadi seorang sekertaris dari presdir Cho Kyuhyun.” Alis Rin Hyo bertautan, ia menatap Dongwoon dengan tatapan bingung.

“Apa maksudmu?”

Dongwoon menggedikkan bahunya sekadar. “Ya, kau tahu sendiri kan bagaimana usaha keras pria itu untuk bisa kembali padamu?” ucapan Dongwoon seperti tamparan untuknya. Gadis itu tertawa hambar ketika mengingat bahwa Kyuhyun tidak pernah sekali pun membalas pesan suara atau pun email-nya. Membandingkannya dengan ucapan Dongwoon mengenai usaha keras, bukan Kyuhyun yang berusaha keras namun Rin Hyo. Dia lah yang selama ini berusaha keras untuk bisa kembali pada pria itu.

“Kurasa kali ini kau salah. Dia sudah mempunyai kekasih, Son.” Ujar Rin Hyo dengan nada kecutnya, menatap kedepan dengan hampa. Son Dongwoon menatap Rin Hyo dengan dahi mengernyit.

“Bagaimana bisa kau mengetahui itu?” Rin Hyo menoleh kearah Dongwoon, mengulas senyuman kecutnya kemudian menggedikkan bahunya asal.

“Dia yang mengatakannya sendiri padaku.”

Mwo?”

“Sudahlah, lebih baik aku segera keluar dari mobil ini sebelum aku terlambat karena terus – terusan mengobrol denganmu!” Tukas Rin Hyo, membuka pintu mobil Dongwoon kemudian keluar dari sana. Sebelum menutup pintunya ia sempat berkata, “Terima kasih tumpangannya, Son Namshin!”

***

“Selamat nona Sam, anda bisa mulai bekerja sebagai sekertaris presdir Cho minggu depan!”

 

Helaan napas berat Rin Hyo keluar begitu saja. Ia tidak percaya jika prediksi Son Dongwoon 100% benar. Kepalanya tertunduk, menatap kedua kakinya yang tengah bergerak – gerak, bosan. Ia kini tengah menunggu datangnya bus dihalte, karena Dongwoon ada jam malam dikampus. Pria itu kini meneruskan jejak ayahnya, menjadi dosen muda yang tampan.

Drrt Drrt

 

Dengan gerakan lemas, Rin Hyo mengangkat ponselnya beserta kepalanya yang sejak tadi tertunduk. “yeoboseyo?”

Naiklah.

Dahi Rin Hyo mengernyit bingung Mulanya ia melihat peneleponnya, namun kembali bingung karena yang ia lihat hanyalah sederet Unknown number.

“Nuguseyo?”

Cho Kyuhyun. Bisakah kau naik mobil hitam didepanmu sekarang juga? atau perlu aku yang membukakan pintu untukmu?

“Nde?”

Apa kau tidak kedinginan disana? cepat masuklah, sekertaris Sam!

Rin Hyo memperhatikan mobil hitam dihadapannya dengan bingung. Gadis itu menghela napas berat kemudian memasuki mobil Kyuhyun dengan malas.

Senyuman Cho Kyuhyun seketika terulas, pria itu memutus sambungan teleponnya. Menatap Rin Hyo dengan tatapan ramah. “Seharusnya sejak tadi kau masuk saja kedalam. Lihatlah, kau pasti kedinginan kan?”

Spontan Rin Hyo merapatkan mantelnya. “Ada yang ingin kau katakan?” Tanya gadis itu mengalihkan pembicaraan.

“Kau masih tinggal diapartemen itu,kan? Aku akan mengantarmu.”

“Huh? Aku memakai jasa bus saja. Kau tidak usah repot – repot… presdir.”

Kyuhyun menahan tangan Rin Hyo saat gadis itu hendak membuka pintu mobil. Wajah pria itu berubah begitu serius. “Ini sudah malam. Apa aku akan membiarkan seorang gadis yang kukenal berkeliaran seorang diri dimalam hari seperti ini? dan juga, jangan sekaku ini saat diluar kantor.” Terang Kyuhyun panjang lebar.

Sam Rin Hyo menghela napas dalam – dalam, menarik tangannya perlahan lalu bersandar dikursi mobil setelah memakai sabuk pengaman.

“Sebaiknya kau segera menghidupkan mesin mobil, Cho Kyuhyun.” Tukas Rin Hyo tanpa menatap Kyuhyun.

“Algesseumnida.” Balas Kyuhyun seraya tersenyum simpul. Ia mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan rata – rata. Sesekali pria itu mencuri pandang kearah Rin Hyo yang masih mempertahankan wajah tak berekspresi ciri khasnya.

“Bagaimana hubunganmu dengan Son Dongwoon?” Pertanyaan tiba – tiba Cho Kyuhyun itu membuat Rin Hyo seketika menatap pria itu cepat. Bibirnya terbuka sedikit, pertanyaan pria itu adalah pertanyaan terbodoh untuk dipertanyakan karena sudah sangat jelas ia menjelaskan berkali – kali pada Cho Kyuhyun lewat email serta voicenote jika diantara Son Dongwoon dan ia tidak ada hubungan apa – apa selain sahabat.

“Kau… benar – benar tidak tahu?”

Alis Kyuhyun terangkat tak mengerti. Namun hanya beberapa saat sebelum ia berucap, “Mian. tidak seharusnya aku menanyakan hal ini.”

“Apa kau pernah memeriksa email dan voice notemu-Ah ya! nomormu ganti. Bodohnya aku!” Rin Hyo terywa kecut, membuang pandangannya kesamping. Sungguh, ia merasa seperti gadis terbodih didunia ini. Penantian dan usaha kerasnya selama 3 tahun ini, sia – sia?

“Apa maksudmu? email?”

“Tidak ada. Hubungan kami baik – baik saja sampai saat ini dan lebih baik kau fokus pada jalan saja!”

Kerutan dahi Kyuhyun tercetak jelas. Ucapan abu – abu Rin Hyo sudah membuat otaknya berputar dengan keras.

TBC-

 

 

Annyeong haseyo! seharusnya ini twoshoot yaaa maaf yg part akhir harus dibagi 2 :” and then maybe the last part will be protected.

Kalian bisa nanya PW lewat DM dan Inbox di akun twitter yang sudah tertera di About yeah! Maaf juga kami uda jarang-banget- post something new soalnya otak lagi buntu entah mengapa(need inspiration, actually)

Okelah! semoga otak kami semakin encer dan semoga kalian semua masih bisa menikmati tulisan2 kami yang segini2 aja lah yaa~

Annyeongg~~~

 

Ps: DontBeSilentReaders, GUYS!

Advertisements

60 thoughts on “MORE THAN YOU THINK. 2 A

  1. Aku bingung sm jln crtanya pas ad nm son dongwoon aku jg tau deh . Setau aku jg ff yg ini 2part hehe . Ohya eonni aku ud bc part 1nya apa blm ya? Wkwk soalnya lupa aku ud bc apa blm . Mungkin nnti aku bc part 1nya dlu . Mian eonni 😀 . Kyu php bgt ya , fiuhhhh yg bnr yg mn ni . Kyu msh cinta tp pas dikantor sm dicaffe dia acuhin rin hyo . Knp ga dongwoon aja yg jdian sm rinhyo hehehe . Kan rinhyonya ga sad bgni . Aku jg ikutn sad gr2 kyu ni hiks . Makasi ya eonni uda dipost 🙂 dan blehkah nnt aku inbox ke account fb tsalza eonni? Aku biasanya inbox ke account itu hehe . Semangatttt buat 2 eonni hehe

  2. Aku tau eonniii crtanya . Duh ud slh comment deh . Maaf eonni hehe . Aku lupa sm jalan crtanya .
    Aku brhrp kyuhyun memperjuangkan sam rin hyo lagi!! Dan gajadi aku blg kyu php deh , emg kyu ga php . Cuma dia nya aja yg masih bingung ngedeketin si rin hyo gmn lg . Sam rin hyo bw2 son dongwoon , jdnya kyuhyun ngira rin hyo msih jadian sm dongwoon . Smga kyuhyun sm rinhyo bnr2 kembali lg deh hehe . Trus dongwoonya jg smga ada cewe yg bs meluluhkan hatinya dongwoon hehehe .

  3. itu jgn2 emailnya gk nympek di kyu lg atau gk di sabotase sm ibunya kyu,,
    sam rin hyo jg gk njelasin ke kyu jd tmbh runyam msalahnya,, sama2 pny pkiran klo udh pny pcar masing2,,
    di tunggu part selanjutnya, semoga ceritanya happy ending 😀

  4. Wah..ajdi kyu ga selingkuh tapi mang krn dijodohin terus2an..
    Astaga jadi gmn kelanjutannya tuh seketaris kyuhyun,aaahh siapa penghalang mrka ntr..
    Kok bisa seh jd tanpa kata2 gt putusnya..kan kasian rin hyo nya..

    Ugh..kyuh tolong gentle yakkk..

    Semoga update soon…
    Cant wait..

  5. Lucu deh liat mereka berdua. Intinya mereka masih saling mencintai tapi mereka saja yang gengsi *menurutku sih. Aku doain deh biar encer otaknya dan biar cepet juga dipostnya hehe ^^ hwaiting eon.

  6. Aaaaah akhirnya ini udah publish..
    Aku suka Pas mereka ketemu di ZC rasanya kaya di drama drama gitu dapet bangt feelnya..
    Semoga di selanjutnya merek ga sekaku gini..

  7. lama tk jumpa ma ff ini lama bnget ngilangnya….. 🙂
    ni dua-duanya kayaknya salah paham apa gimana ??
    disisi hyo dikira kyu dah luapain hyo..
    tp disisi kyu ngira hyo sama doongwoon…
    ne part aku tnggu ya saengi..
    ntar aku inbok permintaan pw nya dari fb yaaaaa

  8. wawaaaaaaaawww akhirnya update!!! aku nungguin sudah lama sekali hiks hiks hihi kayanya aku harus baca dari part 1 deh ini aku lupa ceritanya kaya gimana hahahaah dituggu selalu lanjutannyaaaaa fighting!!

  9. Akhirnya dilanjut juga…
    Kadang seseorang tak pernah bisa menebak isi hatimu, seperti kau yang juga tak bisa menebaknya …
    Jadi ungkapkan sebelum kehilangan, ulurkan sebelum ditinggalkan…

  10. usaha rin hyo untk mencoba mendptkn kyuhyun kmbali benar2 luar biasa. Saya salut..
    Gemes bgt ama kyuhyun, sbnrnya dia msih menghrapkan rin hyo kembali ndak sih..
    Next part ditunggu kak
    keep writing ya!

  11. Nyebelinnn….kenapa kyuhyun kembali dengan wajah seperti Es sih…?? dingin dan kaku ???? menyebalkan….
    Kasian kan rin hyo harus meraskaan patah hati kembali…hisk…
    semoga ini bakalan happy ending… di tunggu next part nya ya.

  12. brarti kyu belum liat email dan voice notenya?
    ksihan jgq rinhyo, skrang kyu msh salah paham deh.
    smoga mreka bisa brsama lagi dan pnantian rinhyo slama ini ngak sia2

  13. Kok kyu ga tau klo rin hyo sring ngrimin dia email sma voice note sh?
    Smoga aja bsa blikan lg
    smangat trus ka 🙂

  14. Andai rin hyo tau ap isi kepala dan hati kyuhyun. Yah kadang 2 org yg saling sayang pisah bkn krn ud gx ad rasa lg. Tp krn keadaan. Tp y seperti lagunya afgan – jodoh pasti bertemu- 😄

  15. Walau sempet lupa sama ceritanya, tapi ini bukan penghalang, gak bakal capek meski baca part 1 dua kali 😀
    itu pasti ada yang ngapa-ngapain hp nya kyu, kyuhyun juga jgn terlalu bodoh dong ahhh..gemess tauk 🙂

  16. Haduhh -.- ketinggalan update’an ffnya lagi 😦 Alamakk~ nge-gemesin banget sihh rinhyo? rinhyo sama kyu pan sama2 cinte, trus knp jd pada bgitu sih? Masih kaku aje ini pasangan -eh? mantan pasangan deh -eehh tapi tar next part mereka jd pasangan lagi kan? hohohoh 😀

  17. rasanya nyesek banget ya. banyak kesalahpahaman pasti. kyuhyun juga kayaknya nggak tau kalo selama ini rinhyo ngirimin dia email. semoga mereka bisa balikan ya. masih saling cinta gitu kelihatannya.

  18. Aduh, ak gak ingat udah baca part awalnya atau belum. Tapi kayaknya belum, jadi agak penasaran sama kisah mereka sebelumnya. Ninggalin jejak disini dulu, baru baca part sebelumnya ^^

  19. jadi selama ini kyuhyun tidak menerima email atau voicenote dari rin hyo? pantesan kyuhyun kayak orang asing yg nggak tau apa-apa. kasihan rin hyo, jadi penantianya tidak membuahkan hasil 😦

  20. Aku baru nemu ff mu kak, ada yg bagi link di fb.. Hoho ii ff pertama yg aku baca, salam kenal ya kak.. Aku sekalian comment dr part 1 disini aja ya hehe….
    Huhu sukaaaaa sama story-nya, apalagi part” chokyu sakit karena cinta lol selalu suka kalau ada part begitu di ff kyuhyun, aku penasaran sangat kelanjutannya semoga aja happy ending huhu

  21. Annyeong kak. Ijin baca ya kak, reader baru nih. Btw ini cerita bikin penasaran bgt. Kapan lanjut kak? Huhu. Ya ampuuuun knapa mreka harus bo.ong bo.ongan gitu coba? Kalo suka ya udah sih kasian sendiri kaaaaan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s