Fake Love 5

FAKE LOVE V

wpid-akeluv

Author : Tsalza Shabrina

Terkadang kita tak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah jika dihadapkan oleh cinta.

***

Sam Rin Hyo memasuki apartemennya dengan langkah pelan. Ia baru saja kembali dari Ilsan dan diantar oleh Cho Kyuhyun dengan alasan ia tidak ingin membiarkan Rin Hyo pulang sendirian dilarut malam seperti ini. Meski ia sedikit tidak nyaman dengan pria itu karena pengakuannya waktu di Ilsan tadi, namun ia harus bersyukur jika Kyuhyun tidak menjemputnya pasti ia akan pulang sendiri saat tengah malam seperti ini.

“Aku pulang!” ujarnya lelah. Lee Kikwang yang tengah duduk disofa ruang tengahnya menyambutnya dengan seulas senyuman asing. Rin Hyo mengangkat alisnya, merasa aneh menemukan Kikwang berada di apartemennya pada tengah malam seperti ini. “Eo! Kau? Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Rin Hyo basa – basi seraya duduk disamping Kikwang.

“Apa kau harus membolos sampai selarut ini, hm?” Tanya Kikwang dengan nada lembut, seperti biasa. Sam Rin Hyo tersentak mendengar pertanyaan itu, bola matanya bergerak – gerak tak tentu arah. Tanda bahwa ia sedang gugup.

“Aku ke Ilsan. Jadi, pulang sampai tengah malam.”

“Siapa yang bersamamu tadi? Tidak biasanya kau membawa temanmu selain kami jika ke Ilsan.” Rin Hyo menatap Kikwang sejenak kemudian menghela napas panjang.

“Aku sendirian kesana. Dan tak sengaja bertemu Cho Kyuhyun, jadi… aku… maksudku, Cho Kyuhyun yang memaksaku untuk terus bersamanya. Kau jangan salah paham.” Kikwang menatap Sam Rin Hyo dengan kecewa.

“Jadi kau membohongiku? Apa perkataanmu barusan juga bohong? Bilang saja jika kau kesana bersama Cho Kyuhyun. Tidak usah mengarang cerita seperti itu, aku tidak apa – apa.” Sam Rin Hyo menatap Kikwang kesal seraya menggeleng keras.

“Aku tidak mengarang cerita. Aish, sudahlah! Aku lelah! Lebih baik kau pulang saja!” ketus Sam Rin Hyo kemudian beranjak dari sana, menuju kamarnya dan menutup pintu itu lumayan keras. Lee Kikwang menghela napas beratnya, tadinya ia berniat untuk membeberkan semuanya pada Sam Rin Hyo sekarang. Namun, melihat Rin Hyo yang sepertinya kelelahan ditambah lagi dengan keadaan yang seperti ini. Ia tidak mungkin membeberkan semuanya sekarang.

***

Shin Ji Eun berjalan mondar – mandir diruang tengah seraya menggigiti jemarinya dengan gusar. Hari ini kuliah libur, dan Sam Rin Hyo tak kunjung keluar dari kamarnya.

Apa Lee Kikwang sudah mengatakannya? Bagaimana ini? Apa ia merasa sangat tersakiti?

            Pertanyaan – pertanyaan itu berputar dibenaknya. hingga suara pintu yang terbuka sedikit mengejutkannya. Ia menatap Sam Rin Hyo yang keluar dengan kedua mata sayu, wajah kusut, dan rambut singa tengah menguap lebar diambang pintu. Ji Eun masih menatap Rin Hyo dengan bibir yang tertutup rapat.

Eo! Aku bangun kesiangan, ya?” gumam Sam Rin Hyo seraya berjalan pelan menuju dapur untuk mengambil segelas air mineral, meneguknya hingga habis kemudian bersendawa. Ji Eun masih menatap Rin Hyo tak percaya, sedangkan gadis yang masih terlihat mengantuk itu menatap Shin Ji Eun yang sudah berdandan rapi  dengan pandangan menelisik. “Kau mau kemana?”

“Hari ini hari minggu, kau tidak ikut ke keluar bersamaku dan Kikwang?” Tanya Shin Ji Eun dengan nada bicara yang tak seperti biasanya. Sam Rin Hyo mengernyit, lalu menggelengkan kepala.

“Aku sangat lelah, kalian berdua saja! selamat bersenang – senang.” Seru Sam Rin Hyo seraya tersenyum tulus. Ia melambaikan sebelah tangan pada Ji Eun lalu kembali memasuki kamar. Sedangkan Ji Eun masih menatap Rin Hyo dengan terperangah. Ia memejamkan kedua mata frustasi.

“Aku bisa gila jika seperti ini!”

***

From : Sam Rin Hyo

Aku juga mencintaimu. Meski aku sering bersikap kasar padamu, tapi sebenarnya aku mencintaimu. Aku tidak bisa menyampaikan perasaanku langsung padamu, maaf.

Ps: apa kau sibuk hari ini?

Cho Kyuhyun menatap layar ponselnya dengan pandangan tak percaya. Hatinya berdebar – debar saking bahagianya. Perlahan senyumannya merekah kedua matanya terpejam merasakan perasaan bahagia yang seperti ini. Hah, rasanya sudah lama ia tidak merasakan hal ini.

“O-Ho!! Ada apa dengan Cho Kyuhyun hari ini?!” Kyuhyun membuka matanya, memasang raut wajahnya seraya menoleh kearah ambang pintu. Disana sudah ada Lee Hyuk Jae dan Lee Donghae yang tengah melambai kearahnya.

“Hai, tuan Cho! Merindukan kami, huh?!” celetuk Lee Hyuk Jae lagi yang hanya dibalas kekehan oleh Kyuhyun. Pria itu melompat dari ranjangnya kemudian berhambur kepelukan sahabat – sahabatnya itu.

“Aku berhasil!! Aku berhasil!!” Hyuk Jae dan Donghae saling bertatapan tak mengerti bersamaan dengan Kyuhyun yang melepas pelukannya. Mereka menatap Kyuhyun yang tengah tersenyum lebar dengan kedua alis terangkat.

“Berhasil?” Tanya Donghae bingung. Kyuhyun mengangguk semangat.

“Mulai saat ini, Aku akan setia padanya, memikirkan masa depanku lebih serius lagi, dan mengurusi perusahaan seperti keinginannya.” Lee Hyuk Jae menatap Kyuhyun dengan serius. Ini aneh, pikirnya. Sedangkan Lee Donghae masih terdiam.

“Kau… aku tidak pernah melihatmu sebahagia ini. Ada apa, huh?!” Tanya Hyuk Jae dengan senyuman asingnya.

“Aku… mencintai Sam Rin Hyo. Dan ia juga mencintaiku.”

***

“Aku merasa, ini salah. Kikwang – ah!”

Ujar Shin Ji Eun dengan suara lirih yang hampir tak terdengar. Mereka kini berada di tepi sungai han yang menenangkan hati. Namun tak mampu menenangkan hati Shin Ji Eun yang sangat gelisah.

Lee Kikwang menghela napas panjangnya. Tidak. Ia tidak akan melepaskan Shin Ji Eun, hatinya sudah menetapkannya. Hati yang selama satu tahun ini bimbang sudah menemukan jawabannya, dan dia adalah Shin Ji Eun. Bukan Sam Rin Hyo, atau pun gadis lain.

“Aku tahu ini memang salah. Tapi lebih salah lagi jika aku memberi Rin Hyo cinta yang palsu, Ji Eun – ah!” Shin Ji Eun menghembuskan napas beratnya, menatap Kikwang dengan kedua mata yang berkaca – kaca. Ia sudah membayangkan hal terburuk akan terjadi pada ikatan persahabatan yang sudah mereka bangun selama lebih dari sepuluh tahun ini.

“Lalu kita harus bagaimana? Membiarkan ini menggenang seperti kubangan air hujan, atau membiarkannya mengalir seperti air hujan?! Semuanya sama saja! Sam Rin Hyo pasti akan sakit, Kikwang – ah.” Kini Lee Kikwang yang terdiam. Ia sangat mencintai Shin Ji Eun, namun ia juga menyayangi Sam Rin Hyo. Ia tidak ingin gadis yang selalu membuatnya nyaman itu sakit karenanya.

Shin Ji Eun menatapi aliran sungai han yang lambat namun pasti dengan nanar. Berkali – kali menghembuskan napas yang sarat akan kegusaran. Ia bahagia saat tahu jika ternyata Lee Kikwang juga mencintainya. Namun ia tidak bisa menghilangkan pemikiran buruk tentang Sam Rin Hyo dibenaknya.

Tiba – tiba kedua tangannya menghangat. Ji Eun menatap kedua tangan yang sedang bergulat gusar diatas pahanya tengah digenggam hangat oleh Kikwang. Ia menoleh pada Kikwang yang tengah mengulas senyuman terbaiknya.

“Semuanya akan baik – baik saja. aku merasa ini benar! Kau jangan khawatir!” Ji Eun merekatkan giginya, menahan air matanya yang hampir terjatuh. Beban – beban itu pun akhirnya perlahan menghilang saat kedua lengan Kyuhyun memeluknya dengan erat namun hangat. “Semuanya akan baik – baik saja!” gumam pria itu lagi. Ji Eun semakin menyeruakkan kepalanya kedalam pelukan Kikwang seraya mengangguk kuat. “Aku mencintaimu.”

“Aku juga mencintaimu, Kikwang – ah!”

***

Sam Rin Hyo menata omelet buatan sendiri dan juga sepiring bulgogi yang ia beli direstoran depan apartemennya tadi diatas meja makan. Ia menghela napas pendek, meski ia hanya memasak sepiring omelet ringan dengan teknik dasar. Namun hal ini pertama baginya, diapartemen Shin Ji Eun yang biasa memasak. Bukan dirinya.

Rin Hyo memutar pandangannya pada apartemen Cho Kyuhyun yang minimalis namun sangat bagus, menurutnya. Apartemen dengan dua kamar yang bersebelahan, dapur berkonsep open kitchen dan juga ruang tengah sekaligus ruang tamu yang dihiasi dua sofa membentuk huruf ‘ L’ . apartemen ini baru ia beli satu minggu yang lalu, entah karena alasan apa.

CKLEK

Kepala gadis itu yang tadinya menelisik apartemen prianya itu langsung menoleh cepat kearah pintu kamar Kyuhyun. Pria yang sekarang menjadi kekasih-nya itu sepertinya baru saja mandi dan sudah memakai kemeja lengkap dengan jas.

“Kau mau kemana?” pertanyaan ringan Sam Rin Hyo berhasil mengagetkan Cho Kyuhyun yang tadinya tengah mengancing pergelangan tangannya. Pria itu menatap Sam Rin Hyo yang berdiri disamping meja terperangah.

“Kau… bagaimana bisa kau disini?” Rin Hyo bersendekap, memasang wajah kesal seraya menghela napas kasar.

“Kau tidak suka aku disini? Siapa kemarin yang mengirimiku alamat dan password apartemen hanya untuk menyuruhku datang, huh?!” Cho Kyuhyun terpaku sejenak kemudian mengulas senyuman lebarnya, berjalan menghampiri Sam Rin Hyo kemudian memeluk tubuh ramping gadis itu. menenggelamkan kepalanya pada lekukan leher gadis yang sangat ia cintai itu.

Mianhe. Aku hanya terkejut. Kupikir, kau tidak akan kesini jika tidak kujemput.” Sam Rin Hyo terkekeh, membalas pelukan Kyuhyun.

“Kau pikir aku anak kecil! Aku ingin memberimu kejutan, ya… meski tidak berhasil!” Kyuhyun melepas pelukannya, menatap sepiring omelet dan bulgogi yang tersaji diatas meja dengan berbinar. Sam Rin Hyo tersenyum sebelum berkata, “omelet itu aku yang membuatnya, sedangkan bulgogi-nya jangan harap aku akan membuatkanmu masakan itu! aku membelinya didepan apartemen.” Kyuhyun tersenyum senang kearah Rin Hyo lalu mengecup kening gadis itu cepat, membuat Sam Rin Hyo terpaku sejenak.

“Woah, aku jadi sangat lapar.” Komentar Kyuhyun seraya duduk diatas kursi makan. Rin Hyo perlahan mengulas senyuman kakunya lalu ikut menemani Kyuhyun yang tengah memakan makanannya dengan lahap.

***

“Kita mau kemana?”

Cho Kyuhyun hanya tersenyum penuh arti dengan kedua mata yang terfokus pada jalan yang ramai namun lancar. Sam Rin Hyo menatap Kyuhyun kesal, pria ini keras kepala. Semua keinginannya harus dituruti. Sebenarnya sama dengan dirinya, namun entah mengapa sekeras apapun kepala Sam Rin Hyo. Gadis itu masih tidak bisa berkutik dihadapan Cho Kyuhyun.

“Mengapa kau memakai jas, huh?! Kita ini mau kemana?!” Kyuhyun mencubit pipi Sam Rin Hyo gemas seraya terkekeh pelan. Gadis ini terlalu ingin tahu, batinnya. “Ck, aku akan mendiamimu sepanjang hari jika kau tidak mengatakannya sekarang!”

“Baiklah, tapi jangan pernah mendiamiku!” Sam Rin Hyo tersenyum menang seraya mengangguk kuat. “Kita akan ke kantor, dan setelah itu terserah kau ingin kemana. Pokoknya seharian ini kau harus bersamaku!” titah Kyuhyun tegas.

Rin Hyo mengangkat alisnya bingung. “Kantor?” ulangnya. Kyuhyun tersenyum kecil seraya mengangguk bangga.

“Mm, aku sudah mulai bekerja 2 hari yang lalu. Itu juga alasan mengapa aku membeli apartemen baru.” Sam Rin Hyo menatap Kyuhyun tak percaya. Bahkan bibirnya sudah terbuka sedikit, Cho Kyuhyun menatap Rin Hyo sekilas lalu tersenyum miring. “Wae? Terkejut, hm?”

Sam Rin Hyo tersenyum kecil seraya mengangguk. “Sangat. Kau mengambil keputusan terbaik, Cho Kyuhyun!”

“Kurasa begitu, ibuku seperti mendapat berlian termahal saat aku mengatakannya.”

“Tentu saja, aku juga sangat senang mendengarnya. Ibumu pasti sangat bangga padamu.”

“Itu juga berarti kadar cintamu padaku bertambah?” Rin Hyo menatap Kyuhyun sebentar kemudian tertawa hambar.

“Tentu saja! kau tidak akan bisa membayangkannya!”

Setelah itu hening. Kyuhyun masih mempertahankan senyumannya, sedangkan Rin Hyo kasih bergelut dengan pikirannya sendiri. Hatinya merasa ini benar, meski otaknya selalu menyalahkannya. Ia seperti seorang tersangka yang dipenjara bertahun – tahun hanya karena mencuri sepotong roti untuk makan. Ia merasa benar tapi sebenarnya ia salah.

“Cho Kyuhyun!”

“Mm?”

“Apa kau mencintaiku?” Kyuhyun mengangguk seraya tersenyum tulus.

“Tentu saja.”

“Benar – benar mencintaiku?” Cho Kyuhyun melirik Sam Rin Hyo sejenak dengan dahi mengerut.

“Aku sangat mencintaimu, Sam Rin Hyo! Apa aku perlu berhenti dan mengatakan pada semua orang jika aku sangat mencintai gadis kasar yang bernama Sam Rin Hyo, huh?!”

Anio. Aku hanya ingin memastikan.” Ujar Rin Hyo dengan nada yang penuh keraguan. Cho Kyuhyun hanya diam, walau sebenarnya ia bingung dengan sikap Sam Rin Hyo. “Jika saja nanti aku menyakitimu, apa kau akan membenciku?”

Cho Kyuhyun menghela napas jengah, menepikan mobil dan berhenti. Ia menatap Sam Rin Hyo penuh Tanya. “sebenarnya apa yang ingin kau katakan, hm?”

Rin Hyo berkedip cepat kearah Kyuhyun. “Aku hanya bertanya, apa kau akan membenciku jika aku menyakitimu?”

“Mengapa tiba – tiba bertanya seperti itu?”

“Aish, anggap saja tadi aku melantur! Lebih baik kita jalan saja sebelum kau terlambat!”

“Kita tidak akan ke kantor jika kau tidak menjawab pertanyaanku.”

“Kau juga tidak menjawab pertanyaanku!”

“Sam Rin Hyo!!” Rin Hyo terdiam mendengar bentakkan itu. “Aku hanya tidak ingin kau mengemban bebanmu sendiri. Aku ingin membantumu.” Nada itu semakin merendah saat menatap wajah terkejut Sam Rin Hyo. “Jadi, ada apa denganmu?”

“Mungkin … nanti kau akan sakit karenaku jika kau terlalu mencintaiku. Dan aku tidak ingin kau sakit!”

***

Shin Ji Eun menyandarkan kepalanya pada bahu Lee Kikwang seraya memejamkan kedua mata. Sedangkan pria itu mengulas eye smile-nya, menarik napas dalam – dalam kemudian menghembuskannya panjang. Ingin mengeluarkan beban yang ada dihatinya.

Untuk hari ini, aku ingin selalu seperti ini. Dan akan terus seperti ini hingga 10 tahun yang akan datang.

            “Ini menyenangkan.” Gumam Ji Eun tanpa berniat membuka kelopak matanya. Hembusan angin sungai han yang lambat laun semakin menusuk tulang itu tak membuatnya dingin. Karena, dengan menggenggam tangan Kikwang dan juga merasakan ketulusan cinta pria itu sudah cukup untuk menghangatkan tubuhnya.

“Mm, kesenangan yang tak bisa dihentikkan oleh siapapun. Aku ingin terus seperti ini hingga kita beruban nanti.” Ji Eun terkekeh.

“Aku tidak tahu kau pintar merangkai kata seperti ini. Kudengar dari cerita Rin Hyo dulu, hubungan kalian tidak romantis namun berjalan dengan lancar.” Kikwang tersenyum miring.

“Entahlah, kadar keromantisanku semakin bertambah setelah menyadarinya.”

“Tch, terkadang aku berpikir. Apa Lee Kikwang benar – benar mencintaiku? Apa ini tidak terlalu cepat? Apa alasan pria itu mencintaiku? Tapi, sampai sekarang pertanyaan – pertanyaan itu tetap menjadi pertanyaan kosong yang tak terjawab.”

“Kalau begitu aku akan menjawabnya.” Ji Eun mengangkat kepalanya, menoleh kearah Kikwang dengan tatapan penasaran. “Lee Kikwang benar – benar mencintai Shin Ji Eun, dan ia tidak berpikir jika ini semua terlalu cepat. Karena sudah lebih dari satu tahun ia memikirkan ini. Setelah Sam Rin Hyo disibukkan oleh Cho Kyuhyun, perlahan jarak antara Kikwang dan Rin Hyo menjauh. Pria itu pikir, ia akan merasa cemburu dan merasa kehilangan. Tapi tidak! Ia tidak merasakan semua itu dan malah berpikir jika ini benar.”

“Benar? Maksudmu—“

“Dengarkan aku dulu! Rasa cemburu dan kehilangan yang dirasakan Lee Kikwang malah lebih besar saat ia mendengar Shin Ji Eun sudah berpacaran dengan Cho Kyuhyun. Rasa kesal Lee Kikwang juga sangat besar saat Kyuhyun menyakiti Shin Ji Eun. Ia bingung dengan perasaannya sendiri, dan akhirnya Tuhan memberinya waktu untuk berpikir. Dengan cara memisahkannya dengan Sam Ri Hyo.”

“Setelah itu, akhirnya kau menyadari jika sebenarnya Shin Ji Eun yang biasa kau sebut gadis kecil itu sebenarnya adalah wanita yang kau cintai, begitu?” Lee Kikwang mengangguk sekenanya.

“Nyatanya seperti itu. dan untuk alasan mengapa aku mencintaimu… karena kau adalah satu – satunya gadis yang bisa membuatku merasakan kesal, sakit, dan bahagia dalam waktu yang bersamaan.” Shin Ji Eun mengedip cepat. “Aku sudah bercerita semuanya, sekarang bagaimana denganmu?”

“Aku?”

“Alasan kau mencintaiku?” Shin Ji Eun terhenyak. Bola matanya bergerak tak tentu arah, seperti tengah berpikir. Menimang jawaban apa yang akan ia lontarkan.

“Tidak ada. Aku tidak punya alasan apapun untuk perasaanku.”

“Tidak mungkin, pasti ada suatu alasan dibaliknya.” Ji Eun kembali berpikir lalu menatap Kikwang dengan seulas senyuman lebar.

“Karena… kau adalah Lee Kikwang. Maka itu, aku mencintaimu.” Kikwang menampilkan eye smile-nya seraya mengacak rambut Ji Eun gemas.

“Aku juga sangat sangat mencintaimu, Shin Ji Eun!!”

***

Sam Rin Hyo.

Ini gila. Sangat gila.

Aku menatap genggaman tangan Cho Kyuhyun yang semakin mengerat disaat kami memasuki lift yang membawa kami kepuncak namsan tower. Beralih kearah wajah pria itu yang tengah menatapku dengan senyuman tipis mempesonanya. Aku membalasnya dengan tulus lalu menatapi lift yang dilengkapi fasilitas menarik ini. Jadi selama kita mencapai pucak tower, seolah kita sedang menaiki roket yang akan membawa kita ke luar angkasa.

Aku melepas genggaman tangan Cho Kyuhyun, dan mengalungkan tanganku pada lengannya. Pria itu melempar senyuman padaku lalu mengecup dahiku lama. Ya Tuhan… aku semakin gila jika seperti ini. Sepertinya, aku… mulai mencintainya.

Kami sampai dipuncak dan segera menatapi pemandangan kota dari atas sini. Sangat indah.

“Kau punya uang koin?” tanyaku pada Kyuhyun yang menatapku dengan mengernyit, namun tetap mengeluarkan uang koinnya. Aku tersenyum senang lalu menyahut koin itu. “Untukku, ya?” pintaku tanpa mendengar jawabannya aku berjalan menuju teropong yang harus dimasuki uang koin dulu jika hendak memakainya. “Woah, ini keren sekali! Cho Kyuhyun! kau harus mencobanya!!” Aku melambaikan tanganku kearahnya tanpa mengalihkan pandangan dari teropong itu.

“Ck, kau kampungan sekali!” komentar Kyuhyun yang hanya kubalas dengan desisan malas. Aku menatapnya dengan bersendekap.

“Aku sudah lama tidak kesini, dan jangan berkomentar dulu jika belum mencobanya.” Cho Kyuhyun menuruti perkataanku meski dengan gerakan yang kentara jika ia sangat malas. Namun tak lama, karena setelahnya ia berkali – kali melontarkan pujian dan kata – kata yang lebih kampungan dariku.

“Oh! Aku bisa melihat universitasku dari sini. Huahaha, ini menyenangkan!!” Aku tertawa geli melihatnya. Dasar pria aneh, tapi tampan. Aku sudah gila!

Aku menarik tubuhnya, “Kau terlalu lama memakainya! Minggir!”

“YA! Kau tadi memakai uang koin siapa, huh?! Enak saja menyuruhku minggir!” Aku melotot mendengar ucapannya.

“Tapi kau sudah memberi uangnya padaku, kan? Aish, aku belum puas memakainya!”

“Aku juga belum, bukannya kau yang tadi lebih lama dariku.” Aku tak perduli dengan celotehannya dan segera menepatkan kedua mataku kearah teropong itu. namun yang kudapati hanyalah kegelapan. Aish, pasti waktunya sudah habis.

“Ck, lihat! Karnamu waktunya sudah habis!! Aish, kau membuang – buang waktu saja!”

“Benarkah? Dan apa? Karnaku? Sam Rin Hyo dengar ya! Aku—“

“Permisi! Apa kalian sudah selesai? Putraku ingin memakai teropongnya.” Aku menatap seorang wanita paruh baya yang tengah menggandeng anaknya seraya menatapku dan Kyuhyun dengan tatapan anehnya. Astaga, ini memalukan.

“Oh? Iya, silahkan.” Ujarku lalu segera berjalan menuju lift. Cho Kyuhyun menarik tanganku lalu menggenggam telapak tanganku. “Ck, itu tadi memalukan.”

“Hmph.” Aku menatap Kyuhyun yang tengah menahan tawa dengan bingung.

Wae?

“Baru pertama kali aku bertengkar dengan seorang wanita hanya karena sebuah teropong.”

“Hmph, hahaha. Aku juga. Bukankah tadi kita sangat konyol? Aish, memalukan.” Kami tertawa bersama didalam lift. Tuhan… aku sangat bahagia dengan pria ini. Namun ini salah. Aku salah.

Author.

 

Tak terasa matahari sudah hampir tenggelam. Kyuhyun dan Rin Hyo memutuskan untuk keluar dari namsan setelah mereka sudah menulis nama masing – masing di gembok dan melakukan selfie. Ah, mereka juga tidak lupa untuk berwisata kuliner.

Dan kini, mereka tengah berdiri didalam kereta gantung. Menatapi pemandangan senja dengan bergandengan tangan.

Sam Rin Hyo menghela napasnya dalam – dalam, mengalungkan tangannya pada lengan Kyuhyun lalu menyandarkan kepalanya pada bahu pria itu. Cho Kyuhyun tersenyum kecil.

Saranghae.” Gumam Sam Rin Hyo penuh ketulusan. Kyuhyun mengecup puncak kepala Sam Rin Hyo lalu menjawab. “Aku juga mencintaimu.”

“Waktu dikolam renang saat itu, kau berkata jika sakit hati itu seperti duniamu telah runtuh. Kau tidak ingin bercerita? Kapan duniamu itu pernah runtuh?” rahang Cho Kyuhyun mengeras. Pria itu memejamkan kedua matanya saat mengingat kejadian dimana hatinya tersakiti. Dimana bayang – bayang wanita yang terus menerus menghantuinya itu datang lagi kedalam benaknya.

Kyuhyun membuka kedua matanya, mengelus puncak kepala Sam Rin Hyo kemudian mulai bercerita. “Ia adalah cinta pertamaku. Dulu, aku masih seorang pria polos yang hanya tahu satu wanita saja, yaitu dia. Hanya ada dia dimataku, dan semuanya sudah kuberikan padanya. Apa yang ia inginkan selalu kupenuhi. Kami menjalin hubungan selama satu tahun, dan pada akhirnya. Ia memutuskanku dengan alasan ia dijodohkan dengan pria lain. Ah, aku belum cerita, dia lebih tua 3 tahun dariku. Saat itu, aku sangat sedih namun tak bisa membencinya. Beberapa hari setelahnya aku tahu ternyata selama ini ia dan kekasihnya sudah berencana untuk memanfaatkan kekayaanku karena mereka tidak punya biaya untuk menikah. Sejak saat itu, aku sangat kesal padanya dan sejak saat itu pula, aku mulai mempermainkan wanita hingga aku bertemu denganmu.”

Sam Rin Hyo mengangkat kepalanya dari bahu Cho Kyuhyun, menatap pria itu dengan tatapan ibanya. “Kau…” gadis itu kehilangan kata – kata saat menatap kedua mata Kyuhyun yang tengah tersenyum tipis padanya, meski ia tahu masih ada cahaya redup dikedua mata itu.

“Hah, aku belum pernah menceritakan hal ini selain pada Hyuk Jae dan Donghae. Kau beruntung dapat mendengar cerita ini.”

“Itu artinya, kau benar – benar mencintaiku?” Tanya Rin Hyo mengacuhkan ucapan Kyuhyun. Meski Rin Hyo sudah berkali – kali mendengar pernytaan cinta dari Cho Kyuhyun, namun ia masih takut salah. Ia takut tertipu oleh ucapan Kyuhyun.

Cho Kyuhyun menangkup pipi Rin Hyo seraya mengelusnya lembut dengan ibu jari. “Tentu, apa aku terlihat seperti penipu?” Rin Hyo tertawa kecut.

“Aku harus waspada. Sudah banyak wanita yang tertipu olehmu.” Tatapan jahil Kyuhyun tadi berganti dengan tatapan serius yang mengintimidasi, namun hangat.

“Aku serius.” Sam Rin Hyo menegang, ia menatap kedua mata Kyuhyun dan tenggelam didalam sana. Sebelum ia terlalu dalam tenggelam, segera ia mengalihkan pandangan.

“Aku ingin melihat kembang api di sungai han.” Kyuhyun menarik wajah Rin Hyo agar menatapnya. Tersenyum miring lalu melumat bibir gadis itu dalam.

“Entah sudah berapa kali aku mengatakan ini, tapi masa bodoh aku akan mengatakannya lagi. Aku sangat mencintaimu, Sam Rin Hyo.”

Rin Hyo terdiam sejenak. Lalu tersenyum manis pada Cho Kyuhyun, “Aku juga sangat mencintaimu, Cho Kyuhyun!”

***

“Kau tidak ingin pulang?”

Tanya Shin Ji Eun yang entah mengapa tiba – tiba bersikap gelisah dan ingin pulang. Lee Kikwang menatap Ji Eun tak terima.

“Setelah ini ada pertunjukkan kembang api, aku tidak ingin melewatkannya. Lagipula, ini kencan pertama kita Ji Eun-ah.” Ujar Lee Kikwang seraya menatap kedepan lagi. Seperti menanti – nanti kapan pertunjukkan kembang api itu digelar.

Shin Ji Eun memejamkan kedua matanya frustasi. “Tapi Kikwang-ah, aku rasa—“ Kikwang menatap Ji Eun dengan tatapan memelas, membuat ucapan gadis itu terhenti seketika.

“Sudahlah, kau pasti akan suka dengan pertunjukannya.” Kikwang mengelus kepala Ji Eun seraya tersenyum menenangkan. “Diam, dan nikmati. Jika kau tidak suka, baru kita pulang.”

Shin Ji Eun menggigit bibirnya gusar, ia menghela napas beratnya lalu kembali hendak melontarkan protes namun terpotong lagi oleh suara letupan kembang api.

“Lihat! Sudah mulai!” seru Kikwang seraya menggenggam tangan Ji Eun. Shin Ji Eun menatap kembang api itu dan Kikwang benar, mereka sangat indah. Gadis itu tersenyum kecil, lalu kembali menatap Lee Kikwang yang tengah menikmati pertunjukkan itu dengan kedua mata berbinar. Senyumannya semakin lebar. Rasa gundahnya pun hilang dengan sendirinya.

***

“Ayo cepat, Cho Kyuhyun! ck, kau ini lelet sekali!!!”

Gerutuan – gerutuan kecil yang keluar dari bibir Sam Rin Hyo itu hanya bisa mendapat balasan desisan kesal dari Cho Kyuhyun. Pria itu sedikit berlari kecil saat tangan kanannya ditarik oleh Sam Rin Hyo. “Aish, kita sudah terlambat.” Komentar gadis itu lagi dan segera duduk bersila diatas rumput, pun Cho Kyuhyun.

Sesekali Rin Hyo menepuk tangannya, menggoyang – goyangkan lengan Cho Kyuhyun dan tersenyum bersama pria itu. Cho Kyuhyun menghela napasnya dalam – dalam. Tiba – tiba hatinya sesak, bukan karena ia tidak suka dengan ini. Tapi ia sangat bahagia, kesesakannya itu karena ia takut kebahagiaan ini akan terenggut darinya.

Namun tiba – tiba ekspresi gadis itu berubah, sangat dingin dan tajam. Senyuman Cho Kyuhyun pun perlahan menghilang, ia mengikuti arah pandang Sam Rin Hyo dan sedikit terkejut saat ia mendapati Shin Ji Eun, gadis yang pernah ia permainkan tengah berciuman dengan pria yang kalau tidak salah bernama Lee Kikwang.

“Bukankah itu Shin Ji Eun, dan Lee Kikwang?” Tanya Kyuhyun seraya menatap Rin Hyo bingung. Sam Rin Hyo membuka sedikit bibirnya, tersenyum kecut lalu segera pergi dari sana. Cho Kyuhyun menatap Kikwang dan Ji Eun bingung lalu kembali menatap Sam Rin Hyo yang sudah berjalan cepat menjauhinya.

“Aish, ada apa lagi ini?”

TBC-

Advertisements

52 thoughts on “Fake Love 5

  1. sungguh penempatan tbc yang sangat sesuai 🙂 entahlah aku menyukai part ini 🙂 mulai tuh muncul konflik antara persahabatan mereka *sotoy* semangat ngelanjutin thor 🙂

  2. Disini semakin terlihat keegoisan Kikwang + Jieun.. Mereka keterlaluan ya.. Udah nyuruh2 Rinhyo buat deketin Kyuhyun, taunya malah nusuk2 kayak gitu. Si Kikwang yg gak tau diri banget. Udah dirinya yg salah juga pake maksa2 Rinhyo nurutin maunya Jieun,,, eeeehhh sekarang dia nyari2 alesan supaya bisa putus sama Rinhyo. Jengkel banget. Sama aja buang Rinhyo secara perlahan. Kasian Rinhyo kalo Kyuhyun tau maksud Rinhyo deketin dia. Jadi sial dan galau berkali-kali

  3. aduh kikwang dulu ngebet pengen nikah sm rinhyo, tapi sekarang malah mau nya sm ji eun, udah mah nyuruh rinhyo buat deketin kyuhyun buat balas rasa sakit hati jieun ckck kasian rinhyo niat nolongin sahabatnya buat balas dendam, eh malah sahabatnya asik kencan sm pacarnya. makin penasaran sm part selanjutnya

  4. aaaaaaaaaaaa, kenapa TBC ada disituu sihh?:(.kikwang egois bgt dah -.- Jieun jugaa. Tapi saya penasaran sama apa yg rinhyo rasain pas liat kikwang&ji eun ciuman. Trus gmn sama persahabatan mereka nantinya? Udah gitu soal Kyu klo dia tau rinhyo yg awalnya deketin dy gara2 permintaan “balas dendam”nya jieun… Ditunggu next partnyaa saeng~ semangattt^^

  5. Yehahhahaa sudahlahhhh jujur saja jangan ngumpet2 begitu, kasian perasaan nya masing-masing jadi ga tenang ><

    Kyaaa, seru nihhh, pasti kebongkar trus marah, tapi buat apa marah ya? Toh hatinya bukan sama orang itu lagi @@

    Hwaitinggg yaa dearrr 🙂

    Daebak story!! ❤ ❤ ❤

  6. aiishh… males komenin 2 sahabat yg egois itu.makin ga suka sama kikwang sama jieun :@

    semoga hubungan kyuhyun sama rin hyo baik2 aja.toh rin hyo udh lyt sendiri kelakuan 2 sahabatnya itu .

  7. kyuhyun udah mau brubah demi rin hyo, memikirkan masa depan dan mau masuk prusahaan. tapi nanti klau ktauan rin hyo boong gmna ya? wlaupun rin hyo sbenarnya memang mncintai kyuhyun.
    rin hyo pasti mrasa d khianati sama kikwang dan ji eun, wlaupun prsaannya sama kikwang ngak jlas tapi kan tetep aja sakit…. hrusnya kikwang jujur dr awal…

  8. ohooooo akhirnya publish dan omg kyuhyuuuuuunn bisa setulus itu sama rinhyo aaaaakkkk sweet abissss seneng bgttt aaaaahhh tp yakin rinhyo ttp mau balasin dendam jieun? udah ketauan kaya gitu, malah bikin rinhyo sakit hati pastinya trs nanti kyuhyun jg sakit hati pas tau semuanya huhu sempga kyuhyun rinhyo ttp baik2 ajaaa aakkk ditunggu selaluu lanjutannyaaa

  9. kasian rinhyo kikwang sma jieun tega bngeet sihh …
    rin hyo yg kuat yaa..
    kmu hrus bisa bhagia sma kyu..gk usah peduliin perjanjian ituu…
    bhagia bwat rin hyo dan kyuhyun
    dtunggu next partnya

  10. oooowwww….ooo…ooo…
    akhirnya keungkap juga hubungan ji eun sama kikwang….

    aadduuhhh tapi rin hyo kogh kayak orang cemburu gitu yyyee… langsung pergi..
    atau dia cuma merasa dihianati sama sahabatnya…
    spertinya disini yg paling tersakiti bukan rin hyo tapi si cho…

    aadduuhh yg s bar yya nak.. puk..puk..puk..

  11. rin hyo pasti kecewa.. Liat kikwang dan jieun.. Rin hyo merasa dibohongin sama jieun
    Si kyuhyun juga pasti kecawa bgt tau rin hyo deketin kyu awalnya hnya untk bls dendam untk ji eun

    • membuang? mungkin lebih tepatnya mereka(read:kikwang/jieun) baru ngerasain apa yg selama ini mereka rasain dan mencoba untuk breaking tembok yang uda ngebatesin mereka untuk ngelangkah lebih jauh. karena kalau mereka nggak kaya gini, hubungan mereka semua itu bakal berujung dengan hubungan palsu yang penuh kejanggalan. jadi aku rada bingung dengan ‘membuang’ itu maksudnya apa…

      -samrinhyo

  12. dan semuanya terlambat… rin hyo sudah tahu jika ji eun dan kikwang bukan sekedar sahabat. mungkin rin hyo kecewa karena dia tahu dengan sendirinya tanpa kikwang dan ji eun menjelaskan padanya tentang hubungan keduanya. mungkin jika kikwang dan ji eun jujur rin hyo akan mengerti karna dia pun juga mulai mencintai kyuhyun.

  13. Meskipun si rin hyo keliatan cuek dan ga pernah cemburu tp pst sakit hati jg lah ngeliat kikwang sm ji eun ciuman, lagian salah kikwang jg harusnya selesaiin dulu sm rin hyo dong baru deh berstatus sama ji eun..

    Semoga nanti hubungan kyuhyun sm rin hyo baik2 aja, apalagi si rin hyo ngeliat kikwang ji eun pas lg sama kyuhyun, jd pertanyaan besar pst buat kyuhyun secara rin hyo udah blg cinta jg ke kyuhyun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s