Fake Love 3

FAKE LOVE 3

 wpid-akeluv

Author : Tsalza Shabrina

Kampus.

 

            Sam Rin Hyo keluar dari gerbang kampus seraya merenggangkan otot – ototnya yang terasa kaku semua. Bibirnya menguap lebar, tadi malam ia tidur jam 12 malam karena insomnia yang tiba – tiba mendera dirinya.

Aigoo, sepertinya kau perlu vitamin, nona.” Tubuh Sam Rin Hyo terhuyung kesamping saat melihat Cho Kyuhyun yang tiba – tiba sudah berdiri disampingnya. Kedua matanya melotot pada Kyuhyun, bagaimana bisa pria ini ada disini? Batinnya.

“Apa yang kau lakukan disini?” ketus Sam Rin Hyo tak suka.

“Tentu saja menjemput Sam Rin Hyo.” tukasnya seraya menatap kesekeliling bangunan besar universitas Sam Rin Hyo. “Oh, tentu saja kau pintar memainkan alat – alat itu.” dahi Rin Hyo mengernyit.

“Alat – alat?” Kyuhyun tersenyum miring, bersendekap angkuh kemudian memajukan wajahnya kearah Sam Rin Hyo.

“Seorang DJ cantik yang bermuka datar, itu nona Sam kan?” Wajah Rin Hyo terperangah.

“Bagaimana bisa kau—YA! kau mau membawaku kemana?!” bentak Sam Rin Hyo seraya menarik – narik tangannya dari genggaman Cho Kyuhyun. Sedangkan pria itu sibuk memasukkan tubuh Sam Rin Hyo kedalam mobil. “Aish, kau gila! Lepaskan aku!” teriak Rin Hyo dari dalam mobil yang sudah dikunci Kyuhyun.

Kyuhyun memasuki mobilnya, kemudian cepat – cepat melajukan mobilnya sebelum Sam Rin Hyo melarikan diri. “Temani aku seharian ini.” perintah Cho Kyuhyun santai.

Mwo?! YA! memangnya kau siapa, huh?! Aku tidak mau.”

“Kau harus mau.” Sam Rin Hyo menghela napas kasar kemudian memejamkan kedua mata frustasi.

“Dasar pria gila!” gerutunya seraya membuang wajah kearah jendela.

***

Kyuhyun menarik tangan Sam Rin Hyo masuk kedalam pekarangan rumah yang begitu luas. Gadis itu menahan langkah Cho Kyuhyun hingga berjongkok, benar – benar gadis tak tak tahu malu.

“Aku tidak mau, Kyu! Lepaskan!!!” teriaknya selagi Cho Kyuhyun yang semakin mengerahkan tenaga untuk menarik tangan Sam Rin Hyo. Pria itu akhirnya menghentikkan langkahnya, menatap Rin Hyo dengan begitu tajam.

“Diam. Dan turuti perintahku!” seketika Rin Hyo menutup rapat mulutnya, nada bicara Cho Kyuhyun serupa dengan bentakkan. Gadis itu mengangguk sekali kemudian memutar bola matanya kesegala arah. Cho Kyuhyun mengulas senyuman manisnya, kemudian mengacak rambut Sam Rin Hyo  gemas. “Gadis pintar!” Sam Rin Hyo mendesis kesal sebagai balasan.

Kyuhyun kembali meraih tangan Sam Rin Hyo, bukan cengkraman. Tapi genggaman. Genggaman yang begitu lembut dan hangat. Tangan lebarnya begitu pas menangkup tangan kecil Sam Rin Hyo, seolah  memang tangan itu sudah diciptakan untuk Sam Rin Hyo.

Sedangkan Sam Rin Hyo mencoba untuk mengusir pikiran – pikiran anehnya dan juga rasa yang menjalar pada tubuhnya. Ia juga merasa hangat saat Kyuhyun menyentuhnya. Tidak sehangat Lee Kikwang.

Mereka memasuki rumah yang begitu luas dan besar ini dengan langkah pelan. Sesekali Cho Kyuhyun menguatkan genggamannya, kemudian mengendurkan lagi. Begitu seterusnya. Ibu jarinya juga tak jarang mengelus punggung tangan Rin Hyo dengan ritme pelan yang menenangkan. Dan Sam Rin Hyo? Ia bahkan tidak bisa hanya untuk menolak sentuhan itu.

Omo! Kyuhyun-ah, kau membawa siapa?” Nyonya Cho yang baru saja keluar dari kamarnya, menatap Sam Rin Hyo terkejut sekaligus berbinar. Dengan pandangan menilai, Nyonya Cho menatap tubuh Sam Rin Hyo dari bawah hingga keatas. Jika dilihat dari gaya berbusana gadis ini, sepertinya wanita dari kalangan menengah kebawah. Terlihat dari kaus kedodoran dan juga celana jeans abu – abunya.

Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan kemudian mengangkat tangan Sam Rin Hyo yang berada digenggamannya. “Seperti yang kujanjikan, ibu. Aku membawanya. Calon menantumu!” tukas Cho Kyuhyun tanpa melepas senyuman kemenangannya. Spontan kedua mata Sam Rin Hyo melotot kearah Cho Kyuhyun.

MWO? Ya! Kau—hmph.” Cercaan yang akan dicelotehkan Sam Rin Hyo terhenti saat tangan besar itu menutupi bibirnya dengan kuat. Hanya kedua matanya saja yang terlihat begitu penuh amarah.

Alis Nyonya Cho terangkat sebelah. “Ikuti alurnya, atau dosen Jung tidak akan meluluskanmu.” Alis Sam Rin Hyo mengerut saat mendengar bisikan Cho Kyuhyun. Sedangkan pria itu malah tersenyum miring. “Kau tidak tahu? Aku kenal dekat dengan dosen Jung.” Kedua mata Rin Hyo kembali melebar, seolah berkata apa!?

Perlahan tangan Kyuhyun yang hinggap dimulut Rin Hyo itu turun. Kepalanya tertoleh pada ibunya yang tengah menatap anaknya bingung, tak menghiraukan wajah Sam Rin Hyo yang menatapnya penuh kekesalan.

“Ibu, aku ingin mengenalkan kekasihku pada kalian. Bisakah ibu panggilkan ayah?”

***

Lee Kikwang mengendarai mobilnya menuju universitas Shin Ji Eun dengan pelan. Helaan napasnya keluar, tadi sebenarnya ia berniat untuk menjemput Sam Rin Hyo. Namun, karena tadi ia melihat Rin Hyo sudah bertemu Cho Kyuhyun. Ia mengurungkan niatannya.

Entahlah, saat melihat Cho Kyuhyun dan Sam Rin Hyo. Yang ia pikirkan adalah mereka terlihat cocok.

Kikwang memarkirkan mobilnya ditempat biasa. Tak lama, Shin Ji Eun memasuki pintu belakang. Seperti biasa. Ia selalu menjadi orang ditengah – tengah hubungan Sam Rin Hyo dan Lee Kikwang.

“Duduk disampingku saja.” Perintah Lee Kikwang dengan nada bicara yang begitu rendah. Shin Ji Eun mengernyit bingung, antara bingung karna ucapan Kikwang dan juga nada bicara pria itu yang sudah lama tak ia dengar.

“Dimana gadis itu?”

“Pergi bersama Cho Kyuhyun. Kau pindah saja!” Ji Eun mengangguk pelan. Mengerti jika Lee Kikwang sudah tak mau lagi membahas tentang Sam Rin Hyo. Terlihat dari bagaimana pria itu berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.

Ia duduk disamping Lee Kikwang dengan sedikit canggung, karena biasanya ini bukanlah tempatnya. Tapi tempat Sam Rin Hyo.

Mobil itu mulai melaju dengan kecepatan rata – rata. Shin Ji Eun kembali menatap Lee Kikwang yang berdiam diri tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Ini bukan kau, Lee Kikwang! Gerutunya didalam hati. “Um…, kau… ingin ke café?”

“Huh? Café?” Shin Ji Eun mengangguk kuat.

“Sepertinya kau butuh bicara.” Lee Kikwang menoleh pada Ji Eun sejenak, menghela napas pendek kemudian kembali focus pada jalanan.

“Ya, aku butuh.” Singkatnya. Shin Ji Eun memang selalu datang pada saat yang tepat, berbeda dengan Sam Rin Hyo yang selalu datang. Entah itu tepat ataupun tidak. Walaupun Shin Ji Eun bukanlah gadis yang peka pada suatu hal, namun dengannya. Dengan Lee Kikwang, gadis itu selalu peka dan mengerti.

***

Disinilah akhir Sam Rin Hyo. Duduk disamping Cho Kyuhyun seraya menatap orang tua pria itu yang tengah menatapnya dengan tatapan berbeda. Ibu Kyuhyun menatapnya dengan berbinar, sedangkan ayahnya menatap dengan pandangan menilai yang menelisik.

“Jadi, apa pekerjaan orang tuamu?” Tanya Tuan Cho akhirnya, seperti sudah dari tadi menahan pertanyaan itu dimulutnya. Sedangkan, Nyonya Cho terlihat menyenggol perut suaminya seraya menatap pria paruh baya itu dengan tajam.

“Untuk apa kau menanyakan hal itu?” desis wanita itu, namun masih dapat terdengar ditelinga Kyuhyun dan Rin Hyo. “Apapun pekerjaan orang tuamu, kami akan menerimanya, kok.”

Eratan tangan Kyuhyun semakin kuat. Pria itu menatap Sam Rin Hyo yang masih menampakkan wajah tenangnya. Ya, gadis itu sudah dapat menebak apa yang dipikiran orang tua Kyuhyun. Gadis miskin yang tak jelas asal – usulnya, tiba – tiba muncul menjadi kekasih putranya. Itulah yang dilihat oleh orang tua Kyuhyun.

“Ayahku seorang arsitek utama disalah satu perusahaan besar Amerika Serikat, sedangkan ibuku… dia designer dan sedang menjalankan usaha butik. Namanya Ellyn beautique, mungkin nyonya Cho pernah membeli disana.” Ujar Sam Rin Hyo dengan lancarnya, tanpa melunturkan senyuman tipisnya. Semua orang disana menatap gadis itu dengan terperangah. Tak percaya dengan ucapan gadis itu, karena Sam Rin Hyo tidak terlihat seperti itu. Bahkan Kyuhyun pun tak menyangka jika gadis ini berasal dari keluarga kaya.

Ellyn? Oh, itu butik langgananku. Yang di Hongdae itu, kan?” celetuk Nyonya Cho. Merasa tertarik dengan ucapan Rin Hyo. Sam Rin Hyo tersenyum kemudian mengangguk membenarkan.

“Ya, mungkin disana salah satu cabangnya. 1 bulan lagi, ibu akan membuka cabang baru di Jepang dan Hongkong. Mungkin jika nyonya berlibur kesana, dapat mengunjungi butik ibu.” Nyonya Cho tertawa kecil.

Aigoo, tentu saja. Ah, dan juga! Jangan panggil nyonya. Panggil saja ibu.” Sam Rin Hyo tertawa pelan seraya mengangguk. Ia menoleh kearah Kyuhyun yang masih menatap Rin Hyo dengan tercengang. Menatap pria itu dengan pandangan Ha! Kau terkejut, kan? Pria sombong dan juga jangan lupakan senyuman miringnya.

Tak lama ia menatap Kyuhyun, kedua matanya tergerak untuk menatap ayah Kyuhyun yang masih mengernyit. Kembali mengamati penampilan Sam Rin Hyo dengan pandangan heran.

“Ah, mungkin Tuan Cho meragukanku karena penampilanku yang seperti ini. Ini karena Kyuhyun yang tiba – tiba menjemputku dikampus dan membawaku kesini tanpa memberi tahu terlebih dahulu, dia memang sering memberi kejutan. Lain kali, aku akan memakai baju yang pantas.” Ayah Kyuhyun kembali terperangah. Sedangkan Nyonya Cho sudah tertawa hambar.

“Tidak, tidak. Suamiku ini, memang selalu seperti ini. Pria yang perfeksionis, kau mengerti kan? Bukankah mereka sama?” Sam Rin Hyo menatap tuan Cho dan Kyuhyun bergantian kemudian mengangguk.

“Tentu saja, dia putranya.”

“Ah, aku tadi sempat mendengar kata kampus. Kau mahasiswi? Dimana?” Tanya Tuan Cho lagi.

“Dongguk art university.” Akhirnya suara Cho Kyuhyun keluar juga, Sam Rin Hyo menatap Kyuhyun sebentar kemudian mengangguk membenarkan. Dahi Tuan Cho mengernyit, oh! Apa ada yang salah? Batin Rin Hyo.

“Seni? Apa kau akan jadi aktris? Penyanyi? Dancer?” Senyuman Sam Rin Hyo terulas, tak merasa gugup dengan pertanyaan Tuan Cho yang menyudutkan.

“Tidak. Aku… hanya senang musik.” Suara tawa meremehkan Tuan Cho menggelegar.

“Hanya karena senang? Kau memang begitu naif, nak. Seharusnya kau mempelajari sesuatu untuk tujuan hidupmu nanti, masa depanmu.”

“Untuk masa depanku adalah meneruskan perusahaan butik ibu, Tuan Cho.”

“Tch, lalu apa hubungannya musik dengan perusahaan?” Sam Rin Hyo tersenyum tipis, menatap wajah Kyuhyun yang terlihat cemas dengan tatapan berbinar.

“Aku juga tidak tahu apa hubungannya kedokteran dengan perusahaan. Bukankah dari dulu Tuan Cho menyuruh Kyuhyun untuk mengurus perusahaan? Namun karena senang dan suka. Ia menimba ilmu kedokteran. Sama sepertiku.”

***

Cho Kyuhyun menyetir mobilnya seraya sesekali menatap Sam Rin Hyo yang tengah duduk disampingnya. Wajah gadis itu kembali datar dan tak terbaca, sangat berbeda dengan tatapan penuh cinta berbinar miliknya tadi.

“Dari mana kau tahu aku kuliah di kedokteran?” Tanya Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan. Sam Rin Hyo menatap Kyuhyun sebentar kemudian menatap lurus kedepan. Dalam hati ia mengumpati bibirnya yang bisa membuat penyamarannya terbongkar. Dan tentu saja ia tahu semua itu dari Shin Ji Eun.

“Kyunhee? Benar, kan?” Alis Kyuhyun terangkat.

“Ya. Darimana kau tahu?”

“Tch, kau jangan bodoh, Cho Kyuhyun! Semua orang tahu dirimu!” Cho Kyuhyun tertawa penuh kemenangan.

“Tentu saja. Tapi ngomong – ngomong, kau pandai berbohong juga.”

“Aku anggap itu sebagai pujian.”

“Dan aktingmu bagus.”

“Ya, setidaknya hal itu dapat menyelamatkan nilai seniku.” Dahi Rin Hyo mengernyit, alisnya terangkat seraya menatap Kyuhyun curiga. “Kau… tidak berbohong soal dosen Jung, kan?”

“Tentu saja tidak. Ia punya keponakan namanya Lee Donghae, dia sahabat baikku. Jadi jika kau tidak percaya… Tanya saja padanya!” Sam Rin Hyo menghela napasnya pendek dengan lelah. “Jadi, mulai sekarang. Kau… milikku.”

***

Rin Hyo pulang keapartemen dengan cukup lelah. Tak ada yang menyenangkan hari ini, selain genggaman hangat Kyuhyun saat itu. Ck, sial. Bagaimana bisa ia menikmati genggaman itu?

Eo? Shin Ji Eun belum pulang?” gumamnya terkejut. Gadis itu mencari keberadaan sahabatnya kesegala penjuru apartemen, namun hasilnya nihil. Ia kembali berjalan keruang tengah dengan langkah gusar. Sekarang sudah jam 11 malam, apa gadis itu belum dijemput Lee Kikwang? Atau… “Astaga! Apa tadi Kikwang menjemputku? Aku belum mengabarinya.” Gerutunya kesal. Perasaannya semakin gelisah dan sangat merasa bersalah.

Tubuhnya berjengit saat mendengar suara pintu apartemen yang terbuka dan juga suara berisik langkah seseorang. Ah, atau dua orang? Dengan menimang – nimang Rin Hyo berjalan menuju beranda rumah. Terkesiap saat melihat Shin Ji Eun sedang tidur digendongan Lee Kikwang.

Eo? Kau sudah pulang?” Tanya Kikwang basa – basi. Sam Rin Hyo hanya mengangguk sekali kemudian mengalihkan pandangannya. “Hyo, tadi aku—“

“Lebih baik kau membaringkannya dulu dikamar.” Potong Rin Hyo cepat lalu duduk diatas sofa tanpa menatap Kikwang. Sedangkan, pria itu hanya bisa menghela napas lelah. Menuruti titahan Rin Hyo lalu tak lama, ia duduk disamping Sam Rin Hyo.

“Hyo, tadi aku mengobrol dengan Ji Eun di café lalu mampir ke Hongdae. Dan sepertinya ia sangat lelah hingga tertidur dimobil. Aku tak tega membangunkannya, jadi—“

“Kau menggendongnya kesini. Begitu?”

“Ya, begitu.” Sam Rin Hyo menghela napas kasar, menatap Kikwang dengan pandangan tajamnya.

“Mengapa tidak memberitahuku, huh?! Kau tahu bagaimana aku mengkhawatirkan kalian. Setidaknya kalian bisa mengirimiku pesan, kan?” bentak Rin Hyo. Ia merasa kesal dengan kelakuan sahabatnya. Disaat dirinya sedang mati – matian menghadapi Cho Kyuhyun, namun sahabatnya malah mengobrol di café dan berbelanja di Hongdae? Tch, mengagumkan.

“Kau juga begitu.” Nada dingin yang tidak pernah ia dengarkan itu keluar begitu saja dari mulut Lee Kikwang. Kedua mata Sam Rin Hyo sontak melebar, tak percaya.

“Apa?”

“Kau juga tidak memberitahuku jika hari ini kau pergi dengan Cho Kyuhyun.” Dahi Rin Hyo mengernyit, sedangkan Lee Kikwang menatap Sam Rin Hyo dengan datar. “Kau pikir aku tidak tahu, Sam Rin Hyo? Aku melihatnya sendiri.”

“Tch, jika kau melihatnya… kau tidak akan salah paham seperti ini. Kau tahu sendirikan jika tadi aku dipaksa olehnya?”

“Tapi pada akhirnya kau tak mengabariku dan ikut dengannya, kan?”

“Itu karena terpaksa, Kikwang-ah!”

“Tapi—“

“Cukup! Kau pikir untuk siapa aku melakukan ini, huh?! Itu juga karenamu yang mengharapkanku menerima tawaran Shin Ji Eun dan akhirnya melemparkanku pada jurang yang tak berujung seperti ini. Kau tidak sadar, huh?” Sam Rin Hyo mengepalkan kedua tangannya, menatap Kikwang dengan penuh amarah kemudian beranjak dari sana.

Lee Kikwang menatap kepergian Sam Rin Hyo dengan nanar. Ini adalah kali pertama mereka bertengkar. Jadi, sejujurnya Kikwang tidak tahu harus berbuat apa.

***

Hari ini hari minggu. Jika biasanya, dihari – hari seperti ini Sam Rin Hyo, Lee Kikwang dan Shin Ji Eun akan menghabiskan waktu di tepi sungai han atau sekadar mengobrol di café seraya tertawa puas. Namun, kini berbeda. Sam Rin Hyo berakhir disini. Ditepi kolam renang rumah Cho Kyuhyun.

“Melamun saja!” celetukkan khas dari seseorang itu membuat Rin Hyo menoleh kesamping. Menatap Cho Kyuhyun yang tengah tersenyum seraya membawa dua mug yang berisi coklat hangat dengan tatapan datar. Pria itu mengulurkan salah satu mug itu kemudian mengambil tempat disebelah Sam Rin Hyo. Ikut menyelupkan kedua kakinya pada air hangat kolam renang. Karena sekarang musim dingin jadi air kolam renangnya hangat.

Rin Hyo menyeruput sedikit coklat hangatnya, kemudian bergidik kecil. “Hah, hangat.” Seru gadis itu lalu meneguk minuman itu lagi. Kedua kakinya sudah mengayun – ayun dengan pelan didalam air.

Kyuhyun hanya tersenyum kecil mendengarnya. “Jadi, apa yang membuatmu mau menemaniku dirumah ini sekarang?” Tanya Kyuhyun seraya menatap Rin Hyo penuh Tanya. Ya, tadi ia dijemput Kyuhyun agar menemaninya dirumah. Semua orang dirumah itu kecuali para pelayan pergi. Dan katanya, ia sedang malas bermain dengan 2 sahabatnya. Jadi, ia menjemput Rin Hyo dengan harapan besar agar gadis itu mau menurutinya. Seperti sebuah keajaiban, Sam Rin Hyo langsung menyetujuinya. Tanpa berpikir dua kali.

“Aku ingin membicarakan tentang hubungan kita saat ini.” Tubuh Cho Kyuhyun kaku ditempat, perlahan ia menoleh kearah Sam Rin Hyo yang masih menatapi kedua kakinya yang tenggelam didalam air.

“Oh, itu aku—“

“Aku tahu aku hanyalah gadis yang kau manfaatkan untuk lari dari kewajibanmu mencari calon istri, betul kan? Aku juga tidak tahu mengapa kau memilihku. Tapi kita juga tidak boleh seperti ini terus. Aku adalah korban disini, jadi aku ingin membuat perjanjian.” Dahi Cho Kyuhyun mengernyit bingung.

“Perjanjian?” Rin Hyo menatap Kyuhyun kemudian mengangguk mantap.

“Kita berpura – pura sebagai sepasang kekasih selama satu bulan saja, dengan syarat kau tidak akan membuat nilaiku turun. Dan selama itu kau tidak boleh macam – macam denganku! Ara?!”

“Aku menolaknya.”

“A—apa?”

“Kita ganti seperti ini saja, kau milikku sampai kau lulus kuliah. Bukankah hanya kurang beberapa bulan lagi? Jadi, aku dapat menjamin nilaimu akan selalu tinggi sampai kau lulus.”

YA! Kau pikir aku apa? Aku tidak mau! Itu sama saja dengan menyiksaku!” Cho Kyuhyun mengangkat bahunya acuh.

“Yasudah kalau begitu nilaimu akan turun sekarang juga!” ancam Kyuhyun. Sam Rin Hyo memejamkan kedua matanya frustasi, itu tidak boleh terjadi! Tidak boleh!

“Aish, lagipula kita tidak saling mencintai kan? Tujuanmu kan hanya membuat ibumu puas. Iya, kan?”

“Siapa bilang?”

“Huh? Maksudmu?” Cho Kyuhyun menutup rapat – rapat mulutnya yang tiba – tiba berkata seperti itu. Cinta? Huh, sudah sangat lama ia tidak merasakan hal itu.

“Ma—maksudku… tidak menutup kemungkinan kan, pada akhirnya kita dapat saling mencintai?” Sontak tawa hambar Sam Rin Hyo terdengar. Sedangkan Cho Kyuhyun merutuki gadis yang membuatnya seperti ini. Gadis yang membuatnya sulit untuk jatuh cinta lagi.

“Itu tidak mungkin, Cho Kyuhyun.” Ujar Rin Hyo disela tawanya. Setelah itu, mereka terdiam. Hanya ada suara angin, dan juga gemericik jatuhnya air yang berasal dari air terjun kecil yang berada dipojok areal kolam renang indoor ini.

“Hari ini, kau aneh.” Kepala Sam Rin Hyo menatap Kyuhyun dengan cepat.

Em?

“Wajah yang gelisah, tawa hambar dan senyum paksa. Kau pikir aku tak bisa menyadarinya?” Sam Rin Hyo tertawa kecut.

“Terlalu kelihatan, ya?” Cho Kyuhyun menatap wajah Sam Rin Hyo dari samping. Memanjakan kedua matanya pada wajah sendu gadis itu yang selalu terlihat cantik dikedua matanya.

“Karena pria itu?” dahi Rin Hyo mengernyit.

“Pria?”

“Tch, pria yang sedang berciuman dengan seorang gadis diklab. Pertemuan pertamamu denganku, ingat?”

“Oh, Lee Kikwang?”

“Ah, jadi dia Lee Kikwang. Siapa? Pria yang kau cintai?” Sam Rin Hyo menutup bibirnya rapat – rapat. Namun hatinya berteriak ingin mengeluarkan semuanya pada Cho Kyuhyun. Entah mengapa, ia seolah sudah mempercayakan semuanya pada pria itu.

“Haruskah aku menceritakan padamu?” Kyuhyun mengangkat bahu acuh.

“Itu terserah kau.” Sam Rin Hyo menghembuskan napas panjangnya. Keheningan ini membuat ia sesak sendiri. Ia seperti ingin menceritakan semuanya pada Cho Kyuhyun. Namun tentu itu tidak mungkin.

“Eung…, apa kau pernah sakit hati karena seseorang? Seperti patah hati, kau tahu?” Kyuhyun menghentikkan tangannya yang hendak meminum coklat panasnya diudara. Sedikit terkejut dengan pertanyaan Sam Rin Hyo.

“Kenapa tiba – tiba bertanya seperti itu?”

“Kalau tidak ingin menjawab juga tidak apa – apa.” Rin Hyo memutar bola matanya, merutuki pertanyaan bodohnya itu dalam hati. Dia benar – benar konyol menanyakan hal itu pada Cho Kyuhyun yang notabene-nya adalah seorang playboy kelas kakap.

“Rasanya seperti ada yang menghantam tubuhmu. Seperti ada sesuatu yang ingin melesak keluar, tapi tidak bisa. Seperti duniamu telah runtuh.” Sam Rin Hyo menatap Cho Kyuhyun tanpa kedip. Pria itu tengah menatap lurus kedepan dengan tatapan menerawang yang penuh kesakitan. Ada suatu rasa iba melihat Kyuhyun yang seperti ini.

“Kau… pernah merasakannya, ya?” Tanya gadis itu hati – hati, membuat kepala Cho Kyuhyun menoleh cepat. Mereka saling bertatapan lama, sebelum Kyuhyun melemparkan senyum tipisnya pada Rin Hyo.

Tangan kanan pria itu mengelus lembut pipi Sam Rin Hyo kemudian mengecup sebentar bibir ranum itu. “Kau sepertinya menyukai ceritaku, ya?” kedua kelopak mata Rin Hyo berkedip cepat, seperti belum berpijak pada dunia.

“Ah, coklat panasku sudah habis. Aku akan mengambil sesuatu untuk kita makan.” Ujar Kyuhyun seraya mengangkat kedua kakinya dari dalam air, mengambil gelasnya kemudian berjalan menjauh dari sana. Selang beberapa langkah, ia menghentikkan langkahnya. Berbalik sebentar kemudian tersenyum geli melihat mimik wajah Sam Rin Hyo yang begitu terlihat aneh.

“Rubah wajah anehmu itu, nona Sam. Baru pertama kali dicium oleh pria tampan, eo?!” seketika Rin Hyo sadar akan apa yang terjadi padanya tadi. Kedua matanya melebar, menatap Kyuhyun dengan tatapan penuh amarah.

“CHO KYUHYUN BODOH!!!!”

***

“Sampai kapan kau akan menghindar dari Sam Rin Hyo, Lee Kikwang?”

Tanya Shin Ji Eun yang sudah jengah dengan hubungan Kikwang dan Sam Rin Hyo yang tak kunjung menghangat seperti dulu. Mereka kini duduk berhadapan di café langganan mereka. Tentu tanpa Sam Rin Hyo.

“Entah.” Jawab Kikwang singkat seraya meminum mochacino hangatnya dengan sedikit gelisah. Ia juga tidak tahu apa yang membuatnya seperti ini. Yang jelas, ia sangat kesal dengan sikap Sam Rin Hyo saat itu. Menyalahkannya padahal ia juga melakukan kesalahan. Dan juga, ia ingin menata hatinya dulu. Tentang siapa yang sebenarnya ia cintai saat itu. Karena, sepertinya ia harus memikirkan lagi tentang hal itu.

“Aish, kalian ini sebenarnya masalah kalian apa sih?”

“Sudahlah, jangan ikut campur!” tukas Kikwang cepat, membuat Shin Ji Eun terdiam. Menutup bibirnya rapat – rapat seraya menatap Kikwang dengan pandangan terluka.

“Tidak usah ikut campur? Kau bisa mengatakan itu? Apa aku tidak pantas ikut campur pada masalah sahabatku sendiri, huh?!” Lee Kikwang memejamkan kedua matanya frustasi. Menggenggam tangan Shin Ji Eun seraya menatap gadis itu dengan lembut.

“Bukan seperti itu. Tapi, masalah ini bukan masalah yang bisa diselesaikan bersama – sama. Ini masalah yang harus kuselesaikan sendiri, kau mengerti?” Shin Ji Eun berusaha tidak menatap Kikwang kemudian mengangguk pelan. Pria itu mengacak rambutnya gemas kemudian mencubit kedua pipinya. “Aigoo, lihat! Shin Ji Eun pipinya memerah. Kau menyukaiku, ya?” Kedua mata Ji Eun langsung melotot tak terima.

“Ya! Jj—jangan sembarangan ya!” senyuman geli Kikwang semakin melebar menatap tingkah Ji Eun yang membuatnya lupa akan masalahnya tadi.

“Sudahlah, sekarang lebih baik kau makan cake coklatnya. Bukannya tadi kau bilang sedang lapa, hm?” Kikwang menghela napas kecil saat menatap Ji Eun yang masih diam. Ia memotong cake itu kemudian menggoyang – goyangkan di depan bibir Ji Eun. “Aaa” ujarnya. Seperti sedang menyuapi seorang gadis kecil. Ji Eun tersenyum kecil kemudian melahap cake itu dengan cepat. Gadis itu juga melakukan hal sama untuk Kikwang. Mereka memang terlihat seperti itu saat sedang berdua saja. Bukan seperti sepasang sahabat dekat, lebih seperti pasangan kekasih. Dan mereka pun tak pernah terganggu dengan hal itu, mereka sangat menikmati waktu – waktu yang seperti ini.

TBC-

Dont be silent readers:)

Advertisements

48 thoughts on “Fake Love 3

  1. Ohohohohoo… abis komen di part 2 langsung cuss ke part 3 krn udah muncul update’annnya. wkwkkwkww. Hmmm… kyuhyun itu sebenernya jd playboy karena siapa sih? penasaran. dari part 2 ada disinggung soal “gadis itu”. Gadis itu nya siapa sih? Arrrghhh penasaraaannn sumvaahh. Truss truss trus knp kikwang-rinhyo malah berantem sih? Sadar aja ngapa, kalian berdua tu salah pilih, maka kembalilah ke jalan kalian seharusnya, #lho? #wkwkwkwkwkkw. Hayooooo Fighting salsa&bella ^^ ditunggu ya kelanjutannyaaaa… 😀

  2. wooh kyu langsung bawa rinhyo ke rumahnya, dan langsung ngenalian rinhyo sebagai calon istri, btw itu kyu serius ga sm rinhyo atau main2? ayahnya kyu kaya yg sinis gitu sm rinhyo huhu

  3. haha, sikap rinhyo ke orang tua kyuhyun hebat banget. dia dengan beraninya mengatakan apa yang ada di benaknya.
    sepertinya hubungan kikwang sama rinhyo akan berakhir deh..

  4. Woahhhhh kesel deh liat kikwang yang gitu, ga jaga kelakuan dia sama sahabat sendiri, malah lebih mesra sama sahabat daripada pacar 😣untung rinhyo ada kyuhyun 😘😍 haha aku jadi kebawa peran sam rin hyo min, kesel sendiri jadinya -_- btw ini ff bagus bgt, konfliknya menurutku ngena hehe. Ga sabar untuk part selanjutnyaaaa! 😃😃

  5. O jd ntar kyknya ada yg diem” nusuk dr blkng rinhyo y . Kliatan bgt klo jieun jg ska sm kikwang . Ywdh klo jieun kikwang kyk gtu rinhyokn msih pny kyu .

  6. kikwang udh jelas cintanya sama jieun, lbih baik dia menelaah isi hati dlu deh. drpada trjebak di dua hati. nanti prshabatan mreka bsa kcau gra2 itu.
    dasar kyu playboy, ntuk bsa sam rin hyo hrus pkai ancaman sgala

  7. hbngan Kyu ma Rin Hyo mkin mulus. he..he..
    tp msih bngung lh ma hbngan Kikwang ma Rin Hyo, pcran kyk nggk pcran. lbh baik ptus ja..

  8. Waaah kaget bacanya pas kyuhyun bawa rin hyo ke rumah orang tuanya wkwkwk dan yg bikin terkejut banget sih pas ortu kyuhyun nanya ini itu, yg malah bikin kaget semuannya wkwkwkw, waaah penasaran apakah hubungan kikwang sma rin hyo bisa kembali atau enggak hehehe, kikwang bakal punya hubungan diam2 gak yaa sama ji eun , penasaran semoga part selanjutnya cepat di publish yaaa

  9. sbnernya kikwang cnta nya sma rin hyo apa jieun…kasian tau rinhyo jadi korban kaliann…
    moga aja ntar rin hyo sma kyu jadian dann langgeng hbngannya

  10. pengunjung baru 🙂 langsung nimpruk di part 3 🙂 ho ho ho sepertinya aku mulai mengerti alurnya *walau agak sotoy* semangat ngelanjutin 🙂

  11. Hummmm… penasaran thor sama ceritanya kyupil. Kira” siapa gadis yang buat kyupil gak bisa jatuh cinta lagi. apa itu shin ji eun ya??? eoh… membingungkan.

  12. Lucu nihhhh, kayanya si perempuan polos banget yaaa

    Hahahahhaam akan seru kalau benar jadian dan jadi menikah hehehhee

    Fake jadi truly

    Kyaaa

    Semangat yaaa dear nulisnyaaa ^^

    Hwaitinggg! ❤ ❤ ❤

  13. Aah disatu sisi kasihan sama sam rinhyo satu sisinya lagi kasihan sama kikwang , bingung tapi menarik😃😃😃😀
    Hahahahha.
    Izin baca next chap ya

  14. asliiii kyuhyun kayanya bener2 suka rinhyo ya sampe bisa lgs cerita kaya gitu? hahahaha atulahhh gemes bgt gasihhhh sama ceritanya aaaahhh mana kikwang jieun jg lucu bgt haha cepetlah diresmikan semuanya jd kan enakk hihi apanya yg enak ya wk lanjuuuuttt

  15. iiisshhh kenapa aku jadi malah sebel sama kikwang, udah tau salah malah nyalahin rin hyyo…
    hheeooll…
    yg nyuruh rin hyo buat deketin si cho siapa coba?? tapi knpa malah dia yg disalahin…
    iisshhh

  16. pnsaran dgn masa lalu kyuhyun..
    Semenyakitkan apa ya?
    Kyaknya kyu dan rin hyo mulai slng menyukai dah,
    si kikwang dilema, antara rin hyo dan jieun..
    Udahlah ke jieun aja

  17. duhh… sebenernya kikwang sukanya sama siapa sih, ngga jelas banget. dia marah sama rin hyo gara-gara rin hyo pergi sama kyuhyun, nah dia gimana? sama sahabatnya sendiri aja sudah seperti sepasang kekasih.
    pasti ada sesuatu yang membiat kyuhyun jadi playboy kelas kakap, apa gara-gara ‘gadis itu’?

  18. Penasaran sama cewek yg bikin kyuhyun ga jatuh cinta setelah sekian lama, skrg kyanya dia jatuh cinta sama rin hyo deh hehe

    Asekkk pacaran pura2 smp lulus kuliah hehehe

    Duhhh kikwang berantem sm rin hyo ehhh tp kikwang malah mesra sama ji eun, udah sih putus aja sama rin hyo trs jadian sm ji eun hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s