Officially Missing You 3

omy2

Author: Bella Eka.

.

.

Drrt drrt drrt

 

Tiada perabotan apapun dalam ruang latihan dance, Soojung yang tengah duduk di atas lantai meletakkan cup minumannya, mengambil ponsel tergeletak tak jauh di sampingnya, kemudian menggeser logo hijau menerima telepon, “Ada apa, eomma?”

Apa yang terjadi?

Soojung menghela napas, “Eomma sudah tahu berita itu?”

Bagaimana bisa terjadi?

“Jangan khawatir itu hanya rekayasa perusahaan, tapi jangan eomma sebarkan pada siapapun, eo?”

Untuk apa? Untuk apa mereka lakukan itu?

“Ada beberapa alasan, tapi ini rahasia perusahaan dan aku tidak bisa mengatakan apapun pada siapapun, eomma.”

Bahkan kau tetap merahasiakannya padaku?

“Bukan begitu, aku hanya tidak ingin terlalu ambil pusing masalah ini, aku ingin melanjutkan pekerjaanku tanpa menganggap masalah itu ada. Tenang saja, eomma, semua akan baik-baik saja.”

Tiba-tiba Kyuhyun datang menyahut cepat ponsel Soojung membuat gadis itu melebarkan mata seraya bangkit berdiri, “Apa yang kau lakukan? Sejak kapan kau disini?!”

Kyuhyun tak menghiraukan, menempelkan ponsel itu ke telinganya, “Maafkan aku, eomma, ini semua terjadi karenaku.”

Kyuhyun-ah? Apa benar ini kau, nak?

“Ya, eomma, aku Cho Kyuhyun.” Kyuhyun berbicara seraya bergerak-gerak menghindari Soojung yang melompat-lompat berusaha merebut ponselnya kembali.

“Aku sangat merindukan eomma tapi Soojung tidak pernah mau mengatakan dimana keberadaan eomma sekarang, beritahu dimana—“

Soojung berhasil mengambil alih ponselnya, “Nanti kuhubungi lagi, eomma,” tutup Soojung memutus sambungan telepon. Dengan gerak cepat gadis itu membuka penutup ponselnya, mengeluarkan baterai, lalu memasukkannya asal ke dalam ransel merah kecil yang tergeletak miliknya, “Aku tidak akan pernah membiarkanmu mendapatkan nomor eomma dariku.”

“Kenapa kau selalu bersikap seperti ini?”

“Karena sekarang sudah berubah, kau bukan lagi oppa untukku, kau sama seperti orang lain jadi jangan terus berusaha mengembalikan keadaan, tidak ada artinya.” Soojung mengaitkan ransel di punggungnya, beranjak pergi.

“Baiklah kalau begitu aku akan memberimu nomor ayah, dan berikan aku nomor ibu.”

“Sayangnya aku tidak butuh nomor ayahmu.” Soojung berbalik menatap Kyuhyun datar, “Lagipula jika aku membutuhkannya, aku tidak akan meminta bantuanmu, siapa yang tidak kenal Presdir Cho Hyunbae pemilik perusahaan tersohor itu?” Senyuman miring Soojung terulas.

Kedua mata Kyuhyun melebar, “Berhentilah bersikap menyebalkan, Shin Soojung!” Kyuhyun memekik tertahan, menahan suaranya agar tak keluar dari ruang latihan ini.

“Kau sendiri yang selalu menggangguku, kau yang membuat hidupku tidak tenang, jadi siapa yang menyebalkan sebenarnya?”

Kyuhyun memejam frustasi, emosinya hampir meledak.

“Ah, satu lagi, bagaimana perasaanmu setelah dijenguk ibumu tadi? Apa kau juga menjadi takluk karena keseksian nenek sihir itu seperti Presdir Cho? Tck! Menggelikan.” Soojung tertawa kecil dengan tatapan seolah merendahkan Kyuhyun.

“Berhenti menyalahkan pria dalam segala hal, Shin Soojung! Bagaimanapun nantinya kau juga akan hidup bersama seorang pria!”

Soojung terdiam, wajahnya menegang, membuat Kyuhyun tertegun karena perubahan drastis ekspresi gadis itu.

Beberapa saat hening diantara mereka.

“Setidaknya aku akan sangat berhati-hati agar tidak bersama pria-pria seperti kalian,” ucap Soojung lirih dengan pandangan kosong, melangkah berbalik keluar ruangan.

“Bagaimana bisa gadis itu begitu menyebalkan? Mirip siapa dia? Tck!” Kyuhyun menggerutu kesal dengan kedua tangan mengepal.

 

***

 

“Astaga, bahkan mereka sampai berciuman!” Kibum menelusuri artikel dalam ponsel seraya menutupi mulutnya yang kini membuka lebar, terlalu terkejut.

“Siapa? Siapa?” Jonghyun melepas kacamata hitamnya kemudian bergerak cepat menghampiri dan mengintip ponsel Kibum, kini mereka sedang menunggu para manajer menurunkan koper dari bagasi mobil van sebelum memasuki bandara untuk bersiap kembali ke Korea, “Woah! Daebak!”

Secara diam-diam Taemin pun bergabung di samping Kibum, segera kedua mata serta mulutnya ikut terbuka seperti kedua hyungnya itu, “Sama sekali bukan lelucon.”

“Aku jadi khawatir bagaimana reaksi Presdir Lee nanti, padahal Soojung sangat menghindari skandal selama ini, kan? Dia juga terlihat biasa saja dengan Kyuhyun hyung,” ujar Kibum cemas mendapat anggukan Taemin.

“Dari yang kulihat selama ini kurasa Soojung tidak sedang memiliki hubungan dengan siapapun, tapi munculnya skandal ini benar-benar, diluar dugaanku.” Jonghyun menimpali seraya menggeleng tak percaya.

“Sepertinya ada sesuatu yang tidak kita tahu.” Gumaman Jinki membuat Kibum menoleh padanya.

“Aku juga merasa begitu,” ucap Kibum sependapat, lantas mengernyit ketika menemukan Minho berdiri terdiam seorang diri, “Minho-ya, kau tidak penasaran? Ini Soojung dan Kyuhyun hyung!”

“Ya! Pelankan suaramu!” tukas Jinki karena banyak penggemar berkumpul tak jauh mengawasi mereka.

Minho menoleh sekadar.

ded13c3b5b9fe2135e388e1d7a301f3d

Lantas mengulas senyuman hambar menghiasi wajahnya yang tertutup kacamata hitam, “Aku sudah membaca artikelnya.” Ya, berbagai artikel yang sulit ia pahami itu hanya membuat dadanya semakin mendidih selama tiga hari ini, mulai dari skandal kencan, foto-foto yang beredar, hingga tertangkapnya Kyuhyun dan Soojung berciuman, membuatnya semakin mencurigai hubungan macam apa yang sebenarnya mereka miliki dan bertanya-tanya bagaimana skandal itu bisa terjadi. Namun Minho harus tetap mampu menahan diri karena kesibukan jadwal dan keberadaan member lainnya yang tak memberi waktu aman untuk menghubungi Soojung hingga detik ini.

 

***

 

Soojung memandangi layar gelap ponselnya dengan jari mengetuk-ketuk gusar, perasaannya kian membuncah menunggu Choi Minho karena tak kunjung menghubungi.

Disela menyetir, Manajer Park menyadari Soojung yang berulang kali menghela napas kasar, menoleh sekilas memastikan keadaan gadis itu di belakang, “Sedang apa?”

“Eo? Tidak.” Soojung membalikkan ponselnya cepat, mencoba mengalihkan pikirannya dengan menatap keluar jendela.

“Menunggu telepon seseorang? Atau pesan?”

“Tidak.”

 

Drrt drrt drrt

 

Melihat Soojung sontak memeriksa ponselnya dengan wajah penuh harap membuat Manajer Park tersenyum kecil. Namun saat Manajer Park kembali fokus ke depan, saat itu juga wajah Soojung berubah kecewa, harapannya kandas begitu mendapati nama Kyubo-nim (Kyuhyun Babo Sunbaenim) yang tengah menghubunginya saat ini.

Bersama hembusan napas berat Soojung menggeser logo hijau pada layar ponsel, “Mwo?”

Dimana?

“Bukan urusanmu.”

Hei, aku kekasihmu sekarang.

“Tidak lucu.”

Terserahlah, aku hanya ingin memberitahu jika manajerku akan keluar dan memberikan konfirmasi pada wartawan.

“Hm,” gumam Soojung singkat, membuat suara helaan napas Kyuhyun terdengar jelas.

Kau tidak apa-apa?

Ucapan Kyuhyun hanya terdengar sekadar basa-basi belaka di telinga Soojung, senyuman miring gadis itu terulas di tengah wajah datarnya, “Yang pasti aku akan tetap diam, urusi saja sendiri.”

Baiklah kuanggap kau setuju dengan semuanya.

“Terserah.” Hanya kata itu yang Soojung ucapkan sebelum memutuskan sambungan telepon sepihak, karena bagaimanapun ia berusaha menolak, berapa kalipun ia mengatakan tidak, Soojung tahu semua itu tak akan berguna dan tak akan berjalan sesuai apa yang diinginkannya.

“Sepertinya tadi kau sangat menunggu telepon itu? Tapi kenapa kau berbicara seperti itu padanya? Itu Cho Kyuhyun, kan?”

Soojung tak menghiraukan rentetan pertanyaan Manajer Park, gadis itu memejamkan kedua mata erat memikirkan kekacauan apa lagi yang akan terjadi setelah hubungan palsunya dengan Kyuhyun dikonfirmasi nanti.

Tunggu, konfirmasi berarti membenarkan skandal dan itu artinya Minho harus mengerti terlebih dulu apa yang sebenarnya terjadi.

Soojung membuka kedua matanya cepat lekas mencari nomor kontak Choi Minho dalam ponsel, menghubungi pria itu tanpa ragu. Entah Minho tengah sibuk atau tidak tak terpikirkan lagi oleh Soojung, sekarang bukan lagi saatnya terus menunggu.

 

Maaf, nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.

 

“Tck!” Soojung memejam frustasi, mengulang panggilan teleponnya beberapa kali lagi namun tetap saja hanya suara wanita operator yang terdengar, “Bagaimana ini?”

Jika seperti ini, maka yang harus ia hubungi adalah Kyuhyun, Soojung beralih menelepon Kyuhyun untuk mencegah manajer pria itu bertindak untuk sementara waktu.

 

Tuut tuut tuut

 

Maaf, nomor yang anda tuju sedang sibuk.

 

***

 

“Hari ini saya umumkan jika rumor tentang Cho Kyuhyun dan Shin Soojung memang benar, mereka telah menjalin hubungan sejak tiga bulan yang lalu…”

Dari dalam mobil van, Kyuhyun dapat mendengar suara Manajer Park tengah memberikan penjelasan pada sekerumuman wartawan yang sebelumnya mengerubungi Kyuhyun ketika pria itu memasuki mobil tadi.

“Tiga bulan?” Kyuhyun menghela napas panjang, tersenyum kecil, karena bukan hanya tiga bulan melainkan sudah dua puluh tahun lebih dirinya dan Soojung memiliki hubungan khusus. Kyuhyun melemaskan punggungnya bersandar pada kursi dalam van, mengeluarkan ponsel dari dalam saku.

 

4 missed call from Soojung-ie.

 

Kyuhyun mengernyit tak mengerti untuk apa Soojung menghubunginya begitu banyak kali, terlebih karena gadis itu hampir tak pernah menghubunginya lebih dulu selama ini. Kyuhyun menempelkan ponselnya ke telinga kanan, menghubungi Soojung balik.

Yeoboseyo.

Kerutan di dahi Kyuhyun semakin dalam mendengar suara lemas Soojung, “Apa yang terjadi?”

Kau sudah mengumumkannya?

“Baru saja, Manajer Park sedang berbicara pada wartawan sekarang. Kenapa suaramu terdengar lemah seperti ini? Ada apa?”

Sudahlah, sudah terlambat.

 

PIP

 

“Ya!” seru Kyuhyun setelah mendengar bunyi sambungan telepon diputuskan sepihak oleh Soojung. “Apa yang sebenarnya terjadi?” Kyuhyun bergumam seraya mencoba menghubungi Soojung kembali. Tak lama terdengar nada panggilan tersambung.

 

Tuut tuut tuut

 

Namun kemudian…

 

Maaf nomor yang anda hubungi sedang sibuk.

 

“Tck!” Kyuhyun mencoba sekali lagi, beberapa detik menunggu dan yang terdengar adalah…

 

Maaf, nomor yang anda tuju sedang di luar jangkauan.

 

“Sial!”

 

***

 

“Selamat atas kerja keras kita semua, bersulang!”

“Bersulang!”

Suara gelas berdentingan mengiringi tawa bahagia para aktor dan aktris beserta staf yang berada di acara pesta penutupan proyek drama. Salah satunya Sam Rinhyo, gadis bergaun biru safir selutut dengan model sederhana namun terkesan elegan itu mengulas senyuman lebar sebelum meneguk segelas minuman merah di tangannya, kemudian beranjak menjauhi keramaian lantai dansa dan lebih memilih menempati salah satu kursi di tepi meja bar.

“Kau tidak ingin bergabung disana?”

“Tidak, aku tidak bisa menari.” Rinhyo menggeleng seraya tersenyum manis pada pria tampan yang menawarinya itu, Lee Jongsuk.

“Aku juga.” Jongsuk mengambil tempat di samping Rinhyo, “Tidak terasa sudah tiga bulan bekerjasama, rasanya sangat singkat.”

“Benar, setelah drama usai rasanya sangat berat berpisah karena setiap hari bertemu dan sudah terasa seperti keluarga baru.”

Jongsuk mengangguk pelan, menatap Rinhyo sedikit lama hingga gadis itu menoleh padanya.

Rinhyo mengangkat kedua alisnya seolah menanyakan alasan Jongsuk terus menatapnya.

“Sebenarnya ada yang ingin kutanyakan padamu.”

“Katakan saja,” ujar Rinhyo ringan seraya meneguk minumannya.

“Kau kenal Cho Kyuhyun, kan?”

Rinhyo menelan minumannya cepat dengan kedua mata melebar, hampir saja ia tersedak, “Kenapa kau menanyakan itu?”

“Kenapa kau terlihat begitu terkejut?” Kedua mata Jongsuk menyipit.

“Tidak, kukira kau tidak mengenal Kyuhyun jadi aku hanya sedikit terkejut tiba-tiba kau menanyakan tentangnya.”

“Tapi kau mengenalnya, kan? Aku tahu dari rumor kalian. Jika boleh tahu, seberapa jauh kau mengenal Cho Kyuhyun?” Jongsuk meneguk minuman di tangannya sekali teguk kemudian meletakkan gelasnya di atas meja bar dengan sedikit kasar.

Tubuh Rinhyo berjengit, semakin lama semakin merasakan sikap Jongsuk yang sangat aneh, “Tidak jauh, hanya sekadar rekan dalam drama.”

“Kau bermain drama dengannya?”

“Belum lama ini aku terikat kontrak drama dan ternyata Kyuhyun adalah pemeran utama prianya,” jawab Rinhyo ragu.

“Begitukah?” Jongsuk menghirup napas panjang seiring kepalanya perlahan sedikit menunduk, tampak senyuman samarnya di tengah gemerlap klab.

“Kau baik-baik saja?” Rinhyo menatap pria itu khawatir, pria tinggi yang memiliki kepribadian sangat baik dan tentu saja menjadi tipe ideal banyak wanita itu, pria yang berhasil merenggut perhatiannya selama beberapa tahun ini karena sebelumnya Rinhyo dan Jongsuk pernah berada dalam sitkom yang sama. Ya, sepertinya Rinhyo telah menyukai pria tampan semampai itu, Lee Jongsuk.

“Kau… sudah mendengar rumor kencan Soojung dan Kyuhyun?”

Pertanyaan lirih Jongsuk membuat Rinhyo terkesiap, gadis itu mengangguk pelan.

“Kau sudah tahu rumor itu dikonfirmasi?”

Lagi-lagi Rinhyo hanya mampu mengangguk begitu saja.

Jongsuk tersenyum tipis, “Sebenarnya aku ingin menanyakan padamu apakah mereka benar-benar berkencan, apakah semua itu hanya rekayasa atau benar terjadi, tapi karena kau tidak terlalu dekat dengan Cho Kyuhyun kupikir tidak seharusnya aku meminta bantuanmu untuk menjelaskannya padaku.”

Lagi, Rinhyo harus merasakan sakitnya perasaan sepihak untuk yang kedua kali hingga gadis itu terdiam seribu bahasa saat ini. Jongsuk jelas tidak merasakan perasaan yang sama padanya, Jongsuk jelas menyukai Shin Soojung, bukan dirinya. Dan lagi, mengapa semua harus berkaitan dengan Shin Soojung?

“Jongsuk-ah.”

“Hm?” Jongsuk menoleh.

“Kau menyukai Shin Soojung?” Rinhyo bertanya dengan hati-hati. Senyuman pendek Jongsuk seketika membuat Rinhyo menggigit bibir bawah menahan degupan perih dalam dada.

Jongsuk menghela napas dalam, “Beberapa tahun lalu saat kau, aku, dan Soojung terlibat dalam sitkom yang sama, sejak saat itu aku sangat dekat dengannya, setelah sitkom berakhir pun kami tetap saling menghubungi, karena itulah kami sangat dekat sampai sekarang.” Jongsuk tersenyum kecut, “Tapi saat aku berusaha menanyakan apa yang sebenarnya terjadi antara dia dan Kyuhyun, Soojung sama sekali tidak membalas bahkan tidak menjawab teleponku sama sekali.”

Tanpa sadar Rinhyo meremas gaunnya erat, perasaannya tidak bisa membiarkan Jongsuk seperti ini, ia harus memberitahu Jongsuk yang sebenarnya terjadi. Namun saat itu, beberapa tahun lalu, Soojung sempat berbicara padanya agar merahasiakan semua yang berkaitan dengan Cho Kyuhyun, agar Rinhyo melupakan semua yang ia tahu tentang hubungan Shin Soojung dan Cho Kyuhyun. Lantas apa yang harus ia lakukan sekarang? Mengobati kekecewaan Jongsuk meskipun melukai hatinya sendiri, atau tetap merahasiakan semuanya untuk Shin Soojung?

“Bagaimana denganmu? Kau masih berhubungan dengan Soojung?”

“Eo?” Rinhyo tersadar dari sekelumit pemikirannya, lidahnya yang kelu mencoba berucap, “Tentu saja.”

“Baguslah.”

“Hyo!” Suara teriakan Manajer Jang yang teredam dentuman musik klab mencapai telinga Rinhyo, gadis itu menoleh ke asal suara.

“Sekarang waktunya syuting drama berikutnya, kajja!”

 

***

 

Cho Kyuhyun keluar dari ruang ganti dengan mengenakan setelan seragam sekolah, bibirnya tersenyum tipis memandang pantulan dirinya pada cermin di hadapannya, “Berpakaian seperti ini membuatku teringat masa lalu.”

“Ya, memakai seragam lagi merupakan kesenangan tersendiri.”

Kyuhyun menggangguk menyetujui ucapan Haneul, kemudian mereka beranjak menuju lokasi syuting yaitu salah satu ruang kelas dalam gedung sekolah ini.

“Kami akan mengambil adegan untuk bagian flashback,” papar seorang staf pria yang menghampiri Kyuhyun dan Haneul, “Take pertama adalah untuk Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun mengangguk mengerti, mendengarkan dengan teliti.

“Seperti yang tertulis dalam naskah…” Staf itu membuka halaman naskah drama, “Nanti kau duduk di bangku kosong itu lalu saat Yoo Hana datang dan duduk di sampingmu, kau memandanginya dengan tatapan penuh perasaan, karena Yoo Hana adalah gadis yang paling dikagumi Kim Seojun. Kau bisa membayangkan cinta pertamamu di sekolah dulu atau siapapun agar perasaanmu tersampaikan pada para pemirsa.”

“Yoo Hana? Itu berarti, Sam Rinhyo?” Kedua mata Kyuhyun melebar tak percaya, namun sesaat kemudian menyadari bahwa pemeran utama drama ini memanglah dirinya dan Sam Rinhyo, begitu tidak beruntungnya ia, “Ah, ya, baiklah aku akan berusaha dengan keras.”

“Baiklah, setelah take ini selesai aku akan menjelaskanmu tentang adegan berikutnya.”

“Aku mengerti.” Kyuhyun menunduk singkat, mendengus kasar saat menemukan Rinhyo melintas di depannya, “Ya!”

Rinhyo menghentikan langkah, menatap Kyuhyun datar, “Kau memanggilku?”

“Memang siapa lagi?”

“Apa otakmu terlalu bodoh untuk mengingat namaku?”

“Apa kau terlalu senang mengingat masa lalu indah kita di sekolah dulu?” cibir Kyuhyun asal.

Tch!” Rinhyo mendecih kesal, masa lalu indah yang dikatakan Kyuhyun lebih tepat disebut sebagai masa lalu kelam bagi gadis itu.

“Apalagi setelah aku pindah karena memutuskan untuk menjadi trainee. Bagaimana? Kau senang selalu menjadi nomor satu setelah aku tidak ada?”

“Kenapa kau selalu berbicara seenakmu sendiri, huh? Menyebalkan!” Rinhyo membuang muka enggan menatap Kyuhyun, berniat untuk beranjak namun Kyuhyun menahan lengannya.

“Bantu aku.”

Rinhyo tersenyum miring, “Sekarang kau mengaku membutuhkan bantuanku?”

“Ya, aku bingung bagaimana cara menatapmu penuh perasaan cinta, karena setiap melihatmu sejak dulu aku berpikir bahwa kau hanyalah seorang gadis yang selalu mencari masalah denganku dan berusaha keras agar bisa terus menempel padaku, bukankah seharusnya peran ini lebih cocok jika kau yang menyukaiku?”

Rinhyo terlalu terperangah hingga kedua matanya membulat lebar, “Apa kau sadar mengatakan semua itu? Kepercayaan dirimu yang berlebihan benar-benar menggelikan!”

“Bukankah memang kenyataannya begitu? Bahkan kau berusaha memasuki dunia entertainment agar tetap bisa bertemu denganku, kan?”

“Mwo?! Gila kau!” Rinhyo menarik paksa tangannya yang tetap tak terlepas dari genggaman Kyuhyun.

“Kau mengataiku gila karena kepercayaan diriku yang menurutmu terlalu tinggi? Lalu bagaimana denganmu yang membuntutiku ketika pulang sekolah hanya karena rasa penasaranmu tentang daerah tempat tinggalku? Bukankah menjadi penguntit terdengar lebih gila?”

“Mwo?!”

Kyuhyun terkekeh kecil, “Wae? Kau tidak ingin mendengar cerita masa itu lagi? Jika Soojung tidak menangkap basah dirimu saat itu mungkin aku tidak akan tahu jika kau sebenarnya adalah seorang penguntit.”

Rinhyo menarik napas dalam lalu menatap Kyuhyun tajam, “Baiklah kau benar, tapi itu dulu. Dan lagi, karena kejadian itu aku tahu rahasiamu dan Soojung tentang hubungan yang kalian tutupi. Apa kau tidak merasa berdosa membohongi publik seperti ini?”

Kini kedua mata Kyuhyun pun membelalak mendengar Rinhyo membicarakan Soojung tiba-tiba.

“Aku tidak habis pikir mengapa Soojung pernah melarangku membahas hubungan darah antara kalian saat kami bekerjasama dalam satu sitkom beberapa tahun lalu, dia memintaku untuk menganggap bahwa tidak ada hubungan apapun yang dia miliki denganmu. Aku tidak mengerti apa yang terjadi karena hubungan kalian bukanlah hubungan biasa yang bisa diputuskan, tapi kurasa aku sedang memegang rahasia besar jadi jangan lagi kau berucap sembarangan seperti tadi atau—“

“Baiklah, tapi kau harus berjanji untuk menjaga rahasia kami dengan baik.” Tatapan Kyuhyun berubah nanar, “Aku tidak menyangka Soojung bertindak sejauh itu untuk menyembunyikan hubungan ini.”

 

***

 

Pagi ini sebelum fajar datang dan langit masih petang, Soojung yang mengenakan kaos sederhana berwarna putih bermotif garis hitam dengan headset terpasang di telinga, baru saja keluar dari mobil van lalu berjalan dengan pandangan kosong menuju gedung agensi.

20140902130705_UcPij

Wajah gadis itu tak sesegar udara musim panas pagi ini, sebaliknya tampak murung dengan kedua mata sedikit bengkak akibat tidur yang sama sekali tak nyenyak semalam, “Oppa, cepatlah,” ujar Soojung menoleh ke belakang, menunggu Manajer Park yang masih sibuk berbicara dengan seseorang melalui ponselnya.

“Sebentar lagi kami datang, Nayoung-ssi. Ya, kami sudah berada di depan gedung agensi.” Setelah memutus sambungan telepon, Manajer Park menyaku ponsel lantas mempercepat langkah menyusul Soojung, “Seharusnya kau tidak perlu menungguku, kajja.”

Soojung menyambung langkah ketika Manajer Park sampai di sampingnya, memasuki pintu utama gedung bersama-sama.

“Oh? SHINee sudah kembali, ya?”

Soojung mengikuti sorot mata Manajer Park, mendapati Taemin dan Jinki tengah duduk di area Coffee Corner membuatnya menghela napas. Jadi, sepertinya Minho memang sengaja tak menghubunginya.

“Kau belum sarapan, kan? Biarkan aku mengambilkanmu susu cokelat hangat dan roti sebentar, tunggu disini atau duluan saja tak apa.” Manajer Park menuju Coffee Corner meninggalkan Soojung yang tetap berdiri di lobby. Manajer pria yang masih muda dan terbilang tampan itu memang selalu memperlakukan Soojung dengan baik, terlebih karena mereka telah bertahun-tahun bersama semenjak debut, seolah Soojung benar-benar adik perempuannya sendiri.

“Soojung-ah! Ya!” Langkah Kibum yang semula hendak menghampiri Taemin dan Jinki seketika berbelok begitu melihat Soojung, menghampiri gadis itu seraya mengulas senyuman lebar membuat Soojung melepas headsetnya dan tersenyum tipis.

“Kau ada jadwal pagi ini?”

Soojung hanya mengangguk seadanya.

“Hmm, sebenarnya ada yang ingin kutanyakan padamu, kau pasti tahu ‘kan apa itu?” Senyuman bocah Kibum mencoba menggoda Soojung.

Soojung meneguk ludah berat, gadis itu tentu tahu apa maksud Kibum, menuju arah mana pembicaraan Kibum, namun ia sangat enggan membahas kencan memuakkan itu.

“Tentang rumormu, apakah benar-benar terjadi? Bagaimana bisa kau tertangkap berciuman dan Manajer Kyuhyun hyung mengkonfirmasi—“

“Sudahlah, Kim Kibum. Ayo, aku lapar.” Kedatangan Minho yang tak disadari siapapun tiba-tiba menarik Kibum pergi.

Tubuh Soojung membeku tak bergeming. Apabila Kibum telah mengetahui rumor itu, sampai berita dikonfirmasinya kencan itu, tentu Minho juga sudah mengetahuinya, bukan? Tapi mengapa Minho tidak menghubunginya sama sekali? Mengapa Minho hanya terfokus pada Kibum dan tak menatapnya sedikitpun? Soojung menautkan kedua tangannya menjadi satu, menggenggam telapak tangannya sendiri dengan erat, rasanya begitu dingin, Minho begitu asing.

“Tidak perlu menarikku, tahu! Pergi saja sendiri, aku masih ingin memastikan sesuatu dengan Soojung.” Kibum berbalik hendak kembali melanjutkan pembicaraannya dengan Soojung namun Minho menarik topi jaketnya hingga membuat Kibum sedikit tercekik, “YA! Apa-apaan kau?!”

“Sudahlah kita harus segera sarapan sebelum latihan dimulai. Lagipula tentang kencan itu…” Minho menatap Soojung datar sekilas, “Bukan urusan kita.”

 

BOOM!

 

Sebuah bola salju raksasa seolah menampar Soojung seketika, begitu dingin dan menyakitkan. Tak disangka Minho benar-benar mengucapkan sesuatu seperti itu, perkataan menusuk itu, Minho nyata mengatakannya. Soojung hanya mampu menatap Minho yang kini semakin menjauh darinya dengan kedua mata melebar, tubuhnya begitu kaku digerakkan, seperih inikah akibat hubungan rahasia ditengah profesi selebriti seperti mereka? Haruskah mereka mengakhirinya? Pikiran Soojung mulai dipenuhi hal-hal mengerikan yang selama ini ia takuti. Berpisah dengan Choi Minho, apakah itu adalah keputusan yang benar?

“Shin Soojung? Kau baik-baik saja?”

Lamunan Soojung dibuyarkan oleh Manajer Park yang menggerak-gerakkan sebungkus roti tepat di depan wajah gadis itu.

“Tentu, tentu saja.”

.

.

-TBC-

Advertisements

17 thoughts on “Officially Missing You 3

  1. Okeh! Disini makin jelas ya bel hahaha kyuhyun-soojung itu sodaraan trus ortu mereka cerai dan bapaknya malah milih clara lee jadi soojungnya benci ke si kyuhyun sm bapaknya gitu gak sih? Trus buat rinhyo itu ngenes banget sih :” 2 kali cintanya bertepuk sebelah tangan. Kayaknya dia bakal jadi semi-villain character ya disini? Hahaha uda deh lanjutinnyaa yg cepet ya penasaraaaan

  2. Hubungan kyu n soojung adik kakak y?? Ato anaknkembar?? Tp knp marga mereka berbeda.. hmmm jd binggung d tunggu next partnya thor

  3. kasian soojungnya, minho jdi dingin bgt ke soojung..
    Kyaknya aku mulai ngerti dg rahasia hubungan darah kyuhyun dan soojung,
    lbh kget lg, waktu dulu ternyata rin hyo pernah ngejar2 kyuhyun sampai jd penguntit,

  4. Ok aku skrg tau .
    Kyuhyun itu oppa soojung kan eon?
    mungkin krna wanita lain yg masuk dikhdpn kluarga mereka ayahnya jd bercerai dann menikah lagi dgn wnta lain lalu eomma nya bawa soojung dan appanya bawa kyu .
    Duh kasian soojung , minhoo nya mrh dan cuek .
    Ditunggu klnjtnya ya eonni^^

  5. jadi tuhhhh ini tuuuhh kyuhyun soojung sodara sedarah, kyuhyun rinhyo musuh? tp entar cinta? hahaha soojung minho emg pacaran well complicated aneeeeett!! mana kyuhyun ga akur sama soojung maupun rinhyo hahaha apa tau maunya bikin gemes hihi ditungfu selalu lanjutannyaaaaa fighto!

  6. Gemes sm kyu dan soojung. Gk akur banget yaa jd saudara hehehe.
    Oh yaa trnyata rinhyo pernah ngejar2 kyu.
    Gmn dgn minho setelah tau soojung dan kyu kencan. Pasti dia gk mau deketin soojung lg.

    Msh penasarannn, gk lama akut ini mah hahaha😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s