Doll | Teaser

Doll.jpg

DOLL

 

Author : Tsalza Shabrina

 

***

 

Suara lantunan  lagu milik penyanyi legendaris sekelas Kim Dong Ryul terdengar dari speaker kecil headseat-nya. Wajah Sam Rin Hyo terlihat sangat putus asa, kedua kakinya gemetar seiring dengan irama lagu etude of memory yang mengalun lembut nan pelan.

Kedua matanya terpejam merasakan hembusan nafas bumi yang cukup kencang, dingin. tubuhnya terasa membeku di tengah musim dingin. apalagi kini ia berdiri ditrotoar jembatan  yang dibawahnya membentang sungai han. Ketika malam hari seperti ini sungai han berwarna hitam pekat, seseorang pasti akan langsung mati jika meloncat dari sini, bukan? Tubuhnya pasti langsung mati beku didalam sungai han. Iya, kan?

Hembusan angin semakin kencang, bahkan ia bisa mendengar suara tabrakan udara yang berlawanan arah. Tubuhnya semakin gemetar, bergidik kedinginan. Tentu saja, ia tak memakai penghangat apapun selain seutas dress sepanjang lutut dengan  lengan panjang yang  tembus pandang. Siapapun yang melihat, meski hanya sepintas pasti akan mengetahui bahwa pakaian yang dipakai Sam Rinhyo sekarang bukanlah pakaian yang bisa mereka beli begitu saja meski dengan harga 100 ribu won. Dress itu terlihat mewah dengan segenap ke-simple-annya, tapi juga terlihat dingin jika dipakai saat musim dingin seperti ini.

Kaki lemasnya bergerak selangkah mendekati pagar jembatan, seketika itu pula lampu yang menempel dipagar menyala.

 

Apa kau sedang kecewa?

 

            Kedua mata sayu Rinhyo membaca tulisan itu dengan air mata yang sudah hampir jatuh dari pelupuk mata. Kembali ia melangkah sekali,  dan lampu itu memancarkan warna yang berbeda pun kalimat berbeda.

 

Apa kau merasa putus asa?

 

            Air matanya semakin berjatuhan seiring kedua matanya mengikuti deretan kalimat itu. Bahkan dadanya yang terasa sesak menimbulkan isakan – isakan menyedihkan, tak peduli dengan wajahnya yang kini terlihat mengerikan karena tangisannya. Make up-nya sudah tak berbentuk, tinta maskara yang  meluber karena terkena air, dan eyeshadow yang sudah berantakan karena ulah tangannya yang tanpa sadar mengusap air mata. Semuanya sudah tak ia pedulikan, ia hanya ingin pergi dari dunia memuakkan ini. Ia ingin hilang.

 

Meninggalkan dunia bukanlah solusi yang tepat.

Kau tidak sendirian.

 

            Kini Sam Rinhyo berada tepat dipinggir jembatan, tubuhnya sudah menempel pada pagar. Begitu pun kaki kanannya yang mulai memanjat pagar, suara laju mobil yang sangat kencang dibelakangnya sudah tak ia pedulikan lagi juga lampu jembatan. ia sudah tak tahan lagi membaca kalimat yang diucapkan oleh pagar pembatas jembatan. Semua yang ada didunia ini adalah omong kosong, begitu pun dengan pagar ini.

Hembusan angin kencang menyambut ketika ia berada tepat dipuncak pagar besi tebal jembatan, ia menatap kebawah tanpa penyesalan dan ketakutan sama sekali. Mungkin ia akan lebih menyesal jika tidak melompat sekarang. Ia kembali memejamkan kedua mata, membiarkan air mata jatuh lagi membasahi pipi. Lelah, rasanya lelah sekali.

“Kau tahu jika kau melompat dari sana untuk mengakhiri hidupmu adalah hal terbodoh, kan?” tubuh Rinhyo berjengit terkejut ketika mendengar suara seorang pria yang tiba – tiba terdengar. Tubuhnya yang tadi seimbang berada disana kini sedikit bergoyang kehilangan keseimbangan, namun ia mengembalikan keseimbangan seraya  menoleh kesamping kanan. Menatap kearah seorang pria yang tengah  menatapnya dengan segaris senyuman meremehkan.

Nugu…seyo?”  Suara Rinhyo hampir habis ketika menanyakan pertanyaan mudah itu. Sedangkan pria yang tadi mengejutkannya itu berjalan mendekat, duduk bersandar pada pagar pembatas seraya menyalakan rokoknya.

“Aku Cho Kyuhyun, mahasiswa universitas Inha. Jurusan Musikal.” Jawab pria itu santai, menghisap rokok seolah tak ada apapun meski nyatanya ada orang yang hendak mengakhiri hidup tepat disampingnya.

“Pergilah. Aku tak punya urusan denganmu!” tukas Rinhyo, kembali menatap genangan sungai han.

Cho Kyuhyun tersenyum miring, beranjak kemudian membuang rokoknya kedalam sungai han seraya menyandarkan dadanya pada pagar pembatas. Memandangi puntung rokok yang masih menyala jatuh kedalam sungai han meski sesekali terbawa angin. “Keure, melompatlah! Tapi aku hanya mengingatkan, masuk kedalam sana hanya akan membuatmu menderita. Kau tidak akan langsung mati, apalagi dibawah sana sekarang sudah banyak polisi yang berjaga untuk menyelamatkan orang – orang yang bunuh diri. Lebih baik  kau melompat dari atap apartemen berlantai 60. Aku yakin kau akan langsung mati.” Penjelasan ringan dari Kyuhyun itu membuat Rinhyo sedikit goyah. Kedua matanya kembali menatap kearah sungai han. Benar, ia bisa melihat kapal polisi yang berlayar disana.

“Kau lihat ahjussi itu, untuk menjaga kesehatan ia berolahraga ditepi sungai han.” Rin Hyo menoleh kebawah, menatap seorang ahjussi yang tengah berlari kecil dengan memakai jaket hangat meski cuacanya dingin. “Kau juga bisa lihat wanita itu, kan? Dia juga terlihat begitu lelah dengan kehidupannya. Tapi ia masih semangat untuk bekerja.” Air mata Rin Hyo kembali memenuhi pelupuk mata ketika  menatap seorang wanita yang tengah membersihkan jalanan ditepi sungai han tengah malam. “Dan sekarang lihatlah dirimu sendiri, kau tidak malu pada mereka?”

Tangisan Rinhyo pecah, isakannya lebih besar dari sebelumnya. Dengan keras ia berteriak untuk melepaskan segala rasa sesak yang berada dihatinya. Kyuhyun tersenyum kecil, mengulurkan tangannya pada Rinhyo. “Ayo turun.”

Rinhyo menatap tangan Kyuhyun kemudian menatap wajah pria itu dengan nanar. Isakannya masih terasa, membuat ia sedikit tak seimbang berdiri dipuncak pagar pembatas. Sontak ia menggeggam tangan Kyuhyun, turun didalam pelukan pria itu. kedua tangannya meremas jaket Kyuhyun dengan erat, sepertinya jaket pria itu akan kusut nanti. Tapi Rinhyo tak peduli, ia juga tak peduli jika ia baru saja mengenal pria bernama Cho  Kyuhyun ini. yang ia butuhkan sekarang adalah pelukan.

“Kau melakukan hal baik.” Hanya itu yang dikatakan Kyuhyun, tangannya menepuk – nepuk punggung Rinhyo berirama. Memberi kesan ketenangan pada  gadis itu, juga sekaligus memberi kehangatan karena ia bisa merasakan bagaimana membekunya tubuh Rinhyo.

“Nona Sam Rinhyo! Ternyata anda disini.” Rinhyo sontak melepas pelukannya  ketika mendengar suara pria lain. Gadis itu sedikit mendorong  tubuh Kyuhyun agar menjauh darinya, mundur satu langkah dengan wajah kebingungan.

Sedangkan pria yang memakai setelan serba hitam itu sudah memeriksa keadaan  Rinhyo segera berteriak “Cepat bawa jaket kesini!” ketika menyadari betapa dinginnya tubuh Rinhyo.

“Nona kemana saja? Nyonya Shim sangat mengkhawatirkan nona.” Ujar pria itu lagi, bersamaan dengan seorang pria lagi yang membawa jaket tebal dan panjang. Pria itu segera memakaikannya pada Rinhyo hingga menutupi hampir seluruh tubuh Rinhyo.

“Ayo kita pulang, nyonya sangat kacau tadi.” Rinhyo hanya diam, ia menatap Kyuhyun sebentar kemudian mengalihkan pandangannya ketika melihat senyuman tipis pria itu. membiarkan tubuhnya digiring pelan oleh dua orang pria itu. Bodyguard yang memang ditugaskan untuk menjaga Sam Rinhyo.

Rinhyo memasuki mobil, kemudian disusul oleh dua orang bodyguard yang duduk didepan. “Nona tidak apa – apa? Ada apa dengan wajah nona?”

Rinhyo menghela napas panjang. “Gwenchanayo.”

            “Katakan saja jika membutuhkan sesuatu.”

Ahjussi!” Rinhyo berucap tanpa irama. “Sebelum pulang, bisa antarkan aku kesalon terlebih dulu?”

Ne.

“Dan juga, jangan katakan orang tuaku jika kalian menemukanku dijembatan sungai han. Katakan kau menemukanku disebuah kafe, menenangkan diri.”

Pria yang berada disamping kemudi itu menatap Sam Rinhyo dari spion dalam, antara terkejut juga simpati. Terkejut karena baru saja ia melihat Rinhyo dijembatan dengan wajah putus asa, dipelukan seseorang. Ia merasa keadaan Rinhyo sekarang begitu menyedihkan.

 

 

***

 

Mobil  mercedes benz milik Rinhyo yang tadi dikendarai oleh bodyduardnya itu terhenti tepat dibelakang mobil porsche hitam. Park ahjussi, bodyguard yang duduk disamping kemudi segera turun. Membuka pintu untuk  Rinhyo.

Sam Rinhyo tak bergerak, kedua matanya menatap lurus kearah mobil porsche itu seraya menghela napas dalam. Dia datang kesini, pikirnya. “Anda tidak turun, nona?” pertanyaan Park ahjussi membuat ia sadar jika tak ada gunanya untuk menghindar. Senyuman manisnya terulas setelah helaan napas panjang keluar, bagaimana pun ia akan kembali seperti semula.

Dengan make up yang sudah terlihat sempurna Rinhyo turun dari mobil,  karena petugas salon langganannya sudah memoles ulang wajahnya yang sempat berantakan. Langkah kakinya melangkah pasti menaiki anak – anak tangga yang membawanya pada pintu utama rumah bak istana ini. Seorang pelayan perempuan membuka pintu untuknya, dan seketika itu pula ibunya menyambut dengan raut wajah hampir menangis.

“Oh  Ya Tuhan, putriku kau kemana saja?” Senyumannya ia ulas sebaik mungkin kala kedua tangan ibunya merengkuh tubuh. Mata coklatnya melirik kearah Ji Changwook-pemilik mobil porsche itu. melemparkan sedikit senyuman pada pria yang tengah berdiri seraya menatapnya khawatir itu.

“Maaf membuatmu khawatir, ibu.”

Nyonya Shim melepas pelukannya, menatap putri satu – satunya dengan senyuman kecil. “Tak apa, yang terpenting kau sudah disini sekarang. Changwook sangat khawatir karena kau tiba – tiba menghilang ditengah pesta, ia kemari untuk mencarimu.”

Rinhyo menoleh kearah Ji Changwook, membungkuk sedikit seraya mengulas senyuman menenangkan. “Maafkan aku tiba – tiba menghilang, Changwook-ssi.”

Ji Changwook mengangguk sekadar, ia baru saja dapat menghela napas lega karena Rinhyo sudah berada disini. Dengan keadaan utuh, tak terluka sedikit pun. Itu sudah cukup.

“Duduklah, mengobrol dulu dengannya. Ia sudah menunggumu sejak tadi.”

Animida. Ini sudah tengah malam, lebih baik Rinhyo istirahat. Aku pulang dulu.” Changwook membungkuk dalam pada Nyonya Shim kemudian melangkah keluar dari rumah tanpa menatap Rinhyo sama sekali.

Sam Rinhyo menghela napas, sudah sepantasnya Changwook marah karena ia tiba – tiba menghilang tepat setelah pengumuman rencana pertunangan mereka ditengah pesta peresmian cabang perusahaan  baru keluarga Ji Changwook di daerah Cheondamdong.

“Changwook benar, lebih baik kau istirahat.” Rinhyo kembali mengulas senyum, mengangguk kemudian melangkah menuju kamarnya yang berada dilantai dua. Memasuki kamar, seketika hilang pula senyuman dibibirnya. Ia menyampirkan jaket panjang disandaran kursi, kemudian duduk didepan meja rias. Melepas bulu mata palsunya sebelum membersihkan make up yang menempel diwajahnya. Jujur saja, ia benci memakai make up.

Melamun seraya menatap wajah lemasnya dari pantulan kaca. Tawa kecilnya terdengar  pilu, sedikit menyesal karena ia tak benar – benar melompat juga tak percaya dengan apa yang akan ia lakukan tadi dijembatan. Itu semua karena kelelahannya yang sudah mencapai puncak. Sudah tidak bisa ditolerir lagi.

Ia ingin terlahir kembali menjadi orang lain.

Ia lelah terus menerus menjadi seorang Sam Rinhyo.

 

To Be Continued-

 

Hai! Ada Ji Changwook  disini wkwk aku lagi suka banget sama Ji Changwook karena dia ganteng-ofcourse- terus dia ternyata temennya Kyuhyun soalnya pernah main musikal bareng.

 

Semoga kalian suka ya dengan ff baru yang genrenya sedikit  banyak seperti melodrama ini. hahaha

 

Jangan jadi silent readers ya guyss *bow

Advertisements

20 thoughts on “Doll | Teaser

  1. cerita baru, jalan cerita baru, dan yg pling penting bikin penasaran…
    Sbenarnya apa beban hidup Sam Rin Hyo..
    Part 1 ditunggu bgt kak,
    keep writing, dan tetep semangat kak !

  2. Cerita baru hehehe
    Jadi changwook tunangannya rin hyo .
    Kyu disini ga jadi org kaya ya?
    Penasaran hehe …
    Makasi eonni ud dipost . Semangat trus ^^ ditunggu klnjtnnya dan happy holiday hihi

  3. hoho….ada ff baru,kyknya seru. izin baca y……………. kyknya cinta bertepuk sebelah tangan untuk changwook wkwkwk…………

  4. Anyeong, q reader baru. Nemuin blog ni gara2 jelajah google, saat buka blog nemuin ff ni, pnasaran q cba bca dari awal, ternyata menarik, izin bca ya….and izin ubek2 librarynya jg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s