Fake Love 1

FAKE LOVE 1

wpid-akeluv

Author : tsalza shabrina

.

Suatu ikatan yang disebabkan oleh rasa dendam dan diawali dengan kepura- puraan. Dapatkah terikat kuat, selamanya?

Story Begin~

Shin Ji Eun memeluk tubuhnya sendiri dengan erat. Hujan yang disertai angin itu masih melebat tanpa menunjukkan tanda – tanda akan reda. Ia harus bersyukur, karena atap halte ini masih bisa melindunginya dari guyuran hujan itu.

“Ck, kemana pria itu?” umpatnya sedetik setelah menatap jam tangannya. Pria yang ditunggunya sudah terlambat selama hampir setengah jam.

Ji Eun beranjak dari tempat duduknya saat melihat sebuah mobil Audi hitam berhenti didepan halte. Ia menyendekapkan kedua tangannya seraya menatap pria yang keluar dari mobil dengan tergesah itu sinis.

Pria itu mengenakan kemeja hitam yang begitu pas pada tubuhnya. Kekasihnya itu selalu terlihat begitu tampan dan mempesona. Namun tidak dengan sifat dinginnya yang melebihi dinginnya malam ini.

“Maaf, sudah membuatmu menunggu terlalu lama.”sesal pria itu dengan kedua mata memohonnya. Kedua tangan pria itu sudah mulai bergerak, seperti menyentuh bahunya atau sekedar merapikan helaian rambutnya. Pria ini selalu dingin pada setiap orang, kecuali dirinya. Jadi, banyak orang yang begitu iri saat melihatnya tengah bersama pria ini.

“Kau dari mana saja, Cho Kyuhyun?”

“Tadi ban-ku bocor, jadi aku ke bengkel sebentar. Kau percaya padaku, kan?” tanya Cho Kyuhyun seraya mensejajarkan wajahnya pada wajah Ji Eun. Membuat gadis itu sedikit tersipu dan akhirnya tersenyum tipis seraya mengangguk pelan.

“Lebih baik kita segera masuk kedalam. Aku hampir mati beku disini.” Gerutu Shin Ji Eun seraya mengait lengan Cho Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum manis pada Ji Eun kemudian memakaikan jaket tebal yang sejak tadi ia bawa pada tubuh Ji Eun. Mengecup puncak kepala Ji Eun kemudian mereka memasuki mobil dengan langkah cepat.

***

Sam Rin Hyo membuka – buka majalah mingguan langganannya dengan wajah yang begitu serius. Sedangkan, pria yang menaruh kepalanya diatas paha Rin Hyo itu tengah disibukkan oleh ipad yang ia gunakan untuk mengurusi perusahaannya.

Lee Kikwang adalah presiden direktur Lee group. Tapi, karena ia sangat merindukan kekasihnya ini. Ia mengerjakan tugas – tugas yang belum terselesaikan di rumah Sam Rin Hyo, dengan tidur diatas paha Rin Hyo. Kegiatan yang selalu ia sukai.

“Lee Kikwang, Lihat! Bukankah jaket ini lucu sekali.” Ujar Rin Hyo semangat seraya menunjukkan 2 model yang tengah memakai jaket couple yang memang sangat lucu itu. Lee Kikwang tersenyum lebar seraya mengangguk.

“Mau mencarinya sekarang?”

“Tidak, aku tidak ingin terlihat konyol dengan memakai jaket yang sama denganmu.” Kikwang hanya terkekeh ringan mendengar jawaban Rin Hyo. Gadis itu selalu menyukai barang – barang seperti itu, tapi tidak pernah sekali pun mau memakainya. Karena, ia hanya suka melihatnya! Bukan memakainya.

Lee Kikwang dan Sam Rin Hyo memang sepasang kekasih yang sudah cukup lama menjalin hubungan. 1 tahun, selama itu mereka tidak pernah bertengkar sekali pun. Hubungan mereka dipenuhi cinta dan kasih sayang.

“Sam Rin Hyo!” panggil Lee Kikwang yang sudah menaruh ipadnya. Menatap Sam Rin Hyo dari bawah sini dengan sesekali membelai lembut pipi gadis itu.

“Mm?” balas Rin Hyo yang masih terfokus pada majalahnya itu.

“Aku ingin secepatnya menikah denganmu.” Tangan Rin Hyo yang hendak ia gunakan untuk membalik lembaran majalah itu terhenti diudara. Ia menaruh majalah itu dimeja, kemudian menangkap tangan kanan Kikwang yang kini tengah merapikan anak – anak rambutnya yang memang sedikit berantakan.

“Aku masih kuliah, Lee Kikwang.” Kikwang mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Rin Hyo.

“Aku tahu, jadi aku ingin setelah kau lulus. Baru kita menikah.”

“…”

“Kita sudah setahun menjalin hubungan. Dan sudah bertahun – tahun aku mengenalmu. Jadi, apa lagi yang harus kita tunggu, hm?” Setelah terdiam cukup lama, Sam Rin Hyo akhirnya tersenyum tipis seraya mengangguk pelan. Membuat senyuman lebar Kikwang juga ikut merekah, ia beranjak dari tidurnya kemudian menarik Sam Rin Hyo ke pelukan hangat dan eratnya.

***

“Kau ingin makan apa?”

Tanya Cho Kyuhyun yang tengah fokus pada jalanan. Sedangkan Shin Ji Eun yang duduk disamping kemudi, terlihat sedang menimang – nimang apa yang ingin ia makan setelah ini.

“Emm… aku ingin yang hangat – hangat.”

“Yang hangat, ya?” Ji Eun mengangguk kemudian terkikik geli saat melihat raut wajah Cho Kyuhyun yang sedang berpikir. Pria itu memang sangat dingin, tapi jika dihadapannya ia dapat banyak mengekspresikan diri menjadi manja, imut, dan sangat manis.

Cho Kyuhyun adalah seorang putra bungsu dari presiden direktur Cho group. Perusahaan terbesar di Korea Selatan. Kyuhyun sangat kaya raya, dan ia tidak bekerja. Karena, ia baru saja lulus kuliah dan sejujurnya, ia belum terpikirkan akan bekerja sebagai apa. Jadi, yang ia lakukan sekarang adalah bermain bersama teman – temannya, berkencan, dan menghambur – hamburkan uang saja.

Sedangkan, Shin Ji Eun adalah seorang mahasiswi yang dulunya junior dari Cho Kyuhyun. Ia salah satu dari jajaran mahasiswi yang popular di Kyunhee university. Mereka menjalin hubungan masih belum terlalu lama, sekitar 3 bulan yang lalu mereka resmi menjadi sepasang kekasih. Seorang pria yang dielu – elukan ketampanannya dan seorang gadis yang dielu – elukan sifat malaikatnya menjadi sepasang kekasih. Bukankah mereka pantas membuat banyak orang iri?

“Bagaimana jika kita ke restoran china saja? tiba- tiba aku ingin jjampong.”

“Itu sangat pedas, bukankah makanan yang terlalu pedas dapat mengganggu pencernaan? Aku tidak ingin kau sakit.” Shin Ji Eun memutar bola matanya malas, Cho Kyuhyun selalu berlebihan padanya. Terutama dengan kesehatannya.

“Tidak akan, Cho Kyuhyun! Aku akan berkata pada ahjumma penjualnya agar tidak terlalu pedas.” Ujar Shin Ji Eun seraya menggoyang – goyangkan lengan Cho Kyuhyun. Akhirnya, pria itu menghela napas panjang dan mengangguk.

“Baiklah, tapi jika perutmu nanti sakit cepat bilang padaku.”

“Iya, aku tahu.”

***

“Ya! Shin Ji Eun!! Kau tidur didalam sana?!”

Teriak Sam Rin Hyo seraya mengetuk – ketuk pintu kamar mandi dengan kesal. Sahabatnya ini selalu betah berlama – lama dikamar mandi. Dan tak peduli dengan apapun keadaannya Shin Ji Eun selalu mempertahankan kebiasaan buruknya itu. Seperti sekarang, saat mereka ada janji dengan Lee Kikwang yang sudah menunggu mereka di ruang tamu.

CKLEK

“Iya, iya, aku sudah selesai!” gerutu Shin Ji Eun sesaat setelah membuka pintu kamar mandi. Sedangkan Sam Rin Hyo memilih untuk mendorong kepala gadis itu pelan.

“Kau ini! cepat ganti sana! Aku tunggu diruang tamu!”

“Aish, iya… iya…” ujar Ji Eun seraya berjalan kearah almari. Sedangkan, Rin Hyo memilih untuk keluar dari kamar.

“Mau sampai berapa lama lagi gadis itu menyiapkan diri, huh?!” tanya Lee Kikwang gusar. Pria itu sudah berdiri seraya berkacak pinggang disebelah sofa. Sam Rin Hyo menggedikkan bahunya kesal.

“Entahlah, bukankah dia selalu begitu?”

“Ya Tuhan…. Bisakah kalian berhenti membicarakanku? Aku sudah selesai…” ucap Ji Eun yang baru saja keluar dari kamar. Lee Kikwang menurunkan kedua tangannya yang tengah berkacak pinggang, kemudian berjalan kearah Ji Eun untuk mengacak rambut gadis itu gemas.

“Dasar kau ini!” ucap Kikwang seraya terkekeh geli. Sedangkan Sam Rin Hyo sudah tertawa menatap kelakuan kedua orang yang ia sayang itu.

“Aish, kalian ini! selalu saja memarahiku!” rajuk Shin Ji Eun seraya berjalan mendahului Rin Hyo dan Kikwang menuju beranda rumah. Rin Hyo menggeleng pelan seraya tertawa kecil karena Shin Ji Eun melupakan tas-nya yang tergeletak diatas sofa. Sedangkan, Kikwang berjalan tergesa mengekori Ji Eun kemudian merangkul leher gadis itu.

Aigoo… Ji Eun kita sedang marah.” Pria itu mulai mencubiti kedua pipi Ji Eun yang meronta – ronta minta dilepaskan.

“Pergi kau, Lee Kikwang!!!!” teriak Shin Ji Eun.

“Ya! Lee Kikwang! Kau membuatnya sesak!” tegur Sam Rin Hyo yang akhirnya membuat Kikwang menghentikkan kegiatannya. Pria itu mengacak rambut Ji Eun lagi sebelum menggenggam tangan Rin Hyo hangat.

Lee Kikwang, Sam Rin Hyo dan Shin Ji Eun adalah sahabat dari kecil. Mereka dulunya bertetangga dan selalu bersekolah disekolah yang sama. Hingga terpisahkan karena kuliah, Shin Ji Eun memilih kuliah di Kyunhee karena ia ingin menimba ilmu di dunia kedokteran. Sam Rin Hyo memilih di Dongguk karena ingin mempelajari tentang seni. Dan Lee Kikwang di Paran karena ayahnya mengharuskan pria itu meneruskan profesi ayahnya untuk memimpin perusahaan.

Meskipun terpisah, mereka tetap tinggal di Seoul, digedung apartemen yang sama, dan tetap bertetangga. Shin Ji Eun dan Sam Rin Hyo tinggal bersama, sedangkan Lee Kikwang tinggal disebelah apartemennya.

1 tahun yang lalu, Lee Kikwang menyatakan perasaannya pada Sam Rin Hyo. Ia berkata jika ia mencintai gadis itu selama lebih dari 15 tahun bersahabat. Tidak seperti kata orang – orang yang selalu menyalahkan cinta disebuah ikatan persahabatan. Selalu mengatakan jika cinta hanya menodai jalinan persahabatan. Mereka bertiga khususnya Shin Ji Eun, tidak pernah mempermasalahkan hal itu dan buktinya sampai sekarang mereka masih tetap bersahabat dengan baik.

Sam Rin Hyo pun tidak merasa terganggu dengan sikap sayang Lee Kikwang pada Shin Ji Eun. Karena, sudah tidak alasan lagi untuknya tidak mempercayai mereka. Ia sangat mempercayai kedua sahabatnya itu dengan sepenuh hati.

***

Shin Ji Eun menyanggah kepalanya dengan malas, menatap Sam Rin Hyo dan Lee Kikwang yang tengah bercanda sendiri. Kedua orang itu sangat terlihat mesra, dan ia sekarang merasa-jika-ia-sendirian. Sangat menyedihkan.

“Ck, teruslah mengacuhkanku!” gerutu Ji Eun dengan posisi tubuh yang sama. Kedua orang yang hendak melakukan selfie  itu menghentikkan gerakannya. Sam Rin Hyo menaruh ponselnya kemudian mencubit pipi gadis itu gemas.

Aigoo… ahjumma ini marah – marah saja.” Ji Eun menyingkirkan tangan Sam Rin Hyo dengan kasar.

“Lihat saja, jika aku membawa Cho Kyuhyun kesini! Pasti kemesraan kalian itu kalah dengan sikap manis Kyuhyun padaku.” Bangga Ji Eun seraya menjulurkan lidahnya.

“Iya, iya aku tahu. Kau selalu mengatakan hal itu disaat seperti ini.” ucap Rin Hyo malas.

“Tapi, katanya kau mau mengajak kami bertemu dengan kekasihmu itu? Mana? Dia sibuk?”tanya Lee Kikwang yang tiba – tiba penasaran dengan pria bernama Cho Kyuhyun itu.

“Dia selalu berkata jika ia sibuk. Ia baru saja lulus kuliah, sedangkan ayahnya sering memaksanya untuk meneruskan perusahaan.”

“Perusahaan? Ayahnya punya perusahaan? Ah… biar kutebak, Cho group?” Ji Eun mengangguk pelan, membenarkan ucapan Lee Kikwang.

“Benar, Cho group? Bukankah itu perusahaan terbesar di Korea?” timpal Sam Rin Hyo dan lagi – lagi Ji Eun hanya mengangguk dengan tersenyum bangga. Ia juga ingin balas dendam, karena selalu tidak pernah bisa membanggakan kekasihnya seperti Sam Rin Hyo yang seringkali membanggakan Kikwang padanya. Walaupun sebenarnya tidak ada yang bisa dibanggakan dari pria yang sering bolos kerja seperti Lee Kikwang.

“Ah, jadi itu alasannya.”

“Alasan apa?” tanya Ji Eun saat mendengar ucapan Kikwang yang begitu ambigu.

“Presdir Cho pernah berkata padaku jika ia sangat menginginkan anak yang sepertiku.” Ujar Kikwang yang seperti memuji diri sendiri. Sedangkan Ji Eun mulai mendecih malas, lagi – lagi pria itu yang membanggakan diri “Ya, memang sulit menemukan pria yang baik, sopan dan taat kepada orang tua sepertiku.”

Aigoo… kekasihku ini benar – benar sempurna…” timpal Sam Rin Hyo yang semakin membuat Ji Eun membuang napas kasarnya. Lagi – lagi seperti ini, ia ingin sekali membawa Cho Kyuhyun dan mengenalkannya pada kedua sahabat kesayangannya ini. Tapi, sialnya pria itu selalu saja memiliki alasan untuk menolak permintaannya.

***

“Ji Eun-ah! Ji Eun-ah!”

Shin Ji Eun yang tengah sibuk mengetik sesuatu di laptopnya seraya meminum susu itu menengadahkan kepala. Menatap Jin Seyeon-teman kuliahnya, dengan dahi mengernyit.

“Kenapa kau berkeringat seperti itu?” Jin Seyeon meneguk ludahnya berat kemudian menghela napas beratnya.

“Kau harus melihat mading sekarang juga!” Ji Eun masih mengernyit namun kedua tangannya sibuk memberesi laptop, menjinjing  tasnya, dan membawa susu coklatnya. Kemudian mengekori Seyeon yang berjalan dengan tergopoh.

Kerutan didahinya bertambah saat para mahasiswi dan mahasiswa yang baru saja melihat mading tengah menatapnya dengan sorotan mata aneh. Samar – samar ia mendengar bisikan seperti ‘kasihan dia’ , ‘padahal dia begitu baik’ , dan lain lain.

Ia juga terasa aneh saat para pembaca mading yang terlihat menggerombol itu seolah memberinya jalan agar ia dapat melihat isi mading itu dengan jelas.

Kedua matanya melebar saat melihat foto – foto Cho Kyuhyun yang tengah berciuman dengan seorang gadis disebuah klab. Dan sialnya, gadis itu bukanlah dirinya. Hatinya begitu sakit saat melihat foto itu, dengan gerak cepat ia mengambil foto – foto yang tertempel disana dan memasukkannya kedalam tas dengan gerakan kasar.

Ia berbalik, mengacuhkan Jin Seyeon yang tengah memanggil – manggil namanya. Hatinya terasa begitu sakit saat melihat foto – foto itu, namun ia masih mengkhawatirkan reputasi Cho Kyuhyun dengan mengambil foto – foto itu agar yang melihatnya tidak bertambah lagi.

Langkahkahnya terhenti saat ia merasa telah menabrak seseorang. Tanpa berniat untuk mendongak ia hanya menunduk, mengatakan maaf, lalu pergi dari sana. Namun, lagi – lagi langkahnya terhenti karena cengkraman seseorang dilengannya.

“Kau mau kemana, sayang?” tubuhnya berjengit saat mendengar suara itu. Suara Cho Kyuhyun. Kedua tangannya mengepal, air matanya sudah serasa membendung dipelupuk mata. Ia berbalik, menatap Cho Kyuhyun dengan tatapan yang tidak pernah ia perlihatkan pada pria itu sebelumnya. Begitu tajam dan dingin.

Shin Ji Eun menepis tangan Cho Kyuhyun kasar lalu sibuk mengambil foto – foto itu dari dalam tasnya. Sedangkan Cho Kyuhyun menatap kekasihnya itu bingung, ia yang sejak tadi menunggu Shin Ji Eun didepan gerbang kampus tiba – tiba mendapat perlakuan yang tak terduga dari gadis itu. Belum lagi para mahasiswa dan mahasiswi yang dengan cepat sudah mengepung mereka. Seolah pertengkaran ini adalah tontonan yang sangat menyenangkan.

Shin Ji Eun melempar foto – foto itu tepat didepan wajah Cho Kyuhyun. Membuat pria itu mengeraskan rahangnya karena terbawa emosi. Sedangkan Ji Eun, juga tidak dapat menyembunyikan kemarahan dan kebenciannya. Apalagi, semua orang tengah menatapnya. Jika ia menangis dan menanyai Cho Kyuhyun dengan nada yang begitu menyedihkan, bukankah itu akan menjatuhkan harga dirinya?

“Kau bisa menjelaskan ini semua, Cho Kyuhyun?” tanya Shin Ji Eun dengan nada yang hampir serupa dengan desisan. Cho Kyuhyun mengernyit, menatap kebawah kemudian tangan kanannya tergerak untuk mengambil salah satu foto itu. Ia menatap foto itu dengan tatapan yang sulit diartikan, tapi kemudian salah satu sudut bibirnya tertarik kebelakang. Membuat Shin Ji Eun terperangah dan tak bisa menahan diri untuk tidak melebarkan kedua matanya.

“Kau ingin aku menjelaskan ini?” balas Kyuhyun seraya menggoyang – goyangkan foto itu. Shin Ji Eun mengangguk kuat, masih mengangkat kepalanya angkuh. “Benar, kau ingin tahu?” tanya pria itu lagi, kini dengan nada mengejek.

Ji Eun terdiam sejenak kemudian mengangguk. “Cepat katakan! Aku tidak butuh omong kosongmu yang tidak ada gunanya.”

Bulu roma Shin Ji Eun serasa berdiri saat ia melihat lagi senyuman miring Cho Kyuhyun yang begitu mengerikan itu. “Ini memang aku dan… salah satu wanita satu malamku.” Pekikan tertahan dari para penonton disana terdengar begitu saja. Sedangkan, Shin Ji Eun membuka sedikit bibirnya tak percaya dengan nada ringan Cho Kyuhyun saat mengatakan itu.

Cho Kyuhyun mendecih kemudian membuang foto itu kesembarang tempat. Kedua tangannya ia masukkan kedalam saku celananya sebelum ia bersandar pada mobil sport hitamnya itu. “Kau adalah bahan taruhanku, Nona Shin. Untuk mendapatkan mobil ini.”

“Apa?”

“Kau adalah bahan taruhanku. Huuh… akhirnya, aku bisa mengatakan ini. Kau tahu? Sejak dulu, aku sudah menunggu saat – saat seperti ini.”

PLAK

“Kau brengsek Cho Kyuhyun!!” Shin Ji Eun meninggalkan pria itu dengan langkah besar – besar. Ia sudah tidak tahan lagi dengan ucapan Cho Kyuhyun yang semakin membuatnya malu dan juga… sakit. Sangat sakit rasanya.

Sedangkan Cho Kyuhyun, pria itu masih mempertahankan wajah dinginnya. Kemudian memasuki mobil itu dengan gaya seperti biasa, begitu elegan dan berkharisma.

***

Pub.

“Woaah, kudengar kau memutuskan Shin Ji Eun didepan gerbang kampus?”

Cho Kyuhyun meneguk segelas wine –nya kemudian tersenyum miring saat mendengar suara Eunhyuk yang terdengar seperti pujian untuknya. Bayangkan saja, ia dapat mempermainkan gadis yang begitu dipuja dan popular di kampus. Bukankah itu sebuah kebanggaan yang patut diberi penghargaan?

“Kau lupa siapa aku? Tidak ada satu pun wanita yang tidak takluk pada Cho Kyuhyun.” Bangga pria itu seraya terkekeh pelan.

“Tapi, apa kau benar – benar tidak menaruh perasaan padanya?” tanya Lee Donghae penasaran. Cho Kyuhyun tertawa kecut kemudian menatap Donghae.

“Apa aku seperti seorang pria yang baru saja putus dengan pacarku?” Lee Donghae menggeleng pelan. “Sekarang kau sudah tahu, kan? aku benar – benar tidak menyukainya. Dia terlalu baik untukku, dia bahkan tidak tahu bagaimana caranya berciuman.”

“Ah ya, Cho Kyuhyun terlalu dewasa untuk Shin Ji Eun.” Timpal Eunhyuk seraya meminum minumannya hingga habis disusul dengan tawa ringan Donghae dan Kyuhyun. “Kalau gadis itu, mungkin ia sama dewasanya denganmu.” Ujar Eunhyuk seraya menunjuk pada gadis yang tengah berdiri di tempat DJ. Dengan lihai gadis itu mengoperasikan alat – alat itu, namun wajahnya begitu dingin. Seperti ia tidak suka berada disana.

Sedangkan Cho Kyuhyun menatapi gadis itu dengan pandangan yang sulit untuk diartikan. “Gadis itu… menarik.”

***

Tok Tok Tok

Sam Rin Hyo mengetuk pintu kamar Shin Ji Eun seraya memeriksa jam tangannya. Sudah jam 08.30 dan 30 menit lagi jam kuliahnya mulai. Entah sudah berapa kali desahan gusar keluar dari bibir Sam Rin Hyo dan juga seberapa keras ia mengetuk pintu yang terbuat dari kayu itu. Shin Ji Eun tetap terdiam, tak menjawab maupun membuka pintu kamarnya.

“Ji Eun-ah! Kau masih tidur, eo?” tanya Sam Rin Hyo yang mulai mengkhawatirkan Ji Eun. Karena tak kunjung mendapat jawaban, Rin Hyo membuka kenop pintu itu dan terkejut saat mendapati keadaan kamar Shin Ji eun yang sangat berantakan.

Tissue yang berserakan diatas lantai, meja rias yang sangat berantakan, dan juga ranjang yang sudah tidak beraturan. Rin Hyo menatap Ji Eun yang tengah duduk menekuk lutut diatas ranjang seraya menyandar didinding ranjang dengan nanar. Sahabatnya itu tengah menyembunyikan wajahnya didalam lekukan kakinya.

Sam Rin Hyo memejamkan matanya seraya menghela napas panjangnya. Shin Ji Eun sedang tidak baik – baik saja. Ia melangkah menuju ranjang dan duduk ditepi ranjang dalam diam.

“Keluarlah! Aku sedang ingin sendiri!” ucap Shin Ji Eun tanpa merubah posisinya sedikitpun.

“Ya! aku tahu kau sedang tidak baik – baik saja! tapi jangan bertingkah seperti ini, eo?”

“Ck, aku bilang keluar!” Sam Rin Hyo kembali menghela napasnya berat. Shin Ji Eun tidak pernah seperti ini sebelumnya, jadi ia bingung harus bersikap seperti apa. Rin Hyo tersenyum miring kemudian menarik lengan Ji Eun kuat hingga gadis itu akhirnya mengangkat kepalanya. “Aish, YA! apa yang kau lakukan, ha?!” Bentak Shin Ji Eun kesal, membuat Sam Rin Hyo tersenyum penuh arti. Ia lebih suka dengan Shin Ji Eun yang seperti ini, bukan selalu terdiam seperti tadi.

“Aku tahu kau belum ingin cerita sekarang. Dan aku juga tidak tahu apa yang terjadi padamu. Aku hanya ingin minta tolong padamu, jangan berbuat hal – hal aneh selama aku ke kampus, oke?”

“Ish, kau pikir aku akan bunuh diri hanya karena patah hati, ha?! aku tidak sebodoh itu, Hyo! jadi jangan mengkhawatirkanku!” teriak Shin Ji Eun kesal kemudian dengan cepat merubah posisinya menjadi tidur dan menyembunyikan tubuhnya kedalam selimut. Alis Sam Rin Hyo terangkat, patah hati? Sepertinya baru kemarin lusa ia mengelu – elukan kemesraannya dengan Cho Kyuhyun. Dan tiba – tiba sekarang ia kacau karena patah hati?

“Baiklah, aku lebih tenang jika kau seperti ini. aku akan kekampus untuk mengumpulkan tugas, aku tidak akan ikut kuliah hari ini dan akan pulang cepat. Jadi aku ingin kau berjanji tidak akan melakukan hal bodoh seperti yang kau katakana tadi, arasseo?

“Iya, aku janji! Pergilah!” Ujar Shin Ji Eun seraya melambaikan tangannya menyuruh Sam Rin Hyo segera pergi. Rin Hyo menghela napasnya berat kemudian berjalan keluar dari kamar Shin Ji Eun.

“Aku pergi!”

***

“Sebelum pulang, ke super market dulu, ya?”

Ucap Sam Rin Hyo pada Lee Kikwang yang tengah fokus menyetir. Tadi, ia dijemput dan Kikwang dengan sabar menunggunya didepan gerbang untuk mengantarnya kembali pulang.

Wae? Persediaan dirumah habis?” Rin Hyo menggeleng pelan.

Ani. Shin Ji Eun sedang kacau sekarang, jadi aku ingin membuatkannya banyak makanan pedas. Saat kacau, ia hanya bisa memakan makanan seperti itu.” Spontan Kikwang menoleh kearah Rin Hyo. Kedua matanya membesar penuh dengan kekhawatiran.

“Shin Ji Eun kenapa? Apa ada sesuatu yang terjadi? Seingatku terakhir ia seperti itu saat sepupunya meninggal.” Sam Rin Hyo menghela napasnya panjang, ia menggedikkan bahunya tak mengerti.

“Entahlah, ia masih belum ingin menceritakannya padaku. Nanti cobalah berbicara dengannya, ia lebih mendengarkanmu dari pada aku.” Ucap Sam Rin Hyo seraya menatap wajah tegang Lee Kikwang. Sejujurnya, ia sedikit bingung dengan Lee Kikwang. Pria itu berkata sangat mencintainya, namun kekhawatiran pria itu pada Shin Ji Eun selalu lebih besar ketimbang dengan dirinya. Tapi yang lebih ia bingungkan adalah perasaannya. Ia mengaku ia sangat mencintai Lee Kikwang, namun ia tidak pernah merasakan rasa cemburu pada pria itu. Ia tidak pernah mempermasalahkan sikap Kikwang yang lebih mengkhawatirkan Shin Ji Eun dari pada dirinya.

“Bagaimana dengan tugasmu tadi? Dosen Jung tidak memarahimu, kan?”

“Tsk, tentu saja tidak. Ia sangat puas denganku, seperti biasa.” Lee Kikwang terkekeh pelan saat mendengar celotehan Sam Rin Hyo yang selalu memuji diri sendiri.

“Ya, kau pantas mendapatkannya. hampir 24 jam kau berada ditempat itu untuk hasil yang terbaik.”

“Kau benar! Aku tidak akan pernah memasuki pub itu lagi. Sudah cukup satu kali saja aku menjadi DJ. Ya, terkecuali jika dosen Jung ingin aku membuat tugas seperti itu lagi.”

“Aku juga tidak akan mengizinkanmu, kecuali jika kau kesana bersamaku.” Sam Rin Hyo tertawa kecil kemudian mengangguk kuat.

Arasseo!”

***

Sam Rin Hyo menata bahan – bahan makanan yang baru saja dibelinya itu diatas meja dapur. Ia menatap Lee Kikwang yang tengah mengikutinya dengan mengernyit.

“Perlu kubantu?” tanya pria itu tanpa bisa menyembunyikan raut kekhawatirannya, tentu saja pada Shin Ji Eun. Rin Hyo yang mengerti dengan gelagat Lee Kikwang menggeleng pelan.

“Lebih baik kau menemuinya. Aku akan membuatkan nasi goreng kimchi yang sangat pedas dan juga semangkuk ramyun pedas untuknya.” Celoteh Sam Rin Hyo seraya tersenyum kecil. Shin Ji Eun jika sedang kacau, nafsu makannya akan bertambah dan juga kegemarannya dengan masakan pedas juga akan muncul dengan sendirinya.

“Baiklah.” Ucap Kikwang seraya mengelus rambut Sam Rin Hyo sebelum pergi dari sana. Rin Hyo hanya bisa menatap Lee Kikwang dengan senyuman tipis.

Sedangkan dikamar, Kikwang menatapi ruangan kamar Shin Ji Eun yang begitu berantakan dengan sesekali menghela napas. Ia menatap pintu kamar mandi yang berada didalam kamar gadis itu dalam diam. Shin Ji Eun sedang mandi, jadi ia berniat untuk membersihkan kamar ini sebelum gadis itu keluar dari kamar mandi. Ya, mengingat Shin Ji Eun yang selalu senang berlama – lama dikamar mandi.

Dengan telaten ia membersihkan kamar itu hingga bersih. Membuang tissue –tissue itu kedalam tempat sampah, merapikan seprai dan melipat selimut itu. Dan juga merapikan meja rias Shin Ji Eun.

CKLEK

Shin Ji Eun yang sudah memakai kaus rumah yang dipadu dengan celana sependek lutut itu keluar dari kamar mandi. Gadis itu menatap Lee Kikwang yang tengah merapikan bajunya kemudian kedua matanya menatapi kamarnya yang sudah sangat rapi dan bersih.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Ji Eun dingin seraya menatap Kikwang tajam. Pria itu menoleh kemudian tersenyum kecil pada Shin Ji Eun. Menghampiri gadis itu kemudian mengacak rambut basah gadis itu dengan gemas, dan jangan lupakan senyuman bocahnya.

“Aku sudah membersihkan kamarmu ini hingga bersih. Dan apa itu balasanmu?” Shin Ji Eun memutar bola matanya dengan malas kemudian berjalan melewati Lee Kikwang, duduk ditepi kasur seraya menatap Lee Kikwang dengan sendu. Salah satu tangannya menepuk tempat kosong disampingnya dengan lemah.

Kikwang tersenyum kecil kemudian duduk disamping Shin Ji Eun. “Wae? Ceritakan saja.” ujar Lee Kikwang dengan nada dan suara yang begitu mendayu, sangat lembut dan menenangkan. Shin Ji Eun menggigit bibirnya, ia jadi ingat bagaimana raut wajah Cho Kyuhyun saat itu. Begitu menyebalkan dan membuat harga dirinya jatuh.

“Pria itu, aku sangat membencinya Lee Kikwang. Begitu membencinya hingga rasanya ingin dia mati.” Umpat Shin Ji Eun seraya mengepalkan kedua tangannya. Lee Kikwang mengernyit bingung.

“Maksudmu… Cho Kyuhyun?” Ji Eun menatap Lee Kikwang tak suka.

“Jangan menyebut nama itu lagi. Aku muak mendengarnya.” Ketus Shin Ji Eun dengan nada tajamnya. Lee Kikwang meneguk ludahnya berat, disaat seperti ini Shin Ji Eun terlihat begitu menyeramkan.

Keure. Keure. Jadi apa yang sudah dilakukan pria itu hingga membuatmu seperti ini?” Shin Ji Eun menghela napasnya kasar kemudian memukuli Lee Kikwang dengan brutal. “Ya! Ya! apa yang kau lakukan, ha?!” teriak Kikwang seraya menghindar dari pukulan Ji Eun. Akhirnya Shin Ji Eun menghentikkan gerakannya, kedua matanya sudah berkaca – kaca. Ia benar – benar membenci Cho Kyuhyun.

“Aku… aku tidak akan pernah memaafkannya.” Desis Shin Ji Eun seraya mengusap pipinya yang sudah basah oleh air mata. Lee Kikwang menghela napasnya berat lalu menarik Ji Eun kedalam pelukan hangatnya. “Aku benar – benar malu Kikwang-ah. Dia… pria sinting itu sudah membuat harga diriku jatuh… pria brengsek itu telah membuat hatiku sangat sakit, Kikwang-ah!” ujar Ji Eun seraya menangis dengan isakannya. Lee Kikwang semakin mengeratkan pelukannya. Hatinya begitu sakit saat melihat Shin Ji Eun seperti ini.

***

Shin Ji Eun menghela napasnya berat kemudian menatap satu persatu sahabatnya yang tengah duduk dihadapannya. Kini mereka sedang berada diruang makan, baru saja ia menghabiskan 1 mangkuk ramyun super pedas dan 1 piring nasi goreng kimchi tanpa sisa. Benar – benar selera makan yang menakjubkan.

“Cho—ah, maksudku pria brengsek itu. Dia mempermainkanku. Bagaimana bisa didepan banyak orang ia mengatakan jika ia menjalin hubungan denganku hanya karena taruhan sebuah mobil sport super keren itu? Tch, memangnya aku apa dibuat bahan taruhan? Dasar pria sinting, gila, sialan.” Jelas Shin Ji Eun dengan wajah yang menampakkan sebuah dendam pada seseorang. Sorot matanya penuh amarah dan emosi. Sam Rin Hyo menatap Ji Eun seraya mengangguk – angguk mengerti, jadi itu alasannya.

“Jadi, Cho Kyuhyun yang membuatmu seperti ini?” Ji Eun menatap Rin Hyo tajam.

“Jangan mengucapkan nama itu didepanku!” Sam Rin Hyo mengangguk kemudian menutup mulutnya rapat – rapat. Ia melirik Lee Kikwang yang menatapnya dengan penuh arti, seolah mengatakan kau akan mati jika mengatakannya lagi. Sam Rin Hyo semakin menutup mulutnya seraya kembali menatap Ji Eun yang kini sudah merubah mimik wajahnya menjadi begitu lemah dan lesu.

“Aku… ingin meminta bantuan kalian.” Lee Kikwang dan Sam Rin Hyo mengernyit bingung kemudian saling bertatapan tak mengerti. “Kalian harus membantuku.” Ucap Shin Ji Eun lagi seraya menampakkan wajah melasnya.

“Bantuan apa?” tanya Sam Rin Hyo dengan dahi yang masih mengernyit bingung. Shin Ji Eun menghela napasnya panjang sebelum mengatakan hal ini pada sahabatnya.

“Aku ingin kau membalas dendamku, Hyo.”

MWO?!” bentak Sam Rin Hyo dan Lee Kikwang serempak. “Apa maksudmu melibatkan Sam Rin Hyo disini?” lanjut Lee Kikwang dengan kedua mata yang membesar. Shin Ji Eun memutar bola matanya kemudian memasang wajah melasnya pada Kikwang.

“Aku hanya ingin meminjam kekasihmu untuk beberapa waktu, Kikwang-ah.”

“Meminjamku untuk apa?” Ji Eun menoleh pada Rin Hyo kemudian mengigit bibirnya gusar.

“Jadilah kekasih pria brengsek itu. Lalu … permainkan dia.”

TBC-

Maaf jika saya memposting ff baru:” bukannya meneruskan ff yang lain haha

Soalnya belum ada yang selesai dan kasian gitu liat blog yang luama nggak diisi – isi :” jadinya saya post ff jadoel saya yang sudah lama menjamur dilaptop :” semoga kalian menikmati dan jangan bosen2 nunggu ya hehe

*deepbow*

Advertisements

41 thoughts on “Fake Love 1

  1. Hihihi kyu jd cwo koq player bgt sih kn ksian jieunnya . Rin hyo sruh jd pcry kyu trs mempermainkn kyu awas loh ntar mlah jtuh cinta bneran . Ntar jieun nyesel noh udah nglibatin rin hyo . Gmn klo mreka bnrn sling cinta . Gikwang patah hti donk.

  2. Woooaahhhh tadinya saya kira yg di update ff reinccarnation or love dust, ehhh ternyata ff baruu, hhihihi… Ini keren saeng! Ceritanya si kyu ttp jahat yeee, tar dia dibales sm rin hyo gitu ya? hmmm bikin penasaran, rin hyo bs bikin kyu jatuh cinte ampe kelepek2 ga yaa? hihihihi… ^^

  3. Aduhhh…pasti ntar jd complicated…krn si DJ itu trnyt sm rin hyo. Dan kyu udh mulai tertarik sm rinhyo..hahaha… next ya

  4. Kyaaaa kasiaaannnn masa dijadiin taruhan T T

    Semoga balas dendam nya sukses yaaaa

    Walau kuduga akan kejadiannya cinta beneran nih hehehhee

    Semangat terus yaa dear nulisnyaaa

    Hwaitinggg! ❤

  5. Weh sang Player!! Hahaha sadar lah KyuHyun sebelum eonkau menyesal di kemudian hari.! Dan apa ini sebuah taruhan aduh kan kasihan .

    Rinhyo sama kyuhyun ntar kalau cinta beneran kumaha? Haha

  6. ji en kmu bikin masalah!!!!!!
    dri penjelasan story’y menurrutku kikkwang tanpa disadari suka ma ji eun tp malah pacarin hyo…
    dn kyu balan klepek2 ma hyo begitupun sbaliknya
    hadeuuuuuuuuuuuuuuuuh?????

  7. yeyeaaaaaaayy ff baru! hahaha udah lama bgt ga mampir ke wp ini karena ganti hp jd semua catetan ilang lupa di pindahin jd aja sempet lupa dan ternyata ada ff baru heheheheh seneng ihhhhhh kangen bgt sama cerita kalian asliiii deh. btw seneng sama ceritanya hahahah kebayang nanti kyuhyun harus menderita yah hihi btw untuk minta password reincarnation ke siapa yah? aku kayanya ada fb bella aja deh, bisa minta ke dia?

  8. aanyyeeoongg eonni… 😊😊 *lambai lambai

    aku muncul kembali.. *gak ada yg nanya
    awalnya aku agak sedikit syok… kogh rin hyo sama kikwang, padahal biasanya couplenya rin hyo itu si cho..
    kogh ini kayak dituker… hihihi…
    tak kirain mreka tukeran couple.. kkkkk..
    trs itu si cho jadi bad boy di sini yya.. wwaahhh aktingnya si cho kkeerreennn…😂😂

  9. kyu minta dihajar agaknya :3 kasian ji eun.. sempet kaget knpa pasangannya tukeran gtu.. tapi agaknya bakal balik lgi. haha :v rin hyo ama kyu, kikwang ama ji eun 😀

  10. woah… kyuhyun brengsek banget ya, dasar player, di kira ji eun barang di jadikan bahan taruhan. jangan bilang kyuhyun tertarik dengan rin hyo pas rin hyo dapat tugas jadi Dj di pub. wah… kesempatan bagus nih untuk memberi pelajaran pada kyuhyun seperti keinginan ji eun.
    kok disini yang seperti sepasang kekasih malah kikwang sama ji eun ya, rin hyo juga ngga cemburu sama keduanya.

  11. Beuhhh ji eun mnt tlg ke rin hyo buat bales dendam ke kyuhyun, trs si kikwang bakal setuju apanga ya? Tp klo di perhatiin sikapnya kikwang ke ji eun berlebihan deh ya meskipun mrk sahabatan, trs jg rin hyo bnrn ga cemburu tuh? Jd ga yakin sama perasaan 2 org itu hehe

  12. Bau baunya bakal ada kisah cinta yang rumit ni, kisah cinta segi empat, haduh kasian kikwang sama rin hyo padahal adem ayem malah ntar jadi runyam karena misi balas dendam j eun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s