Pure Love

 

Pure Love

 

Author: Bella Eka.

.

.

PURE LOVE – Prolog

 

 

Apa itu cinta?

 

“Cinta? Jangan membuatku tertawa, memangnya omong kosong itu benar-benar ada?” –Shin Soojung.

 

“Sesuatu yang mudah diraih dengan uang. Namun ketulusan cinta, hanya orang-orang beruntung yang mampu meraihnya.” –Choi Minho.

 


 

“Sadarlah, umurmu sudah dua puluh tiga, seharusnya kau sudah menemukan setidaknya calon pasanganmu sekarang.”

Shin Soojung memutar bola mata, menatap malas Sam Rinhyo yang selalu menceramahinya mengenai hal yang sama.

“Sampai kapan kau akan terus sendiri?”

“Sebenarnya aku bisa berkencan sekarang juga, lihat saja pria itu,” Soojung menunjuk sekilas seorang pria yang duduk tak jauh dari meja kafe mereka, “Dia tampan, wajahnya mirip Song Joongki.”

Rinhyo menyipitkan mata, “Lalu apa hubungannya denganmu? Kau berniat menggodanya, eo?”

Aniya,” Soojung menggeleng, “Berulang kali aku menemukannya menatapku, kurasa dia menyukaiku, tapi setampan dan sekaya apapun aku tak berminat sama sekali. Aku bahagia hidup seperti ini.” Soojung tersenyum bangga, menaikkan alisnya dua kali menggoda Rinhyo.

“Dia bukannya menyukaimu, tapi terheran karena kau juga berulang kali menatapnya,” balas Rin Hyo enteng, menyesap segelas cappuccino miliknya.

Soojung mengernyit, “Benar juga, bisa saja dia berpikiran aku juga menyukainya, baiklah aku berhenti saja.”

“Tck! Kau benar-benar menganggap dia menyukaimu?”

Ya! Tentu saja tidak, aku tidak seceroboh itu menyimpulkan perasaan orang lain padaku.” Soojung melirik Rinhyo tak terima.

“Syukurlah.” Rinhyo menghela napas lega, “Tapi aku benar-benar ingin tahu, kau tidak merasa hampa terus hidup seperti ini?”

Soojung menarik napas dalam, sejenak terdiam, masa lalu kelam kembali menyapa benaknya. “Tidak. Aku bahagia.”

“Bohong, padahal dulu kau yang paling menggebu-gebu untuk menikah di awal usia dua puluhan.”

Dengan tatapan kosong, Soojung mengaduk pelan cokelat panasnya, wajah gadis itu berubah sendu, “Itu dulu. Pengalaman bisa membuat seseorang berubah.”

Rinhyo menjadi khawatir, menatap Soojung cemas, “Kau belum  juga melupakannya?” Rinhyo memelankan nada suara, bertanya dengan hati-hati.

“Aku tidak terlalu bodoh untuk terus bergantung padanya, sudah kukatakan aku tidak berminat untuk berkencan, sampai kapanpun.”

 

BYUR

 

YA!”  pekik Soojung menengadah ke atas, menatap geram melebarkan mata pada pria yang baru saja menumpahkan minuman soda membasahi pakaiannya. Dingin, tubuhnya sedikit menggigil karena minuman soda itu terisi penuh batu es di dalamnya.

Pria itu merogoh saku, mengeluarkan dompet, mengambil beberapa lembar uang dan meletakannya di depan Soojung, “Aku mengantisipasi jika kau sakit karena ini, apalagi cuaca di luar juga sangat dingin.”

Soojung terperangah tak percaya, sorot matanya semakin tajam. Sikap sombong pria itu menaikkan emosi ke puncak ubun-ubun, benar-benar penghinaan, sudut bibir gadis itu terangkat miring.

“Kau bisa membeli pakaian dengan uang itu tapi bila kau merasa belum cukup,” pria itu mengeluarkan sebuah kartu nama dari dalam dompetnya, “Kau bisa menghubungiku.”

“TCH!” Soojung menggebrak meja saat mengambil kartu nama itu, lantas berdiri, sedikit mendongak menatap mata pria tinggi itu tepat di depan wajahnya, mencengkeram kuat kartu nama di tangannya hingga patah.

“Idiot!” Soojung melompat, membentur wajah pria itu dengan kepalanya.

Akh!”  Pria itu meringis sakit, menyentuh hidungnya yang terasa perih, melebarkan mata saat menemukan hidungnya mengeluarkan darah.

“Rasakan itu!” Soojung menyeringai, “Kau kira orang kaya berhak melakukan semua hal semaunya seperti dalam film-film, huh? Dasar kau idiot si ratu drama.”

“Apa katamu?! Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku, gadis gila?!” pekik pria itu murka.

Senyuman miring Soojung terulas puas, mengambil lembaran uang di atas meja yang tadi diberikan pria itu padanya, “Kau bisa menggunakan uang ini untuk biaya pengobatanmu, dan jika kau masih merasa kurang, rasakan sendiri!” Soojung melempar uang di tangannya ke wajah pria itu, lalu meraih tas jinjingnya dan menggeret Rinhyo yang masih terperangah berjalan menuju pintu keluar.

“Berani sekali dia.” Soojung membuka pintu keluar, wajahnya merah padam.

“Parah.” Rinhyo menggeleng, masih merasa tak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya.

Langkah Soojung menghentak-hentak begitu keluar dari kafe, “Menyebalkan!” teriak Soojung, “Perutku terasa mendidih dan ingin memuntahkan segalanya di wajahnya!”

“Ya, aku mengerti perasaanmu.” Rin Hyo mengangguk-angguk, masih tetap merasa tak percaya, “Aku seperti melihat drama secara langsung.”

Soojung mengacak rambutnya kesal, dan pada saat itu tersadar tangannya masih menggenggam patahan kartu nama. Gadis itu mendengus geram, berjalan cepat menuju tong sampah, “Aku tidak butuh ini!”

“Tunggu!” Rin Hyo menyusul langkah Soojung, mengambil alih kartu nama yang telah terbagi menjadi dua itu, menggabungkannya dan membaca tulisan identitas di dalamnya, “Choi Minho, direktur eksekutif muda Royal Group? Daebak!” Kedua mata Rin Hyo membesar.

“Hei, seorang idiot sepertinya menjadi eksekutif muda? Tidak mungkin, itu pasti kartu nama palsu.” Soojung tertawa hambar.

“Pegang ini.” Rin Hyo mengembalikan kartu nama itu pada Soojung, lalu mengeluarkan ponsel, mengetik nama Choi Minho di mesin pencarian internet.

Sementara Soojung mengamati sisi depan maupun belakang kartu nama itu, “Percetakan manapun bisa saja mencetak kartu nama semacam ini.”

“Matilah kau, Shin Soojung!” Mulut Rinhyo membuka lebar, kedua matanya membulat sempurna, “Kau berurusan dengan orang yang salah!”

 

***

 

“Itu dia, itu dia, hahahaha!”

“Siapakah gerangan yang berani merusak hidung berharga milik baginda Choi Minho sang penakluk wanita ini?” Kim Woobin terus menggoda saat Minho semakin dekat.

Kang Haneul mengambil sehelai tisu dan memberikannya pada Minho.

Minho menatap kesal ketiga temannya yang telah menunggu di meja kafe, menerima tisu Haneul kemudian mendaratkan tubuhnya kasar, “Sial!”

“Bagaimana bisa kau menumpahkan minuman kita pada gadis itu? Kau sengaja melakukannya, kan? Hei, itu terlalu berlebihan jika kau hanya ingin mendapatkan perhatiannya.” Woobin tertawa lebar ketika Minho menatapnya tajam.

“Jaga mulutmu!” Minho mengulurkan tangan hendak menyumpal mulut Woobin yang duduk di depannya.

Namun Woobin berhasil memundurkan tubuh menghindari tangan Minho, pria itu semakin terkekeh.

“Bagaimana bisa dia melakukan ini padaku? Aku sudah bertanggung jawab dengan memberinya sejumlah uang, apa yang salah?” Minho membersihkan darah di sekitar hidungnya, sesekali meringis perih.

“Dia menarik juga.” Lee Jongsuk yang terus terdiam membuka suara, sontak membuat ketiga temannya menatapnya terkejut.

“Menarik?”Minho mendengus tak percaya, “Gadis kehilangan akal sepertinya kau katakan menarik? Kau baik-baik saja?”

“Ya, dia menarik. Tidak seperti gadis-gadis lain yang selalu bungkam dan menempel setelah melihat uang.” Jongsuk tersenyum tipis.

“Benar juga.” Woobin mengangguk sependapat, “Gadis mana yang tidak ingin dekat dengan pria sepertimu setelah mendapatkan kartu namamu? Selama ini selalu begitu tapi dia? Ini aneh.”

Minho terdiam, merasa ucapan Jongsuk dan Woobin ada benarnya. Menyadari bahwa biasanya sikap gadis-gadis lain akan selalu berubah sebesar apapun Minho membuat mereka kesal, setelah mereka tahu siapa sebenarnya Choi Minho. Gadis itu sedikit aneh, namun Minho tetap tak mau sedikitpun tertarik padanya.

“Dia gadis gila, tidak menarik sama sekali.” Minho memutar bola matanya malas.

“Bukan kau yang tidak tertarik, tapi dia yang tidak tertarik padamu.” Woobin terkekeh bahagia, tawanya benar-benar lebar melihat wajah kesal Minho.

“Itu tidak mungkin.” Minho berucap yakin, tingkat kepercayaan dirinya terbilang tinggi dalam hal wanita karena Minho tak pernah sekalipun dicampakkan sebelumnya. Tanpa sengaja tatapannya menemukan Soojung yang tengah berjalan melalui kaca besar kafe, menatap gadis itu lekat hingga tak terlihat lagi, “Aku yakin dia pasti sama saja seperti gadis lainnya.”

 


Ff baru lagi hehe semoga ngga bosen ya. Btw happy new year^^ semoga tahun ini semakin baik dan semoga ga semakin banyak siders lagi wkwkwk. See ya~

Advertisements

15 thoughts on “Pure Love

  1. Yeyy ff bru lagi hihi
    Aku kira ini ff oneshoot hehe
    trnyata lnjt .
    hm cast utamanya soojung sm minho . biaskuuu hehehe
    soojung pny kenangan apa ya? Dan minho knp juga nyirem soojung wkwk
    Ditunggu slnjtnya eonni ^^
    Aminnn smga gaad sider lg dan happy new year eonn ^^

  2. bakal menarik nih.
    Kyaknya Soojung sbentar lg bkal dihantui dg minho nih..
    Tp sumpah tdi soojung bener2 keren bsa membuat hidung minho berdarah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s