Do You Know…

poorkyu

 

Do You Know…

 

Author : Tsalza Shabrina

ONESHOOT | [2500+ words] | Romance, schoollife

 

***

 

Apa benar kau mengetahui segala apa yang selalu berada disekitarmu?

 

 

Halaman buku tebal yang menampakkan deretan kalimat memusingkan dan gambar otak bersama saraf – saraf itu tak kunjung menghilang sejauh aku membalik – balikkan lembaran ini. Desahan napasku keluar seiring dengan buku yang telah kututup sempurna. Lebih memilih menaruh kepalaku diatasnya, kemudian memejamkan kedua mata. Tak peduli Kang seonsaengnim yang akan melontarkan kata – kata pedas atau pun melayangkan tongkatnya, aku lelah. ini semua terasa memuakkan. Biologi yang membosankan.

 

Duk duk

 

            Kedua kelopak mataku sontak terbuka kala merasakan ketukan tangan seseorang dimeja. Seorang gadis yang juga tengah melakukan hal yang sama sepertiku nampak tersenyum bocah. Kedua mata gadis ini lebih besar dan jauh lebih indah dari mataku, ah, kurasa hanya dia yang memiliki mata seindah itu.

Wae?” aku bertanya dengan suara hampir habis. Menatapnya malas.

“Sejak kapan seorang jenius seperti Cho Kyuhyun lemas seperti ini, huh?” ia juga mengeluarkan bisikan sepertiku, karena secara sengaja kami memilih bangku paling belakang.  Jadi Kang seonsangnim tidak akan mudah menemukanku dan gadis ini yang tengah meletakkan kepala diatas buku biologi dan mengobrol dengan penuh kehati – hatian.

“Aku lapar.” Hanya dua kata itu yang kujadikan jawaban. Wajahnya tiba – tiba berubah sendu entah karena mengkhawatirkanku, atau hanya berlagak peduli. Dia menipiskan bibirnya kemudian mengedipkan kedua kelopak matanya secara dramatis, juga jangan lupakan tangannya yang sudah menepuk – nepuk dadanya.

Keure, temanmu yang bernama Sam Rin Hyo ini akan memberimu daging ham lebih. Aku juga akan menyuruh anak – anak untuk menyumbangkan daging ham padamu.” Aku tertawa kecut, tebakanku  yang kedua lah pemenangnya. Dia hanya berlagak peduli, tch, sejak kapan dia benar – benar peduli pada seseorang?

“Apa yang kau katakan? Jangan membuat orang lapar kesal, bisa tidak?”

Dia, Sam Rin Hyo. tersenyum tipis kemudian kembali menegakkan kepalanya untuk menatap Kang seonsaengnim yang juga tengah memperhatikan layar LCD. Aku kembali menutup kedua mataku, menatap tayangan itu semakin membuatku mual. Hari ini kelas biologi diadakan secara spesial, yaitu penayangan video bagaimana sebab akibat jika otak rusak. Sedangkan siswa ditugaskan untuk mengidentifikasi syaraf –  syaraf apa saja yang bermasalah pada kerusakan – kerusakan otak itu.  sungguh, duduk dikelas terakhir sekolah menengah bukanlah hal yang mudah dan patut dibanggakan. Selain pelajaran semakin membosankan, juga waktu yang tersisa semakin sedikit.

Kedua mataku perlahan terbuka, menatap Sam Rin Hyo yang sesekali memeriksa buku seraya menatap tayangan itu dengan menahan napas. Ya, waktu. waktu yang akan kuhabiskan dengan gadis disampingku ini akan semakin terkikis hingga hari kelulusan. Sam Rin Hyo, seorang teman yang kini statusnya berubah menjadi seorang gadis yang kusukai.

 

***

 

 

Ya!  ya! Cho Kyuhyun sedang sangat lapar sekarang. Berikan daging ham kita pada pria berotak emas ini, oke?”

Aku menatap Rin Hyo kesal, tangan kananku sudah gatal mengetuk pelan kepalanya agar otaknya bisa sedikit lebih benar. Lee Jongsuk, Son Dongwoon, Kim Soojin, Oh Sehun, Park Sunyoung dan Do Kyungsoo itu seketika menghentikkan gerakannya yang hendak memakan menu makan siang hari ini.

“Ah, benarkah? Baiklah, ini!”  Dongwoon dan Jong Suk yang duduk mengapit Rin Hyo tanpa berpikir dua kali langsung memberi daging hamnya padaku.

Aniya, aku tidak selapar itu! ck.” Rin Hyo tersenyum manis kemudian meletakkan daging hamnya diatas sendokku.

“Makan yang banyak.” Aku menghembuskan napas panjang, kemudian segera memakan makananku tanpa berucap apapun.

“Aku tidak tahu seorang Cho Kyuhyun bisa kelaparan.” Park Sunyoung menimpali dan langsung disambut tawa oleh mereka.

“Sudah kubilang tidak seperti itu. kalian seperti tdak tahu saja kelakuan Sam Rin Hyo!”

Ara, ara. Tidak usah marah – marah seperti itu, Kyuhyun-ah.” Kim Soojin terkikik kecil setelah mengucapkan hal itu. sedangkan Oh sehun langsung mengetuk bagian tengah meja kantin.

“Sudahlah, bisakah kalian makan dengan tenang?” ujar pria itu. Namun ditengah kekacauan itu, masih ada Kyungsoo yang duduk didepan Rin Hyo, pria itu memilih diam tak peduli. Dan aku bisa melihat diam – diam dia menaruh daging hamnya pada piring Rin Hyo.

Setelahnya, bukanlah ketenangan yang didapat. Melainkan kegaduhan oleh lelucon – lelucon aneh yang dibuat Son Dongwoon dan Park Sunyoung. Sedangkan yang lain hanya menambah – nambahi saja. sesekali aku juga ikut tertawa dan menimpali. Kami berteman sejak kelas dua, hingga sekarang pun hubungan kami masih sangat dekat meskipun kelas kami berbeda – beda. Hanya saja, diantara kami ada 3 orang yang terlihat memiliki kedekatan aneh. Jongsuk, Rin Hyo dan Kyungsoo. Entah apa yang terjadi pada 3 orang itu, mereka terlihat begitu dekat. Terlebih Rin Hyo dan Jongsuk yang sudah seperti magnet. Sedangkan Do Kyungsoo, pria yang tak pernah peduli apapun selalu mempedulikan Rin Hyo akan segala hal. Meski itu memang menggangguku, tapi aku bisa apa?

Ya! bagaimana bisa kau tidak tahu hal itu?! berikan padaku!” Aku hanya bisa memandangi Rin Hyo yang dengan santainya menyahut ponsel Jong Suk kemudian memperlihatkan sesuatu pada pria itu seraya tertawa kecil. “Bukankah ini benar – benar mengesankan?” ujar Rin Hyo lagi, kini tawa gadis itu semakin menjadi ketika Jong  Suk juga ikut tertawa. Bahkan dengan alaminya kepala  Rin Hyo bersandar dibahu Jong Suk. Mereka seperti memiliki dunia sendiri, dan anak – anak lain pun tak pernah menegur mereka. Karena kami sudah paham, jika terkadang dunia Rin Hyo dan Jong Suk memang tak pernah bisa diusik oleh siapapun.

Aku sontak mengalihkan pandanganku dengan cara meneguk air mineralku hingga tersisa setengah botol. Jujur saja, aku juga ingin tahu apa yang mereka lihat diponsel Jong Suk. Aku juga ingin tertawa bersama Rin Hyo seperti itu, tapi semua angan itu terhempas oleh kenyataan dimana tubuhku hanya terdiam seperti ini. seperti orang bodoh.

“Bagaimana dengan rencana camp kamis ini?” Kim Soojin mengawali pembicaraan tentang camp bersama yang sudah tak terbahas lagi sejak minggu lalu.

“Ah, benar. Kukira itu tidak jadi.” Timpal Dongwoon seraya menyandarkan tubuhnya pada kursi. Kim Soojin menatap Dongwoon kesal, “YA! aku sudah susah payah mengganti jadwal hanya agar kau ikut. Tapi kau malah melupakannya?!” protes Soojin, mengangkat sendoknya dengan kedua mata melototi Dongwoon. Sedangkan yang ditatap malah menampakkan wajah bodohnya.

Aku segera menatap Rin Hyo, berharap gadis itu ikut pada camp kali ini. Gadis itu terlihat menatap Soojin dengan tatapan bersalah, meski ia tak mengatakannya aku tahu ia pasti tidak ikut dari wajah itu.

“Kau ikut, kan?” bisik Jongsuk pada Rin Hyo. aku pun tak tahu mengapa pria itu harus berbisik ketika berbicara dengan Rin Hyo. disamping itu, apa ia tak menyadari keberadaan orang lain selain mereka?

Rin Hyo melirik Jongsuk sebentar lalu menatap Kyungsoo seraya membalas, “Entahlah.” Aku pun ikut menatap Kyungsoo yang kini tengah sibuk bertatapan dengan Rin Hyo tanpa aku tahu apa permasalahannya.

“Ikutlah.” Tukas Kyungsoo tanpa ekspresi. Bisa terdengar jelas suara penuh penekanan disana. Perlahan aku menggerakkan bola mataku kearah Rin Hyo yang hanya tersenyum tipis pada Kyungsoo.

“Kita lihat saja nanti.” Jawaban Rin Hyo itu membuatku mengernyitkan dahi samar. Sedangkan Kyungsoo sudah menghela napasnya panjang.

“Jangan memberi jawaban aman. Ikut saja, aku akan menj—“

“Kyungsoo-ya! kau! jangan lupa kau harus menjemputku kamis besok, arasseo?!” titahan Park Sunyoung menginterupsi kalimat Kyungsoo. Pria pendiam itu menghela napas pendek kemudian mengalihkan pandangannya dari Sunyoung, menatap Rin Hyo sraya berucap “Shireo.”

Sunyoung mendesis kesal, “Ya! aku tidak mau tahu kau harus menjemputku!”

“Bukankah rumah kalian tidak jauh, Sunyoung benar! Jemput saja, Kyungsoo-ya!” tukasan Rin Hyo itu seolah menjelaskan secara tidak langsung bahwa ia benar – benar tidak ingin Kyungsoo menjemputnya. Senyuman samarku terulas, rasanya sedikit lega.

Ya! ada apa dengan wajahmu, Kyuhyun-ah?” aku menatap Rin Hyo dengan wajah datar.

Mwo?” Rin Hyo menatapku cukup lama kemudian menggeleng seraya tersenyum kecil. “Ani.” Balasnya singkat, lebih memilih untuk bercakap bersama Kim Soojin.

“Jadi berapa orang yang jadi ikut? Semua orang yang berada dimeja ini pasti ikut, kan?” tegas Oh Sehun, pria berahang tegas itu menatap kami satu persatu. Dan berhenti pada Kim Soojin yang memang terlihat penuh keraguan.

“Kim Soojin! Kau tidak berniat menarik persetujuanmu, kan?” kini ganti Dongwoon yang berucap.

“Aku ikut jika kita semua ikut. Jika hanya ada dua orang gadis tak akan seru, bukan?” balas Soojin, matanya melirik Rin Hyo dengan sengaja. Aku tertawa pendek menatap tingkah laku Soojin, kemudian mengalihkan pandangan pada Rin Hyo.

Keuge… bukannya aku tidak ingin. Tapi…”

“Sudahlah ikut saja! apa susahnya ikut camp bersama, huh?! Ck, repot sekali.” Kata – kata itu keluar begitu saja, aku hanya ingin ia tahu jika aku ingin ia ikut pada camp ini. tidak bisakah ia melihat kekesalanku jika ia tidak ikut?

Rin Hyo menatapku sebentar kemudian menghela napas panjang. “Kita harus tahu bagaimana keadaan keluarga Rin Hyo. kita bisa melakukan camp lagi jika liburan panjang tiba.” Jongsuk mulai berperan sebagai pahlawan yang menyelamatkan Rin Hyo dari tatapan penuh intimidasi mereka. Dia benar – benar pintar mencari simpati Sam Rin Hyo. sial.

 

Ding Ding

 

            Suara bel yang menandakan waktu makan siang telah habis itu mengakhiri percakapan panjang kami begitu saja.

 

***

 

Motor sport berwarna hitam milikku berhenti tepat didepan pagar rumah megah milik orang tua Sam Rin Hyo. berbeda denganku, gadis yang kini sedang bersusah payah turun dari motor ini tinggal bersama orang tuanya. Sedangkan aku tinggal di apartemen sendiri.

Rin Hyo berdiri disampingku, melepas helmnya kemudian menggantungkannya pada besi yang berada diujung belakang motor. Gadis itu menatapku lama kemudian tersenyum kecil, “Kau harus ingat jika arah apartemenmu dan rumahku itu sangat berlawanan. Jadi, mulai besok jangan membawa helm ini lagi! aku akan memakai bus atau taksi.”

Aku menghela napas pendek, lebih terlihat seperti menertawainya. “Maka itu, jangan tinggal ditempat yang terletak sangat jauh dari sekolah! Membuat repot saja!”

“Kenapa kau malah menyalahkanku? Aku bisa naik transportasi umum sendiri, bukan aku yang membuatmu repot! Tapi kau sendiri.”

“Baru – baru ini banyak kejahatan yang dilakukan di transportasi umum.”

Tch, kau kira aku tidak bisa menjaga diriku sendiri?!” Aku menghela napas dalam – dalam, mengapa gadis ini selalu salah mengartikan?

“Sudahlah, masuklah!” aku mengatakan dua kata itu dengan kedua mata tak rela dan nada ragu. Aku juga tidak tahu mengapa lidahku selalu bertindak terlebih dahulu sebelum aku mencernanya dulu.

Shireo. Orang tuaku ada didalam.”

“Kalau begitu bukankah lebih baik kau ikut camp saja, huh?” ujarku tidak benar – benar serius.

Ia memutar bola matanya malas. “Dan kau tahu jika hal itu lebih tidak mungkin lagi.” Aku hanya diam, mengalihkan pandangan kearah lain. Sialnya, jika bersama gadis ini aku selalu kehabisan kalimat. Berbeda jika ketika kami bersama anak – anak lain.

“Kau tahu Kim Hwayoung? Gadis itu bisa meramal seseorang dan juga membaca pikiran. Tidakkah itu sangat mengesankan?” ia terkikik kecil, Sam Rin Hyo adalah tipikal gadis yang cepat mengganti mood semaunya. Kami sering bertengkar dan berdebat namun tak membutuhkan satu menit untuk mengembalikan keadaan.

“Kau percaya dengan hal itu?” ia mengangguk semangat.

“Tentu saja. dia bilang, aku… akan berkencan dengan pria yang kusukai satu atau dua bulan kedepan.” Ia menarik kedua sudut bibirnya dengan riang, seolah membayangkan jika hal itu benar – benar terjadi. Namun aku hanya menatapnya dengan kedua alis terangkat, pria yang kusukai?

“Memangnya  kau punya pria yang kau sukai?”

“Tentu saja! aku sedang menyukai seseorang.” Kelopak mataku terasa sedikit bergerak ketika mendengar pernyataan ringannya itu. Mendengar bagaimana percaya dirinya ia mengatakan hal itu padaku, artinya orang yang ia sukai bukan aku kan? Memikirkan itu hanya bisa membuatku mengeratkan genggamanku pada setir motor.

Nugu?” Ia menatapku dengan segaris senyuman bocah, kemudian berucap dengan nada mengejek, “Rahasia.”

Rasanya sudah tidak seru lagi, sudah tidak ada lagi keinginan untuk menemaninya bicara dijalanan yang dingin ini. Aku ingin pergi, tapi aku tahu pergi disaat seperti ini hanya akan membuat suasana menjadi aneh.

“Hwayoung juga menebakku.” Ujarku dengan raut wajah sedatar mungkin, rasanya sudah tak ada lagi alasan untuk berekspresi. Ia mengangkat kedua alisnya, senyuman bocahnya sudah hilang. Terganti dengan tatapan penuh penasaran.

“Apa yang dikatakannya?”

“Dia mengatakan jika aku menyukai seorang gadis dikelas,” Aku sengaja menggantung ucapanku, ingin sekali melihat reaksinya ketika aku membicarakan hal ini. Namun yang dilakukan gadis itu hanya diam, menatapku seolah menunggu apa yang kukatakan selanjutnya. Tanpa bersuara untuk sekadar bertanya siapa gadis itu? padaku. Oh, mungkin hal itu juga tak begitu penting untuknya.

“Katanya aku menyukai Go Ara.” Bibirnya terbuka sedikit kemudian tertutup kembali, kedua matanya menatapku dengan tatapan yang aku pun tidak tahu apa maksudnya. Hingga akhirnya ia menyuarakan sebuah kalimat yang benar  – benar mengejutkan.

“Woah, Hwayoung benar – benar seorang peramal. Bagaimana dia bisa tahu jika kau menyukai Go Ara?”

Aku mengernyit, “Kau, maksudmu aku benar – benar menyukai Go Ara, begitu?”

Ia mengulas senyuman jahilnya seraya memukul dadaku, “Kau kira aku tidak tahu? Tch, aku tahu apa yang kau rasakan, Kyuhyun-ah. Kau tidak ingat kita sudah dekat selama hampir 2 tahun?” Seringaianku muncul, entah apa yang terjadi. Intinya aku ingin marah sekarang juga. Segera aku turun dari motor, melangkah lebih dekat padanya.

“Kau benar  – benar mengerti aku?” Ia mengedip – kedipkan kedua matanya, mungkin bingung dengan kelakuanku. Meski begitu, ia masih mengangguk sedikit ragu.

“Tentu saja, berteman dengan kalian semua membuatku semakin mengenal kalian.”

“Jika kau benar – benar mengerti aku, seharusnya kau sadar jika kemampuan Hwayoung itu tidak benar!” Dahinya mengernyit, sedangkan aku semakin kesal oleh tingkahnya yang seperti orang bodoh yang sok pintar itu. “Orang yang benar – benar kusukai bukanlah Go Ara.”

Ia membuka mulutnya, namun kemudian kembali tertutup. Begitu terus sampai 2 kali, seperti orang yang mendadak tengah menata ucapannya didalam otak sebelum disuarakan. “Lalu? Kalau bukan Go Ara siapa?”

“Seorang teman. Karena aku menyukainya ketika kita berada ditengah hubungan pertemanan, aku sangat takut untuk mengungkapkannya. Bahkan aku sangat takut jika saja ia tahu kalau aku menyukainya. Kenapa? Karena aku tidak ingin ada yang berbeda diantara kami.  Aku tidak ingin ia menghindariku dan suasana diantara kami jadi canggung. Aku tidak ingin ia jauh dari pandangan dan juga pengawasanku. Tanpa sadar, aku semakin menyukainya hingga rasanya seperti aku telah benar – benar jatuh cinta.” Segala untaian kalimat itu keluar begitu saja, segala apa yang berada diotak dan hatiku selama ini akhirnya keluar layaknya lava ketika gunung meletus. Logikaku telah hilang, kesadaranku telah hilang, rasanya seperti aku mabuk tanpa alkohol.

“Kyuhyun-ah…”

“Kau tidak ingin tahu siapa dia?” tanyaku dengan suara lirih, angin dingin semakin menerpa tubuhku. Namun masa bodoh, hatiku lebih beku dari pada ini semua. Aku tetap menatapnya dengan tatapan yang sama seperti sebelumnya. Sedangkan ia hanya bisa meneguk ludahnya berat, menghela napasnya panjang, kemudian menatapku dengan sendu. Entah, aku juga tidak tahu apa maksudnya. Aku selalu tidak bisa mengerti Sam Rin Hyo. “Kau tidak ingin tahu?” kembali kuulangi pertanyaanku.

Ia hanya diam, menatapku seperti itu. membuat kedua mataku terpejam frustasi, aku sudah tak peduli dengan ia yang penasaran atau tidak. Persetan dengan reaksi. Aku tidak dalam pikiran yang benar saat ini.

“Kau masih tidak tahu? Meski kau sudah berteman denganku selama 2 tahun, tapi kenapa kau masih tidak mengerti setelah aku mengatakan semua ini? apa kau tidak menyadari bagaimana kesalnya aku ketika kau selalu terlihat memiliki hubungan aneh dengan Jongsuk dan kyungsoo? Aku hanya bisa merasakan hal –  hal itu, tanpa bisa menyuarakannya. Selama ini… rasanya seperti neraka.”

“Kyuhyun-ah… kau… sekarang…” ia terlihat bingung harus berucap apa. Aku tidak tahu apa yang dipikirkannya sekarang. Tapi melihat bibirnya yang semakin pucat dan gemetar itu membuatku tak tega.

“Sudah, hari ini cukup sampai disini.” Aku menghela napas dalam – dalam, berniat menghirup kembali apa yang telah kukatakan meski sudah tak bisa. “Anginnya semakin kencang, masuklah meski kau malas bertemu dengan orang tuamu.” Aku memberinya dua hotpack yang sebelumnya berada disaku dalam jaketku. Menaruh benda hangat itu dikedua tangannya kemudian pergi.

Ia terlihat masih tertegun. Entah karena ia mendapatkan mental breakdown atau bibirnya yang membeku. Aku tak tahu pasti. “Cho Kyuhyun, kau—“

“Masuklah!” suruhku tanpa menatapnya, lebih memilih menyalakan mesin motor kemudian melesat meninggalkannya.

Entah apa yang terjadi, aku bahkan tidak dapat mengingat dengan jelas apa yang baru saja terjadi. Semuanya benar – benar diluar kendali. Aku tidak ingin mendengar apa yang diucapkannya, aku belum siap menerima balasan dan melihat reaksi  gadis itu setelah aku mengatakan semua itu. Meski sebelumnya aku sangat ingin melihat reaksinya, tapi sangat berbanding terbalik dengan bayanganku. Ternyata sangat menakutkan.

Aku tak tahu apa yang akan terjadi besok, ketika aku duduk disampingnya. Kuharap tak ada yang berubah. Kuharap, Rin Hyo melupakan semuanya ketika ia bangun tidur besok. Aku menghela napas panjang, untuk saat ini tak ada yang bisa kulakukan selain mempercepat laju motorku membelah jalanan Seoul.

 

END

 

Wkwkwk pendek ya? nge gantung? Gak jelas? Maafin, tiba – tiba aja pengen nulis ff oneshoot yang tentang cinta diam – diam disekolah gitu haha.

ÈPs: karena ini adalah ONESHOOT jadi maaf sebesar – besarnya, dengan berat hati saya mengatakan jika ff ini hanya berhenti sampai disini.

 

Silahkan berkomentar^^

Kasih kritik, saran, kesan, pesan, atau apalah terserah pokoknya saya butuh suara kalian, guyss

Advertisements

8 thoughts on “Do You Know…

  1. setelah sekian lama nunggu updetan,dan ternya muncul ff yg berkesan tapi nggantung. sequel dong eon………….walaupun diam2 masa gak ada perkembangan. y kak………….please……….#ngarep.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s