Fake Love 7


FAKE LOVE VII

wpid-akeluv

 

Author : Tsalza Shabrina

A/N :

Donghae dan Eunhyuk terkesiap menatap Cho Kyuhyun yang baru saja keluar dari lift dengan wajah yang begitu lusuh. Kedua mata pria itu seperti kehilangan fokusnya, kedua tangannya pun lunglai seperti tak bertulang.

“Ini pasti ada hubungannya dengan gadis tadi.” Gumam Eunhyuk yang dibalas anggukan oleh Lee Donghae.

“Dia pasti Sam Rin Hyo.” Ujar Donghae lalu segera berjalan menghampiri Cho Kyuhyun. Ia menepuk bahu sahabatnya itu lalu meremasnya kuat. “Gwenchana?

“Menurutmu?”

“Tuan Cho mencarimu didalam, ini saatnya kau sambutan.” Timpal Hyuk Jae seraya menggedikkan kepalanya kearah pintu auditorium.  Kyuhyun mengangguk sekenanya, lalu berjalan meninggalkan kedua sahabatnya yang menatap pria itu dengan nanar.

“Mengapa hal ini terjadi lagi?” Hyuk Jae mengangkat bahunya pasrah.

“Aku berharap kebiasaan buruknya itu tak terulang lagi.”

***

Cho Kyuhyun terus menerus berkutat dengan laptop-nya, tangan kanannya sesekali mengangkat kaleng cola dan meminumnya beberapa teguk. Kedua matanya terfokus pada layar laptop, tak peduli meski kedua matanya sudah terasa perih.

“Ini sudah hampir satu bulan. Apa kau tidak bosan hidup seperti ini, Kyuhyun-ah?” Cho Kyuhyun tertawa kecut mendengar pertanyaan Hyuk Jae yang melayang untuknya.

“Lalu kau mau aku menjadi playboy, menghamburkan uang, dan meniduri banyak wanita, begitu?” Donghae dan Hyuk Jae mendesah kesal seraya menyandarkan tubuh disandaran sofa ruangan kerja Cho Kyuhyun. Sejak ayahnya memutuskan untuk menjodohkannya dengan seorang wanita, pria itu jadi gila kerja dan tidak pernah sekali pun bersenang – senang.

“Bukan begitu, Kyu. kami hanya khawatir padamu.” Timpal Donghae yang sudah tak tahu lagi harus berkata apa. Lagi – lagi Kyuhyun hanya tersenyum miring menanggapinya.

“Ini lebih baik. Aku bisa sedikit mengalihkannya tanpa menjadi pria brengsek.” Setelahnya pria itu menutup laptop-nya, menguap lebar lalu menyandarkan tubuh lelahnya pada kursi kebesarannya. Ia menjadi kepala manajer pemasaran di kantor pusat, ia sudah berjanji pada diri sendiri akan selalu mendengar perkataan ibunya dan hidup untuk masa depan yang cerah. Seperti yang pernah dikatakan gadis itu. Ya, gadis itu. Gadis yang bisa mengalihkan kehidupan gelap Cho Kyuhyun menjadi seperti ini.

Kyuhyun melirik jam dinding lalu menatap kedua sahabatnya dengan tatapan penuh binar. “Pekerjaanku sudah selesai. Ingin makan dimana, huh?”

***

“Hei! Kau mendengarku?”

Tubuh Sam Rin Hyo tersentak saat tangan Ji Eun menepuk lengannya cukup keras. Ia menatap Shin Ji Eun dengan kedua mata melebar.

“Oh, apa?” Lee Kikwang yang sebenarnya sudah tak tahan melihat Sam Rin Hyo yang sering melamun itu mendesis kuat.

“Ada apa, huh?!” tanya pria itu akhirnya yang ditimpali anggukan kuat dari Ji Eun. Mereka kini berada di cafe langganan mereka. Duduk bersama dalam suasana hangat, namun tidak dengan Sam Rin Hyo yang sejak tadi hanya melontarkan kalimat singkat dan seringkali melamun.

“Aku? Tidak apa – apa.” Jawab Rin Hyo seraya mengulas senyuman palsunya.

“Sudah satu bulan kau bersikap seperti ini. Jika aku tidak salah ingat, setelah kau pulang dari Ilsan. Apa karena… kami?” Rin Hyo mengangkat alisnya, menatap Ji Eun tak percaya. Sontak ia menggeleng cepat.

“Bukan karena kalian! Ya Tuhan… bagaimana bisa kau berpikir seperti itu, Ji Eun-ah?!”

“Ya, karena itu adalah alasan terlogis. Kau berubah menjadi pendiam sejak dari Ilsan. Dan saat itu juga hari dimana aku dan Lee Kikwang menyatakan perasaan masing – masing. Aku pikir kau tidak bahagia dengan—“

“Tentu saja aku bahagia, Shin Ji Eun! Aku sangat bahagia dengan hubungan kalian.”

“Lalu mengapa kau seperti ini?” tanya Kikwang seraya menatap Rin Hyo serius. Sam Rin Hyo menghela napas berat, mungkin memang ini saatnya.

“Ada sesuatu yang terjadi. Jadi kalian jangan memojokkanku seperti ini!”

“Mengapa tidak menceritakannya pada kami?” tanya Ji Eun dengan tatapan kecewanya. “Kau tidak percaya pada kami?”

“Aish, ini… aku… sebenarnya aku…”

Kring Kring

Sam Rin Hyo melirik pintu cafe. Tiba – tiba tubuhnya membeku, kini ia bukan hanya melirik akan tetapi menoleh. Disana ada seorang pria yang membuatnya hampir gila selama satu bulan ini. Dengan dua teman prianya yang berdiri dibelakangnya, ketiga orang itu tengah tertawa-entah apa yang mereka tertawakan. Sam Rin Hyo tetap memaku pandangannya pada pria itu, Cho Kyuhyun.

Tanpa ia duga Cho Kyuhyun menoleh padanya. Senyuman lebar yang sejak tadi terpantri dibibir tebal pria itu menghilang perlahan saat kedua pasang mata mereka bertemu. Tak lama pria itu menatap Rin Hyo, membuat tubuh Sam Rin Hyo seperti terjatuh. Tapi ia masih duduk ditempatnya.

Biasanya ia yang memutuskan kontak mata dengan Cho Kyuhyun.  Tapi sekarang? Pria itu yang menghindari kedua matanya. Dan juga raut wajah pria itu yang terlihat sangat dingin. Ia benar – benar terkejut.

“Aku sudah bisa menebaknya.” Ujar Lee Kikwang yang membuat Rin Hyo spontan menatap pria itu dengan tatapan sendu. “Kau mencintainya?” pertanyaan ringan itu sudah bisa membuat kedua mata Rin Hyo berkaca – kaca.

Jinjja?!”pekik Shin Ji Eun tertahan karena mereka tengah berada ditempat umum. Sam Rin Hyo menghela napas pendek lalu menunduk.

Mianhe, aku tidak bisa menahannya. Aku… benar – benar tidak menduga hal ini akan terjadi. Maaf.” Shin Ji Eun menoleh sebentar pada Cho Kyuhyun yang tengah mengobrol dengan teman – temannya tanpa menoleh sedikit pun kearah Rin Hyo.

“YA! Mengapa kau malah minta maaf, huh?!” tanya Shin Ji Eun bingung.

“Aku merasa kalian berpikir jika aku menerima permintaan itu karena aku menyukainya. Tapi demi apapun dari awal aku tak menyukainya sama sekali. Semuanya berjalan dengan sendirinya dan hatiku mulai bereaksi tak terduga.” Ji Eun tersenyum kecil seraya menggeleng pelan.

“Aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu. seharusnya akulah yang harus meminta maaf  karena sudah membuat semuanya rumit. Mianhe.”

Sam Rin Hyo tersenyum lega lalu menghela napas lega. “Tapi jika ini tidak terjadi, kalian tidak akan pernah menyadari perasaan masing – masing. Dan aku akan menjalani kehidupan flat ku lebih lama lagi.” Shin Ji Eun tersenyum kecil seraya sesekali melirik Lee Kikwang yang juga tersenyum padanya.

“Apa ia juga mencintaimu?” tanya Lee Kikwang yang hanya dibalas gedikkan bahu oleh Rin Hyo. Gadis itu mencuri pandang sebentar pada Kyuhyun, pria itu tidak terlihat sepertinya yang beda tipis dengan kata menyedihkan.  Pria itu terlihat bahagia dan sehat.

Apa ia sudah mendapat wanita lain? Apa wanita yang dijodohkan dengannya sangat baik dan cantik?

 

Pertanyaan – pertanyaan seperti semakin menyakiti dirinya sendiri. Ia membuang pandangannya dengan desahan napas panjang. Ia kini sudah merasakannya. Dunianya telah runtuh.

***

“Kudengar cafe ini sangat terkenal.”

Ujar Lee Donghae seraya menunjuk cafe yang berada disampingnya dengan senyuman miring. “Ingin mencobanya?” Hyuk Jae mengangkat bahunya lalu menggedikkan kepalanya kearah pintu cafe.

“Ini pertama kalinya aku mengunjungi cafe.” Ujar pria kurus itu dengan senyuman lebarnya.

“Tch, kau tidak akan menemukan wanita penghibur disana, Hyuk! Jangan terlalu bersemangat.” Tukas Kyuhyun yang disambut tawa oleh Donghae. Hyuk Jae hanya mendengus seraya berucap aku tahu.

Kring Kring

 

Kyuhyun memasuki cafe itu dan menatap kesekeliling, tatapannya berhenti pada seorang gadis yang tengah menatapnya dengan tatapan sendu. Senyumnya hilang seketika. Jantungnya berdegup kencang seperti ingin keluar.

“Bukankah dia Sam Rin Hyo?” Kyuhyun segera mengalihkan tatapannya saat mendengar pertanyaan Donghae. Tak kuasa untuk menahan hasrat memeluk erat tubuh gadis yang sudah tak ia lihat selama satu bulan itu.

“Lebih baik kita segera duduk.” Ujar Kyuhyun dingin lalu segera berjalan menuju meja yang berada disamping jendela. Duduk ditempat yang membuatnya menyesal. Karena sekali saja ia menoleh kesamping kanan, pasti ia sudah bisa melihat Sam Rin Hyo. Jadi ia memilih untuk terus menatap kedepan.

Lee Hyuk Jae dan Lee Donghae mulai tak nyaman dengan atmosfir yang diciptakan Kyuhyun. Hingga mereka memesan sesuatu pun Kyuhyun masih diam.

“Tidak ingin menghampirinya sekarang?” tanya Hyuk Jae yang sesekali menatap Rin Hyo yang masih mengobrol dengan teman – temannya.

Cho Kyuhyun menggeleng kuat. “Ia sudah memilih untuk tidak mencintaiku dan bahkan ia melepaskanku saat aku berkata akan dijodohkan.” Donghae mengangkat sebelah alisnya. Ia menoleh kearah Rin Hyo yang saat itu tengah menatap Cho Kyuhyun dengan sendu.

“Ia mencintaimu.” Ujar Donghae seraya menatap Kyuhyun serius.

“Ya, dalam mimpiku. Tch, bagaimana bisa aku masih mencintai gadis brengsek sepertinya?” Kyuhyun tertawa kecut, lebih tepatnya menertawai diri sendiri.

“Itu juga karena kebrengsekanmu, Kyu.” tukas Hyuk Jae yang hanya dibalas tatapan tajam dari Cho Kyuhyun. Namun sebenarnya dalam hati Hyuk Jae terenyuh menyadari perubahan Cho Kyuhyun menjadi robot kerja yang mendedikasikan 90% waktunya untuk bekerja. Lingakaran mata yang dulu tak kentara kini terlihat jelas, wajahnya lusuh dan kuyu, tubuhnya juga semakin kurus. Yang Hyuk Jae dan Donghae takutkan adalah kesehatan pria itu.

Sam Rin Hyo yang memberinya semangat hidup baru tiba – tiba pergi dengan meninggalkan luka besar dihati Cho Kyuhyun. Syukurlah pria itu tidak melakukan bunuh diri, karena terakhir kali pria itu patah hati berimbas buruk dengan pola hidupnya, caranya mengontrol emosi, dan juga sifatnya.

Namun sekarang pria itu bersikap seperti ini, dan tak ada yang mengerti apa yang sebenarnya ada dipikiran pria itu saat memutuskan untuk berubah menjadi mesin kerja. Tapi, masih ada satu ketakutan yang terselip pada hati Donghae dan Hyuk Jae. Ketakutan Kyuhyun kembali menjadi pria dingin, emosional dan mengerikan seperti dulu. Karena, Kyuhyun memang sulit jatuh cinta namun sekalinya jatuh cinta ia akan sulit untuk melupakannya.

***

Sam Rin Hyo menerima sebuah map dari Dosen Jung dengan dahi yang mengernyit. Ia menatap map itu lalu membukanya, membaca setiap kalimat disana dengan cermat. Kedua matanya melebar sedikit, ia meneatap Dosen Jung terperangah.

“Ini…” lirih gadis itu seraya menatap map itu lagi. Dosen Jung tersenyum bangga pada Rin Hyo.

“Ya, itu beasiswa dari Hungaria.” Dosen Jung menyandarkan diri pada sofa ruang kerjanya seraya menatap Sam Rin Hyo yang masih tak percaya dengan apa yang dipegangnya. “Pihak universitas melihat potensi besarmu dan menitipkan map yang kau pegang itu padaku untuk diberikan padamu.”

Sam Rin Hyo menaruh map itu diatas meja, masih memepertahankan mata lebarnya. “Bagaimana bisa? Hungaria itu—Ya Tuhan… apa aku sedang bermimpi?”

Dosen Jung tertawa bahagia. “Tentu tidak Rin Hyo-ah, keputusan iya atau tidak ada ditanganmu. Kuberi waktu 3 hari. Jika kau menerimanya, kau akan berangkat sekitar dua minggu yang akan datang jadi kau tidak usah mengikuti upacara kelulusan.” Rin Hyo melirik map itu lagi lalu menghela napas berat.

“Aku… aku akan memikirkannya lagi, sam.” Dosen Jung mengangguk – angguk mengerti mendengar ucapan Sam Rin Hyo.

“Pikirkan dengan baik.” Sam Rin Hyo tersenyum tipis pada Dosen Jung lalu beranjak dari tempat duduknya. Ia menunduk kecil pada dosen yang paling dekat dengannya, sekaligus dosen yang sangat menyebalkan untuknya. Namun sungguh, ia sangat menyayangi pria paruh baya itu.

“Kalau begitu aku pulang, ya?” Pinta Rin Hyo seraya tersenyum bocah. Dosen Jung hanya mengangguk sekali dan langsung saja gadis yang memang sejak tadi ingin pulang itu membalikkan badannya.

“Ah, Rin Hyo-ah!” Panggil Dosen Jung tiba – tiba. Rin Hyo berbalik menatap Dosen Jung dengan alis terangkat.

Nde?

“Kau… kudengar, kau menjalin hubungan dengan Cho Kyuhyun?” Tanya Dosen Jung hati – hati, wajah cerah Sam Rin Hyo menggelap seketika. Rahang gadis itu mengeras, juga kedua mata yang menatap kosong kedepan.

Anio. Aku tidak menjalin hubungan dengannya.” Ujar gadis itu lirih. “Tapi, dari mana anda mendengar berita itu?”

“Keponakanku,  Lee Dong Hae. Dia berteman baik dengan Cho Kyuhyun. Aku mendengar darinya,tapi… mungkin aku salah dengar.” Ujar Dosen Jung canggung karena raut wajah Sam Rin Hyo yang berubah 180 derajat.
Sam Rin Hyo.

 

“Lee Donghae?” Dosen Jung mengangguk ringan mendengar pertanyaanku.

“Ikuti alurnya, atau dosen Jung tidak akan meluluskanmu.”

 “Kau tidak tahu? Aku kenal dekat dengan dosen Jung.”

Aku tertawa miris saat mengingat hal itu. Hari dimana Kyuhyun dengan tidak sopannya mengenalkanku pada orang tuanya tanpa memberitahuku terlebih dahulu, malah mengancamku.

“Kau mengenal keponakanku?” seketika aku menatap Dosen Jung lalu menggeleng pelan.

Anio. Sepertinya aku harus pergi sekarang, sam. Sampai jumpa.” Cepat – cepat aku keluar dari ruangan Dosen Jung lalu menutup pintu itu dengan pelan. Aku berjalan lemas kearah lift dengan pikiran yang berkecamuk.

Tch, selama ini kau berpikir Cho Kyuhyun benar – benar mencintaimu, Sam Rin Hyo? Sadarlah! Kau hanya wanita yang kebetulan cocok dengan kriteria calon istri pura – puranya. Tidak lebih.

Aku berdiri tepat didepan pintu lift yang tertutup, memejamkan kedua mata saat perasaan sesak itu kembali lagi.

“Ini sudah 45 hari.”  Kilasan – kilasan memori yang berlalu secepat kilatan petir itu teringat lagi. Bagaimana Kyuhyun mencuri ciuman pertamaku ditepi kolam renang, Cho Kyuhyun yang tiba – tiba muncul dimana pun aku berada, Cho Kyuhyun yang selalu merecokiku, Kyuhyun yang terkadang kekanakan, Cho Kyuhyun yang….

Air mata itu keluar. Pintu lift sudah terbuka, didalamnya kosong dan dingin. Namun, aku masih berdiri disini dengan tangisan yang mengembang jadi isakan.

“Ottokhae? Aku sangat mencintainya.”

***

YA! Kau dimana, huh?! Cepat datang kesini! Sebentar lagi meetingku mulai!

“Aish, arasseo Lee Kikwang! Kau ini! sudah merepotkan masih bisa membentakku seperti ini! Ck, kau itu sudah punya kekasih! Kenapa harus aku, huh?!”

Aku berteriak keras pada pria menyebalkan itu, tak peduli penumpang – penumpang bus ini mungkin akan beranggapan aneh padaku. Aku sudah sangat kesal pada pria merepotkan yang ceroboh ini. Bagaimana bisa ia melupakan file penting dihari yang sangat penting seperti ini. Meeting untuk investasi yang jumlahnya besar.

Aigoo, arasseo! Aku tidak akan membentakmu lagi! Kau tahu sendirikan Shin Ji Eun sedang sidang skripsi hari ini. Aku harus meminta bantuan pada siapa lagi selain kau, huh?!

            “Haah, jinjja! Sudahlah, sampai jumpa disana!” Tanpa menunggu jawabannya aku memutuskan sambungan telepon terlebih dulu. Hari ini benar – benar menyebalkan, Lee Kikwang meninggalkan file pentingnya pada saat mobilku diservice ditambah lagi Shin Ji Eun tidak bisa membantu sama sekali.

Aku segera turun saat bus sudah berhenti dihalte dekat kantor perusahaan pria itu. Aku menatap jam, terbelalak saat melihat jam tangan. 5 menit lagi meeting dimulai. Aku berlari sekuat tenaga memasuki gedung lalu memencet tombol lift. Kaki kiriku sudah tak bisa diam, menghentak – hentak kecil disana dengan gusar. Sama seperti tanganku.

Ting

Aku memasuki lift itu dan hendak menutup pintu liftnya. Namun gerakan tanganku terhenti saat melihat seorang pria yang membuat hidupku berantakan akhir – akhir ini. Cho Kyuhyun.

Spontan aku mundur dua langkah, membiarkan Cho Kyuhyun dengan pria lain-mungkin sekertarisnya memasuki lift yang sebelumnya hanya aku pemakainya. Kedua mata pria itu masih sedingin biasanya, jadi aku memutuskan untuk menghindari kontak matanya.

Aku hanya bisa menatap punggungnya dari belakang sini. Jika dilihat dari dekat, bahunya mengecil. Dia semakin kurus, rambutnya juga tak terpotong rapi seperti biasa. Apa ia tidak merapikan rambutnya? Tidak makan dengan teratur? Sial. Aku benci jika pikiranku dipenuhi dengan hal – hal seperti ini.

Lift terbuka, Cho Kyuhyun dan pria yang selalu setia dibelakangnya itu keluar dari lift. Ini lantai tempat ruang meeting, oh! Apa mungkin…

Annyeong haseyo! Tuan Cho.” Ucapan basa – basi Lee Kikwang membuatku menghela napas pendek. Astaga, apa pria ini akan memberi investasi besar pada perusahaan Kikwang? Jika iya, semoga Cho Kyuhyun sudah lupa tentang Lee Kikwang. Semoga meeting berjalan lancar dan Kyuhyun mau memberikan investasi besar pada perusahaan Lee Kikwang.

“YA! Kau ini, dari mana saja, huh?!” Aku tersentak mendengar pekikan tertahan Lee Kikwang yang pastinya mengarah padaku. Aku mendesis kesal lalu menyerahkan file itu dengan kasar. Dan kurasa, Cho Kyuhyun sudah memasuki ruang meeting terlebih dahulu.

“Busnya sangat lamban dan juga tadi aku terjebak macet. Kau ini kenapa malah mengomeliku, huh?! Aku sudah mengorbankan tidurku hanya untuk memberikan file ini!” Aku menatap Kikwang dengan kedua mata melotot. Sedangkan pria itu hanya bisa mendesah lelah lalu menatapku sesal.

Mianhe. Kau tunggu disini dulu, setelah ini aku akan mentraktirmu makan siang.”

“Kau lama tidak?”

Ani, hanya sebentar. Jika kau tidak mau, pulang saja!” Aku mengulas senyuman bocahku lalu menepuk – nepuk punggung pria itu.

“Aku akan menunggumu. Good Luck!” Kikwang membalas ucapanku dengan tersenyum lalu segera memasuki ruang meeting. Aku menatap kursi yang berada tak jauh dari pintu ruangan itu dan mendudukinya.

Drrt Drrt

From : Shin Ji Eun

Rin Hyo-ah, setelah ini giliranku. Bagaimana ini? aku gugup sekali.

“Pasti dia sangat gugup. Ini sidang pertamanya.” Gumam Rin Hyo lalu mengetikkan pesan untuk Ji Eun.

To : Shin Ji Eun

Gwenchana, kau pasti bisa! Jangan sampai terlalu gugup hingga kau kehilangan fokus. Aku juga pernah merasakan diposisimu. Kata kuncinya, Tidak boleh gugup. Mengerti?

Fighting, Shin Ji Eun!! ^-^9

From : Shin Ji Eun

Namaku sudah dipanggil. Doakan aku, ya! Fighting!!!!

Akutersenyum membaca pesan Shin Ji Eun. Tanganku tiba – tiba tergerak untuk membuka folder galeri. Tersenyum kecil saat menatapi foto – fotoku bersama kedua sahabat yang sangat aku sayangi itu. Dua bulan terakhir ini, hubungan kami kembali seperti dulu. Penuh tawa dan hangat. Aku sangat menikmatinya.

Gerakan tanganku berhenti saat menatap foto yang memuatku bersama pria itu. Foto dikencan pertama dan terakhir kami di Namsan tower. Saat itu aku benar – benar bahagia. Hanya lelaki sepertinya lah yang bisa membuatku sebahagia itu. Meski tak banyak yang kulakukan dengannya. Tapi, entahlah aku merasa sangat bahagia.

Author.

Cho Kyuhyun menyimak ucapan Lee Kikwang yang tengah menjelaskan suatu proyek yang nanti akan ia beri investasi dengan kosong. Tak ada satupun materi yang masuk kedalam otaknya. Yang ada dipikirannya kini hanya satu, Sam Rin Hyo.

Sudah satu bulan lebih sejak mereka berpisah. Selama itu, Kyuhyun menghabiskan waktunya dengan pekerjaan yang menumpuk. Dan juga, menghadiri antrian kencan buta yang sudah dirancang orang tuanya. Mulai dari putri tunggal presdir, hingga konglomerat. Mulai dari yang cantik hingga luar biasa cantik. Namun, tak ada satu pun gadis yang berhasil membuatnya menghentikkan kegiatannya sejenak hanya untuk memandang gadis itu. Tak ada yang bisa membuat dadanya berdebar hingga terasa menggelitik. Tak ada yang bisa membuat napasnya tercekat saat menatapnya.

“Dari yang telah saya jelaskan, kesimpulannya adalah JK group akan mendapatkan banyak keuntungan jika berinvestasi pada Cube Hotel and Resort ini.” Seru Lee Kikwang mengakhiri presentasinya. “Bagaimana sajangnim?” suara bisikan sekertasrisnya itu membuat tubuh pria itu tersentak. Kyuhyun menatap sekertaris Kim lalu mengalihkan pandangannya pada Lee Kikwang. Sebetulnya, pria itu sudah tertarik sejak membaca proposal yang diajukan perusahaan ini jadi tanpa ragu – ragu lagi ia menganggukkan kepala.

“Perusahaan kami akan memberikan investasi sesuai kesepakan, jadi kapan saya harus tanda tangan?” Lee Kikwang tersenyum lega mendangar penuturan Cho Kyuhyun lalu menjawab “Secepatnya.”

***

Cho Kyuhyun keluar dari ruang meeting setelah berjabat tangan dengan Lee Kikwang. Langkah pria itu tiba – tiba terhenti saat mendapati seorang gadis tengah tertidur dikursi tunggu dengan posisi yang tak nyaman. Kepalanya menunduk dalam menyamping kearah kiri meski punggungnya masih menempel pada sandaran kursi.

“Apa ada yang tertinggal, sajangnim?” pertanyaan sekertarisnya itu tak membuat ia mengalihkan fokusnya kearah lain.

Ani. Kau boleh pulang terlebih dahulu, ada sesuatu yang harus kutangani.”

Nde? Baiklah, saya pergi dulu, sajangnim.” Ujar pria itu lalu pergi setelah membungkuk dalam pada Kyuhyun. Meninggalkan Cho Kyuhyun yang masih memandangi Sam Rin Hyo dengan kedua tangan bertautan dibelakang tubuh. Rasanya ingin sekali bertumpu pada kedua lututnya agar ia dapat lebih leluasa memandangi wajah itu, kemudian menyentuh wajah itu untuk sekali saja.

“Dia bisa tertidur dengan nyaman dalam posisi apapun, anda tidak usah khawatir, Cho sajangnim.” Tubuh Kyuhyun sedikit berjengit terkejut, segera ia menoleh kesamping dan menemukan Lee Kikwang yang tengah tersenyum kecil padanya. Alis Kyuhyun terangkat bingung.

Ne?” Lee Kikwang bersendekap, menatap Rin Hyo yang kini tengah merubah posisi kepalanya, mendongak seraya sesekali menggaruk lehernya. Sungguh, gadis ini benar – benar tidak tahu malu.

“Ya! Sam Rin Hyo! Ireona!” titah Lee Kikwang tiba – tiba seraya menggoyang – goyangkan tubuh lemas Rin Hyo hingga akhirnya gadis itu membuka kedua matanya. Menatap Lee Kikwang dengan kesal.

“Aish, kau harus mentraktirku Sujebi jajjangmyeon karena kau membuatku menunggu hingga tertidur.” Tukas Rin Hyo dengan tatapan tajam, kemudian merenggangkan otot – otot kakunya seraya sesekali menguap.

“Tch, arasseo! Kali ini kau bisa memakannya lebih dari satu mangkuk.” Mendengar ucapan Kikwang membuat senyuman bahagia Rin Hyo terulas.

Assa!

“Ah, Cho Kyuhyun sajangnim. Aku harus memberikan ini padamu.” Kedua mata Rin Hyo melebar, segera ia menoleh kesisi yang tak pernah ia periksa sejak ia bangun tadi. Menemukan Kyuhyun yang tengah menatapnya dengan tatapan tak terbaca. Kedua kelopak mata Rin Hyo berkedip – kedip penuh kebingungan. Tak ada yang bisa terucap dari bibir mereka, hanya kedua mata mereka saja yang beradu tak mau kalah.

“Presdir Cho?” Kyuhyun tersentak, kembali menoleh kearah Kikwang yang tengah tersenyum seraya menyerahkan sebuah Flashdisk berwarna putih. “Ada beberapa hal penting yang belum aku sampaikan dalam meeting tadi. Dan semuanya sudah berada disana, aku sudah menjelaskan semuanya dengan sangat rinci.”

“Ah, ne.” Kyuhyun mengambil flashdisk itu kemudian menunduk sebentar pada Kikwang. “Keurom, sampai jumpa pada pertemuan selanjutnya.”

***

“MWO?! kau mendapat beasiswa ke Hungaria?!”

Teriakan penuh keterkejutan milik Kikwang dan Shin Ji Eun itu hanya bisa dibalas Rin Hyo dengan dua anggukkan sekadar. “DAEBAK! Kau tahu bukan jika kesempatan seperti itu benar – benar menakjubkan? Kudengar, perbandingan terpilihnya mahasiswa musik untuk mendapatkan beasiswa ke Hungaria adalah 1:300. Kau, sudah mengalahkan 300 orang Sam Rin Hyo!” ujar Ji Eun seraya mengangkat kedua ibu jarinya.

“Aku juga tidak percaya hal seajaib ini terjadi padaku.”

“Kau… akan benar – benar pergi?” tanya Kikwang dengan nada penuh keraguan. Rin Hyo menghela napasnya berat, menaruh kepalanya diatas meja ruang tengah apartemen Sam Rin Hyo dan Shin Ji Eun.

“Entahlah, meskipun aku sangat – sangat ingin pergi kesana… tapi membayangkan hidup sendiri ditempat yang begitu asing, terlalu mengerikan.”

Ji Eun mengangguk setuju. “Benar sekali. Tapi, jika kau memang berniat untuk itu, kau pasti bisa melaluinya. Aku yakin itu.”

“Lebih baik kau memutuskan terlebih dahulu pilihan terbaik apa yang muncul dihatimu.” Rin Hyo kembali mengangguk – angguk mengerti mendengar nasehat Ji Eun dan Kikwang.

Keunde, kau… sudah bertemu dengan Kyuhyun?” tanya Ji Eun hati – hati. Sam Rin Hyo sontak menatap Ji Eun cepat.

“Kenapa kau menanyakan itu? untuk apa aku menemuinya? Dia bahkan sudah tidak pernah menghubungiku sama sekali!”

Dahi Ji Eun mengernyit bingung. “Jinjja? Aish, apa Cho Kyuhyun pria yang semenakjubkan itu, huh? Padahal kami sudah—“ ucapan Ji Eun seketika berhenti ketika tiba – tiba tangan Lee Kikwang membekap mulutnya. Pria itu menatap Ji Eun seolah memberi kode pada gadis iu agar tidak bicara.

Mwoya? Kalian menyembunyikan sesuatu padaku?” Tanya Rin Hyo curiga. Sontak Kikwang menggeleng – geleng kan kepalanya kuat.

ANI! Ya, lebih baik kau menemui Cho Kyuhyun sebelum pergi. Mungkin… dia juga merindukanmu, kan?”

“Tch, bagaimana bisa?”

“Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi nantinya. Sudahlah, Ji Eun-ah! Kajja!” Kikwang segera menarik Ji Eun dengan tangan yang masih membekap mulut gadis itu untuk keluar dari apartemen, meninggalkan Sam Rin Hyo yang hanya bisa terdiam disna seraya memikirkan sesuatu.

***

 

Sam Rin Hyo menghela napasnya berat, menatap gedung apartemen tinggi menjulang dihadapannya dengan tatapan nanar. Pada akhirnya ia datang kesini, dengan tidak tahu malunya ia datang ke gedung apartemen Cho Kyuhyun. Pria yang sudah ia tolak dengan cara menyakitkan beberapa bulan yang lalu.

Setelah beberapa saat ia terdiam disana guna menenangkan diri, akhirnya ia berjalan perlahan namun pasti mendekati pintu utama gedung itu. menggenggam erat tali tasnya seraya menyisir pandangannya memutari lobi. Langkahnya tiba – tiba terhenti ketika ia mendapati Cho Kyuhyun, berjalan dengan seorang wanita yang sangat cantik disampingnya. Tubuhnya sontak membeku, apakah datang kesini adalah kesalahan yang besar? Begitulah yang berada diotaknya saat ini.

Dengan cepat ia memalingkan wajahnya ketika Kyuhyun menemukan dirinya. Jantungnya berdegup dengan kencang ketika ia lihat dari ekor matanya bahwa pria itu berjalan mendekat kearahnya. Genggamannya pada tali tasnya semakin kuat. Namun segala ekspektasi yang tergambar diotaknya hancur sudah, pria itu hanya berjalan melewatinya. Menoleh pun tidak sama sekali.

Bibir Rin Hyo terbuka kemudian tertutup kembali, terlalu terkejut dengan reaksi Cho Kyuhyun. Kepalanya menggeleng kuat.

Tidak! Tidak boleh seperti ini!

 

Sam Rin Hyo  membalikkan badan, “Cho Kyuhyun!” tegurnya dengan lantang. Langkah Kyuhyun terhenti, begitupun dengan wanita yang berada disampingnya. Perlahan pria itu membalikkan badan, menatap Rin Hyo dengan alis terangkat.

“Kau memanggilku?” Rin Hyo menghela napasnya kasar, berjalan dengan langkah besar – besar menghampiri Cho Kyuhyun.

“Mm. Orenmaniya.” Kyuhyun mengangguk sekali.

Eo. Kau, mungkinkah kau datang kesini untuk mencariku?” kedua mata Rin Hyo sontak melebar.

M—mwo? u—untuk apa aku datang kesini  hanya untuk menemuimu, huh?! Aku hanya mengunjungi apartemen temanku yang juga berada disini. Namun kemudian secara kebetulan kita bertemu, maka itu aku menyapamu.” Jelas Rin Hyo panjang lebar.

“Ah…”

“Dia siapa, Kyuhyun-ah?” tanya wanita yang sebenarnya sejak tadi sudah gatal ingin menanyakan hal itu.

“Orang yang pernah kukenal sebentar.” Rin Hyo menatap Kyuhyun penuh kekecewaan. Gadis itu terdiam, merasa kehadirannya disini memang benar – benar salah. Senyuman kecutnya terulas, kepalanya pun mengangguk – angguk mengerti.

“Ah, sejenak aku lupa jika kau masih seorang Cho Kyuhyun. Awalnya aku terkecoh oleh kemeja dan jas formal yang kau pakai.” Dahi Kyuhyun mengernyit bingung. Belum sempat ia bertanya apa maksud Rin Hyo, gadis itu sudah menginterupsi ucapannya “Lusa aku berangkat ke Hungaria.”

Alis Kyuhyun terangkat kemudian tersenyum kecil. “Benarkah? Keurom, semoga perjalananmu lancar. Aku harus pergi sekarang, selamat tinggal!”

Cho Kyuhyun melempar senyuman ramahnya kemudian membalikkan badan, meninggalkan Rin Hy yang masih tidak tahu harus bersikap seperti apa sekarang. Gadis itu hanya bisa tertawa kecil.

“Woah, dia benar – benar seorang Cho Kyuhyun yang sialan!”

TBC~

halooo sepertinya next part sudah menuju part akhir hehe jadi bakal di pw

dont be silent readers ^^

Advertisements

66 thoughts on “Fake Love 7

  1. meskipun gak ngikutin ff ini dr part awal tp gpp dechh, baca part akhirnya dlu bru part awal 🙂
    agak sedikit bingung, mungkin krn blom bc dr awal ya 😦
    tp pas bc part2 akhir kelihatannya dr awal part udh menarik ceritanya:-D
    entah knp aku suka sm karakter para cast nya di sni:-D
    ahh jd gk sabarr baca yg awal2:-)
    keep writing:-)

  2. gemes liat tingkah rin hyo dan kyu, apa salahnya sih sling jujur dngan prasaan sndiri. yg rugi kan mreka sndiri.
    pdahal rin hyo udh dtang ke aprtmennya kyu, kyunya sih brsikap kyak gtu. aku jga jdi sbel liatnya.

  3. wah hub kyu sm rinhyo makin rumit aja 😦 kasian mereka sama2 saling cinta tp keadaan yg buat mrk salah paham terus. itu FD yg di kasih kikwang ke kyu apaan ya? apakah ada kaitannya sm rinhyo? aduh itu cewe yg di bawa kyu wanita one night stand atau gadis yg kencan buta sm kyu?.

    sedikit saran hehe alurnya kecepatan, sempet bingung, tp aku suka sm alur ceritanya bikin geregetan sm kyu dan rinhyo

  4. Astaga heh kyuhyun sok gak peka tapi maka pasti sakit hati juga denger rinhyo mau keluar negri-_-

    Tolong itu kyuhyun sama rinhyo masih sok jual mahal/? Kalo masih sayang cb langsung jujur aja .-.

  5. Eonni, ini ff nya keren bgt. Aku suka deh, apalagi bahas tarik ulur gitu hahaha kyuhyun sama rinhyo terlalu gengsian ngungkapin perasaan nya, malah saling nebak -.- tapi itu emang kenyataan umum sih hoho. Ditunggu next chapter nya ya eon! Cant wait! 😘

  6. gemes bgt gasih sam rinhyo cho kyuhyun?! sama sama mau tp egonyaaaaaa tinggi beudh! hahahaha gemes bgt astaga ga nherti lagi ih kyuhyun bisa sedingin itu padahal dalam hati mah sakit. tuh rinhyo mau pergi jauh bakal gimana coba lo, masih ngekeuh dingin atau nangis2 wkwkw seneng bgt updatenya cepet hihi ditunggu selalu lanjutannyaaaa

  7. Hiks, akhiran nya jahat T T

    Walau menurutku si perempuan sih yang dari awal terlalu egois dan jual mahal ><

    Dearrrr, nice storyyy!!!

    Keep writing yaa, cause you're doing a great job!

    Hwaitingggggg ❤ ❤ ❤

  8. aaaaaaaaaaaaaaa kenapaa jdii beginii? itu cwe yg sama kyu siapa? knp pula kyu jd begitu ke sam rinhyo? sebeell bangett sama tbc nyaa 😥 kenapa dia ada disanaaa? hiks… Ditunggu part selanjutnya ya saeng ^^ semangatt!!!

  9. ooowwww..oooo…oooo…
    siapa wanita itu???
    wanita yg dijodohkan dgn si cho kah? atau wanita malamnya si cho???

    aaaaa, tapi gimana yya reaksi si cho nanti kalo bneran ditinggal sama rin hyo…
    apa dia udah move on atau kah malah patah hati lagi??? muehehee, kita tunggu reaksimu cho… 😏😏

  10. Ya kasihan banget sam ri hyo😞😞😞 , ah nggak kepikiran kayak gitu deh responnya kyuhyun setelah tau ri hyo mau ke Hungaria.oh ya ngomong – ngomong kikwang sama ji eun udah nglakuin apa buat sam ri hyo ? siapa cewek yg sama kyuhyun , ??
    Aaa keren pokoknya , next ya

  11. Ya kasihan banget sama sam rihyo responnya kyuhyun kok gitu setelah tau ri hyo mau ke hungaria , kayaknya nanti kyuhyun bakalan nyesel deh.oh emang apa sih yg jieun sam kikwang lakuin buat ri hyo ? Cewek yang sama kyuhyun tadi siapa ?
    Aa pokoknya ff nya tambah keren , next ya😃

  12. Aduh….. kyaknya mereka sama” gengsi deh. walaulun rin hyo udah mulai menyapa. Tp… ah sudahlah.Lanjutkan saja thor. kkkkk

  13. knp jd gni?? hbngan Kyu ma Rin Hyo mkin rbet. ego ny msih tnggi. mreka sling mncintai tp knp nggk sling mngutarakan? entah lh, kburu da orang ketiga.

  14. knp hbngan mreka mkin ribet ye???
    yg Kyu mlh nggk pduliin Rin Hyo lg. pdhal kn Rin Hyo mau prgi.ego ny msih pd tinggi nih.

  15. cegah rin hyo kyu!!!
    Greget ih gue hahahaha… kasian mereka saling cinta tapi blum bisa bareng :3 mudah2an kedepannyamreka bisa jujur satu sama lain, 🙂

  16. Ohhh may god, itu gue yakin Kyuhyun ngucapinya otaknya sm hatinya ketinggalan, ga dipikirin ngomong nya. Dia kan tau Rin Hyo sayang bgt sm dia, tapi dia kok cuek bgt.
    Rin Hyo sini peluk 😦
    Pasti Kyuhyun nanti nyesel ngomong gt,
    Rin Hyo bakalan ninggalin dia, dia ga ada respon apa apa.
    Next chap kakak 🙂

  17. Annyeong author-nim. Aku reader baru. :v mian aku baru comment di part ini 😀 hehe. Aigo gimana kisah kyu ama hyo selanjutnya ye ? Author semangat ! !

  18. hah… apalagi ini, keduanya sama-sama nyebelin, apa susahnya sih bilang kalo mereka saling mencintai….
    sebenernya apa yang di sembunyikan oleh kikwang dan ji eun? apa kyuhyun sudah tau perasaan rin hyo yang sebenarnya? jika iya kenapa kyuhyun nyebelin banget pas ketemu rin hyo?

  19. Penasaran sama isi flashdisk yg dikasih kikwang buat kyuhyun pst ada hubungannya sama rin hyo hehehe… ya elah kyu itu cewe siapa coba? Pas bgt lg dibawany pas si rin hyo lg mau nemuin dia, duhhh semoga hubungan mrk bisa membaik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s