Fake Love 2

FAKE LOVE 2

wpid-akeluv

Author : Tsalza Shabrina

Story Begin~

Cho Kyuhyun memasuki pekarangan rumahnya yang sangat besar bak istana itu seraya melemparkan kunci mobilnya pada salah satu pelayan yang sudah siap sedia didepan pintu rumah.

Eomma ada dirumah?” tanya Kyuhyun pada seorang pelayan lain yang juga tengah berdiri kaku seraya menunduk, sangat sopan.

“Iya tuan muda. Nyonya besar sedang ada dirumah.” Kyuhyun mendecak kesal kemudian berjalan memasuki rumah setelah pelayan itu membukakan pintu untuknya. Sungguh, rumah Cho Kyuhyun sangat tidak pantas untuk disebut rumah. Lebih pantas disebut sebuah istana yang tersembunyi didalam kota. Pelayan disana pun tak terhitung berapa jumlahnya, chef terbaik yang memasakkan makanan disana, dan juga perlengkapan rumah yang harganya dapat menyamai harga mobil.

JK group adalah perusahaan yang sangat besar dan paling maju di Asia. JK group mempunyai banyak resort dan hotel yang tersebar diseluruh Asia bahkan baru – baru ini sudah membuka 2 cabang di Eropa. JK hospital , pusat perbelanjaan hingga restoran. JK seolah sudah menguasai perindustrian di Korea Selatan. Jadi, tak terhitung berapa besar kekayaan keluarga Cho. Maka itu, meski Cho Kyuhyun bukanlah seorang selebriti namun namanya sudah sering dibicarakan di Korea Selatan.

“Dari mana saja?” Cho Kyuhyun menghentikkan langkahnya spontan saat mendengar suara ibunya. Ia menghembuskan napas panjang kemudian menoleh kesamping, kearah ibunya yang tengah duduk tenang seraya meminum teh ginseng di sofa ruang tengah. Pria itu berjalan mendekati ibunya kemudian membungkuk sopan.

“Aku pulang.” Ujarnya malas. Ia memang pria yang terkenal dingin dan datar, tapi tidak dengan teman dekatnya, keluarganya, dan juga orang – orang yang ia cintai. Ia akan menunjukkan sisi yang sebenarnya dari dirinya pada orang – orang itu.

Ibu Cho Kyuhyun menaruh cangkir mahalnya itu diatas meja. Menatap putranya dengan menghela napas berat. “Kau dari mana saja?” tanya ibunya lagi. Cho Kyuhyun tersenyum bocah, berusaha menunjukkan aegyo gagalnya itu pada ibunya.

“Aku pergi bersama Hyuk Jae dan Donghae. Hanya bermain layaknya seorang pria, ibu.” Ujar Kyuhyun ringan. Nyonya Cho menghela napasnya panjang seraya memijit pelipisnya frustasi.

“Duduklah, aku ingin bicara.”

“Aku sangat lelah, bisakah kau melepasku kali ini saja?”

“Duduk disana sekarang juga.” Titah Nyonya Cho seraya melotot pada Kyuhyun. Akhirnya pria itu menyerah dan duduk dihadapan Nyonya Cho dengan bibir yang sudah menggerutu kesal. “Kapan kau akan serius dengan hidupmu, Cho Kyuhyun?”

Kyuhyun terdiam, ia tidak bisa menjawab pertanyaan ibunya begitu saja. Serius dengan hidupnya? Ia sudah muak dengan pertanyaan itu. Pertanyaan yang sudah sering terlontar dari bibir orang tuanya.

“Cho Kyuhyun, ibu tidak mau tahu. Jika kau tak kunjung serius dengan masa depanmu dan selalu menunda waktu untuk masuk kedalam perusahaan. Ibu terpaksa akan menikahkanmu dengan gadis pilihan ibu. Dan yang pasti calonmu adalah gadis yang perfeksionis, otoriter, dan juga akan membuatmu menderita.” Ancam Nyonya Cho sadis kemudian beranjak dari duduknya, meninggalkan Cho Kyuhyun yang sudah mengangakan mulutnya tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.

“Ibu!!! Kau tidak serius kan?” rengek Cho Kyuhyun pada ibunya yang berpura – pura tak mendengarnya. “Ibu!!!!” teriak Cho Kyuhyun lagi namun sia –sia saja. Ibunya sudah masuk kedalam kamarnya.

“Aish, sialan.” Umpatnya. Wajahnya begitu tajam dan mengerikan, seolah memendam sebuah dendam yang sangat besar pada seseorang. “Ini semua karenamu, gadis jalang!”

***

“Rin Hyo – ah, aku mohon…” Shin ji Eun kembali memohon pada Sam Rin Hyo. Otaknya kini benar – benar dipenuhi oleh wajah sok Cho Kyuhyun, jika saja ia adalah pria pasti ia sudah memukul wajah pria itu hingga hidungnya patah.

Sam Rin Hyo mendesah frustasi. Menatap sahabatnya itu dengan tatapan kau sudah gila?!  “Apa otakmu tidak sedang berada ditempatnya, Shin ji Eun?!” Tukas Sam Rin Hyo emosi. Lee Kikwang mendesah gusar saat mendengar ucapan kasar Rin Hyo itu.

Tatapan Shin Ji Eun yang awalnya memelas dan begitu menyedihkan tiba – tiba berubah. Sorot mata gadis itu sangat tajam dan dingin, membuat Kikwang menelan ludahnya berat.

Peperangan dimulai.

 

            Sedangkan Sam Rin Hyo tak mau kalah, ia juga menghunuskan tatapan tajamnya kearah Shin Ji Eun. “Keure! Aku tidak akan memaksamu lagi. Lagipula, kau benar! Kurasa, otakku sedang bergeser karena pria sialan itu!” Ujar Shin Ji Eun begitu datar yang langsung dibalas anggukkan kuat dari Rin Hyo.

“Baiklah, aku pergi tidur dulu. Kuharap kau bisa memikirkan hal yang lebih baik lagi dari ini, Ji Eun-ah!” Balas Rin Hyo sebelum ia beranjak dari sana. Berjalan tergesa menuju kamarnya, meninggalkan Ji Eun yang masih mempertahankan wajah datarnya.

Lee Kikwang lagi – lagi hanya bisa mengeluarkan desahan gusarnya. Menghadapi dua sahabatnya yang sama – sama mempunyai tempramen buruk ini cukup merepotkan. “Kita harus bicara.” Tawar Kikwang lembut seraya mengambil tempat dihadapan Shin Ji Eun.

Ji Eun menghela napasnya kasar. “Dwesseo! Aku tahu aku memang gila. Tidak usah menasehatiku lagi.” Ucap Ji Eun dingin tanpa menatap Kikwang.

“Aku bukannya ingin menasehatimu.” Balas Kikwang, perlahan Ji Eun menaikkan tatapannya kearah Kikwang. Menatap pria itu penuh tanya. “Apa… hanya ini cara untuk membalaskan rasa sakitmu itu?” Tanya Kikwang hati – hati.

Shin Ji Eun menggedikkan bahunya asal. “Entahlah, hanya cara ini yang terpikir diotakku.”

“Kau… apa itu sangat menyakitkan?” Ji Eun mengeluarkan tawa kecutnya.

“Kau lebih tahu. Berhenti menanyakan hal – hal tidak penting.” Jawab Ji Eun ringan. Lee Kikwang menatap Ji Eun penuh arti. Ya, ia sangat tahu. Gadis ini adalah tipikal gadis yang sangat benci keadaan dimana ia dipermalukan dihadapan banyak orang. Apalagi jika itu menyangkut dengan harga dirinya.

Kikwang menarik napasnya kuat, lalu menghembuskannya panjang. “Aku akan mencoba meyakinkan Rin Hyo.” ujar pria itu akhirnya. Kedua mata Ji Eun terbuka lebar, menatap Lee Kikwang tanpa kedip.

Mwo? Kau yakin?”

Kikwang melemparkan senyuman manisnya, mengangguk pasti. “Aku sangat yakin. Melihatmu begitu dingin padaku bukanlah suatu pemandangan yang menyenangkan.”

***

Sam Rin Hyo menyetir mobilnya menuju kampus Shin Ji Eun, Kyunhee university. Jika biasanya ia dan Kikwang yang akan menjemput Shin Ji Eun, namun tidak dengan sekarang. Pria itu tengah melakukan meeting penting di perusahaan. Ya, walaupun ia sedang dalam keadaan yang tak cukup baik dengan Ji Eun. Namun bukan berarti ia akan tega menyuruh Shin Ji Eun pulang sendiri. Karena, mobil gadis itu yang masih berada di bengkel.

Rin Hyo memarkirkan mobilnya ditempat biasa agar Ji Eun tak kebingungan mencarinya. Ia menunggu disana dengan sesekali memainkan setir mobil, bosan. Entah sudah keberapa kalinya ia menghembuskan napas kasar. Akhirnya ia melihat jam tangannya dan semakin gusar saat menyadari ia sudah menunggu didalam mobil selama hampir satu jam.

Gadis itu mengambil ponselnya, hendak menelfon Ji Eun. Namun gerakannya terhenti saat mendapati Shin Ji Eun keluar dari gerbang kampusnya dengan wajah lesu. “Ada apa dengan gadis itu?” gumamnya seraya membuka pintu mobilnya, hendak mengomeli gadis itu yang telah membuatnya menunggu. Ah, tidak. Ia tidak benar – benar mengomeli sahabatnya, hanya ingin mencoba bersikap seperti biasanya saja.

Langkahnya terhenti saat mendapati segerombolan gadis – gadis tengah menguntit Ji Eun. Kedua matanya melebar sedikit saat mendapati salah seorang dari mereka menarik lengan Ji Eun, hingga membuat Ji Eun berbalik menghadap gadis – gadis aneh yang sejak tadi mengekori Shin Ji Eun.

“Kau! Aku tidak menyangka seorang malaikat sepertimu dapat semarah itu pada Cho Kyuhyun. Sekarang semua sudah tahu siapa kau sebenarnya, Shin Ji Eun.” Desis gadis itu tajam. Ji Eun tersenyum miring seraya menarik lengannya.

“Aku. Bukan. malaikat.” Ucap Ji Eun dengan tajam.

“Tch, kau memang bukan. Jadi jangan bersikap seolah – olah kau berjiwa suci seperti malaikat. Kau tahu, kami sudah muak melihat kedekatanmu dengan Cho Kyuhyun saat itu dan lebih muak lagi saat kau selalu berlindung dibelakangnya.” Shin Ji Eun memutar bola matanya malas seraya berbalik ingin pergi. Namun langkahnya terhenti saat mendengar gadis  – gadis itu yang kembali berceloteh. “Sekarang kau sudah tidak punya siapa – siapa. Jadi, jangan memasang topeng malaikatmu lagi, Shin Ji Eun. Kami semua tahu kau bukanlah gadis baik – baik seperti kelihatannya.”

Sudah cukup untuknya bersabar, akhirnya ia berbalik lagi. Menatap satu per satu gadis itu dengan tajam. Bibirnya mengulas senyuman dingin yang belum pernah ia nampakkan sama sekali. Sisi mengerikan gadis itu hanya akan keluar jika ia benar – benar dibuat kesal oleh seseorang.

“Tutup mulutmu. Dan juga, aku dengan pria brengsek itu sudah selesai. Jadi kalian bisa dengan bebas merayu pria itu lagi. Bukankah itu yang kalian inginkan? Dan … bukankah kalian juga yang menempel foto – foto itu agar hubungan kami berakhir? Tch, gadis licik.” GAdis – gadis itu terperangah saat mendengar ucapan Shin Ji Eun yang begitu tajam dan mengerikan. Bahkan Ji Eun pun tak percaya dapat mengatakan hal itu pada orang – orang yang bahkan tidak ia kenal. Berbeda dengan Sam Rin Hyo yang mengulum senyum seraya memuji sikap Shin Ji Eun dalam hati.

“Oh, bagaimana bisa kau tahu jika aku yang menyebarkan foto itu? Ah, maksudku foto ini.” Gadis itu mengeluarkan selembar foto Kyuhyun yang tengah berciuman dengan gadis lain didepan Ji Eun. Shin Ji Eun yang menatap itu kembali terpancing emosi. Ia mengingat kejadian memalukan dimana ia direndahkan Cho Kyuhyun disini. Tepat disini.

Ji Eun merampas foto itu dari tangan gadis itu, telapak tangan kanannya terkepal kuat. sungguh, rasanya ia ingin memukul kepala gadis – gadis ini satu persatu.

“YA!!” tubuh mereka menegang saat mendengar teriakan seorang gadis yang sangat menggelegar. Sam Rin Hyo menampakkan wajah mengerikannya seraya menarik tangan Shin Ji Eun menjauh dari sana.

“Tch, untuk apa kau mengurusi itik – itik seperti mereka, huh? Tidak penting sekali. Ayo pergi!” umpat Rin Hyo seraya melirik tajam pada gadis – gadis itu dengan wajah datar. Shin Ji Eun hanya menghela napasnya kasar kemudian mengikuti langkah Rin Hyo. Gadis – gadis itu sedikit terperangah saat mendapati mobil yang dinaiki Ji Eun dan Rin Hyo melintas didepannya. Dalam hati, mereka mengumpati diri sendiri yang tidak bisa bergerak sedikit pun saat mendapat tatapan mematikan dari Sam Rin Hyo.

Didalam mobil, Shin Ji Eun membungkam bibirnya rapat – rapat. Sedangkan Sam Rin Hyo sesekali melirik Ji Eun yang tengah meremas sebuah foto ditelapak tangannya dengan kuat.

“Untung saja tadi aku menghentikkanmu. Jika tidak, pasti kau sudah memukuli mereka.” Celoteh Rin Hyo seraya mengeluarkan tawa hambarnya. Namun Ji Eun masih tetap tak bergeming. Ia bisa melihat gadis itu tengah menahan air matanya. Ah, gadis ini memang selalu cepat merasa bersalah pada orang lain. Jika ia baru saja mengumpati seseorang pasti ia akan merasa bersalah pada orang itu.

Wae?” tanya Rin Hyo pelan.

“Aku benar – benar ingin membunuh pria itu. karena dia, hidupku di kampus berubah drastis. Mereka semua sering mengejek dan merendahkanku! Benar – benar menyebalkan. Dasar pria sialan.” Sam Rin Hyo  menghela napasnya berat. Ia merasa bersalah pada Ji Eun, ia merasa egois karena tak mau membantu sahabatnya sendiri.

“Kenapa harus aku? Mengapa kau memilihku untuk membalaskan dendammu? Aku bisa mencarikan gadis lain untuk merayu Cho Kyuhyun.”

“Karena aku percaya padamu. Kau adalah sahabat terbaikku, Hyo. Jadi, aku pikir kau bisa benar – benar merasakan rasa benciku ini dan bisa dengan baik memainkan peran nanti.” Ujar Shin Ji Eun seraya menatap lurus kedepan. Gadis itu menghela napas kasar kemudian menyandarkan tubuhnya pada kursi mobil. “Sudahlah, kau tidak usah memikirkannya lagi. Aku tidak mau memaksa.” Lanjutnya seraya tersenyum tipis kearah Sam Rin Hyo.

Rin Hyo kembali dilanda perasaan bersalah saat menatap senyuman Shin Ji Eun dari ekor matanya. Senyuman patah yang sangat dipaksakan. Ia menghembus napas kuat kemudian mengangguk sekali. “Aku akan melakukannya.”

MWO?!” Ji Eun hampir melompat dari tempatnya. Hingga membuat mobil itu sedikit bergoyang. Sam Rin Hyo mendecih sambil melirik Ji Eun tajam.

“Kau ingin membuat kita mati, hah?” Ji Eun masih menatap Sam Rin Hyo dengan kedua mata berbinar, ah dan jangan lupakan senyuman bodohnya itu. “Aku akan melakukannya, tapi dengan satu syarat.”

“Apa itu?”

“Lee Kikwang harus setuju, dan… traktir aku makan satu minggu, tempatnya aku yang menentukan. Otte?” tawar Rin Hyo seraya tersenyum miring. Senyuman yang tampak lebar itu meluntur seketika.

“Lee Kikwang sudah menyetujui ini sejak dulu. Tapi untuk mentraktirmu…” Rin Hyo melirik Shin Ji Eun dengan mata jahilnya, senyuman miringnya semakin tercetak jelas dibibirnya.

“Jika kau tidak mau juga tidak apa – apa.” Ji Eun menggoyangkan telapak tangannya spontan.

Keure. Tapi kau harus menjalankan peranmu dengan baik, mulai besok!” Sam Rin Hyo tertawa kecil kemudian mengangguk mengerti. Sedangkan Shin Ji Eun menghembuskan napas frustasi. “Ck, aku harus menyisihkan banyak uang untuk memberimu makan!”

Menurut Ji Eun, memberi makan Sam Rin Hyo selama satu minggu itu adalah perampokan untuknya. Selera makan gadis itu sangat tinggi, ia juga mempunyai keahlian makan dengan cepat dan juga perut yang seperti karet. Apalagi ia tadi bilang ia yang akan memilih tempatnya, oh gosh! Ia benar – benar akan miskin dadakan jika seperti ini.

Sedangkan Sam Rin Hyo, dibalik senyuman jahilnya ia sebenarnya sedikit resah. Tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Bukan, ia melakukan ini bukan hanya karena makanan. Ia sangat menyayangi Shin Ji Eun seperti saudara kandungnya sendiri, maka itu ia mau melakukan semua ini demi sahabatnya.

***

“Hm? Benarkah? bagaimana bisa gadis itu mau melakukan hal itu?”

Entahlah, ia memberiku syarat mendapat persetujuanmu dan mentraktirnya di tempat yang ia mau selama satu minggu. Ya tuhan, Lee Kikwang… kau tahu sendiri kan jika selera makan gadis itu sangat menakjubkan. Bisa – bisa aku terpaksa berhutang padamu karena membayar makanannya.

            “Hahaha, ya… lebih baik kau menurutinya saja sebelum kehilangan kesempatan.”

Tentu saja aku menurutinya. Lagipula, aku yakin ia melakukan itu karena sangat menyayangiku. Gadis itu memang bisa diandalkan, namun tidak ada yang dapat menandingimu. Kau adalah pria sedikit bodoh namun anehnya kau adalah pria nomor duaku. Karena nomor satunya, appa.

            “Ck, bagaimana bisa kau menyebutku bodoh?”

Aigoo, kau ini sensitive sekali! Hoamm. Kau tahu, kedua mataku sekarang sudah hampir tertutup. Aku tidur dulu ya. Selamat tidur Lee Kikwang.

            “Em, selamat tidur Shin Ji Eun.”

Lee Kikwang memutuskan sambungan telepon itu dengan senyuman tipis yang selalu merekah sejak tadi. Padahal, apartemen mereka bersebelahan namun pada malam hari mereka pasti melakukan kegiatan wajib mereka. Yaitu, saling mengobrol lewat telepon hingga mengantuk.

Kikwang menyandarkan diri pada dinding ranjangnya, menoleh kearah meja kecil disamping ranjang, menatap sebuah pigura foto kecil yang terpajang diatas meja. Menampilkan fotonya, Shin Ji Eun dan Sam Rin Hyo yang tengah tersenyum lebar kearah kamera. Pria itu kembali menghela napasnya panjang.

Dulu, ia sempat bingung dengan perasaannya. Sebenarnya ia mencintai siapa? Shin Ji Eun atau Sam Rin Hyo? ia selalu merasa nyaman bersama Sam Rin Hyo. Sedangkan dengan Ji Eun, ia tidak selalu merasa nyaman. Namun, perhatiannya, kekhawatirannya, dan rasa keingannya untuk selalu menjaga, lebih besar pada Shin Ji Eun dari pada pada Sam Rin Hyo, kekasihnya sendiri. Ia lebih sering dibuat gila oleh Ji Eun daripada Sam Rin Hyo. Maka itu, ia memilih Sam Rin Hyo. karena, gadis itu bisa membuatnya nyaman. Ia berpikir semuanya akan baik – baik saja jika ia memilih gadis itu karena ia sangat nyaman bersamanya. Dan ternyata benar, hubungan mereka mengalir tanpa cela. Namun hatinya, hatinya semakin bingung. Disaat Sam Rin Hyo menyetujui tawaran Shin Ji Eun, tak ada rasa apapun dalam hatinya. Semuanya terasa biasa, bahkan seperti memang lebih baik seperti itu.

“Huuh. eottokhae?

***

Sam Rin Hyo.

 

Aku menyanggah kepalaku dengan satu tangan, jari telunjukku di tangan lainnya mengetuk – ketuk meja bar dengan penuh kebosanan. Akhirnya aku kembali berakhir ditempat ini. Klab yang kemarin sempat kukunjungi untuk menuntaskan tugasku sebagai DJ. Tempat yang sudah kusumpahi untuk tak datang lagi.

Aku menegakkan badanku, meneguk orange juice-ku sedikit lalu menghela napas kasar. Kepalaku menunduk, menatap penampilanku yang benar – benar out of me. Dress ketat diatas paha tanpa lengan berwarna putih dan hitam, dipadu dengan heels setinggi 10 centi meter-Perlu waktu beberapa jam untuk membiasakannya, dan juga kuku – kuku jari yang dipenuhi oleh coretan kutek. Tch, menyebalkan sekali.

“Ini adalah list tempat – tempat yang sering dikunjungi Cho Kyuhyun, alamat rumah, dan juga nama – nama temannya sudah tercatat disana. Ah, dari yang kutahu sepertinya Cho Kyuhyun menyukai wanita – wanita seksi yang terlihat sudah dewasa. Jadi, untuk malam ini. Aku akan mendandanimu seseksi dan secantik mungkin. Tempat yang dikunjunginya pada sabtu malam seperti ini adalah… klab. Ya, kau harus kesana!”

Kepalaku tertoleh kebelakang, menatap Lee Kikwang dan Shin Ji Eun yang duduk berdampingan disebuah sofa dengan tatapan tak bersahabat. Tempatnya cukup jauh dari tempatku duduk-sendirian. Namun aku dapat melihat mereka dengan jelas. Bibirku sudah menyumpahi mereka dengan desisan kesal. Sedangkan mereka hanya tersenyum bocah. Ji Eun mengepalkan salah satu tangannya diudara. Sedangkan, Lee Kikwang mengangguk – angguk mantap seolah berkata aku yakin, kau pasti bisa. Benar – benar terlihat bodoh. Tak lama mereka berlaku aneh seperti itu, karena tiba – tiba mimik wajah Shin Ji Eun tampak terkejut dan tangannya bergerak kesana kemari gelisah. Lee Kikwang pun begitu, mereka seolah memberiku kode yang malah membuat kepalaku pusing. Dahiku mengernyit bingung.

Kedua mataku melebar saat menatap kejadian yang tak terduga terjadi. Saat mata Ji Eun makin melebar, Kikwang menangkup wajah gadis itu kemudian menciumnya tiba – tiba. Ia terkejut, sangat. Namun tak ada rasa apapun dihatiku selain, terkejut.

“Apa pria itu kekasihmu?” aku hampir saja melompat saat mendengar suara baritone seseorang terdengar digendang telinga. Aku menoleh, mendapati seorang pria tampan yang tengah menatap kearah Kikwang-Ji Eun dengan alis terangkat. Tch, siapa pria ini?

Nugu..seyo?” pria itu menoleh kearahku kemudian tersenyum tipis. Demi apapun, mengapa senyumnya itu terlihat begitu menyebalkan?

“Cho Kyuhyun.” Bibirku terbuka sedikit. Cho Kyuhyun? Ah, jadi alasan mengapa mereka tadi gelisah karena pria ini duduk disampingku. “Aku tahu aku tampan, tidak usah menatapku seperti itu.” Seketika bibirku mengatup, hah, pria ini narsis sekali. Menjijikan. Kudengar dia adalah pria terkenal dan dipuja oleh banyak wanita. Baiklah Cho Kyuhyun, kau harus takluk padaku! Hahaha.

Aku tersenyum kecil menanggapi ucapan Cho Kyuhyun. Mengangguk kecil seraya menatap pria itu dari bawah hingga atas dengan tatapan menilai. “Em, kau tampan.” Singkatku kemudian kembali menghadap kearah bartender, mengangkat gelasku dan kembali membasahi tenggorokanku dengan orange juice yang sudah tersisa setengah ini.

“Namamu?” tanya Cho Kyuhyun. Aku menoleh padanya dengan senyuman kecil yang selalu terpantri dibibirku.

“Cho Kyuhyun adalah seorang playboy, maniak game, dingin pada orang asing, temperamental, egois, punya gengsi yang tinggi dan… sangat percaya diri. Ia adalah putra bungsu presiden direktur JK group. Ia punya segalanya, jadi sering meremehkan orang yang berada dibawahnya.”

 

            Suara – suara penjelasan Shin Ji Eun memenuhi otakku seperti gasing yang sangat mengusik. Namun, aku harus mengetahui semua itu untuk melancarkan misi. “Sam Rin Hyo.” singkatku, lalu kembali menghadap depan.

“Kau tidak minum alkohol?” sudut bibirku kembali tertarik kebelakang. Sepertinya, pria ini mulai tertarik padaku. Terlihat bagaimana ia berusaha untuk mencari bahan pembicaraan. Aku memutar kursiku agar dapat berhadapan dengannya, kurasa ini saat yang tepat untuk mengobrol.

“Bagaimana denganmu, Cho Kyuhyun-ssi?”

“Aku menyukainya. Kau?” ia kembali bertanya lagi.

“Aku tidak suka merusak kesehatanku dengan meminum minuman yang tidak ada manfaatnya sama sekali.” Kyuhyun tertawa kecil, namun tak kubalas.

“Oh, biar kutebak… pasti kau tidak pernah minum, kan?” Aku terkekeh pelan mendengarnya.

“Aku pernah minum. Namun hanya sekali, dan tak ingin kuulangi lagi. Mungkin untuk penggila alkohol sepertimu, minuman itu dapat memberi kesenangan. Benar, kan? aku juga pernah merasakannya. Semua masalah akan terlupakan untuk sejenak. Ah, apa itu artinya kau sedang banyak masalah, Kyuhyun-ssi?” Cho Kyuhyun tersenyum misterius, lalu meminum wine-nya dengan gerakan begitu elegan. Pantas dengan gelar elite yang disandangnya dikalangan masyarakat.

“Mungkin.” Ujar pria itu menggantung. “Apa kau ingin meringankannya?” tawar Kyuhyun dengan tatapan laparnya. Kedua mata pria itu sudah menyisir tubuhku dan wajahnya itu astaga… ingin sekali kutampar.

“Tch, apa aku terlihat gampang untukmu?” pria itu malah tertawa kecil mendengar balasanku.

“Uh-oh, santai! Aku tidak menyangka jika kau masih… suci.” Wajahku sedikit menegang. Aku memejamkan kedua mataku frustasi, kurasa aku salah bicara.

“Cho Kyuhyun suka dengan wanita dewasa. Kau tahu kan apa maksudnya? Ia tidak suka wanita polos yang berhati mulia.”

Lagi – lagi suara Shin Ji Eun terdengar ditelingaku. Cepat – cepat kuatur ekspresiku, menatapnya dengan senyuman miring.

“Terserah kau mau menilaiku seperti apa. Tapi kurasa kau salah paham, apa kau tidak tahu apa arti pertanyaanku tadi?” Dahi Cho Kyuhyun mengernyit bingung. Sedangkan aku semakin tersenyum mengejek melihatnya. “Itu artinya, aku tidak ingin meringankan masalahmu. Mungkin aku akan mempertimbangkannya lagi jika pria itu bukan dirimu. Tch, kurasa kau yang masih suci, tuan Cho.” Wajah Cho Kyuhyun terperangah mendengarnya. Pria ini pasti baru kali ini mendengar penolakan dari seorang wanita. Aku tersenyum kecil padanya lalu beranjak dari tempatku duduk.

“Aku harus pergi, sampai jumpa lagi. Cho Kyuhyun-ssi!”

Cho Kyuhyun.

 

Aku tertawa kasar, menatap wanita itu hingga hilang dari keramaian. Wanita itu sudah mengambil perhatianku sejak aku melihatnya pertama kali. Berdiri dengan wajah datar tanpa minat seraya memainkan alat – alat khas seorang DJ. Dan aku tak menyangka ternyata wanita itu sangat menantang. Membuatku ingin mengorek kehidupannya lebih dalam lagi. Senyum miringku merekah, sudah lama aku tak merasa seperti ini pada seorang wanita. Ya, sebelum dengan gadis itu. Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya.

Mungkin aku akan mempertimbangkannya lagi jika pria itu bukan dirimu. Tch, kurasa kau yang masih suci, tuan Cho.” Aku menoleh kesamping, menatap Lee Hyuk Jae yang sudah duduk dikursi yang berada disampingku dengan tatapan herannya. Sejak kapan pria ini berada disini? Dan juga, ia menirukan suara Sam Rin Hyo dengan bagus. “Woah, gadis itu benar – benar berbeda.” Ujar pria itu dengan wajah berbinar. “Dan dia… seksi.” Tangan kananku tergerak untuk mendorong kepalanya yang terisi dengan pikiran kotor itu.

“Dia milikku. Singkirkan pikiran menjijikanmu itu tentangnya.” Senyuman Lee Hyuk Jae semakin melebar.

Eyy, ada apa lagi ini? milikmu? Sudah lama kau tidak bicara seperti itu. Biasanya kau akan bicara ‘aish, dia incaranku. Jangan mendekatinya sebelum aku mendapatkannya.’” Lihat, kemampuan menirukannya sangat baik.

“Ck, diamlah! Mana Lee Donghae?”

“Kau lupa jika sekarang sabtu malam? Tentu saja sekarang dia sedang bersama Seyeon.”

“Dia memang tipe pria setia.” Gumamku seraya mengangguk sekali.

Lee Donghae memang tipe pria berwajah malaikat yang sangat setia. Berbeda denganku ataupun Hyuk Jae yang tidak suka dengan komitmen dalam suatu hubungan, namun pria itu selalu menekankan sebuah komitmen. Terbukti dari lama hubungannya dengan Seyeon bertahan. 3 tahun, itu bukanlah waktu yang singkat bukan?

“Ya, mungkin kau akan menjadi seperti Lee Donghae setelah ini?” Aku hanya mendecih, tak ingin membenarkan ucapannya. Ingin mengelaknya pun rasanya ada sesuatu yang menahanku. Entahlah, rasanya begitu aneh.

Lee Kikwang.

           

Aku melepas tautan bibir kami dengan napas terengah. Jantungku sudah berdegup dengan kencang layaknya deruan drum seorang rocker. Sial, mengapa reaksiku harus berlebihan seperti ini. Aku tidak pernah seperti ini meski berciuman dengan Sam Rin Hyo. Oh, Lee Kikwang! Apa yang kau pikirkan, huh? Kau lebih menikmati ciuman kecelakaan seperti ini?

Ji Eun menghela napas lega kemudian menatapku dengan pandangan canggung. Aku berhedem mencoba untuk bersikap biasa saja. “Aku harus melakukan itu agar kita tak terlihat.” Ji Eun menghela napasnya kuat, mengalihkan pandangannya sambil mengangguk mengerti.

Eo! Kikwang-ah, Sam Rin Hyo sudah pergi.” Ji Eun menepuk – nepuk pahaku dengan tatapan yang tak lepas dari Rin Hyo. aku mengikuti arah tatapannya kemudian menariknya untuk berdiri, menghampiri gadis itu. Sebelumnya, aku sempat menelisik ekspresi Cho Kyuhyun. Pria itu malah tertawa kasar dengan tatapan yang sulit diartikan. Apa yang Rin Hyo katakan pada pria itu?

***

Car.

 

Berkali – kali aku melirik Sam Rin Hyo yang duduk disampingku dengan penuh rasa bersalah. Aku yakin, ia pasti melihatku yang dengan terang – terangan mencium Shin Ji Eun didepan kedua matanya.

“Hyo, kau harus tahu tadi aku melakukan itu karena keadaan. Kau mengerti maksudku, kan? aku—“

“Aku tahu, aku juga berpikir seperti itu.” potong Sam Rin Hyo cepat seraya tersenyum manis pada Kikwang. Jujur, ia tidak merasa marah karena hal itu. alasan ia diam sekarang adalah perasaannya. Entah mengapa, sejak bertemu dengan Cho Kyuhyun ada sesuatu yang ia rasakan. Sesuatu yang sangat asing, ia tidak tahu apa itu. dan baru kali ini merasakannya.

TBC-

Happy read:)

Advertisements

41 thoughts on “Fake Love 2

  1. Eyaaaa yaudah kikwang sm jieun aja sono gih udh jls kn klo kikwang skany sm jieun bkn rinhyo . Ksian jg sih rinro yg d jdiin boneka buat bls dendm k kyu . Biarin aja biar rinhyo cinta sklian sm kyu . Kn klo ntar kikwang slingkuh sm jieun dy udah pny kyu .

  2. sepertinya rin hyo sama kikwang gak saling cinta, mereka salah meng-artikan perasaan mereka. kikwang dgn ji eun kyuhyun dengan rin hyo baru serasi. tapi kyuhyun harus diberi pelajaran supaya sikapnya bisa berubah menjadi baik 🙂

  3. peperangan di mulai. Kyu dh trpikat ma Rin Hyo. Kikwang ma Rin Hyo kn pcran kn? knp mlah Kikwang deg2an gt pas ciuman ma Ji Eun?
    pnsran klnjutanny!!

  4. salsaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….. kapan post nya ini fake love 2? -.- saya baru liiatt masaa… alamakkkk-.- Waaaahhhh ceritanya makin menarik saeng~. Entah karena efek biasanya bc ff kmu couplenya ji-kikwang rinhyo-kyu kali ya, makanya berasaaa fake couple.wkwkwkkwkw. dan disinii saya ngerasa kikwang salah pilih dehh??? Iyaa gaaa siihh? Okehh deh fighting ya^^

  5. smua karna persahabatan……
    jaman skarang persahabatan jg mesti d pertanyakan…???
    #jdkemna_mana#
    ji eun menurt aku demi balas dendam jerumsin sahabat sendiri … kikwang ga adil dn plin_plan jd cwok klo emang lbih sreg ama ji eun knapa mesti pacaran ma hyo…. dsini klo cwok’y bkan kyu pasti hyo jd pihak yg banget2 disakitin ma cwok+sahabat sendiri….
    mana ada sih acara ciuman djadiin alesan terdesak keadaan aja… dan diresapi pula…..

  6. Ya kayaknya kikwang sukanya sama ji eun deh , sam rin hyo itu suka nggak sih sama kikwang , masak di nggak cemburu liat ji run nyium kikwang
    Izin baca next chapter ya

  7. aihhhhhhh seru banget!! tukeran!!! hahahahahah suka banget sama karakter mereka masing2 huhuhu asik ah rinhyo dengan gampangnya lgs ngerasa ada sesuatu yg beda gegara ketemu cho kyuhyun hihihi gerak cepetttttt(?) wkwk seneng bgt ih sama cerita yg kaya gini hahah lanjuuuuuuttt

  8. eehhh kogh kayaknya si kikwang cinta sama ji eun yyaa..

    trs itu si cho mulai menaruh hati sama rin hyo…
    wwaahh…wwaahh..wwahhh.. spertinya bakal ada kerumitan cinta ini.. kkkk

  9. hohoho…. ‘gadis itu’, siapa yang di maksud kyuhyun dengan ‘gadis itu’?
    sepertinya kyuhyun mulai tertarik dengan rin hyo.
    what? rin hyo melihat kikwang dan ji eun berciuman tapi dia biasa-biasa aja… Zzzz…. mungkin memang rin hyo tidak menyukai kikwan dan sebaliknya. aduh… bahaya kalo rin hyo malah tertarik dengan kyuhyun.

  10. Kikwang ini kyanya salah deh nentuin pilihan diantara sahabatnya hehe harusnya dia milih jieun jd klo ada masalah sm ji eun cuhat ke rin hyo kan rin hyonya bikin dia nyaman wkwk…

    Nah loh ga kyuhyun ga rin hyo ada perasaan aneh kan dr pas ketemu hehehe semoga lancar aksi balas dendamnya

  11. udaa jelas dalam hati sam rihyo dan lee kikwang hanya ada rasa nyaman bukan cinta berbeda kalo bersama ji eun itu memang murni cinta
    baguslah permainan udaa dimulai
    jadi kalo pada akhirnya rinhyo jatuh cinta aka kyuhyun ya gk masalah kan

  12. Si playboy macam kyuhyun emang suka tantangan, makin ditolak makin suka
    Ei itu rin hyo kok biasa aja lihat kekasihnya ciuman ama sahabat sendiri, ya meskipun dia tau itu kecelakaan, gk saling cinta ini pasangan, cuma modal nyaman aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s