Officially Missing You 1

omy2

Author: Bella Eka.

.

.

Sejumlah wartawan tampak menunggu tak jauh dari lokasi syuting, Sam Rinhyo menutup mata di kursi santai, menghela napas frustasi. Hanya karena tak sengaja tertangkap kamera bersama Kyuhyun saja sudah menggemparkan seperti ini.

“Benar-benar merepotkan!”

“Mwo?”

Rinhyo membuka mata cepat, menemukan Lee Jongsuk mengulurkan sekaleng cappuccino dingin.

Gomawo.” Rinhyo menerima dan membuka kaleng alumunium itu.

“Apa yang benar-benar merepotkan?” Jongsuk menyeret kursi kosong ke samping Rinhyo, mendudukinya.

“Tidak, hanya… beberapa hal.” Rinhyo meneguk cappuccino.

Jongsuk mengangguk meski tak benar-benar mengerti. Menenggak minuman kalengnya pula, dan saat itu juga menyadari sesuatu.

“Untuk apa orang-orang itu ada disana?”

Rinhyo menghembus napas jengah, mengikuti arah tatapan Jongsuk, semakin sebal mendapati juru berita bertambah banyak.

“Mereka tidak datang untuk mengambil gambar tanpa ijin, kan?”

“Entahlah,” jawab Rinhyo malas.

“Dua adegan terakhir, dua adegan terakhir, semangat!” ujar Produser menggunakan toa. Seluruh aktor, aktris, dan staff pun mengambil posisi mereka.

 

***

 

Soojung menatap catatan berlogo acara program musik di tangannya, napasnya berhembus gusar, ini adalah pertama kali ia menerima tawaran MC dalam sebuah acara.

“Tidak perlu terlalu cemas, aku akan membantumu.” Minho datang menghampiri gadis itu.

Soojung hanya menatap Minho sekilas.

“Nanti aku akan melempar pertanyaan-pertanyaan interaktif padamu dan kau hanya perlu menimpali dengan cara yang menyenangkan.”

“Cara yang menyenangkan?” Soojung mengernyit.

Minho menghela napas, “Maksudku, dengan mengulas senyuman, memberi kesan suasana menyenangkan dan semangat.”

“Ah, aku mengerti.” Soojung mengangguk polos.

“Dan juga, untuk memberi kesan ceria, kau bisa sedikit meninggikan nada suaramu pada akhir kalimat, seperti yang dilakukan MC wanita biasanya.”

Soojung menarik napas panjang, mencoba mengembalikan suhu tangannya yang luar biasa dingin dengan cara yang kerap ia lakukan ketika gugup, yaitu dengan menempelkan telapak tangan ke kedua pipinya. Bersikap ceria terasa sulit bagi dirinya yang bukan tipe gadis seperti itu, “Tampaknya tidak mudah, tapi aku akan mencobanya.”

“Sebentar lagi setelah terdengar kata sambutan, kalian mulai memasuki panggung,” ujar staff yang bertugas menemani mereka selama berada di backstage.

Minho mengangguk mengerti.

Soojung menghirup udara sedalam-dalamnya.

“Kita sambut pembawa acara spesial minggu ini, Shin Soojung dan Choi Minho.”

Gemuruh tepuk tangan dan sorakan memenuhi studio menyambut Minho dan Soojung berjalan beriringan. Diantara penonton terdapat beberapa penggemar mengangkat plat berisikan dukungan pada pasangan  KyuSoo (Kyuhyun—Soojung) dan MinSul (Minho—Sulli).

Menyadari tulisan tersebut, Soojung menggigit bibir bawah sedetik sedangkan Minho tak menunjukkan respon apapun.

Annyeong haseyo,” sapa mereka bersamaan setelah berdiri di depan panggung, membagi senyuman khas masing-masing. Senyuman lebar berkharisma Minho, dan segaris senyuman yang selalu terkesan dingin Soojung.

“Choi Minho imnida, keurigo—“

“Shin Soojung imnida.”

 

***

 

“Kyu,  kau harus bersiap-siap,” ujar Heechul bersendekap menatap luar jendela dorm.

Kyuhyun mengikuti arah pandang Heechul, menatap malas orang-orang yang terlihat mengintip pintu pagar dorm mereka, beberapa diantaranya membawa kamera.

“Bagaimana bisa mereka mengambil fotomu bersama Sam Rinhyo?” tanya Sungmin.

“Dan terlihat sangat intim,” timpal Eunhyuk sembari fokus pada ponsel.

“Apa maksudmu intim?!” Kyuhyun membelalakkan mata tak terima.

“Kau jelas memeluknya dalam foto!” Eunhyuk menyodorkan layar ponselnya pada Kyuhyun, menunjukkan artikel bergambar Kyuhyun merangkul Sam Rinhyo di malam hari.

“Sepertinya dia hanya membantuku berjalan, dan mencari taksi.” Kyuhyun mencoba mengingat.

“Sepertinya?” Eunhyuk meragu.

“Aku tidak sadar saat itu, aku mabuk.” Kyuhyun menghempaskan diri di atas sofa, diikuti Donghae.

“Untuk apa Minho mengundangnya di perayaan hari jadi SHINee malam itu?” Donghae terheran.

“Mereka saling mengenal, karena pernah terlibat kencan buta,” jawab Kyuhyun enteng.

 

***

 

“Kyuhyun-ssi, apa kau benar-benar berhubungan spesial dengan aktris Sam Rinhyo?”

“Bagaimana tanggapanmu tentang foto yang tersebar?”

“Kapan pihak agensi akan memberi kejelasan?”

“Cho Kyuhyun-ssi, tolong berikan tanggapanmu.”

Cho Kyuhyun menarik topi ke bawah, menutupi wajah. Berjalan menunduk mengikuti langkah cepat manajer yang ada di depannya, menghindari gangguan wartawan yang berusaha memperoleh informasi.

“Permisi, tolong beri jalan.” Manajer Kim mencari celah menuju van, “Dimohon mengerti, kami tidak punya banyak waktu.”

Kyuhyun segera masuk begitu manajer Kim membuka pintu van, dan ditutup kembali dengan cepat. Kyuhyun melepas topi, menghela napas berat. Tangannya merogoh ponsel, membuka aplikasi browser, lalu mengetik namanya sendiri dalam mesin pencarian.

Rumor beredar luas cepat sekali, dalam sekejap namanya menjadi pencarian nomor satu saat ini. Banyak forum diskusi membicarakan dirinya, Sam Rinhyo, bahkan Shin Soojung.

[+312, -26] Apa yang terjadi? Jelas sekali Kyuhyun milik Soojung.

[+207, -58] Aku benar-benar tidak bisa merelakan Kyuhyun oppa!

[+214, -0] Aku hanya berharap yang terbaik untuk mereka, terutama Kyuhyun oppa.

[+168, -11] Apakah mereka benar-benar mengumumkan hubungan dengan cara ini? Apakah ini adalah akhir dari KyuSoo couple? Aku tahu Sam Rinhyo adalah teman Shin Soojung tapi apakah dia tega mengkhianati teman dekatnya sendiri? Kenyataan ini membuatku menangis.

[+89, -3] Sam Rinhyo sangat cantik.

[+52, -2] KyuRin? KyuHyo? Sepertinya tidak buruk, mereka terlihat cocok, tapi tetap saja aku tidak suka! KyuSoo hwaiting!

Kyuhyun memutar bola mata, menghembuskan napas panjang. Rumor percintaan benar-benar masalah besar bagi idol sepertinya.

 

***

 

“Bagaimana bisa ini terjadi?” Kepala manajer mengumpulkan seluruh manajer Super Junior di dalam sebuah ruangan rapat. Terdapat meja berbentuk elips tepat di tengah, Kepala manajer duduk di ujung meja dan kesepuluh manajer tiap member tersebar di dua sisi.

“Foto itu diambil saat malam perayaan hari jadi SHINee tiga hari yang lalu. Kyuhyun dalam keadaan mabuk, tanpa sadar keluar gedung menghampiri Sam Rinhyo yang hendak pulang. Tubuhnya tidak seimbang, karena itu tergambar seolah Kyuhyun memeluknya dalam foto, itu hanya upaya agar tubuhnya tidak terjatuh.” Manajer Kim selaku manajer pribadi Kyuhyun angkat bicara.

“Sejauh apa hubungan mereka?” tegas Kepala manajer.

“Pertemanan biasa, tidak ada yang spesial. Aku telah mengonfirmasinya pada Cho Kyuhyun.”

“Lalu agensi Sam Rinhyo?”

“Mereka mengatakan hal yang sama, aku sudah berbicara dengan manajernya.”

Kepala manajer mengangguk mengerti, menatap keseluruhan manajer, “Bagaimana dengan pendapat member lain?”

“Siwon bahkan tidak tahu mereka saling mengenal.”

“Donghae juga terkejut.”

Setiap pernyataan manajer lain menunjukkan satu suara bahwa rumor tersebut tidaklah benar.

“Baiklah kalau begitu, segera berikan pengumuman resmi.”

 

***

 

Sam Rinhyo menunduk dalam menghadapi kerumunan wartawan, mereka mengajukan pertanyaan yang sama seperti pada Cho Kyuhyun. Sam Rinhyo juga tak bereaksi, berjalan mengikuti manajer yang melindunginya, hingga sampai selamat di dalam van. Gadis itu menghela napas panjang, hal merepotkan ini tidak akan terjadi apabila Kyuhyun tidak menyusulnya waktu itu.

 

Sam Rinhyo keluar dari sebuah gedung dengan langkah tergesa, ia tidak memiliki banyak waktu untuk perjalanan menuju lokasi syuting, namun tiba-tiba seseorang menarik tangannya. Gadis itu menoleh, mengernyit menemukan Cho Kyuhyun.

“Seharusnya kau tidak meninggalkan Minho begitu saja saat kencan buta.” Kyuhyun meracau, pandangannya tak fokus, tubuhnya tak seimbang seperti ditiup angin.

Rinhyo menatap Kyuhyun heran.

“Asal kau tahu, Minho sering memujimu.”

“Aku tidak peduli, dia hanya seorang teman.” Rinhyo memutar tubuh, melanjutkan langkah.

Tangan Kyuhyun terulur ke depan, hendak mencegah Rin Hyo. Namun diluar dugaan, tubuh yang sempurna kehilangan kendali Kyuhyun merangkul tengkuk gadis itu.

“Dunia terbalik, dunia benar-benar terbalik, kepalaku sangat pusing.”

Sam Rinhyo mendesis kesal.

“Apa yang terjadi?” Manajer Jang datang, sebelumnya ia menunggu Sam Rinhyo di dalam van.

“Cepat panggilkan taksi, oppa.”

Manajer Jang segera menghubungi taksi, lalu mengambil alih Kyuhyun.

Sam Rinhyo cepat-cepat memasuki van sebelum orang lain melihat, sementara manajer Jang menuntun Cho Kyuhyun hingga taksi pesanan datang.

“Tolong antarkan dia ke dorm Super Junior. Aku tidak tahu alamatnya, tapi kau bisa mencarinya di internet.”

 

Rinhyo mendecak, terlibat skandal benar-benar menyebalkan, karena orang-orang pasti akan menanyainya perihal yang sama kemanapun ia pergi, dan juga menerima haters yang baru lagi.

 

Drrt drrt

 

From: 010-4328-8994

 

Maaf karena menyebabkan kekacauan.

Cho Kyuhyun.

 

***

 

“Kau akan latihan?”

Soojung menoleh ke belakang, menghentikan langkah menunggu Minho menyusul di sampingnya, “Nanti, setelah menemui Presdir Lee.”

Kini mereka berjalan berdampingan memasuki gedung agensi.

“Untuk apa?”

Soojung mengangkat bahu, “Entahlah, Manajer Park hanya memberitahuku seperti itu. Kau?”

“Aku akan menyusul member lain di ruang latihan vokal.”

Soojung mengangguk, “Kalau begitu aku pergi dulu,” ujarnya lantas berbelok ke kiri bersama Manajer Park sementara Minho memasuki lift.

 

***

 

Shin Soojung menatap curiga semua orang yang berada dalam meeting room, terutama pada Cho Kyuhyun yang duduk tepat di hadapannya di seberang meja elips.

Cho Kyuhyun membalas tatapan Soojung, seolah ingin mengatakan sesuatu.

Soojung mengernyit, menatap Presdir Lee, “Untuk apa aku, Kyuhyun oppa, dan manajer kami harus berkumpul disini?”

“Ada kepentingan yang harus kita diskusikan bersama.” Presdir Lee menatap Soojung serius, menautkan jari-jari tangannya yang terletak di atas meja, “Kau sudah siap?”

Soojung menyipitkan mata, menoleh pada manajer Park, “Apa yang terjadi?” Soojung berbisik.

Manajer Park hanya mengangguk pelan, memberi isyarat agar Soojung menurut saja pada apa yang akan terjadi.

Soojung kembali menatap Presdir Lee, meneguk ludah berat, “Apakah penundaan konserku?”

“Tidak seburuk itu.”

“Lalu?”

“Kau sudah mendengar tentang skandal Kyuhyun dengan seorang aktris?”

Soojung mengangguk ragu, perasaannya tidak nyaman, “Baru saja aku mendengarnya dari Manajer Park, tapi apa hubungannya denganku?”

“Persiapkan dirimu.”

Sontak sekujur tubuh Soojung gugup, ucapan Presdir Lee begitu ambigu. Gadis itu memandang langit-langit ruangan, menghela napas dalam, sesuatu buruk rasanya akan segera menimpa dirinya.

Kyuhyun juga mengambil napas panjang, tidak banyak yang bisa ia lakukan.

Tiba-tiba tatapan Soojung menajam, menatap Presdir Lee, “Apakah Presdir berniat menggunakan aku untuk menutupi skandal itu dengan kasus lainnya?”

“Bukan kau saja, tapi kalian berdua.”

“Aku tidak bisa melakukannya, ini akan berpengaruh pada konserku.” Soojung menggunakan alasan paling logis untuk menolak agar dapat dibatalkan, gadis itu mulai menyadari apa yang terjadi.

Presdir Lee menggeleng tegas, “Meski agensi membantah dalam pernyataan resmi, publik tidak akan begitu saja melupakan skandal ini. Dipastikan mereka hanya menganggap agensi berusaha menutupi, karena sikap Kyuhyun dalam foto jelas meyakinkan publik bahwa mereka tengah berkencan, dan itu mengancam turunnya saham perusahaan.”

Soojung memejam frustasi, keuntungan agensi benar-benar di atas segalanya, bahkan kebahagiaan sekalipun.

“Maka dari itu, dengan meresmikan hubungan kalian, perhatian masyarakat akan teralih sekaligus peluang bisnis semakin luas, bukankah penggemar KyuSoo cukup besar?”

 

***

 

“Kau puas?” Tatapan dingin Soojung mengitari pemandangan dari atap gedung agensi.

Kyuhyun menghela napas, menatap Soojung menyesal, tangannya terangkat hendak menyentuh gadis itu namun perasaan bersalahnya menyebabkan tangan pria itu terjatuh kembali.

“Tidak bisakah kau berhenti mengganggu kehidupanku?”

“Soojung-ah.” Kyuhyun memberanikan diri meraih tangan Soojung, “Aku tidak tahu akan serumit ini.”

Soojung melempar tangan Kyuhyun kasar, menatap benci pria itu, “Baik dulu maupun sekarang, kau memang tidak pernah tahu apapun, kau tidak pernah peduli!”

“Kumohon jangan seperti ini.” Kyuhyun selangkah mendekati Soojung.

Soojung mundur menjauh, tersenyum getir, “Kenapa kami selalu menanggung masalah yang kalian perbuat, Tuan Cho?”

“Shin Soojung!” Kyuhyun membentak emosi, mendengar Soojung mengungkit masa lalu membuat kedua matanya bergetar panas, “Aku akan bertanggung jawab, kau tidak perlu melakukan apapun.”

“Tidak perlu melakukan apapun?” Soojung mendecih, “Bagaimana ini? Aku sudah terlanjur terlibat. Ketika Presdir berkata mendiskusikan sesuatu dengan orang-orang seperti kita, dia tidak benar-benar mendiskusikannya, tapi memastikan kita untuk menyetujui keputusan di hadapannya, dan menjadikan itu sebuah kesepakatan perjanjian. Kau pasti tahu itu, kan? Bukankah kau seorang sunbae?”

Kedua tangan Kyuhyun mengepal kuat melihat Soojung beranjak meninggalkannya.

“Maafkan aku.”

Soojung berhenti, tersenyum miring, menoleh ke belakang menatap Kyuhyun, “Kau tidak merasa ucapanmu terdengar seperti omong kosong sekarang?”

Soojung berjalan cepat memasuki lift, menekan tombol menuju lantai dasar, ingin segera mengenyahkan Kyuhyun dari pandangannya.

Penunjuk lantai dalam lift masih menunjukkan angka tiga, pintu lift terbuka, Soojung membatu mendapati Choi Minho berdiri hanya berjarak beberapa langkah di depannya.

Keduanya tak bergeming, saling menatap satu sama lain.

Memandang pria yang dicintainya kedua mata Soojung memanas, bola matanya memerah, tangannya yang terkepal mulai bergetar, perlahan gadis itu menitikkan air mata. Tak sanggup Soojung berakting dalam keadaan seperti ini.

Minho tertegun, memastikan sekitar tak ada seorangpun melihat, ia segera memasuki lift lantas menutupnya cepat.

Lift tak bergerak dari lantai tiga, tetap berhenti disana, Minho merengkuh tubuh Soojung ke dalam pelukannya.

Soojung pun memeluk Minho erat, mencurahkan segala keluh yang tersalur melalui tangisannya pada Choi Minho, pria yang paling ia butuhkan, pria yang paling mampu menguatkan dirinya.

Minho tak mengucap sepatah katapun, tak menanyakan sebab mengapa Soojung menangis, tak meminta Soojung menghentikan tangisannya. Hal itu bukan karena Minho tak peduli melainkan demi meredam kesedihan gadis itu. Tatapannya menyendu, yang bisa ia lakukan hanyalah mengusap punggung Soojung pelan berusaha memberi ketenangan.

Tiba-tiba lift bergerak, Soojung menarik diri dari pelukan Minho, berusaha menahan isakannya.

Minho menghapus air mata Soojung menggunakan lengan kemejanya yang panjang, “Tenang, semuanya baik-baik saja, kau tetap cantik,” Minho tersenyum manis, “Maaf karena tidak bisa menggenggam tanganmu menjelang program musik tadi, pasti tanganmu sangat dingin.”

Soojung menghela napas, tersenyum penuh arti, “Rasanya lega kau ada disini.”

“Hebat, bukan?” Minho menggoda Soojung dengan lirikannya.

Semua berubah begitu pintu lift perlahan terbuka, keduanya bersikap seperti biasa seperti tak ada apapun yang baru saja terjadi. Keduanya menunduk sopan ketika Presdir Lee melangkah memasuki lift.

 

***

 

Sam Rinhyo-ssi, aku Cho Kyuhyun, bisakah kita bertemu sebentar?

 

Annyeong haseyo.” Sam Rinhyo menunduk salam begitu membuka ruangan restoran vvip.

Cho Kyuhyun bangkit dari duduknya, membalas salam Rinhyo, mengulurkan tangan pada kursi di hadapannya, “Silakan.”

Rinhyo mengangguk, melepas kacamata hitam dan masker di wajahnya sebelum duduk di tempat yang dipersilakan Kyuhyun, “Kau bisa berhenti bersikap formal sekarang.”

Kyuhyun menghirup napas dalam, “Aku tahu kau mengalami waktu sulit karenaku, untuk itu aku ingin meminta maaf secara langsung.”

“Semua terlanjur terjadi, kita tidak bisa mengendalikan perspektif publik.”

“Kau tahu aku tidak melakukannya dengan sengaja, kan?”

“Tentu saja, aku tahu kau memang bodoh.”

Kyuhyun mengedarkan pandangan, tatapan dingin serta ucapan tajam Rinhyo membuat sekujur tubuhnya panas tersulut emosi, “Lalu apa yang akan kau lakukan?”

Rinhyo mendecih, “Kau ingin aku yang bertanggung jawab? Tak kusangka, kau masih saja tak berubah.”

“Aku hanya bertanya apa rencanamu, bukan memintamu bertanggung jawab.” Kyuhyun menatap Rinhyo datar.

“Entahlah, apa lagi yang bisa kulakukan. Mungkin menunggu waktu sampai semua orang melupakan skandal itu.”

“Hanya itu?”

“Maksudmu?” Rinhyo mengernyit.

“Tidak, aku hanya memastikan. Bagus jika kau tidak melakukan hal lebih yang hanya akan menambah hutang budiku padamu.” Kyuhyun berdiri, “Jika mendapat serangan akibat skandal itu, kau bisa mengatakannya padaku, pastikan kau menyimpan nomorku untuk itu. Tapi jika kau menolak tawaran ini, juga bukan masalah bagiku, karena itu artinya aku tidak perlu bertanggung jawab atas apapun selain agensiku mengeluarkan bantahan resmi.”

Rinhyo menatap Kyuhyun tak percaya, mendengus saat musuh bebuyutannya berlalu lebih dulu, “YA!”

Tangan Kyuhyun yang telah memegang gagang pintu terhenti, “Apa lagi?”

“Bagaimana keadaan hubungan kalian?”

Mendengar pertanyaan Rinhyo, Kyuhyun meremas kuat gagang pintu, memejam frustasi lalu berbalik menatap Rinhyo tajam, “Apa urusanmu?”

“Tidak, aku hanya penasaran. Aku tidak tahu apa yang terjadi pada kalian hingga Soojung begitu membencimu tapi kupikir tidak baik jika kalian terus hidup seperti ini.”

“Kurasa aku tidak perlu menjelaskannya karena tidak ada hubungannya denganmu.”

“Sampai kapan kalian akan menyembunyikan hubungan yang sebenarnya?”

Tatapan Kyuhyun semakin nyalang, “Sudah kukatakan bukan urusanmu!”

 

***

 

Wakil Direktur SM Entertainment memasuki ruang konferensi pers, disambut gemuruh shutter dan kilat kamera dari para wartawan yang hadir. Wakil Direktur mengambil posisinya duduk, membenarkan letak mikrofon di atas meja podium agar dapat menangkap suaranya dengan jelas.

“Sebagai perwakilan agensi, saya tidak akan berlama-lama disini dan klarifikasi dari kami diharapkan dapat menjawab semua opini yang beredar mengenai rumor. Saya tidak akan mengulangi dua kali atau lebih jadi dimohon tenang.” Ucapan dengan suara tegas Wakil Direktur mengubah suasana menjadi hening, semua bersiap mendengar tanggapan agensi dengan seksama.

“Baik, sependapat dengan klarifikasi yang disampaikan oleh agensi Sam Rinhyo, kami menegaskan bahwa rumor kencan antara Cho Kyuhyun dan aktris sama sekali tidak benar. Kami telah mengonfirmasi pada selebriti yang bersangkutan dari agensi kami, Cho Kyuhyun, bahwa mereka sekadar teman biasa dan malam itu Kyuhyun dan aktris bertemu disana karena menghadiri perayaan hari jadi SHINee. Dan mengenai skinship yang terjadi, hal itu hanyalah ketidaksengajaan. Terimakasih atas kehadiran dan perhatiannya.” Wakil Direktur segera beranjak keluar dari ruang konferensi bersama dua orang pria pengawalnya.

“Bagaimana bisa hanya sebuah ketidaksengajaan?”

“Pasti masih ada yang mereka sembunyikan.”

 

***

 

Headline News!

Pernyataan resmi SM Entertainment: Rumor kencan Cho Kyuhyun dan aktris Sam Rinhyo tidaklah benar!

 

Soojung mendecak menatap layar ponselnya, kemudian mengalihkan pandangan ke sisi kanan memandang suasana malam dari kaca mobil, “Artikel menyebar lebih cepat dari yang kukira.”

Cho Kyuhyun yang tengah menyetir hanya menghela napas berat, “Sudah sampai.”

Keluar dari mobil, Soojung menghirup napas dalam, merasakan angin kebebasan seraya memandang terpesona pada gemerlap taman hiburan malam yang tampak dari luar, “Sudah lama sekali.”

Kyuhyun memakai topi hitamnya kemudian bergegas memesan tiket, “Kajja,” ajaknya menuju gerbang masuk pada Soojung setelah menggenggam dua tiket di tangan.

“Kalian benar Cho Kyuhyun dan Shin Soojung?” Kedua penjaga yang bertugas memeriksa barang  terkejut mengenali Kyuhyun dan Soojung yang hanya memakai topi sebagai alat penyamaran.

Annyeong haseyo.” Kyuhyun tersenyum.

Soojung berpaling kearah lain lalu menunduk saat penjaga wanita berusaha memastikan wajahnya.

“Kalian aman, silakan masuk.”

Kamsahamnida,” ucap Soojung samar.

Kyuhyun meraih tangan Soojung, mengunci jari-jari gadis itu disela jarinya.

“Lepaskan!” Soojung berusaha melepas dengan kasar, “Ini  terlalu berlebihan!”

Kyuhyun menguatkan genggaman tangannya, tak membiarkan tautan tangan mereka merenggang sedikitpun.

YA! Cho Kyuhyun-ssi!”

“Jangan pernah memanggilku seperti itu!” bentak Kyuhyun.

Tubuh Soojung berjengit, “Tch! Kau berani membentakku?!”

Kyuhyun mendesah frustasi, “Jangan membuatku seperti orang asing, Soojung-ah.”

Soojung memutar bola matanya kesal.

Dengarkan aku, pada intinya kita harus membuat orang-orang menyangka kita tengah berkencan malam ini, dan aku sangat merindukanmu, Soojung-ah, mengertilah. Aku hanya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk bersamamu, itu saja.” Kyuhyun menangkup tangan Soojung dengan kedua tangannya, menatap gadis itu putus asa.

“Kau baik-baik saja dengan hubungan palsu ini?”

Kyuhyun mengangguk, “Selama itu bersamamu, aku tidak keberatan.”

Soojung tersenyum miring, “Maksudmu selama gadis yang kau repoti adalah aku, kau tidak merasa bersalah?”

“Jangan berbicara yang tidak-tidak kumohon.”

Soojung menghela napas, menatap tangannya dalam genggaman Kyuhyun, “Dibalik semua ini, apa kau punya seorang kekasih sebenarnya?”

“Tidak.” Kyuhyun mengernyit, “Mengapa bertanya soal itu?”

Soojung menggeleng kecil, tersenyum kaku dengan pandangan kosong, “Syukurlah.”

“Wae?” Kyuhyun membungkuk, menyamakan tinggi mereka, menatap Soojung tepat di depan wajah gadis itu.

“Tidak ada, hanya saja jika punya, kau bisa menyakiti perasaannya tanpa kau sadar akibat hubungan palsu ini.”

Kyuhyun melebarkan mata, merasa aneh, “Ada apa denganmu? Kau memiliki kekasih? Siapa?”

“Tentu saja,” Soojung berpaling menjauhi tatapan Kyuhyun, “Tidak.”

 

***

 

Choi Minho keluar dari mobil sedan hitam pribadinya, dengan mengenakan pakaian serba hitam juga topi dan masker berwarna senada. Melangkah tergesa memasuki sebuah gedung tinggi apartemen, menuju lift lalu menekan tombol sepuluh. Setelah lift terbuka, kedua kakinya bergegas melangkah cepat, kemudian berhenti di depan salah satu pintu ruang apartmen bertuliskan nomor 212.

Minho menekan tombol bel apartemen itu. Tak mendapat jawaban, Minho menekannya untuk yang kedua kali. Semakin tak sabar, pria itu menekannya berkali-kali dengan cepat, “Cepat buka, Soojung-ah.”

 

Cklek

 

Minho tersenyum manis begitu Soojung membuka pintu.

Kedua mata Soojung membulat sempurna, “Kenapa tiba-tiba?”

“Minho-ya?”

Minho terkesiap mendengar suara Kyuhyun, wajahnya menegang, bola matanya bergerak kaku ke atas mengarah pada Kyuhyun yang berada di belakang Soojung.

Kyuhyun bergerak maju, menggeser tubuh Soojung dan berdiri tepat di depan Minho, menatap Minho dengan dahi mengerut, “Apa yang kau lakukan tengah malam disini?”

Sorot mata tertegun Minho menatap tak percaya Soojung yang tampak ingin menjelaskan sesuatu melalui wajah gadis itu, “Apa ini?”

.

.

.

-TBC-

Advertisements

13 thoughts on “Officially Missing You 1

  1. aaahh parah sih ini ceritanya! i mean bener2 ga ketebak siapa pasangan siapa dan apa permasalahanya aaaahhh suka bgt nih penuh misteri dan teka teki, apasih-.-v hahah ditunggu selalu lanjutannyaaaaa

  2. stiap cerita disini pasti jaln ceritanya berbeda, dan yg plng penting bikin penasaran, jaln ceritanya tdk mudah ditebak,
    pokoknya keren,
    inti masalah disini msh penuh misteri..

  3. apa ini? masih banyak pertanyaan2 yg ngegantung di pikiranku setelah baca part ini. mungkinkah cinta kyuhyun bertepuk sebelah tangan,dia suka soojung tpi soojung punya hubungan dg minho. ah………..dri pada penasaran baca nex part nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s