Doll 5

dolljiwon

 

DOLL 5

 

Dentingan minuman kaleng berisi soju terdengar ketika Rinhyo kembali membuka soju kalengnya yang kedua. Kedua mata lebar gadis itu sudah sedikit kabur oleh bias warna hitam yang entah datang darimana. Kyuhyun menghela napas panjang, mengambil alih soju itu lalu menjauhkannya dari Rinhyo.

“Kau sudah cukup minum.” Rinhyo tersenyum kecil, lantas mengangguk membenarkan ucapan Kyuhyun.

“Aku tidak pernah minum soju dengan orang lain.” Irama bicara Rinhyo sudah berantakan. Kyuhyun yang berperan menjadi pendengar kini bisa mengerti alasan Sam Rinhyo langsung tak sadarkan diri dengan satu kaleng soju.

“Kau bisa minum denganku jika ingin.”

Rinhyo mengangguk kuat dengan gembira. Namun tiba – tiba tatapan gadis itu berubah sendu, “Aku takut rahasiaku terbongkar jika mabuk didepan orang lain.” Kyuhyun tak ingin memancing Rinhyo hingga gadis itu membeberkan rahasianya, lebih memilih menunggu gadis itu selesai bicara. “Aku hanyalah anak pungut dari sebuah panti asuhan dekat gunung jiri. Kau tahu gunung jiri kan? Disana udaranya sejuk sekali, warganya juga sangat ramah dan murah senyum. Begini – begini aku sering main ke lembah gunung jiri bersama teman – teman, meskipun seringkali ibu panti memarahi kami jika pulang terlambat.” Kekehan Rinhyo terdengar begitu natural.

Tubuh Kyuhyun menegang, tak menyangka dengan fakta yang baru saja ia dengar. Ia jadi tahu apa alasan dibalik sifat penurut Sam Rinhyo. “Sepertinya kau sangat bahagia disana.”

“Tentu saja! Aku menemukan cinta pertamaku disana, laki – laki kecil yang selalu datang setiap tahun baru dan malam natal dengan segudang hadiah. Ia seperti pangeran kiriman Tuhan dari langit.” Rinhyo tak bisa menyembunyikan senyum bahagianya ketika kembali memutar roll film usang didalam otak, gadis itu mengangkat kedua kakinya sebelum menaruh pipi kanan diatas lutut. Menghadapkan kepalanya kearah Kyuhyun, mencari posisi ternyaman untuk berbicara.

Kyuhyun menyanggah tubuh dengan dua tangan, menoleh kekiri seraya mengulum tawa ketika mendapati ekspresi Sam Rinhyo yang tak pernah ia lihat sebelumnya. “Dia tahu kau menyukainya?”

“Tentu tidak, aku bukan orang yang gampang terbuka dengan banyak hal. Apalagi soal perasaan, aku lebih suka menjadi pengagumnya dari kejauhan.”

“Ya, sampai sekarang pun kau masih seperti itu.” Kyuhyun mengubah posisinya agar serasi dengan Rinhyo, menyadari jika posisi seperti ini lebih nyaman dari sebelumnya. “Tapi jika kau terus seperti ini, kapan bisa punya kekasih?—maksudku, benar – benar kekasih. Kau tahu, kan?”

“Entahlah, aku tidak tahu bagaimana caranya. Tapi bagaimana pun aku belum menyukai seseorang, jadi aku tidak perlu repot memikirkan caranya.”

Kyuhyun tersenyum kecil. Menurutnya, Sam Rinhyo adalah tipikal gadis berpikiran sederhana namun sayang sekali kehidupan yang ia jalani lebih rumit dari pola pikirnya. Jadi, ia memilih untuk mengikuti alur dari pada memberontak dan menyebabkan masalah.

“Dulu aku pintar bermain piano, loh.” Rinhyo menyombongkan diri, senyuman bocahnya terulas lagi.

Alis Kyuhyun terangkat, “Benarkah?”

“Saat malam perayaan atau ada pentas kecil – kecilan di panti, aku selalu menjadi pianisnya dan Shin Seulgi bagian menyanyi.”

“Shin Seulgi?”

Rinhyo mengangguk kuat. “Aku dan Seulgi teman sejak bayi, kami dibesarkan bersama di panti. Meskipun aku sudah diadopsi diumur 5 tahun, aku sering mengunjunginya bersama ayah dan ibu. Tapi ibu menyuruhku berhenti mengunjungi panti ketika aku mulai masuk sekolah menengah pertama. Katanya, fakta bahwa aku hanyalah anak asuh di panti adalah rahasia besar yang tidak boleh terbongkar pada siapapun.”

“Dan kau menurutinya begitu saja?”

Rinhyo mengangkat kepala, menggeleng dua kali. “Tentu tidak, diam – diam aku pergi ke panti sendiri.Tapi sayang sekali, orang – orang suruhan ibu mengadu. Jadi ibu memberiku hadiah bodyguard dan mata – mata ketika aku memasuki tahun pertama sekolah menengah atas.”

“Wah, TJ benar – benar…” Kyuhyun menggeleng tak percaya. “Kalau aku jadi kau, pasti aku sudah pergi dari rumah itu dan mencari pekerjaan untuk menghidupi diri sendiri.”

“Tidak semudah itu.” Rinhyo menghela napas, kedua mata sayunya berkedip pelan menatap bintang. “Jika aku pergi, akan jadi merepotkan nantinya. Ayah dan ibu mengambilku dari panti, membesarkanku dengan asupan pendidikan dan fasilitas luar biasa, juga memberiku aturan ini itu yang sangat merepotkan. Itu semua mereka lakukan untuk menjadikanku sebagai putri mereka yang sebenarnya, seorang pewaris tunggal TJ group.”

Rinhyo menguap, lalu melanjutkan “Satu – satunya cara untukku membalas budi adalah mewujudkan tujuan mereka, mempunyai putri yang luar biasa sesuai standart mereka.”

 

***

 

Selambu warna biru pucat terbang ditiup angin dari luar jendela. Sumbu lilin aromaterapi menguarkan asap layaknya kereta, apinya mati tertiup angin. Rinhyo tidur diatas ranjang king size , berbalut selimut biru tua dengan pulas. Sesekali ia bergerak, tak sengaja membuat seprai putih ranjang itu kusut.

Pintu kamar terbuka, hampir bersamaan dengan kedua mata Rinhyo yang terbuka pula. Mulanya ia menatap langit – langit kamar asing ini, lalu menggerakkan bola matanya kesekeliling kamar. Dan akhirnya berhenti pada seorang pria berkaus putih tipis dengan paduan celana sependek lutut berwarna krem.

“Tidurmu nyenyak?” Alis Rinhyo mengernyit bingung, segera merubah posisinya menjadi duduk sesaat setelah ia sudah berhasil mengumpulkan kesadaran.

“Changwook oppa? Bagaimana bisa aku disini? Apa semalam aku menginap disini?” Secara naluriah Rinhyo memeriksa tubuhnya, melebarkan mata ketika mendapati balutan kemeja kebesaran lah yang ia pakai.

Ji Changwook tertawa kecil, menaruh nampan yang berisi sandwich gulung dan segelas susu diatas meja kecil disamping ranjang kemudian duduk ditepi ranjang. “Kemarin saat perjalanan pulang kau muntah dimobil, karena aku tidak punya pakaian wanita jadi aku memberi itu saja.” Rinhyo menatap Changwook waspada, tanpa sadar mengangkat selimutnya hingga menutupi leher. “Tenang saja, kau yang mengganti bajumu sendiri sebelum tertidur disini dan aku tadi malam tidur disampingmu. Tapi aku bisa pastikan tidak terjadi apapun.”

Hela napas lega Rinhyo keluar tak tertahankan, meski kenyataan bahwa ia sudah bermalam dirumah Changwook apalagi tidur satu ranjang dengan pria itu sedikit banyak mengganggunya. “Tapi bagaimana bisa oppa menjemputku tadi malam? Aku tidak ingat apapun selain—“

 

“Satu – satunya cara untukku membalas budi adalah mewujudkan tujuan mereka, mempunyai putri yang luar biasa sesuai standart mereka.”

 

Rinhyo tak bisa melanjutkan ucapannya. Berkali – kali ia mengumpati mulutnya yang berbicara tak seharusnya ketika mabuk dalam hati. Ia menatap sebentar kearah Changwook yang terlihat menunggu. “Aku tidak ingat apapun. Benar – benar tidak ingat sama sekali.” Rinhyo menambahi, tak ingin membuat Changwook curiga.

“Kemarin Park Sunyoung menelfonku dari ponselmu, meminta bantuan untuk menjemputmu dikedai soju. Tch, bukannya makan malam dengan anggota malah minum – minum bersama Sunyoung. Seharusnya kau tidak perlu bohong tentang itu.” Changwook berucap seperti memarahi anak kecil, telapak tangan kanan pria itu menepuk pelan puncak kepala Rinhyo dua kali.

Sepasang kelopak mata Rinhyo berkedip beberapa kali dengan bingung. Apa yang Changwook katakan benar – benar berbanding terbalik dengan apa yang diingatnya. Dan kenapa ada nama Park Sunyoung disini? Sepertinya ia perlu lebih berusaha mengingat apa yang terjadi tadi malam di rumah Kyuhyun.

“Sudah, tidak usah diingat – ingat jika terlalu sulit. Makanlah, lalu mandi. Setelahnya kita putuskan akan kemana.” Titah Changwook tanpa melunturkan senyum, mengacak rambut Rinhyo pelan kemudian keluar dari kamar. Meninggalkan Sam Rinhyo yang masih menatap pintu kamar tertutup dengan decihan samar. Putuskan apa? Selanjutnya tentu aku akan pulang kerumah! Pikir gadis itu.

 

***

 

                                                                  Aku tunggu dikafe biasa pukul 10 nanti.

                                                                                                                                   

                                                                                                                                    D 07:45 AM

 

 

Kyuhyun menatap layar ponsel dengan tak sabar. Namun hatinya ia paksa untuk tak terlalu menumpuk harapan pada balasan cepat Sam Rinhyo, mungkin saja gadis itu masih bergelung didalam selimut mengingat betapa mabuknya ia kemarin. Ia menaruh ponsel diatas meja, kemudian kembali melakukan pekerjaannya sebagai pengawas ujian tengah semester mata kuliah vokal.

Hela napas beratnya keluar secara bergantian. Duduk disuasana hening seperti ini membuat ia bosan, apalagi sudah tiga puluh menit Rinhyo tak kunjung membalas pesan line-nya. Dibaca pun belum sama sekali. Apa mungkin Rinhyo lupa dengan janji mereka kemarin malam?

 

Kau tidak lupa kan, kalau kita ada janji

                                                                  pergi ke panti asuhan hari ini?

 

                                                                                                                                    D 08:30 AM

 

Apa kau belum bangun?

 

                                                                                                                                    D 08:40 AM

 

BANGUN!!! Jangan sampai terlambat

                                                                  jam 10 nanti!!!

 

D 08:46 AM

 

SAM RINHYO?!

 

                                                                                                                                    D 08:57 AM

 

 

Kyuhyun menggenggam erat ponselnya, menatap lurus kearah layar ponsel dengan penuh ketelitian. Dan tentu saja, hal itu dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa tahun pertama untuk saling berdiskusi secara gerilya atau membuka buku catatan. Satu sampai dua orang yang mengumpulkan pun hanya dibalas anggukkan sekali oleh Kyuhyun. Bahkan pria itu menyuruh mereka menata sendiri jawabannya diatas meja.

 

Jadi atau tidak?! Kita sudah janji

                                                                  kemarin!

 

                                                                                                                                    R 09:00 AM

 

Astaga

 

                                      09:09 AM

 

Apanya yang astaga? Jadi atau tidak?!

 

                                                                                                                                    D 09:10 AM

 

Tawa pendek Kyuhyun keluar tak tertahankan. Sontak sisa mahasiswa yang belum selesai mengerjakan memusatkan perhatian pada asisten dosen itu, beberapa orang yang duduk dibelakang sendiri terlihat mengulum tawa. Sedangkan yang berada didepan seperti tak terusik sama sekali, masih fokus dengan lembar soalnya.

Tapi siapa juga yang tidak kesal ketika hanya mendapat balasan satu kata tidak penting berbunyi ‘astaga’ setelah ia sudah mengirim banyak pesan pada seseorang. Dan kini pria itu kembali menahan kesal karena Rinhyo tak kunjung menjawab pesannya.

 

***

 

Sam Rinhyo menyelesaikan sandwich gulung yang sudah disiapkan Changwook lalu menghabiskan setengah gelas susu. Meski ini hanyalah sandwich yang berbentuk seperti kimbap, tapi dengan segenap insting pemakannya ia memuji kemampuan memasak Changwook. Buktinya ia tak menyisakan satu potong pun dipiringnya, dan sial sekali perutnya masih merasa belum puas.

Pintu kamar terbuka, menampakkan Changwook yang masih dengan pakaian sama membawa sebuah handuk dan satu gaun pendek casual berwarna peach. Pria itu langsung tersenyum saat kedua matanya bertemu dengan mata Rinhyo, menaruh handuk dan gaun itu diatas ranjang lalu melirik kearah piring kosong.

“Ternyata kau menyukai makananku, ya?”

Rinhyo mengangguk sekadar, “Kau pintar memasak juga ternyata.”

“Ya, bisa dibilang aku hampir mencapai kata sempurna untuk ukuran seorang pria.” Changwook bersendekap, lalu melanjutkan dengan penuh kebanggaan “Aku pintar didapur, diruang operasi, dan pintar bersih – bersih juga. Ditambah dengan wajah tampanku ini, bukankah porsiku sudah sangat sempurna untuk seorang pria?”

Tawa kecil Rinhyo keluar, “Baiklah, kuakui kau sangat hebat.”

“Tentu saja!” Senyuman Changwook semakin lebar saat mendapatkan sebuah tawa kecil dari Rinhyo. “Ah ya, bajumu masih belum kering jadi lebih baik kau memakai ini.”

Alis Rinhyo terangkat, menatap gaun peach dengan bingung. “Aku memesannya tadi pagi. Baru saja datang.” Changwook menambahi demi memperjelas kebingungan Rinhyo.

“Ah, begitu ya.”

“Kau suka?”

“Hm, terima kasih.” Lagi – lagi Rinhyo hanya tersenyum kecil, kemudian beranjak dari tempat duduknya. “Kalau begitu aku mandi dulu.”

“Oke, aku tunggu diluar.” Changwook mengambil piring dan gelas yang tersisa setengah gelas susu itu lalu keluar dari kamar. Meninggalkan Rinhyo sendiri dikamar, tengah sibuk mencari ponselnya yang ia lupakan entah dimana.

“Bagaimana bisa aku tidak ingat apapun?” gumamnya frustasi. Dengan pasrah akhirnya ia menyahut handuk dan memasuki kamar mandi. “Disini kau ternyata!” serunya riang ketika menemukan ponselnya disamping wastafel kamar mandi. Mungkin saja kemarin ia menaruhnya disini saat mengganti baju.

Segera ia mengambil ponsel, kerutan didahinya muncul ketika mendapati lebih dari tiga pesan dari Cho Kyuhyun. “Ya Tuhan pria ini tidak sabar sekali.” Gumamnya seraya mengetikkan astaga sebagai balasan sebelum sempat membaca pesan – pesan diatasnya. “Panti?” Kembali ia bergumam, otaknya tak memberikan respon apapun mengenai janjinya pergi kepanti hari ini dengan Cho Kyuhyun seperti yang sudah pria itu katakan.

 

Apanya yang astaga? Jadi

atau tidak?!

                                                                                                                                                                                          

                                      09:10 AM

 

Aku tidak ingat kita ada janji ke panti.

 

                                                                                                                                    R 09:15 AM

 

Berarti tidak jadi?

 

                                      09:16 AM

 

Tidak tahu, aku mau mandi dulu.

                                                                                                                                    R 09:18 AM

 

Kau ini bagaimana sih?

kenapa malah tidak tahu?

 

                                      09:19 AM

 

 

Rinhyo kembali menaruh ponsel disamping wastafel, kini sengaja ia balik layarnya agar ocehan Kyuhyun tidak mengganggu. Masa bodoh dengan pria itu, kini ia ingin fokus mandi serta mengingat – ingat kembali apa saja yang kemarin ia lakukan. Lagipula setelah ia mengatakan rahasia terbesarnya pada Kyuhyun kemarin, ia sangsi bisa bersikap biasa ketika bertemu nanti.

 

***

 

“Gadis ini benar – benar semaunya sendiri!”

Kyuhyun mengumpat, kini sudah tak ada mahasiswa yang berada disana. Semuanya sudah pergi, tinggal Kyuhyun sendiri. Pria itu berusaha tak menghiraukan Rinhyo, menaruh ponselnya diatas meja dengan layar tertutup lalu membereskan lembar jawaban sebelum memasukkannya kedalam map. Besok ia harus selesai mengoreksinya.

Cepat – cepat ia keluar dari kelas, tentu setelah menyambar ponsel dan memasukkannya kedalam saku celana. Wajahnya terlihat kesal, padahal ia sudah menaruh ekspektasi besar akan perjalanan pertamanya bersama Sam Rinhyo. Ternyata Rinhyo tak semenyenangkan yang ia kira, ya bisa dibilang gadis itu adalah tipikal gadis semaunya sendiri dan menyebalkan. Untuk sekarang.

Sunbae-nim!” Sunyoung berteriak dengan lantang, membuat tubuh Kyuhyun terhenyak karena terkejut. Wajah pria itu menegang ketika mendapati Park Sunyoung tengah berdiri beberapa meter didepannya, ia meneguk ludah berat. Sontak berbalik lalu mengambil langkah cepat agar terhindar dari gadis berkaki pendek itu.

Kedua mata lebar Sunyoung semakin membesar kala kedua kakinya yang langsung berlari kencang. Gadis ini memiliki kemampuan lompat tinggi dan kecepatan lari yang besar meski tak terlalu tinggi. Ia menarik tas ransel Kyuhyun hingga tubuh pria itu hampir jatuh kebelakang. “W—wae?!” Bentak Kyuhyun menyembunyikan kegugupannya.

“’Wae?’” Sunyoung mengulang dengan nada meninggi. “Kita harus bicara!” desis gadis itu mengerikan lalu menarik Kyuhyun agar mengikuti langkahnya. Kyuhyun pikir, sepertinya ia akan mati sebentar lagi.

 

***

 

Putriku, bagaimana malammu disana?

 

            Rinhyo memutar bola matanya kesal, menahan kuat – kuat decihannya yang ingin segera ia keluarkan karena tak ingin ibunya mendengar.

“Baik, aku tidur dengan nyenyak bu.”

 

Ah, jadi kau tidur sangat nyenyak ya? Tentu saja, siapa yang tidak tidur nyenyak jika bersama seorang pria tampan disampingnya. Iya, kan?

 

            “Tidak seperti itu, bu.” Rinhyo mencoba mengelak akan apa yang mungkin dipikirkan oleh ibunya. Dan sungguh, sebelumnya ia sudah menebak jika ibunya akan melayangkan nada penuh kasih sayang jika meneleponnya hari ini. Tentu karena kenyataan bahwa ia tidur bersama dengan Ji Changwook dirumah pria itu.

 

Jangan malu seperti itu. Sudahlah, lanjutkan saja! Kalau mau menginap lagi juga tidak apa, kok. Nikmati waktumu, sayang.

 

            “Iya.” Rinhyo hanya bisa menjawab dengan satu kata aman itu daripada ibunya akan mengoceh lebih banyak lagi. Sambungan telepon sudah diputus sepihak oleh ibu, kini ponsel itu berada dipangkuannya. Ia sudah mengganti baju dengan gaun yang dibelikan Changwook. Mau tidak mau ia harus memakai itu daripada harus memakai kemeja kebesaran milik pria itu lagi.

 

Tok Tok

 

            “Kau sudah selesai?” Changwook bertanya dari luar kamar. Rinhyo tak menjawab, lebih memilih untuk menyahut tas lalu keluar dari kamar. Menemukan Changwook didepan pintu dengan balutan pakaian kasual, bukan kaus tipis putih dan celana pendek krem lagi.

“Oppa mau kemana?”

Changwook tersenyum misterius, ia memandangi Rinhyo dari bawah sampai atas dengan penuh rasa puas. “Kau cantik dengan gaun ini, seperti dugaanku.”

“Jangan berlebihan.” Balas Rinhyo sekadar, lalu kembali bertanya “Oppa mau kemana? Kenapa pakai baju seperti itu?”

“Hari ini kau tidak ada kuliah, kan? Jadi—“

“Siapa bilang hari ini aku tidak ada kuliah?” Rinhyo memotong dengan cepat, ia tahu Changwook pasti berencana untuk membawanya kesuatu tempat.

Alis pria itu terangkat, “Kau lupa? Aku kan hafal semua jadwalmu?”

“Ya, memang seharusnya hari ini tidak ada kelas. Tapi, sayang sekali jam sepuluh aku harus berada dikampus karena jam kelasku kemarin diganti hari ini.”

“Benarkah?” Rinhyo mengangguk kuat, lalu berjalan melewati tubuh Changwook seraya menggerutu “Kelasnya sudah dimulai belum ya?” sambil kembali mengutak – atik ponsel.

“Lebih baik oppa disini saja, aku akan naik taksi.”

“Tidak usah, aku akan mengantarmu. Jadi, kita keluarnya lain kali saja.”

“Oh begitu? Yasudah.”

 

Baiklah. kita bertemu jam 10 di camp

                                                                  Musikal, oke?

 

                                                                                                                                    D 09:40 AM

 

 

***

 

“Kenapa kau menatapku seperti itu?”

Kyuhyun bertanya pada Sunyoung yang tengah menatap layaknya ia adalah sebuah kecoa yang harus disingkirkan sekarang juga. Setelah penyiksaan dan penarikan paksa oleh Sunyoung, kini gadis itu mendudukkanya di ruang meeting camp musikal. Dimana hanya ada dia dan Sunyoung disini.

“Katakan dengan jujur padaku sunbae! Ada hubungan apa kau sebenarnya dengan Rinhyo?”

Kyuhyun mengendurkan otot, menyandar pada kursi demi berpura – pura santai. “Kami hanya saling mengenal. Itu saja.”

“Berhenti berucap omong kosong!” lagi, Kyuhyun terhenyak karena teriakan Sunyoung. “Aku tidak pernah sekali pun melihat Rinhyo minum ketika kami kumpul bersama dengan anggota se-organisasi atau sekadar berkumpul bersama teman satu kelas. Tapi yang kulihat kemarin bukan halusinasi, kan? Sam Rinhyo mabuk dirumahmu, dan kalian minum berdua.”

“Kau salah paham. Kami hanya minum sebagai sepasang teman.”

Sunyoung tersenyum miring, bersendekap dengan penuh keangkuhan. “Teman macam apa yang takut terpergok tunangan temannya seperti kemarin, huh? Bahkan kau malam – malam menyuruhku datang kerumahmu, lalu mengantarku dan Rinhyo ke kedai soju terdekat dan menyuruhku menelepon Ji Changwook agar menjemput Rinhyo. Jika kalian hanya teman, bukankah lebih mudah kau yang menelepon Changwook lalu menjelaskan pada pria itu bahwa kalian adalah teman?”

Kyuhyun memijit pelipisnya frustasi, ia menghela napas panjang lalu berucap “Ucapanmu sangat panjang dan rumit. aku tidak mengerti. Dan kau salah akan satu hal, mereka berlum bertunangan.”

Sunbaenim!”

“Kecilkan suaramu! Orang – orang diluar akan salah paham jika tahu kita berdua disini.”

“Kalau begitu aku akan langsung pada intinya, apa penyebab batalnya pertunangan mereka adalah kau?”

“Kau sudah gila?”

“Lalu kenapa kau menghindari pertanyaanku?!”

Kyuhyun memejamkan kedua mata frustasi, pria itu mengalihkan fokusnya pada ponsel yang baru saja bergetar didalam saku. Senyuman lebarnya sontak terulas ketika membaca pesan dari Sam Rinhyo.

 

Baiklah, kita bertemu jam

1o di camp musikal, oke?

 

                                      09:40 AM

 

Aku sudah didepan camp.

 

                                      10:05 AM

 

Tunggu disana, aku akan keluar.

 

                                                                                                                                    R 10:05 AM

 

 

“Sunyoung-ah.”

Park Sunyoung masih mempertahankan raut wajah kesalnya, menatap Kyuhyun dan menunggu pria itu melanjutkan ucapannya. “Baiklah, kau benar. Kami memang dekat. Jadi tolong, jangan sebarkan pada siapapun tentang apa yang sudah kau ketahui tentang kami. Bukannya apa, aku hanya tidak ingin orang – orang membesar – besarkan masalah dan menyalahkan Sam Rinhyo. Kau bisa mengerti? Kalau begitu, aku pergi dulu ya! Ada janji.”

Kyuhyun segera pergi dari ruang meeting. Tak menghiraukan panggilan Sunyoung yang masih belum puas dengan jawaban Kyuhyun. Padahal ia ingin bertanya kata dekat diantara mereka itu sampai sejauh mana.

 

***

 

“Tch, kukira ada alasan mengapa kemarin kita janji ke panti bersama.”

Rinhyo mengalihkan tatap dari jalanan kearah Kyuhyun yang tengah duduk disampingnya. Membalas mata Rinhyo dengan alis terangkat, tak mengerti maksud ekspresi kesal Rinhyo dan juga kalimat yang gadis itu lontarkan.

“Tidak usah berpura – pura tidak mengerti, Cho Kyuhyun-ssi!” Cecar Rinhyo, mengira Kyuhyun mencoba menipunya dengan ekspresi bingung pria itu.

“Aku tidak berpura – pura.”

Rinhyo memutar bola mata kesal, menatap kesekeliling bus lalu menyandarkan diri. “Kukira kau akan membawa motormu, maka itu kita ada janji ke panti bersama. Maksudku, kalau pakai motor kan bisa menghemat biaya.”

“Akan sangat melelahkan jika mengendarai motor sampai ke gunung jiri. Bukankah lebih nyaman naik bus? Kau bisa duduk dengan nyaman, dan juga bisa tidur dibahuku jika mengantuk.” Ujar Kyuhyun, senyuman jahilnya terulas membuat Rinhyo ingin memukul pria itu-jika ia tidak ingat kalau Cho Kyuhyun adalah seniornya-

Kedua tangannya bersendekap, Rinhyo tak ingin membahas candaan Kyuhyun. Lebih memilih kembali berpikir keras mengapa mereka bisa membuat janji ke panti bersama. “Kemarin yang punya ide ke panti bersama, aku atau Kyuhyun-ssi?” Rinhyo menyerah berpikir sendiri, lebih baik langsung mengorek informasi pada Kyuhyun. Hitung – hitung juga mengisi kekosongan sampai mereka tiba di panti.

“Aku.”

“Ah, tentu saja. Tidak mungkin jika aku punya ide gila seperti itu.”

“Tapi, apa tidak apa kalau sekarang ke panti?” Rinhyo menoleh, membalas tatapan Kyuhyun. “Bukankah kau dilarang pergi kesana?”

“Kenapa bertanya seperti itu selagi kita sudah berada dibus seperti ini?”

“Hanya saja, tiba – tiba terpikirkan. Kita bisa turun jika kau ragu atau—“

“Awalnya mengingkari peraturan memang sangat menakutkan. Tapi rasanya lebih ringan jika ada Kyuhyun-ssi.” Rinhyo mengulas senyuman kecil. “Dan juga, aku sangat merindukan teman – temanku. Jadi jangan berpikiran untuk turun ditengah jalan! Karena aku tidak punya pikiran seperti itu.”

Perlahan Kyuhyun pun mengulas senyumannya. “Mulai sekarang tidak usah pakai bahasa formal. Kita bisa berbicara dengan nyaman.”

“Lalu aku harus panggil apa? Jangan bilang… op..pa?” Kyuhyun mengulum senyum, merasa sangat puas jika Rinhyo benar – benar memberikan panggilan itu untuknya.

“Kalau kau inginnya begitu ya, tidak masalah.”

“Tidak bisakah aku memanggilmu Kyuhyun saja?”

Mata Kyuhyun melebar. Segala ekspektasi penuh kebahagiaannya buyar sudah oleh permintaan Rinhyo. “Mwo?!”

            Gadis itu menggaruk tengkuk canggung, “Rasanya canggung sekali memanggilmu oppa. Entahlah, rasanya malah tidak nyaman untukku. Kalau aku panggil sunbaenim , kau juga tidak suka kan?”

“Baiklah, terserah kau saja.” Kyuhyun tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Wajahnya terlihat tidak minat pada apapun, lebih memilih untuk menyandarkan diri dikursi.

Rinhyo mengulas senyuman lebarnya. Ia merasa seperti memiliki teman baru setelah beberapa tahun terombang – ambing oleh perasaan tak pasti. Rasanya menarik dan menyenangkan. Sangat.

“Kalau begitu lain kali kita ke panti lagi dengan motormu, ya?”

“Huh?” Kyuhyun menoleh kearah Rinhyo, wajah gadis itu terlihat penuh binar. Membuatnya berhenti bergerak untuk fokus pada mata coklat dan senyuman manis itu.

“Dan juga jangan komentar banyak jika tiba – tiba aku tidur dibahumu. Asal kau tahu aku dikenal sebagai tukang tidur, apalagi jika dalam perjalanan seperti ini.” Rinhyo melanjutkan, tak peduli dengan tatapan terkejut Kyuhyun. Gadis itu membuka kaca bus sambil merasakan segarnya udara. “Ah, segar sekali.” Tukasnya tanpa melunturkan senyum.

 

TBC

 

 

Advertisements

20 thoughts on “Doll 5

  1. Satu lg terungkap yuhu
    Trnyata rinhyo bukan anak kandung kluarga TJgroup ya .
    pantes aja dijadiin boneka selalu sm mereka . Tekanan batin kali ya rinhyo . kemauannya tdk trcapai dan harus di langgar dlu bila mau mewujudkannya
    ditunggu klnjtnnya eonni^^

  2. kayaknya kok pendek y………..wkwkwk………..aq blum puas bacanya. sekali2 rinhyo harus berani ngadepin ibunya.

  3. ngeliat kyuhyun rinhyo disini seneng bangetttttt kaya yg enteng aja gitu hubungannya ah suka bgt!!!!! jd gitu tooooohh asal mula kehidupan rinhyooo, ga nyangka kan ternyata dia anak panti awalnya huhu

  4. Anyeong kakak. Reader baru niiih. Nemu ff ini langsung sukaaaa. Asik bgt bacanya lancar ngt ceritanya.. Berasa kyu masih remaja. Hehe… Ijin baca ff yg lain yaaaaaa.
    Oh ya btw mau minta pw yg reincarnation boleh kak?? Penasaran tingkat akut niiih.

  5. Hubungan kyu-hyo semakin dekat aja tp kayanya changwook jg gx akan nyerah semudah itu buat melepaskan rinhyo ditambah ibunya yg otoriter moga kyu bisa membahagiakan rinhyo dia kaya rapunzel keman2 dilarang terus sama ibu angkatnya

  6. Pasangan ini makin akrap saja. Kayanya kyuhyun tahu sesuatu tentang masa kecil rin hyo. Jangan jangan yg suka bawa hadiah ke panti itu adalah kyuhyun. Kelihatan kan waktu rin hyo menyebut nama seulgi..

  7. semoga sunyoung ga nyebarin tentang rinhyo dan kyuhyun. gimana kalo ada yg tau kalo rinhyo ke panti asuhan bareng kyuhyun lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s