Fake Love 4

FAKE LOVE IV

wpid-akeluv

Author : Tsalza Shabrina

A/N : Happy read ^^

Cho Kyuhyun menghentikkan mobilnya didepan gedung apartemen Sam Rin Hyo. Tidak ada pembicaraan yang menarik diantara mereka selama perjalanan. Ah, lebih tepatnya mereka tidak berbicara sama sekali.

“Sudah sampai.” Ujar Kyuhyun setelah berdehem sebentar, mencoba menormalkan suara yang akan keluar dari bibirnya. Rin Hyo menoleh kearah pria itu sejenak kemudian segera mengalihkan pandangan saat kepala pria itu juga menoleh kearahnya.

“Aku tahu! Kau pikir aku bodoh, tidak sadar jika mobilmu sudah berhenti di depan gedung apartemen.” Celoteh Rin Hyo yang terdengar ketus. Sangat terlihat  jika ia sedang menyembunyikan kegugupannya.

“Aku tidak bilang begitu!” diam lagi. Sam Rin Hyo tidak berniat untuk turun dari mobil, sedangkan Cho Kyuhyun juga tak ingin Rin Hyo cepat pulang.

“Aku pulang, terima kasih coklat panasnya.” Ujar Rin Hyo datar kemudian menyentuh gagang pintu mobil. Belum sempat ia membukanya, tangannya dicekal oleh Kyuhyun. Perlahan, kepalanya menoleh kearah Kyuhyun. Sedikit terkejut dengan tatapan Kyuhyun yang menyendu. Berbeda dengan tatapan – tatapan sebelumnya.

“Kejadian tadi jangan dipikirkan.” Ujar Kyuhyun seraya menatap Rin Hyo penuh harap. Sam Rin Hyo susah payah menelan ludah yang entah mengapa terasa pahit. Pipinya memanas saat mengingat kejadian di kolam renang tadi.

“Aku tahu, kau pasti melakukan itu karena kau sudah terbiasa seperti itu pada semua gadis yang kau kencani. Ya, walaupun aku teman kencan pura-puramu.” Rin Hyo mengangkat bahu acuh kemudian kembali membalikkan badan ingin keluar dari mobil. Namun lagi – lagi tangan Kyuhyun mencekalnya.

“Apa lagi?” Tanya Rin Hyo yang mulai jengah.

“Kau tidak akan menghindariku, kan? Karena kejadian itu?” alis Rin Hyo terangkat bersamaan dengan tawa remehnya.

“Jika memang tidak penting bagiku, aku tidak pernah bersikap berlebihan. Sudahlah, aku pulang!” cepat – cepat Rin Hyo keluar dari mobil itu, melambai sebentar kemudian berlari kecil memasuki gedung.

Sedangkan Cho Kyuhyun memejamkan kedua matanya frustasi.  Ada sedikit rasa sakit dihatinya saat Rin Hyo mengatakan bahwa kejadian yang membuat jantungnya berdegup menggila itu tidak penting. Oh, apa Kyuhyun saja yang menganggap ini penting?

“Tapi, mengapa jantungku seperti ini, huh?! Aish, ini tidak boleh. Cho Kyuhyun! Kendalikan dirimu!”

***

Tok Tok Tok

 

“Masuk saja!”

Shin Ji Eun tersenyum kecil mendengar jawaban itu. Membuka pintu kamar Rin Hyo dengan perlahan kemudian melongokkan kepalanya kedalam.

“Kau sedang sibuk?” Tanya Ji Eun pada Sam Rin Hyo yang tengah berkutat dengan laptopnya. Gadis itu mengangkat kepalanya, menggeleng kecil kemudian mengernyit.

“Tidak. Ada apa dengan wajah berserimu itu? kau terlihat sangat senang.” Shin Ji Eun memasuki kamar itu bersamaan dengan Rin Hyo yang menyingkirkan laptopnya keatas meja. Membenarkan duduknya ditepi ranjang.

“Ada sesuatu yang membuatku senang.” Ujar Ji Eun misterius lalu menjatuhkan pantatnya diatas ranjang empuk milik Rin Hyo. Ya, ia baru saja pulang dari namsan bersama Lee Kikwang tadi. Karena selepas mengunjungi café, tiba – tiba Lee Kikwang mengajaknya pergi ke Namsan. Tentu ia mau saja, ia tahu Kikwang ingin menjernihkan pikiran dari masalah – masalahnya.

“Lantas? Kau ingin cerita, huh?” tiba – tiba wajah berseri Ji Eun berubah menjadi serius. Kepalanya menggeleng tegas.

“Kau yang seharusnya bercerita. Kau dan Lee Kikwang! Aku tahu kalian sedang dalam masalah.” Dahi Rin Hyo mengernyit kemudian menghela napas panjang.

“Tidak seperti itu. kami terlibat cek cok kecil, dan juga kadar pertemuan yang semakin menipis. Ah, sepertinya kau yang harus bertanya padanya. Ia yang menghindariku.”

“Tapi kata Lee Kikwang ini bukan masalah yang bisa diselesaikan bersama – sama. Katanya ia ingin menyelesaikan masalah ini sendiri. Awalnya kupikir ia hanya membual, namun melihat wajah seriusnya membuatku sedikit mengkhawatirkan hubungan kalian. Ini tidak ada hubungannya dengan… Cho Kyuhyun, kan?” Wajah Sam Rin Hyo menegang seketika. Bayangan kejadian dikolam renang tadi terlintas dibenaknya. Membuat ia memejamkan kedua mata frustasi. “Benar, ya? Jika memang iya. Lebih baik kau berhenti saja, ya! Walaupun aku masih dendam padanya… tapi aku tidak ingin merusak hubunganmu dan Kikwang karena permintaan bodoh ini.” Ucapan Shin Ji Eun membuat Rin Hyo terenyuh. Gadis itu menghela napas panjang lagi kemudian mendorong kepala Ji Eun seraya tersenyum geli.

Aigoo! Kami tidak mungkin bertengkar hanya karena hal itu. Ah, iya! Apa kau tidak penasaran dengan perkembangan hubungan pura – pura ini, huh?” Shin Ji Eun menatap Rin Hyo tak suka kemudian membalas perbuatan Rin Hyo. Mereka memang sering mendorong kepala satu sama lain tanpa alasan yang jelas.

“Perkembangan? Ah! Kau benar! Bagaimana? Berhasil?”

“Eung… aku tidak tahu perasaan pria itu yang sebenarnya . Tapi, beberapa waktu yang lalu ia mengenalkanku pada orang tuanya.”

Mwo?!  Sampai sejauh itu?”

“Tapi, kurasa ia belum mencintaiku. Ia melakukan ini karena tuntutan orang tua yang mengharuskannya segera memiliki kekasih. Jika tidak, ia akan dijodohkan.”

“Ah… tapi, tidak apa – apa.Tch, Cho Kyuhyun si playboy itu dia harus merasakan sakit hati yang sama. Bahkan harus lebih dariku.” Sam Rin Hyo hanya tersenyum seraya mengangguk – angguk pelan. Ada sedikit kekhawatiran yang melanda saat ia membayangkan jika itu semua benar – benar terjadi.

“Jika nanti itu benar – benar terjadi… apa yang akan kau lakukan ? segera menikah dengan Lee Kikwang?” pertanyaan Ji Eun membuat Rin Hyo tersentak. Ia menatap sahabatnya itu lekat – lekat kemudian mengangkat bahunya malas.

“Tak ada yang mengerti apa yang  akan terjadi nantinya.”

***

To : Lee Kikwang

Hari ini aku ingin membolos. Jangan terlalu serius bekerja, lain kali bersenang – senanglah bersama Shin Ji Eun.

 

Sam Rin Hyo memasukkan ponselnya kedalam saku mantel tanpa melepaskan genggamannya pada benda persegi panjang itu, siap – siap jika ada pesan masuk dari Lee Kikwang.

Drrt Drrt

From : Lee Kikwang

 

Bersama Shin Ji Eun?

 Kau membolos dengannya?

 

Rin Hyo meneguk ludahnya yang terasa pahit. Ia tahu nya yang dimaksud Lee Kikwang itu siapa, perasaan bersalah seketika menggerogoti batinnya. Tapi, untuk apa ia merasa bersalah? Lee Kikwang yang menginginkan ini dan juga, ia tidak mencintai Cho Kyuhyun, kan?

To : Lee Kikwang

 

Ya, bersama Shin Ji Eun. Bukankah kau sedang menghindariku, hm?

Tidak, aku bersama seorang teman kampus. Jangan khawatir.

 

Napas gadis itu keluar dengan kasar. Rasanya begitu aneh saat ini. Karena, untuk pertama kalinya ia berjauhan dengan Lee Kikwang dalam waktu yang lama. Ia melesakkan ponselnya ke dalam tas dengan gerak kasar, bersamaan dengan terdengarnya suara operator jika kereta sudah sampai di Ilsan.

Ia beranjak dari duduknya. Berjalan menuju pintu dan berdiri disana dengan menghela napas dalam – dalam. Ia berbohong pada Kikwang jika ia bersama teman kampus. Terpaksa melakukan itu karena jika ia bilang sendiri. Pasti Kikwang akan khawatir dan meninggalkan pekerjaannya untuk menemaniku.

Kereta perlahan berhenti, pintu kereta pun telah terbuka. Tak banyak yang turun di Ilsan pada hari efektif seperti ini, jadi aku tidak perlu berdesakkan untuk keluar dari kereta.

Berjalan dengan langkah pelan menaiki anak – anak tangga yang membawanya keluar dari stasiun bawah tanah dengan jantung yang berdegup kencang. Kenangan – kenangannya bersama Kikwang dan Ji Eun di sini membuat senyuman kecilnya sesekali terulas.

Ilsan adalah tempat kelahirannya bersama Kikwang dan Shin Ji Eun. Tempat mereka dibesarkan dan menikmati persahabatan yang sangat indah. Tempat Sam Rin Hyo menghabiskan waktu dengan keluarganya, dulu.

“Halo?” langkah Sam Rin Hyo terhenti saat mendengar suara bariton yang familiar ditelinganya. Ia menoleh kearah samping, tadinya ia berniat menghampiri halte bus yang terletak disamping gedung hotel berbintang. Kedua matanya melebar sedikit saat menatap Cho Kyuhyun tengah sibuk menelfon seseorang.

“Sudah kubilang bu, aku tidak mau mengurusi perusahaan! Serahkan saja pada Ahra noona atau calon suaminya saja! Sampai jumpa dirumah, bu!” pria itu memutuskan teleponnya dengan kasar dengan wajah yang terlihat begitu kesal. Sam Rin Hyo masih diam ditempat, memperhatikan pria yang tengah berdiri didepan gerbang hotel yang terlihat megah itu. Walau masih lebih megah yang di Seoul.

Dahi Rin Hyo terangkat saat melihat seorang wanita yang cantik dan seksi tengah menghampiri Kyuhyun, mengaitkan lengannya pada pria itu kemudian mengecup pipi pria itu dengan gerakan seduktif. Disambut dengan ciuman kecil oleh Kyuhyun. Membuat Sam Rin Hyo segera mengalihkan pandangannya kearah lain.

Gadis itu berjalan gusar kearah berlawanan dan sialnya, tak sengaja menabrak seseorang. “Ah, maaf.. maaf…” sesalnya pada pria paruh baya yang hanya mengangguk sekali kemudian melanjutkan langkahnya.

Spontan, Kyuhyun melepas ciumannya saat mendengar suara itu. kepalanya tertoleh cepat kearah Sam Rin Hyo yang tengah berjalan dengan langkah cepat menuju halte. Dengan kasar, ia melepas kaitan lengan wanita satu malamnya itu dan berlari meninggalkan wanita yang tengah kesal.

“Sam Rin Hyo?” langkah Rin Hyo terhenti begitu saja. Menghela napas kuat – kuat kemudian berusaha menormalkan raut wajahnya menjadi datar. Membalikkan badan kemudian pura – pura terkejut melihat Kyuhyun.

“Oh! Kau? Maaf aku tidak menyapa. Kupikir kau tadi sedang ada urusan dengan…” Rin Hyo melongokkan kepalanya dan menggedikkan kepala pada wanita yang tengah bersendekap marah itu. “wanita itu.”

Cho Kyuhyun menatap Sam Rin Hyo yang terlihat santai itu dengan tatapan frustasi. “Dia bukan siapa – siapaku, dia…”

“Wanita satu malammu, kan? Sudahlah, lagi pula siapapun dia tidak penting bagiku.” Cho Kyuhyun terdiam menilisik wajah tak berekspresi Sam Rin Hyo lekat – lekat. Mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya dirasakan gadis itu, namun tetap tak berhasil.

“Kau mau kemana? Sendirian?”

“Ke rumah orang tuaku. Dan ya. Kau tidak melihat siapapun kan selain aku?”

“Aku antar, ya?”

“Lalu wanita itu?”

“Pokoknya kau harus bersamaku.”

***

Shin Ji Eun membuka kotak makannya, menata makanan – makanan itu diatas meja yang berada didalam ruang kantor Lee Kikwang. Pria itu meminta Ji Eun pulang dengan bus dan membuatkan makan siang untuknya. Ada masalah dengan perutnya, dan pada saat seperti ini hanya makanan Shin Ji Eun lah yang bisa masuk kedalam sana.

“Makan siang sudah siap!!” Lee Kikwang menatapi makanan yang sudah tertata rapi diatas meja dengan tatapan menelisik.

“Kau membelinya atau membuat sendiri?” Tanya pria itu dengan kedua mata yang memincing tajam kearah Shin Ji Eun.

“Membelinya tentu saja! Samgyetang itu sangat rumit pembuatannya. Aku tidak pernah memasak itu sama sekali.”

“Ck, aku tidak bisa makan jika bukan makanan buatanmu.”

“Sudahlah, makan ini saja! Aku sudah susah payah mencari penjual samgyetang yang buka siang – siang seperti ini. Dan kau tidak mau memakannya?! Makanlah mumpung masih hangat.”

“Baiklah, baiklah, kau ini cerewet sekali!”

Shin Ji Eun tersenyum penuh kemenangan saat Kikwang mulai melahap makanannya. “Kau tidak makan?” Ji Eun menggeleng pelan.

“Aku sedang malas makan. Lagipula aku sudah merasa kenyang.”

“Ya! Tidak mungkin kau kenyang jika kau belum makan sama sekali! Cepat ambil sumpitmu atau aku akan menyuapimu!”

“Aish, baiklah! Pria bodoh yang cerewet!” dengan terpaksa Ji Eun mengambil sumpitnya, memakan samgyetang yang sangat lezat itu bersama Kikwang dengan diselingi obrolan ringan. Terkadang mereka tertawa, berbicara serius kemudian saling memukul kepala satu sama lain.

“Menyenangkan bisa makan bersama denganmu seperti ini.” Ucapan Lee Kikwang membuat Shin Ji Eun mengangkat alisnya bingung. Kedua matanya berkedip berirama, menatap Kikwang yang tengah tersenyum tipis.

“Tentu saja, siapa yang tidak senang jika makan bersama Shin Ji Eun, huh? Jadi, Tuan Lee… kau, sangat beruntung.” Celoteh Ji Eun dengan kekehan kecil. Lee Kikwang menggeleng pelan.

“Aku serius. Selama ini… aku tidak pernah melihatmu sebagai wanita. Aku tidak pernah berfikir tentang bagaimana nanti jika aku mencintaimu, atau kehilanganmu. Tapi sekarang… aku tahu, kau bukan anak kecil. Kau adalah wanita yang mempunyai banyak pesona yang memikat.”

“Kikwang-ah! A—aku tidak mengerti apa yang kau katakan.”

“Aku sadar, jika selama ini bukan Sam Rin Hyo. Tapi kau, shin Ji Eun!”

“Aku? Aku  apa?”

“Kau adalah satu – satunya gadis yang kuncintai.”

***

Sam Rin Hyo memencet bel yang berada disebelah pagar rumahnya berkali – kali, berharap ada seseorang yang keluar dari sana. Karena sudah hampir 10 menit pintu itu tak terbuka.

“Ini benar rumahmu?” Sam Rin Hyo melirik Kyuhyun tajam kemudian mendengus.

“Tentu saja, jika lelah menunggu lebih baik kau kembali ke hotel bersama gadis itu.”

“Ish, aku tidak akan kembali kesana. Jadi jangan cemburu lagi, hm?” Sam Rin Hyo melotot ngeri kearah pria yang tengah menampakkan senyum jahilnya itu seraya menggeleng tak percaya.

“Siapa yang cemburu?! Aku hanya—“

Uh-oh, maaf nona muda. Saya tadi tidak mendengar bel, maaf karena saya tertidur.” Wanita paruh baya yang biasa Sam Rin Hyo panggil Bibi Jang itu membungkuk dalam pada putri semata wayang Keluarga Sam. Kedua manusia yang tengah berdebat itu menghentikkan perdebatannya, menoleh kearah Bibi Jang yang masih mempertahankan posisinya.

“Tidak apa – apa, Bibi. Pasti dirumah sedang kosong, kan?” Bibi Jang mengangguk pelan kemudian mempersilahkan kedua orang itu masuk, sambil sesekali mencuri pandang pada Cho Kyuhyun dengan pandangan heran.

“Maaf, nona. Karena Tuan dan Nyonya Sam sering berada diluar rumah jadi saya sering tertidur dirumah. Maafkan saya.” Sam Rin Hyo menghela napasnya kasar kemudian menatap Bibi Jang tidak suka.

“Sudah kubilang tidak apa – apa bibi. Aku tahu pasti bibi sangat bosan dirumah sendirian.” Bibi Jang hanya menunduk kemudian mengangguk pelan.

***

Bibi Jang meletakkan dua mug yang berisikan coklat hangat diatas meja pendek yang berada diruang tengah. Sam Rin Hyo tersenyum, berterima kasih dan menyuruh Bibi Jang untuk beristirahat saja.

“Jika Bibi lelah, bibi bisa istirahat.” Bibi Jang tersenyum seraya menggeleng pelan.

“Tidak apa – apa, jika nona dan kekasih nona butuh apapun jangan ragu untuk memanggil saya.” Ujar Bibi Jang sopan yang disambut pelototan tajam dari Sam Rin Hyo.

“Kekasih?! Dia bukan kekasihku, bibi.”

“Ck, mengapa kau malu – malu begitu, hm? Halo bibi! Aku Cho Kyuhyun, kekasihnya.” Ujar Kyuhyun seraya membungkuk kecil pada Bibi Jang yang tertawa geli melihat kelakuan anak majikannya itu.

“Nona sekarang terlihat lebih dewasa dari sebelumnya.” Komentar Bibi Jang, masih mempertahankan senyuman gelinya. “Saya pamit kekamar dulu.”

Sam Rin Hyo hanya bisa mendengus kesal karena tak bisa berbuat apapun. Ia menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa kemudian menggedikkan kepala pada mug yang terletak didepan Kyuhyun. “Anggap saja itu balasan untuk coklat hangatmu waktu itu.”

Cho Kyuhyun mengangkat bahu lalu meminum coklat hangat buatan Bibi Jang itu hingga tersisa setengah. “Aku tidak menganggap  ini balasan. Karena waktu itu aku yang membuatkan coklat hangat untukmu, dan minuman ini yang membuatnya Bibi Jang.” Rin Hyo menghela napasnya pendek, menatap Kyuhyun dengan tatapan tak percaya.

Aigoo kau pintar berbicara. Pantas kau sering menyakiti perasaan wanita.”

“Tsk, apa itu pujian?” Sam Rin Hyo memilih untuk meminum coklat hangatnya seraya memandang sekeliling. Rumah yang selalu sepi tetap saja sepi. “Apa rumahmu selalu seperti ini?” Tanya Kyuhyun, membuat Sam Rin Hyo mengeluarkan tawa pendeknya.

“Ya, seperti ini. Ayah yang hampir tidak pernah pulang kerumah, dan ibu yang sibuk mengurusi karirnya. Ini benar – benar menyebalkan.” Cerita Rin Hyo sambil tertawa kecut. Gadis itu menoleh pada Kyuhyun yang tengah menatapnya dalam. “Bagaimana dengan rumahmu?” Kyuhyun terlihat berpikir sejenak kemudian tersenyum kecil.

“Ibuku menjadi nyonya besar dirumah, kakak perempuanku hidup dengan suaminya dirumah yang berbeda. Dan ayahku tidak terlalu sering diluar rumah.”

“Tch, dan kau membentak ibumu ditelepon tadi. Seharusnya kau bersyukur, tiap pulang kau disambut oleh ibumu. Sedangkan aku? Kurang lebih enam bulan aku tidak pulang. Dan sekalinya pulang… ya, kau bisa menyimpulkan sendiri.” Kyuhyun tersenyum miring seraya mengangkat bahu.

“Aku sudah sering membentak ibuku, karena ia selalu mengomeliku karena banyak hal. Menyebalkan.”

“Apa kau pernah membayangkan jika ibumu selalu tidak ada dirumah, padahal kau sangat membutuhkannya?” Cho Kyuhyun terdiam cukup lama kemudian menggeleng pelan. Sam Rin Hyo tersenyum tipis melihatnya. “Aku penasaran, mengapa kau sangat tidak ingin meneruskan perusahaan?”

“Aku hanya tidak ingin. Ya, mungkin tidak sekarang. Tapi nanti pasti ada waktu untuk itu.”

“Kapan, hm?”

“Kau juga ingin ikut – ikutan memaksaku mengurusi perusahaan?!” Sam Rin Hyo mengangkat alis seraya menggeleng pelan.

“Tidak. Tapi, seharusnya kau tahu ibumu memaksamu karena umurmu yang sudah waktunya untuk belajar tentang perusahaan. Apa kau mau perusahaan yang dibangun susah payah oleh ayahmu hancur karena kau tidak becus mengurusinya nanti? Atau bahkan karna kau tidak mau mengurusinya, perusahaan itu akan hancur ditangan orang lain?” Cho Kyuhyun tertawa hambar.

“Kau mendoakan perusahaan ayahku bangkrut, huh?!” Sam Rin Hyo mengangkat bahu acuh.

“Itu terserah kau, dan tergantung padamu!” celetuk Rin Hyo sebelum meminum coklat hangatnya. Sedangkan Cho Kyuhyun masih diam, ia menatap Sam Rin Hyo tak terbaca kemudian menarik napas dalam – dalam.

“Kurasa, aku benar – benar mencintaimu.”  Sam Rin Hyo hampir mengeluarkan apa yang kini berada dimulutnya jika saja ia tak segera menelannya tadi. Ia menatap Cho Kyuhyun dengan dahi mengernyit, sedangkan pria itu menatap Sam Rin Hyo dengan pandangan penuh ketulusan. Tatapan yang tak pernah ia lihat sebelumnya. “Aku mencintaimu.” Ulang Cho Kyuhyun. Membuat jantung Sam Rin Hyo yang tadinya hanya berdegup normal kini semakin kencang.

“Ck, aku hampir saja tertipu olehmu!” ujar Sam Rin Hyo seraya mengalihkan pandangannya, berusaha menyingkirkan rasa gugupnya. Cho Kyuhyun menarik wajahnya dengan lembut, membuat ia kembali menatap Kyuhyun.

“Aku mencintaimu, Sam Rin Hyo.” Kedua kelopak mata Rin Hyo berkedip cepat menatap Cho Kyuhyun, kepalanya menggeleng pelan.

“Apa kau selalu seperti ini pada setiap wanita? Mengatakan jika kau mencintaiku tanpa perencanaan agar terlihat seperti tulus, huh?” Kyuhyun menutup matanya frustasi kemudian meraup bibir ranum Sam Rin Hyo sekali lagi. Hanya mengecup dengan kecupan yang dalam dan sangat hangat. Pria itu menjauhkan wajahnya seraya menatap bola mata Sam Rin Hyo dalam.

“Aku Cho Kyuhyun, sangat mencintai Sam Rin Hyo. Dan ciuman itu … bukti dariku.”

***

Flashback.

 

            Saat itu hari kelulusan KwangEun High school. Shin Ji Eun berlari – lari kecil mencari keberadaan Lee Kikwang setelah meminta Sam Rin Hyo untuk menunggunya sebentar didepan pintu utama gedung auditorium sekolah. Langkah gadis itu semakin ia percepat saat sampai pada lorong yang memuat beberapa ruangan. Termasuk ruangan musik. Ruangan yang sering dipakai pria itu entah untuk menenangkan diri atau pun sekadar ingin membolos dari kelas.

Perlahan gadis itu membuka sedikit pintu yang terbuat dari kayu itu. kedua matanya melebar, hantinya serasa teremas perih. Lee Kikwang terlihat sedang mencium gadis lain. Meski ia tahu jika sudah lama Kikwang bercerita tentang gadis itu. Namun tetap saja, rasanya masih sangat sakit.

Dengan kedua mata yang memanas, Ji Eun melangkah mundur. Menoleh kesamping dan mendapati Sam Rin Hyo yang tengah menatapnya khawatir. Ia tersenyum, berusaha terlihat baik – baik saja. kemudian berjalan dengan cepat melewati Sam Rin Hyo yang masih bingung dengan situasi ini.

Sam Rin Hyo mendekati pintu yang terbuka sedikit itu, mengintip, dan menggeleng pelan saat mendapati Kikwang tengah bermesraan dengan gadis lain. Ia menghembuskan napas beratnya. Ia berpikir, Shin Ji Eun kesal karena Lee Kikwang lebih mementingkan gadis incarannya daripada sahabat – sahabatnya sendiri. Ia tidak pernah berpikir jika Shin Ji Eun menyimpan perasaan pada Lee Kikwang. Bahkan saat itu pun ia tidak pernah berpikir tentang menyukai seorang sahabat prianya yang bernama Lee Kikwang.

Ji Eun terus berjalan seraya mengusap air matanya. Ia sakit, namun tak bisa menjerit. Ia merasa perasaannya sangat egois. Mencintai sahabatnya sendiri. Sejak saat itu, ia tahu! Perasaan sukanya pada Lee Kikwang bukan main – main. Melainkan rasa cinta seorang wanita terhadap pria.

Dua tahun setelahnya,  Shin Ji Eun sudah menyiapkan sepucuk surat yang dibungkus oleh amplop berwarna merah. Tidak arti khusus tentang warna amplop yang dipakainya. Ia memakai amplop merah, karena suka.

Hari ini, tepat pada hari perayaan persahabatan mereka. Ia berniat untuk mengungkap semuanya pada Lee Kikwang melalui surat ini. Tidak, ia bukannya pengecut karena tidak bisa langsung mengatakannya pada Kikwang. Namun, hanya sedikit aneh jika langsung mengatakan hal itu pada Lee Kikwang, yang sudah ia kenal sejak ia kecil.

Ngomong – ngomong tentang Lee Kikwang dan Sam Rin Hyo, mengapa kedua sahabatnya itu tak kunjung pulang? Padahal tadi Rin Hyo bilang ingin menjemput Kikwang dikantor karena tadi siang mobil pria itu mogok. Tapi, mengapa lama sekali?

“Kami pulang!!” teriakan nyaring yang sangat familiar itu membuat senyuman Ji Eun terulas. Namun tak lama, karena senyuman itu perlahan luntur. Terganti oleh raut wajah terluka saat melihat Kikwang dan Rin Hyo masuk kedalam rumah dengan kedua tangan yang saling bertautan. Ada apa ini? Bisiknya dalam hati.

Eo! Ck, YA! Kenapa lama sekali?! Aku sudah sangat lapar menunggu kedatangan kalian berdua. Dan ada apa dengan tangan kalian, huh?! Seperti orang pacaran saja!” omelan yang terdengar begitu biasa itu terlontar dari bibir Shin Ji Eun. Rin Hyo cepat – cepat melepaskan tautan tangannya.

“Ah—itu…” Rin Hyo menggaruk tengkuk, bingung harus berkata apa.

“Maaf, Ji Eun-ah kami…” ucapan Kikwang yang menggantung itu menjelaskan semuanya. Diam – diam Ji Eun memasukkan amplop itu kedalam saku cardigannya. Mengulas senyuman terbaiknya seraya menatap kedua sahabatnya itu bergantian.

“Berpacaran, kan? Jika kalian bahagia, aku juga ikut bahagia.” Potong Shin Ji Eun seraya tersenyum dan melebarkan kedua tangannya. “Ck, aku akan sendirian sekarang! Aku butuh pelukan!” Rin Hyo dan Kikwang tertawa kecil lalu berhambur kepelukan Shin Ji Eun.

“Kau tidak akan sendirian! Persahabatan kita tak akan pernah berubah.” Tegas Sam Rin Hyo didalam pelukan Ji Eun.

“Rin Hyo benar! Kau akan selalu jadi sahabat terbaikku. Ji Eun-ah!” celetukkan Kikwang serasa menampar batinnya.

Sahabat ya? Ya! Sahabat! Aku adalah sahabat terbaiknya.

 

Flashback END.

 

Shin Ji Eun meneguk air mineralnya dua kali tegukan. Baru saja ia mengungkapkan semuanya pada Lee Kikwang. Tanpa terkecuali. Dan tenggorokkannya terasa kering karena itu.

“Maaf.” Meski begitu singkat, tapi nada bicara Lee Kikwang terdengar sangat memilukan. “Maaf, aku baru menyadarinya sekarang.” Lanjut pria itu seraya menatap Ji Eun dengan penuh sesal.

Shin Ji Eun tersenyum menenangkan, memeluk tubuh atletis pria itu seraya mengelus punggungnya berirama. “Tidak apa – apa, aku juga terlalu pengecut. Tak pernah memberimu sinyal apapun.”

Lee Kikwang tersenyum kecil, kedua matanya tertutup merasakan rasa hangat yang sudah sangat lama tidak ia rasakan. Karena, selama satu tahun menjalin hubungan dengan Sam Rin Hyo. Yang dirasakannya hanya perasaan bingung dan entahlah, yang jelas ia tidak pernah merasakan rasa hangat yang seperti ini.

Sam Rin Hyo!

 

Kedua mata Kikwang terbuka seketika saat mengingat nama itu. “Lalu, bagaimana dengan Sam Rin Hyo?” pertanyaan itu terlontar begitu saja dari bibir Lee Kikwang. Gerakan Ji Eun berhenti, cepat – cepat melepaskan pelukannya.

Kepala Ji Eun tertunduk. Ia merasa telah mengkhianati sahabat baiknya sendiri. “Bagaimana ini?” gumam Ji Eun seraya menatap Kikwang penuh rasa bersalah. Lee Kikwang pun ikut menatap Ji Eun khawatir. Ia mengusap pipi Ji Eun dengan punggung tangannya seraya tersenyum hangat.

“Kita akan mencari waktu yang tepat untuk menceritakan ini pada Sam Rin Hyo.” Pria itu menggenggam erat tangan Ji Eun. “Dan jangan lepaskan tanganku, hingga saat itu tiba.” Lanjutnya, menatap Ji Eun dengan penuh ketegasan.

TBC-

just dont be silent readers 🙂

Advertisements

40 thoughts on “Fake Love 4

  1. wah kyu ga ilang sifat playboynya, kyu beneran cinta ga sama rinhyo? lg pdkt sm rinhyo malah dia nya ketahuan lg jalan sm wanita satu malam ckck kapan insyafnya kau kyu

  2. Nah kan.. makin complicated. Kikwang jd nyerong sm ji eun. Arghh entah mengapa disini sy ga suka sm sikap kikwang. Sikapny ga gentleman! Hrsnya dia slesain dlu mslah&hubunganny sm sam rinhyo bru nyatain cinta ke ji eun. Ji eun jg sama. Hrsnya buat kikwang slesain urusanny dlu bru buka2an. Kan klo bgini jd nikam shabat dr belakang,nyerong,nikung, etc lah. Pdhal rin hyo kan ngelakuin hal2 itu krn emg permintaaan sahabatny sndiri. Ckcckkck… okelah saeng kmu bs ngebuat sy esmosi liat tokoh2 menggemaskan ini #apasihya? Ditunggu kelanjutanny y ;). Oh iya saeng. Kmrn sy ad DM pgn mnt PW buat reincarnation tp blm dbls2 😦 #hayatisedih. Semangat trs ya saeng;)

  3. aduhhh… jieun sama kikwang terlalu egois bgt .
    apalagi jieun pacar sahabat sendiri di ambil.udah gtu rin hyo jga harus ngebales dendamnya dy ke kyuhyun.
    sebel bgt sama jieun,kasian rin hyo nanti tersakiti huhuhu…:(

  4. Fix aku ga suka sama kikwang di cerita ini, dia kaya terlalu menyepelekan perasaan orang lain apalagi itu pacarnya sendiri *yang akan jadi mantan* biarpun sama-sama ga cinta, tapi kan harus menghargai juga -.-

  5. omggggggg parah kyuhyun rinhyo sweet abissssss!!! aaaah seneng bgt seeeeeeneeeenggg bgtt!! kyuhyun secepet itu luluh sama rinhyo padahal rinhyi ga ngapa2in hahaha tp yampun kikwan jieun udah mulai aja haha semoga nantinya semua jujur2an baik2 aja, rinhyo ga balik sakit karena kyuhyun atau sebeliknya aaaahhh seneng bgt ditunggu selaluuu lanjutannyaaaa

  6. Hubungan yg rumit…. Hubungan mereka ga sama kayak iisi hati mereka yg sebenernya.
    Jdi makin penasaran kelanjutan cerita nya gimana …

  7. skrang baru kikwang sdar prasaanya ke ji eun, kyu jga udah yakin cinta bnget sama rin hyo. kikwang hrus ksih tau cpat sma rin hyo jngan smpai nanti slah sangka. dan rin hyo ngak mngkin jga jujur ke kikwang ttg praaannya kyu ke dia maupun prsaan dia ke kyu. makin seru ni crita…. 🙂

  8. Ji Eun sruh Rin hyo bls dndam ke kyu, tp Ji eun nyakitin Rin hyo. Ckckckck
    Kasian rin hyo. Semoga Kyu bneran cinta sm Rin hyo, biar gg sakit2 bgt .
    Dtnggu sgera next chap’a ^.^

  9. bnarkan kalo kikwang itu cintanya sama ji eun…
    uuhhh tapi ternyata ji eun memendam rasa yg sama wwoooowwww…….

    tapi kogh aku jadi kasian sama rin hyo yya….
    tapi dia juga suka sama si cho…

    aaaaa molla… 😄😄

  10. sumpah ndak nyangka, ternyata ji eun diam2 menyukai kikwang..
    Udahlah, pas cocok, si jieun ama kikwang..
    Si rin hyo ama kyuhyun..

  11. kyuhyun dapt batunya, saat serius ngomng cinta eh dkira rayuan gombal..karma playboy hhh
    kikwang n ji eun ngomng aja trusterang sma Sam, pling jga Sam gk akn patah hati

  12. tuh kan…. kikwang dan ji eun sebenernya saling mencintai, cuma keduanya aja yang terlalu penakut tidak berani mengungkapkan. lebih baik kikwang dan ji eun memberi tahu tentang perasaan keduanya pada rin hyo secepatnya agar tidak ada kesalah pahaman dan dapat melukai salah satunya.

  13. Ohhh ternyata ji eun udah suka dr lama sama kikwang toh, tp emg kikwangnya yg salah sih nentuin perasaannya, tp untungnya rin hyo jg ga cinta kyanya sm kikwang jd kyanya klo mrk cerita rin hyo bakal baik2 aja..

    Tinggal kisahnya kyuhyun nih gmn masa lalunya, trs sama hubungan dia dan kyuhyun setelah kyuhyun nyatain cintanya hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s