Officially Missing You 2

omy2

Author: Bella Eka.

.

.

Soojung membuka pintu apartemennya dengan gerak kasar setelah mengkombinasikan beberapa angka pada kotak password, melangkah masuk dengan wajah merah padam menahan amarah, lalu memutar tubuh menatap tajam Kyuhyun yang tengah menutup pintu.

“Apa yang bisa kita makan disini?” Kyuhyun melewati Soojung begitu saja, sengaja menghindari gadis itu yang ia tahu pasti akan meledak sesaat lagi dan lebih memilih memeriksa isi dalam kulkas di dapur, “Hmm, memang tak ada yang bisa diharapkan dari gadis yang jauh dari kata keibuan sepertimu,” komentar Kyuhyun setelah membuka kulkas yang hanya berisi beberapa buah dan minuman kaleng. Kyuhyun mengambil satu apel sebelum menutup kembali pintu kulkas.

“Ya!”

Kyuhyun berbalik, memasang wajah terkejut saat menemukan Soojung berdiri menatapnya murka di belakang tubuhnya tepat.

“Berhenti berlagak seolah ini adalah rumahmu!” bentak Soojung seraya berkacak pinggang.

“Bukankah memang seharusnya ini juga rumahku?” Kyuhyun menggigit apelnya lantas mengulurkannya pada Soojung, “Mau?”

“Memalukan!” cibir Soojung, mendengus kasar.

Kyuhyun menarik apelnya kembali, beranjak menuju ruang tengah, lagi-lagi meninggalkan Soojung yang semakin kesal.

“Cho Kyuhyun!” Soojung berjalan cepat, menarik tangan Kyuhyun kuat hingga pria itu menghadap padanya, “Kau tidak sadar apa yang kau lakukan sudah sangat berlebihan?! Wajahmu benar-benar terlalu memuakkan untuk kulihat sekarang!”

Kyuhyun meletakkan apelnya di atas meja mini bar, ekspresinya berubah serius menatap Soojung, “Semakin berlebihan berarti semakin berhasil tugas kita.”

“Egois!” Soojung berteriak, ucapan ringan Kyuhyun semakin membuat emosinya meluap-luap, tatapannya pada Kyuhyun semakin bengis, “Kau selalu hanya memikirkan dirimu sendiri, kau tidak pernah memikirkan perasaanku!  Kau pikir dengan menciumku tadi, semua masalah akan terselesaikan?! Kau salah! Kau hanya semakin membebaniku, asal kau tahu.”

“Kau selalu menghindariku setelah kejadian itu, hanya di depan publik kau akan bersikap baik-baik saja padaku, kau tahu betapa aku sangat membingungkan cara untuk mengembalikanmu bersamaku? Aku hanya tidak ingin kau terus menjauh, Cho Soojung!” Napas Kyuhyun memburu.

Soojung tersentak mendengar Kyuhyun menyebut namanya dengan marga yang sama dengan pria itu, “Apa katamu?” Senyuman getir Soojung bergetar, “Kutekankan padamu, jangan pernah menyambungkan lagi namaku dengan marga ayahmu itu,” desisnya.

 

Ting tong

 

“Dia bukan hanya ayahku, tapi juga—“

“Tutup mulutmu! Aku tidak mau namaku diikuti marga yang sama dengan pria egois Cho seperti kau dan ayahmu itu!”

 

Ting tong

 

“Bagaimanapun tanpa ayah, kita tidak akan ada di dunia ini, Soojung-ah.” Kyuhyun meraih tangan Soojung namun segera ditarik kasar oleh gadis itu.

“Hanya ayah?” Soojung tersenyum miring, “Bagaimana dengan ibu? Kau lupa siapa yang mempertaruhkan nyawa demi melahirkan pria sepertimu? Dan apa balasan yang sudah kau lakukan padanya? Pengkhianat.”

“Terserah kau menyebutku apa, terserah saja, puaskan dirimu memakiku, tapi setelah ini kau harus kembali menjadi Soojung yang selalu menangis ketika aku harus bermalam di perkemahan sekolah seperti dulu.”

 

Ting tong

Ting tong

 

Soojung dan Kyuhyun memandang pintu bersamaan, suara bel apartemen berkali-kali baru menyadarkan mereka yang tenggelam dalam emosi.

Soojung menatap Kyuhyun tajam, “Saat aku membuka pintu, kau harus pulang saat itu juga!” titahnya.

Kyuhyun mendesah kasar, mengikuti langkah Soojung menuju pintu, tak ada lagi yang bisa ia lakukan.

Kedua mata Soojung sontak membulat sempurna mendapati Minho menyambutnya dengan senyuman manis begitu ia membuka pintu, “Kenapa tiba-tiba?” tanya Soojung terkejut, sangat diluar dugaannya.

“Minho-ya?”

Minho terkesiap mendengar suara Kyuhyun, wajahnya menegang, bola matanya bergerak kaku ke atas mengarah pada Kyuhyun yang berada di belakang Soojung.

Kyuhyun bergerak maju, menggeser tubuh Soojung dan berdiri tepat di depan Minho, menatap Minho dengan dahi mengerut, “Apa yang kau lakukan tengah malam disini?”

Sorot mata tertegun Minho menatap tak percaya Soojung yang tampak ingin menjelaskan sesuatu melalui wajah gadis itu, “Apa ini?”

Soojung berucap cepat, “Kyuhyun oppa ada disini hanya karena—“

“Untuk apa kau menjelaskannya pada Minho?” sela Kyuhyun.

Soojung menoleh ke samping, menatap Kyuhyun benci, “Kau tahu apa yang harusnya kau lakukan sekarang, kan?!” bisiknya tajam.

Kyuhyun menghela napas berat, “Baiklah aku pulang.” Kyuhyun menggerakkan kaki keluar dari ambang pintu, melewati Minho yang berdiri mematung, namun kemudian  berbalik kembali menghadap Minho, “Sebenarnya untuk apa kau kesini?”

“Bagaimana dengan kau sendiri, hyung?” Minho membalas datar, wajahnya begitu dingin menatap Kyuhyun.

“Kenapa ekspresimu seperti itu padaku? Kau marah karena skandal itu?” Kyuhyun mengernyit.

“Marah? Karena skandalmu dengan Sam Rinhyo?”

Kyuhyun mengangguk.

Minho menggeleng kecil, “Aku tidak memiliki perasaan apapun padanya, itu bukan kencan buta seperti yang kau pikirkan, hyung. Aku hanya datang karena diundang oleh seorang produser ke sebuah acara yang disana juga ada Sam Rinhyo, itu saja, sama sekali bukan kencan buta seperti yang tersebar dimana-mana.”

“Benarkah? Ternyata usahaku sia-sia. Foto-foto yang menjadi skandal itu adalah saat aku secara tidak sadar meminta Sam Rinhyo untuk mempertimbangkan perasaanmu, kukira kau benar-benar menyukainya karena sering berkata jika dia adalah tipe idealmu di setiap interview.”

“Aku tahu niatmu baik, terimakasih. Tapi apa itu artinya kau menyalahkanku sebagai penyebab skandalmu?” tuding Minho menyimpulkan ucapan Kyuhyun tanpa basa-basi.

Kyuhyun tersenyum tipis, melirik Soojung melalui ekor matanya, “Tidak, sebaliknya aku sangat berterimakasih.”

Soojung mendengus kasar, kedua matanya melebar kesal menatap Kyuhyun.

“Berterimakasih?” tanya Minho tak mengerti, mulai merasa curiga.

Kyuhyun mengangguk sekali, “Karena kau sudah membantuku kembali dekat dengan Soojung.”

“Kembali… dekat?” Kedua tangan Minho terkepal.

Melihat reaksi Minho, Soojung memejam frustasi, menyumpahi Kyuhyun yang semakin berucap sembarangan dalam hati, “Sepertinya tadi kau setuju untuk segera pulang sekarang, Cho Kyuhyun sunbaenim.”

“Baiklah aku pergi, jika kau datang karena ada keperluan dengan Soojung sebaiknya bicarakan di dalam saja sebelum kalian tertangkap kamera sepertiku.” Kyuhyun menepuk bahu Minho dua kali lantas berbalik beranjak.

Setelah sosok Kyuhyun semakin jauh dan menghilang di balik pintu lift, Minho menatap Soojung dengan gerak kaku, wajah tanpa ekspresinya sama sekali tak tertebak, “Aku tidak tahu apa yang harus kukatakan padamu.”

Soojung meneguk ludah berat, mencoba membasahi tenggorokannya yang mendadak sangat kering.

“Aku tidak tahu apa yang harus kutanyakan padamu, sepertinya terlalu banyak yang tidak kuketahui antara kau dan Kyuhyun hyung.”

Soojung menghirup udara yang terasa sesak, berucap dalam napas tercekat, “Aku akan menjelaskannya, tanyakan apa saja, aku akan menjawabnya.”

“Aku tidak tahu dari mana harus memulai.” Tatapan kosong Minho menembus manik legam mata Soojung, “Kukira aku yang paling mengerti kau selama ini, tapi sepertinya salah besar.”

“Aku akan menjelaskan kenapa dia ada disini, tapi sebelumnya kau masuk dulu, oppa.” Soojung meraih tangan Minho.

“Aku tidak mempermasalahkan keberadaan Kyuhyun hyung disini, tapi hubungan diantara kalian yang tidak kuketahui.” Ucapan Minho membuat genggaman Soojung terlepas, Minho tersenyum kecil melihat Soojung menatapnya gusar, “Kau yakin akan terus menyembunyikannya dariku?”

“Apa maksudmu? Tidak ada yang kusembunyikan darimu.” Soojung mengalihkan pandangannya menghindari tatapan lekat Minho, “Kita harus segera masuk, disini dingin.”

 

Drrt drrt

 

Minho mengambil ponsel bergetar dalam sakunya, menerima sebuah panggilan telepon, “Eo, aku akan segera kesana.” Hanya butuh waktu singkat Minho kembali memasukkan ponselnya.

“Kau sudah akan pergi?” Tampak kekecewaan dalam tatapan Soojung.

“Aku akan ke China untuk variety show.”

“Lagi?” Kedua mata Soojung melebar.

Minho menarik tangan Soojung ke dalam ruang apartemen, menutup pintu, lalu memeluk Soojung erat, “Apa maksudmu ‘lagi’? Bulan lalu aku ke Jepang.”

Soojung melingkarkan tangannya ke tubuh Minho, “Tapi tetap saja kau meninggalkan Korea lagi.”

Minho mengecup puncak kepala Soojung sebelum melepas pelukannya, “Aku akan berangkat sekarang.”

Helaan napas Soojung terhembus berat.

“Kau tahu aku tidak suka kau berdekatan dengan pria lain, kan?” ucap Minho seolah memperingatkan.

Soojung terdiam, mengatupkan bibirnya rapat, teringat tentang kencan palsunya dengan Kyuhyun namun khawatir akan mengganggu konsenterasi Minho apabila mengatakan itu sekarang.

“Tentang hubunganmu dan Kyuhyun hyung, kau bisa menjelaskan semuanya padaku setelah kau siap, jangan terlalu memikirkannya.” Minho mengulas senyumannya yang selalu mampu menenangkan perasaan Soojung.

 

Tapi itu bukan sesuatu yang harusnya kuungkit lagi.

 

Soojung menggigit bibir bawahnya, “Apapun yang terjadi, percayalah jika sebenarnya tidak ada hubungan yang pantas kau khawatirkan antara aku dan Kyuhyun sunbaenim, hm?” Soojung berkata dengan jantung berdegup kencang, karena bagaimanapun ia tak tahu apa yang akan terjadi setelah skandal palsu itu dimulai.

“Selama itu tidak berlebihan, kupastikan aku bisa menahan diri. Bukan hanya antara kau dan Kyuhyun hyung, tapi dengan semua pria lain.”

Tubuh Soojung membeku, ciuman yang dilakukan Kyuhyun padanya secara sembarangan dalam mobil tadi membuat Soojung mengumpati pria bermarga Cho itu dalam batin. Gadis itu hanya bisa berharap semua akan baik-baik saja sampai akhir, semoga.

Minho membingkai wajah Soojung dengan telapak tangannya, “Aku akan sangat merindukanmu.”

 

***

 

“Annyeong haseyo.” Sam Rinhyo menyapa ramah setiap orang yang bertemu dengannya, bersama Manajer Jang berjalan memasuki ruangan tempat ia akan melakukan pembacaan naskah pertama drama barunya. Rinhyo mengambil tempat di samping Kang Haneul yang juga akan membintangi drama yang sama.

“Lama tidak bertemu, oppa.”

Haneul yang semula terfokus membaca naskah mengalihkan tatapan ke samping kanan, sedikit terkejut mendapati Rinhyo, “Kau juga berperan disini?”

Rinhyo mengangguk, tersenyum cerah, “Senang sekali bisa bekerjasama lagi denganmu.”

Seorang staff wanita meletakkan setumpuk kertas di atas meja di depan Rinhyo, “Ini naskahmu, Sam Rinhyo-ssi.”

“Kamsahamnida.”

Haneul masih menatap Rinhyo, “Jangan-jangan kau pemeran utama? Yoo Hana?”

“Kau benar, bagaimana denganmu? Kau pemeran pria utamanya? Kim Seojun?” Rinhyo mulai membuka lembaran di tangannya.

“Bukan, aku Park Kwangsoo.”

“Ah, pria yang diam-diam menyukai Yoo Hana?” ucap Rinhyo kecewa seraya menatap Haneul, “Padahal menyenangkan sekali jika Kim Seojun adalah kau karena kita memang sudah kenal baik.”

Haneul hanya tersenyum tipis.

“Lalu siapa yang menjadi Kim Seojun?”

Haneul mengangkat bahu, “Aku belum tahu, sepertinya belum datang.”

“Annyeong haseyo.”

Sam Rinhyo dan Kang Haneul menoleh bersamaan kearah seorang pria yang baru saja datang. Sontak kedua mata Rinhyo membelalak menemukan bahwa pria itu adalah, Cho Kyuhyun.

“Sepertinya dia Kim Seojun.”

“Tidak mungkin.” Tanpa sadar Rinhyo menggeleng, masih tak mempercayai bahwa yang tertangkap kedua matanya benar-benar Cho Kyuhyun. Rinhyo menatap aneh Kyuhyun yang kini duduk di hadapannya.

“Senang bertemu denganmu, Kang Haneul-ssi.” Kyuhyun tersenyum sembari mengulurkan tangan.

“Aku juga, hyung? Bolehkah aku memanggilmu hyung?” Haneul menyambut uluran tangan Kyuhyun, bersalaman.

“Tentu saja.” Kyuhyun beralih memandang Sam Rinhyo, “Bagaimana kabarmu, Sam Rinhyo-ssi?”

Rinhyo tersenyum miring sekilas, “Seperti yang kau lihat.”

Haneul mengernyit merasakan interaksi janggal antara Rinhyo dan Kyuhyun, sejenak berpikir, “Oh!”

Rinhyo menoleh pada Haneul sementara Kyuhyun membuka lembar naskah yang baru diberikan padanya.

“Maaf mungkin terlalu awal mengatakan ini tapi aku sedikit penasaran, tentang skandal kalian…” Haneul sengaja menggantung kalimatnya, menatap Rinhyo dan Kyuhyun menunggu respon mereka.

“Tidak benar, itu hanya foto yang dilebih-lebihkan.” Kyuhyun menyahut cepat, tersenyum sekadar pada Haneul, “Ah, ya, ini adalah debut film drama pertamaku, jadi bagaimanapun kau adalah sunbae dalam bidang ini, mohon bantuannya.”

“Tidak perlu seperti itu, aku tidak cukup pantas kau sebut sunbae, hyung.” Haneul merendah canggung, kemudian kembali memfokuskan diri ke dalam naskah drama.

Tatapan Kyuhyun menajam ketika mendapati Rinhyo mendecih samar dan memutar bola matanya malas, “Mohon bantuanmu juga, Sam Rinhyo-ssi. Kau tidak perlu merasa tidak enak padaku karena skandal itu, bersikaplah biasa saja dan jangan melebih-lebihkan.” Kyuhyun tersenyum culas.

“Melebih-lebihkan kepalamu!” Rinhyo mengumpat tanpa suara dengan melebarkan mata pada Kyuhyun.

Kyuhyun sengaja mengedarkan pandangan berpura-pura tak melihat membuat Rinhyo mendengus kasar.

 

***

 

Sam Rinhyo menatap tajam pantulan wajah kesalnya di cermin wastafel dalam kamar mandi wanita, membasuh tangannya dengan gerak kasar, begitu kesal dengan kenyataan bahwa Cho Kyuhyun yang akan menjadi lawan main dalam drama barunya, “Kenapa harus Cho Kyuhyun si menyebalkan itu? Seperti tidak ada pria lain saja!”

Rinhyo mengeringkan tangannya beberapa saat lalu beranjak, membuka pintu menuju ruang pembacaan naskah kembali dengan raut wajah jengah. Hampir sampai, Rinhyo membelokkan langkah memasuki ruangan.

 

BUG!

 

Tubuh Rinhyo sedikit terhuyung ke belakang akibat bertabrakan dengan seorang pria yang hendak keluar, dalam suasana hati tidak baik seperti ini gadis itu semakin jengkel, namun dengan cepat merubah ekspresinya memaksakan senyuman sebelum menatap pria tinggi di hadapannya.

“Ini aku, tidak perlu mempersiapkan topengmu.”

Senyuman Rinhyo berubah geram begitu mengetahui bahwa pria itu adalah Cho Kyuhyun, “Topeng? Tch! Ini namanya profesional!” Rinhyo mendesis.

“Terserahlah, tetap saja kau menyembunyikan jati dirimu yang sebenarnya lewat topeng yang kau sebut profesional itu.” Kyuhyun tersenyum miring.

“Lihat siapa yang berbicara, kau tidak menyadari dirimu sendiri bagaimana?!”

Kyuhyun merunduk mendekati wajah Rinhyo dengan tatapan meremehkan, “Aigoo, lihatlah, apa kau baru saja mengakui jika kau memang memakai topeng?”

Rinhyo menarik wajahnya ke belakang, “Jangan dekat-dekat denganku! Bagaimanapun aku adalah sunbaemu!”

Sunbae? Oh, baiklah.” Kyuhyun berucap malas, menegakkan kembali tubuhnya, “Tapi tetap saja aku adalah sunbaemu dalam dunia entertainment.”

“Tch! Lihat saja nanti, siapa yang akan membutuhkan siapa.” Rinhyo menautkan kedua tangannya, bersendekap.

“Kau lupa siapa yang selalu lebih tinggi dari siapa?”

Bibir Rinhyo mengatup penuh emosi, tatapan tajamnya membuat Kyuhyun menyeringai.

“Jawabannya akan tetap sama dan tidak akan pernah berubah.”

 

***

 

Shin Soojung menekan salah satu tombol speaker yang menyebabkan suara dentuman musik dari dalam benda itu berhenti, kemudian menurunkan tubuhnya duduk di atas lantai dengan meluruskan kedua kaki dan bersandar pada dinding ruang latihan dance ini. Deru napasnya tak beraturan, bulir keringatnya masih berjatuhan, tangan gadis itu bergerak membuka pengait ransel kecil di sampingnya, mengambil handuk kecil berwarna putih dengan asal dan gerak kasar, tanpa sengaja ponsel putih miliknya terpental dari dalam tas.

Soojung memungut ponselnya, memeriksa adanya goresan pada benda putih tanpa pelindung itu seraya menyeka wajah dan lehernya yang dibasahi keringat. Soojung menekan tombol tunggal pada ponsel, mengernyit menatap layar yang penuh pemberitahuan aplikasi obrolan, media sosial, bahkan beberapa panggilan tak terjawab, gadis itu memang selalu mengheningkan nada dering selama latihan, “Apa ini?”

Soojung mulai membuka aplikasi obrolan, dari beberapa pesan ia terima, Soojung hanya membuka kotak obrolan teman terdekatnya.

 

@Lee Jongsuk

Kau benar-benar berkencan dengan Cho Kyuhyun?

Apa berita itu memang benar?

Ya! Balas aku!

<panggilan tak terjawab>

<panggilan tak terjawab>

YAAA! Jawab teleponku!

<panggilan tak terjawab>

Shin Soojung!!!

 

“Drama berkedok realita akhirnya dimulai.” Soojung menghela napas panjang, tak ada yang ia pikirkan, tidak ada yang bisa ia pikirkan.

 

<Kang Seulgi>

 

Kau? Dengan Kyuhyun oppa? Jinjja?! Bukankah sebenarnya kau sangat benci setiap dia mendekatimu walau di atas panggung sekalipun? Apa yang terjadi?

<panggilan tak terjawab>

Soojung-ah, ceritakan padaku!

<panggilan tak terjawab>

Aish! Bahkan kau tidak membaca ini sama sekali, ceritakan saat kita bertemu!

 

Genggaman Soojung pada ponselnya melemas, datang satu nama mendadak memenuhi pikirannya, Choi Minho, apakah pria itu sudah mengetahui berita ini?

Dengan cemas Soojung mencari kotak pesan Choi Minho, namun tak ada hal baru yang terjadi, hanya pesan-pesan lama yang sudah beberapa hari. Napas Soojung terhembus berat, menggeleng cepat mengusir pikiran-pikiran buruknya, “Pasti terlalu sibuk, pasti belum mengetahui berita itu,” yakin Soojung pada diri sendiri dengan pandangan kosong, wajahnya begitu tampak mengkhawatirkan sesuatu.

 

Bagaimana jika dia sudah mengetahuinya dan muak padaku?

 

Perasaan cemas yang berlebihan membuat Soojung tak tahan, gadis itu mengetikkan beberapa kata pada kotak pesan Choi Minho, terdiam menatapi kalimat yang menanyakan kabar pria itu, namun tangannya terjatuh kembali, menghapus ketikkan pesannya cepat, “Aku hanya akan mengganggu jadwalnya jika seperti ini.”

 

***

 

“Kau sudah dengar rumor kencan Soojung dan Kyuhyun hyung?”

Kedua mata tertutup Minho yang tengah bersandar diatas sofa ruang tunggu sontak membuka mendengar ucapan Jonghyun.

“Jadi mereka benar-benar berkencan?” Kibum menoleh pada Jonghyun yang juga sedang duduk di depan meja rias sepertinya.

“Eo,” jawab Jonghyun singkat karena noona penata rias sedang menggambar eyeliner pada kelopak matanya.

“Benarkah?” Kibum mengernyit ragu, menatap Minho yang tampak terkesiap melalui pantulan bayangan cermin, “Kenapa wajahmu tegang seperti itu? Kau tahu sesuatu?”

“Aku…” Minho meneguk ludah berat, “Hanya terkejut.”

“Kau mencurigakan.” Kibum menyipitkan mata, “Kau yang membuat mereka dekat dan berkencan, ya?”

“Sembarangan saja.” Pandangan Minho menerawang jauh, otaknya memutar kembali malam saat Kyuhyun berada di apartemen Soojung, saat Kyuhyun berterimakasih padanya karena membuatnya ‘kembali dekat’ dengan Soojung, saat Soojung bersikeras ingin menjelaskan kedatangan Kyuhyun, dan saat Soojung memintanya untuk percaya bahwa tak ada hubungan antara gadis itu dan Kyuhyun.

Soojung memintanya percaya, tapi tak menjelaskan hubungan macam apa yang gadis itu punya dengan Kyuhyun. Tangan Minho diatas lengan sofa menyanggah kepalanya yang mendadak terasa berat, “Apa yang sebenarnya terjadi?”

 

***

 

“Setelah aktris Sam Rinhyo, sekarang kau terlibat dengan penyanyi solo satu agensimu Shin Soojung. Apakah ini adalah hubungan kencan yang sebenarnya?”

“Foto yang menggambarkan kau tengah mencium Shin Soojung dalam mobil, apakah itu asli atau hasil rekayasa?”

“Apakah itu benar-benar kau dan Shin Soojung?”

Cho Kyuhyun berjalan cepat mengikuti langkah Manajer Baek yang berusaha membelah kerumunan wartawan menuju gedung agensi.

“Semua akan dijelaskan saat konferensi pers, tolong beri jalan!” Manajer Baek sedikit meninggikan suaranya karena para wartawan semakin gencar melontarkan berbagai pertanyaan tanpa henti.

Kyuhyun menghembuskan napas panjang setelah memasuki pintu masuk gedung agensi, “Berita itu sudah tersebar?”

Manajer Baek mengelap keringatnya, “Sepertinya baru saja, karena sebelum berangkat kemari tadi aku memeriksa internet dan keadaan masih baik-baik saja.”

Kyuhyun mengangguk mengerti, menepuk lengan Manajer Baek pelan, “Maafkan aku hyung, aku sangat menyusahkanmu akhir-akhir ini.”

“Ada apa dengan Cho Kyuhyun si mulut tajam, huh? Kenapa kau menjadi lunak setelah berhubungan dengan Shin Soojung?” goda Manajer Baek.

“Astaga, kebaikanku tidak ada hubungannya dengan Soojung.”

“Kyuhyun-ah?”

Tatapan Kyuhyun mengarah ke kanan mengikuti sumber suara memanggilnya, kedua matanya melebar menemukan seorang wanita cantik tampak menunggunya di lobby, “Kau… Untuk apa kesini?”

“Siapa dia?” Manajer Baek menatap wanita bertubuh seksi itu terpesona, “Cantik sekali.”

“Dia seumuran denganmu,” ucap Kyuhyun ringan.

“Annyeong haseyo.” Wanita itu menunduk singkat pada Manajer Baek, tersenyum ramah, “Aku ibunya.”

“Ibunya?” Manajer Baek terperangah, “Ibunya Kyuhyun-ie?”

“Nde.”

“Wah, kau tidak pernah bilang padaku jika ibumu secantik ini, Kyu.” Manajer Baek tak henti memuji seraya tersenyum lebar.

“Kau suka, hyung? Ambil saja.”

Kedua mata Manajer Baek membelalak tak percaya, menatap canggung wanita yang juga melebarkan matanya itu, lalu beralih menepuk pantat Kyuhyun, “Ya! Apa yang baru saja kau katakan pada ibumu sendiri, huh?!”

“Terserahlah.” Kyuhyun melengos malas.

Manajer Baek merasa semakin canggung, “Sebaiknya aku pergi saja, sampai bertemu lagi, Kyuhyun-ie eomma.”

Wanita itu tersenyum kikuk pada Manajer Baek lantas menatap tajam Kyuhyun setelah Manajer Baek beranjak pergi, “Kenapa kau bersikap seperti itu padaku?”

“Bukankah sikapku memang selalu seperti itu padamu?” Kyuhyun menatap seolah merendahkan wanita berusia empat tahun lebih tua darinya itu.

“Cho Kyuhyun!”

“Mwo? Untuk apa memanggilku? Untuk apa mencariku sampai ke tempat ini?”

Wanita itu berdehem pelan sebelum berbicara, “Tentang rumormu itu…”

“Rumorku dengan aktris Sam Rinhyo? Atau dengan adikku?”

Wanita itu mendengus saat Kyuhyun menekankan kata ‘adikku’ pada kalimatnya walau mereka berbicara hampir berbisik-bisik sekarang, “Benar! Adikmu, bagaimana bisa muncul rumor kalian itu? Dan kau menciumnya di tempat umum? Kau gila? Kau benar-benar menyukai adikmu sendiri?”

“Kau yang gila! Kau pikir kau punya hak mencampuri urusanku dan adikku, Nona Clara Lee?!” Kyuhyun mengatupkan bibirnya saat mendapati Soojung berdiri menatapnya tajam, gadis itu baru saja memasuki area coffee corner di samping lobby.

Clara mengikuti arah pandang Kyuhyun, keberadaan Soojung membuatnya terkejut.

Soojung tersenyum miring, “Nenek sihir,” gumamnya lantas mengambil sebuah cup dan mengisinya dengan menu minuman hari ini yang tersedia, gadis itu memutuskan untuk memilih orange juice, kemudian segera berlalu kembali menuju ruang latihan dance.

Kyuhyun menatap Clara dengan kilatan amarah, “Jangan kau coba-coba muncul di tempat ini lagi!”

.

.

TBC

Advertisements

11 thoughts on “Officially Missing You 2

  1. twistplot wkwkwk ganyangka banget kalo si kyuhyun ternyata kakaknya jieun. trus ngapain ituuu si clara muncuuul pinter banget milih karakter. minho nya kalem ya disinii masihaaan cepet lanjutin aja deeeh im waiting as alwayssss haha. oh trus buat kyuhyun – rinhyo aku gatau kenapa mereka bs kenal dan seperti apa hubungan mereka sama sekali. rinhyonya topeng banget masya allah wkwk tp emang gitu sih

  2. wahwahwah jadi soojung itu adeknya kyuhyun??!! aaah pantes aja kok kyuhyun lembek bgt gitu ke soojung. tp beda ibu yah? aaah tambah2 aja ini degdegannya aku baca ini hahahaha ditunggu selalu lanjutannyaaaaa fighto!

  3. kyuhyun dan soojung kakak adik ?
    Trus beda ibu kah? Trus tdi yg ktanya umurnya cuma beda 2 thn, apa tuh maksudnya?
    Jdi mkin penasaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s