Doll 9

dolljiwon

Soojung : Rinhyo-ah! Besok aku akan ke Seoul, kita bertemu di tempat musikalnya Kyuhyun, ya! Kau tahu, kan?

 

            Rinhyo hanya bisa menatap pesan Soojung tanpa ekspresi. Seharusnya ia akan sangat bahagia sampai berjingkrak – jingkrak jika saja Soojung tidak menyebut nama ‘Kyuhyun’ disana. Tapi gadis itu menyebutnya, apalagi menentukan tempat pertemuan di sana. Dan itu artinya ia harus bertemu Cho Kyuhyun disana. Ugh, sial.

Pertemuan dua keluarga tiga hari yang lalu sukses. Tak ada hambatan dan Ji Changwook juga bisa di ajak kerja sama. Sejak kejadian di rumah Kyuhyun waktu itu, Rinhyo tidak pernah sekali pun menghubungi Kyuhyun atau pun bertemu dengan pria itu. Cho Kyuhyun juga sama. Dia tidak pernah menghubungi Rinhyo sama sekali.

Dan kini Soojung tiba – tiba mengirim pesan kalau besok ia akan datang, terlebih berkumpul di tempat musikal Kyuhyun. Oh Tuhan, apa yang akan ia lakukan kalau bertemu dengan pria itu besok?

 

Rinhyo : Tidak bisakah kumpulnya di tempat lain?

Soojung  : Kenapa memangnya?

Soojung : Kita berkumpul disana bukan tanpa alasan.

Soojung : Selain karena aku harus mengurus banyak hal sebagai anggota baru, tempatnya kan juga dalam kawasan satu kampusmu.

Rinhyo : Tapi disana ada Cho Kyuhyun.

 

            Rinhyo menatap cukup lama jawaban yang berada di kotak pesan sebelum ia klik tombol SEND. Kepalanya menggeleng cepat, segera ia menghapus apa yang sudah ia ketik.

 

Rinhyo : Ah, begitu ya. Baiklah.

Soojung : Hei! Sebenarnya ada apa denganmu?

 

            Oke. Rinhyo sadar, berbohong pada Soojung sama saja berbohong pada ibu sendiri. Gadis itu tidak mudah di tipu, apalagi kalau tentang Rinhyo.

 

Rinhyo : Hmmmm

Soojung : ?

Soojung : tidak usah basa – basi, katakan saja!

Rinhyo : Begini, tiga hari yang lalu aku pesta daging di rumah Kyuhyun.

Soojung : Kalian? Cuma berdua? Jadi sudah resmi? Huahahaha.

Rinhyo : Kapan aku bilang berdua -_-

Rinhyo : Disana ada dua temanku juga! Tidak mungkin lah kami berdua pesta daging malam – malam begitu.

Soojung : kkk Ok! Whatever! Kalau sudah resmi pun aku cuma mau berikan selamat.

Soojung : Jadi, ada kejadian apa tiga hari lalu?

Rinhyo : Waktu itu, Ji Changwook menjemputku disana. Dan ternyata dia juga mengenal Cho Kyuhyun.

Soojung : Oh, Its suprising!

Soojung : Dari mana Changwook bisa mengenal Kyuhyun?

Rinhyo : Kau tahu Cho group tidak?

Soojung : Tahu, kenapa?

Soojung : Wait! Jangan bilang Kyuhyun putra presdir Cho?!

Rinhyo : Yas! Kau benar!

Rinhyo : Bagaimana bisa dia tidak pernah cerita padaku? Padahal aku sudah sangat terbuka pada pria itu! Tch.

Rinhyo : Bilangnya saja ingin jadi teman baik. Tapi ternyata masih menyembunyikan hal sebesar itu pada teman baiknya sendiri!

Rinhyo : Kau tahu, rasanya seperti di khianati oleh sahabatmu sendiri! Selama ini aku sudah persis seperti orang bodoh yang tidak tahu apa – apa.

Soojung : Calm down, okay?

Soojung : Kalau pendapatku, tidak ada gunanya kau kesal pada Kyuhyun. Lagipula tidak mungkin dia tidak menceritakan hal itu tanpa alasan yang jelas. Pasti ada alasannya, Hyo.

Soojung : Kalian kan mengenal juga belum terlalu lama. Mungkin ia sebenarnya punya masalah besar yang tidak kau ketahui. Who knows?

 

            Sam Rinhyo membaca berulang kali pesan dari Soojung. Kalau di pikir – pikir, Soojung benar juga. Tidak seharusnya ia bersikap merajuk layaknya anak kecil seperti ini. “Huuh.” Rinhyo mengeluarkan napas panjang. Rasa bersalahnya menyeruak dalam dada. “Bodohnya aku.”

 

Rinhyo : You are right as always.

Rinhyo : Kita bertemu di kamp besok!!

Soojung : Hm, setelahnya antarkan aku cari tempat tinggal!

Rinhyo : Oke.

 

***

           

“Kudengar dari ayah, katanya Cho Kyuhyun sudah tinggal sendiri di luar rumah keluarganya.”

Entah kenapa, Changwook tiba – tiba buka suara tentang Cho Kyuhyun. Ini masih pagi, dan sebenarnya Rinhyo tidak ada mood untuk memikirkan Kyuhyun. Namun tak dapat dipungkiri, kalimat Changwook berhasil memancing rasa penasarannya.

“Sebenarnya dari awal aku tidak tahu kalau Kyuhyun putra presdir Cho. Dia benar – benar melakukan penyamaran sempurna.” Rinhyo memakai nada sedikit kesal disana secara tak sengaja. Untung Changwook tidak mencium bau aneh pada nada bicaranya dan syukur dia jadi tidak menghujaninya banyak pertanyaan seperti biasa.

“Wah, ku pikir ayah cuma bercanda. Ternyata tidak.” Kepala Changwook menggeleng pelan. “Kyuhyun punya nyali besar. Dia tidak takut namanya di hapus dari pewaris. Padahal dia adalah putra tunggal presdir Cho.”

Bola mata Rinhyo berputar, tak menyangka kalau Changwook juga termasuk pria materialistis yang mengejar harta. Tidak seperti Kyuhyun yang apa adanya dan tidak terlalu memikirkan harta. Pria sederhana yang hidup hanya untuk kebahagiaannya. Oh, kenapa juga Rinhyo membandingkan Changwook dan Kyuhyun?

“Pasti sekarang kandidat kuatnya adalah istri baru presdir Cho.”

Istri baru? Rinhyo menaikan alis. Ia tidak terlalu suka melihat berita di televisi, jadi ia tidak tahu kalau presdir Cho punya istri baru. “Istri baru?”

“Hm, istri barunya seumuran denganku. Tentu seumuran dengan Kyuhyun pula.”

Kini bukan alisnya saja yang bereaksi. Kedua mata Rinhyo melotot tak percaya, tubuhnya pun sudah miring menatap Changwook penuh tuntut. “Bagaimana bisa?”

“Tentu bisa. Apa yang tidak bisa di lakukan seorang presdir Cho.” Bahu Rinhyo turun, kalau di pikir – pikir pria banyak harta seperti presdir Cho memang dapat dengan mudah mendapatkan wanita hanya dengan asal menunjuk orang. “Aku tidak tahu kalau ternyata kau tertarik dengan berita – berita seperti ini. Kukira kau apatis dengan gosip.”

 

Kalau bukan tentang Cho Kyuhyun aku juga tidak akan setanggap ini!

 

            “Memang biasanya aku tidak suka. Tapi ini menyangkut temanku, jadi tentu aku ingin tahu.” Rinhyo menjawab asal. Ia menatap jendela mobil, berharap Changwook tidak bertanya aneh – aneh padanya.

Senyum masam Changwook terulas, “Aku jadi iri pada Kyuhyun.”

Rinhyo tersentak, “Huh? Kenapa?”

“Kau ingin tahu tentang Cho Kyuhyun, juga bisa bermain bersama. Sedangkan aku? Mengobrol santai saja jarang kita lakukan. Kalau kami beradu, aku sudah kalah telak oleh Cho Kyuhyun.” Rinhyo menatap Changwook penuh rasa bersalah. Menyakiti hati Changwook jadi salah satu hal yang tidak ia sukai dalam hidupnya; lebih tepatnya, ia tidak suka menyakiti orang yang sudah sangat baik padanya dan Changwook termasuk orang yang selalu bersikap baik padanya.

“Kita bisa mengobrol santai, oppa. Kau tidak usah sedih begitu.” Entah kenapa, Rinhyo malah membalas sedemikian rupa. Dalam hati ia bertanya, ucapannya ini tidak mengundang harap pada Changwook ,kan?

“Kalau begitu besok kita pergi jalan – jalan, ya! Kau tidak ada kelas, kan?”

“Hm, ya. Sepertinya.” Senyum cerah Changwook terulas.

“Kalau begitu besok aku jemput jam delapan pagi.”

 

***

010-200-XX

Hari minggu nanti kau harus ada di rumah. Ada pertemuan penting antar keluarga. Kalau kau tidak mau datang biar orangku yang menjemputmu paksa.

 

            Kyuhyun menatap datar pada layar ponsel. Dengan sengaja ia menggeletakan ponsel di atas meja tanpa ada niat membalas. Jonghyun yang sejak tadi berdiri di samping tubuhnya menyenggol siku. “Dari siapa?”

“Ayah.”

Kedua mata Jonghyun membulat. “Heol. Apa akan ada perang lagi setelah ini?”

“Sudah diam saja kau.” Tukas Kyuhyun lalu beranjak dari tempat duduk untuk berdiri di depan ruang pertemuan kamp musikal. Sebenarnya, selain jadi unit kegiatan mahasiswa Inha, grup musikal yang di pimpin Kyuhyun ini juga me-rekrut orang luar dan punya nama di luar kampus. Biasa di sebut kelompok ‘Half-moon’, di dalamnya sudah ada produser, penulis naskah, sutradara hingga komposer. Dan juga beberapa aktor dan artis musikal.

“Oke, kita kedatangan member half-moon yang baru.” Kyuhyun berucap langsung setelah membuka pertemuan anggota musikal sebentar. Ia mengayunkan tangan pada Soojung yang duduk canggung di samping Sunyoung. “Kau bisa perkenalkan diri.”

Soojung tersenyum kecil, membungkuk sebentar lalu mulai memperkenalkan diri. Hanya perkenalan sederhana seperti nama, umur, dan keahlian musik apa yang ia punya. Semuanya bertepuk tangan dengan meriah; terutama Shim Changmin yang terlihat paling senang karena kedatangan anggota perempuan baru yang punya wajah cantik.

“Karena masuknya Soojung bertepatan ketika kita ada project baru, jadi kita akan menentukan pemain-nya termasuk memasukan Soojung sebagai pemain sampingan. Kau bisa belajar pada yang lain nanti, Soojung.” Shin Soojung mengangguk membalas ucapan Kyuhyun kemudian duduk di tempatnya kembali. Di saat seperti ini, Kyuhyun terlihat punya karisma seorang pemimpin. Dan Soojung terkejut melihatnya. Ngomong – ngomong, nanti Rinhyo benar – benar jadi menemuinya disini kan? Ia jadi penasaran bagaimana reaksi Kyuhyun nanti ketika melihat Rinhyo.

 

***

 

Sam Rinhyo awalnya hanya berniat untuk mengintip dari balik jendela; mencari keberadaan Shin Soojung yang tak terdeteksi dimana pun. Benar saja, Soojung ada disana. Duduk di kursi paling depan sambil mencatat sesuatu atau hanya menandai? Entahlah, Rinhyo tak yakin yang ada dalam genggaman Soojung itu bolpoin atau stabilo.

Tapi fokusnya melenceng jauh ke arah depan. Tepatnya pada Cho Kyuhyun yang tengah menerangkan sesuatu sambil menulis sesuatu di papan putih. Sial, Rinhyo sulit untuk mengalihkan pandang ke arah lain lagi. Ia persis seperti gadis berumur sepuluh tahun yang sedang memandangi pria diam – diam dari luar kelas.

Tubuh Rinhyo berjengit terkejut ketika tatap matanya bertemu dengan mata Kyuhyun. Cepat – cepat ia alihkan pandang ke arah lain, menarik napas dalam – dalam kemudian berjalan ke arah kursi yang berada tak jauh dari ruang pertemuan. Duduk disana sambil sesekali mengusap wajah frustasi. Sungguh, yang tadi itu memalukan sekali.

Suara decit pintu buat Rinhyo mengangkat kepala, ia menatap kaget pada Kyuhyun yang baru saja keluar dari ruangan dan berjalan ke arahnya. Tunggu, kearahnya? Ia tidak salah lihat?

“Kau mencariku?” Tanpa basa – basi Kyuhyun bertanya. Wajahnya masih sama serius seperti yang tadi ia lihat di dalam ruang pertemuan.

“Huh?” Rinhyo mengangkat alis bingung. Kepalanya sedikit sakit karena harus mendongak demi memandang wajah Kyuhyun. Dari sini Cho Kyuhyun seperti sosok monster yang tinggi dan berpipi tembam. Apa Kyuhyun makin gemuk?

“Tadi kulihat kau sedang memerhatikanku, jadi apa kau mencariku?”

“I—tu, aku hanya memeriksa Soojung ada di dalam tau tidak. Bukannya menatapmu.”

Mati – matian Rinhyo menyembunyikan suara gugupnya. Ia tidak mau terlihat bodoh di depan Kyuhyun. Entah kenapa, rasanya sulit sekali menatap kedua mata itu sekarang.

“Tapi aku yakin tadi kau menatapku.” Kyuhyun membalas keras kepala, pria itu bersendekap sambil membuang napas panjang. “Kalau memang mau bicarakan sesuatu, bilang saja. Aku sudah berada disini.”

“Sudahlah, Cho Kyuhyun. Lebih baik kau masuk dan lanjutkan urusanmu! Berada disini malah membuang waktu orang – orang yang ada di dalam.”

“Kau masih marah, ya?” Pertanyaan Kyuhyun sangat berlawanan dari ucapan Sam Rinhyo.

Tak mau menanggapi, Rinhyo malah berucap “Aku tadi hanya mencari Shin Soojung karena kita ada janji. Itu saja. Jadi cepatlah kembali kesana sebelum orang lain protes karena pertemuannya jadi molor karena sikap bodohmu.”

“Benar, kau masih marah. Tunggu disini, setelah urusanku selesai aku harus bicara padamu.” Setelah itu Kyuhyun berbalik, masuk ke dalam ruang pertemuan tanpa menoleh lagi padanya. Rinhyo membuang napas panjang lagi, kenapa rasanya berbeda ketika bicara dengan Kyuhyun? Ia rasa sebelumnya baik – baik saja.

 

***

“Oh! Sam Rinhyo? Kau disini?”

Kedua mata Rinhyo melebar tak percaya kala menatap Shim Changmin yang baru saja keluar dari ruangan sambil melambai riang padanya. Dengan canggung Rinhyo juga mengangkat sebelah tangan. Sungguh, pertemuan dengan saudaranya disini tidak pernah ada dalam bayangan sama sekali.

“Menunggu seseorang?” Pria tinggi menjulang itu sudah berdiri di depan Rinhyo. Ia membenarkan tas ranselnya sambil memandang sepupunya penuh telisik.

“Hm, ya, begitulah. Tapi oppa bagaimana bisa ada disini?”

“Aku bagian dari musikal ini, asal kau tahu. Hehe. Memang tidak pernah ku beritahu pada keluargaku sih, kau tahu sendiri orang tuaku anti dengan musik. Jadi aku mohon rahasiakan ini, ya?” Changmin berucap seperti laju kereta api sambil duduk di sebelah Rinhyo. Membuat gadis itu semakin tak nyaman. Ia hanya berharap agar Changmin tidak memberi tahu ayah dan ibu kalau ia ada disini, terlebih menunggu Shin Soojung. Teman pantinya dulu. Bisa – bisa dia habis di marahi oleh ibunya.

“Menunggu siapa?”

“Teman.”

“Rinhyo-ah!” Suara Sunyoung menggelegar di ambang pintu ruang pertemuan. Gadis bertubuh pendek itu melambai penuh semangat sambil berlari kecil ke arah Rinhyo.

“Ah, jadi menunggu teman cebolmu ini?”

Sunbaenim! Tega sekali memanggilku cebol! Tidak lihat kalau sepupumu ini juga ce—“ Sunyoung mengulum bibir rapat – rapat. Ia menatap Rinhyo tak enak. “Maksudku sepupu Changmin sunbae yang lain. Bukan kau, kok. Hehe.”

“Tch, apa aku sebodoh itu untuk di bohongi? Aku tahu aku memang pendek.” Rinhyo menatap malas pada Sunyoung, lalu beralih pada Changmin. “Tapi oppa, apa cebol itu tidak keterlaluan? Kalau kau aku panggil slender man memang mau?”

Kedua mata Changmin melebar tak terima. Membayangkan tubuh slender man yang begitu tingi dan goyang – goyang kalau diterpa angin membuatnya bergidik. Bagaimana bisa Sam Rinhyo yang biasa kalem berniat memanggilnya slender man? Oh, itu kasar.

Ketika Sunyoung tertawa karena Changmin tidak bisa membalas ucapan Rinhyo lagi. Pria itu hanya melongos malas. “Rinhyo-ah. Omong – omong, temanmu itu ternyata berbakat ya. Dia bisa menari sambil menyanyi dan kau tahu? Suaranya masih begitu stabil. Gila bukan? Sepertinya meski ia baru, tapi ia akan dapat peran utama di project baru ini.”

“Teman? Sebentar! Shin Soojung, anak baru yang sangat cantik itu temanmu, Hyo?!”

Rinhyo mengangguk. “Aku tak tahu Soojung ternyata cepat populer seperti ini. Tak heran sih, dia juga sangat terkenal dulu di sekolah. Sebagai tambahan, ia juga bisa memainkan beberapa alat musik.” Dengan nada penuh kebanggaan Rinhyo menjelaskan.

“Bagaimana bisa Soojung jadi temanmu?” pertanyaan ini akhirnya keluar juga.

Sambil menatap kedua mata Changmin lamat – lamat, Rinhyo menjawab penuh makna, “Temanku sejak kecil.” Kebingungan Changmin langsung hilang, hanya dengan penjelasan sesingkat itu tentu Changmin bisa simpulkan kalau Soojung teman panti Rinhyo. Sanak keluarga memang mengetahui fakta bahwa Rinhyo anak pungut. Dan sebenarnya, ia sedikit bersyukur punya kakak sepupu pengertian seperti Shim Changmin. Disaat anggota keluarga lain ‘sedikit’ memandangnya rendah, Changmin selalu menganggapnya sebagai adik.

“Jadi, oppa, karena aku sudah berjanji menjaga rahasiamu. Bisakah kau menjaga rahasia ini pula dari orang tuaku?” Changmin mengulas senyuman kecil lalu mengangguk dua kali; pria ini juga tahu kalau orang tuaku melarang keras untuk tidak menemui teman kecilku lagi.

“Rahasia apa maksud kalian?” Sunyoung yang sejak tadi menatap ambigu, melontarkan pertanyaan pada Rinhyo.

“Kau tidak perlu tahu, Sunyoung-ah. Ini rahasia antar keluarga.”

“Baiklah, kalau itu aku bisa apa.” Rinhyo tertawa kecil, lalu mengalihkan pandang ke pintu. Senyum cerahnya langsung terulas kala menatap sosok Soojung yang berdiri di ambang pintu. Sedang bercakap serius bersama Kyuhyun. Hanya dua orang itu memang yang keluar terakhir.

“Sebentar ya!” Rinhyo berucap pada Sunyoung dan Changmin, kemudian beranjak dari tempatnya menuju ke arah Soojung. Masa bodoh kalau Kyuhyun ada disana, ia hanya ingin bertemu Soojung dan bicara banyak pada gadis itu sekarang.

Rinhyo berdiri di samping Soojung, menunggu sampai mereka selesai bicara. Namun belum selesai, Soojung sudah menemukan Sam Rinhyo. Gadis itu langsung mengabaikan Kyuhyun dan beralih memeluk tubuh Rinhyo gembira. “Kukira kau tidak akan datang.”

“Hei, mana mungkin aku tidak datang menemui temanku yang jauh – jauh datang dari lembah gunung jiri kesini, huh?”

Soojung tersenyum riang. “Nanti jangan lupa antar aku cari rumah, ya!”

“Hm. Tapi hari ini aku tidak bawa mobil, tadi Changwook oppa yang mengantar.”

Sebelah tangan Soojung menghempas di depan wajah Rinhyo santai. “Sudahlah, memang lebih baik tidak naik mobil. Aku kan bisa berputar – putar dengan bis nanti.”

“Kalau mau kalian bisa ku antar.” Suara Kyuhyun menginterupsi obrolan mereka. Rinhyo menatap canggung pada Kyuhyun, sedangkan Soojung menatap penuh binar.

“Oh, itu bisa juga! Kita jadi bisa hemat ongkos. Haha.” Gadis itu sengaja menambahi tawa canggung, kedua matanya melirik pada Rinhyo dan Kyuhyun bergantian. Dalam hati, ia cuma berharap agar Kyuhyun dan Rinhyo bisa kembali dalam hubungan yang baik. Tidak saling canggung seperti ini.

“Sepeda motormu kan tidak muat kalau di naiki tiga orang.” Ucap Rinhyo tanpa menatap Kyuhyun, bola matanya masih betah menatap wajah Soojung yang sedang menahan tawa. Siapa juga yang tidak tertawa kalau melihat interaksi super canggung dari Kyuhyun dan Rinhyo saat ini.

“Jonghyun menitipkan mobilnya selama dua hari padaku. Kita bertukar kendaraan, bosan katanya.” Berbeda dengan Rinhyo, Kyuhyun malah terus menatap Rinhyo tanpa kedip.

“Oh.” Hanya itu yang di suarakan Rinhyo sebagai jawaban. Diam – diam ia meneguk ludah berat, tak tahu harus berbuat apalagi.

“Aku bicara pada Sunyoung dulu, kurasa kalian butuh bicara.” Soojung mengulum bibir, lalu segera pergi meninggalkan Kyuhyun dan Rinhyo berdua sebelum Rinhyo menghentikannya.

“Kalau begitu, aku iku—“

“Hyo, kita memang perlu bicara.” Rinhyo mengeratkan deret gigi. Perlahan ia menoleh ke arah Kyuhyun, hela napas panjangnya keluar seiring dengan lidahnya berucap, “Ya, kau benar.”

 

***

 

Soojung masih ada urusan dengan Park Sunyoung dan Shim Changmin di dalam ruang musik. Sedangkan Kyuhyun tengah duduk berdua di dalam ruang meeting. Tidak berdampingan sih, mereka duduk di meja yang berbeda.

“Soojung sangat sibuk di hari pertamanya.” Rinhyo menggumam, tubuhnya sontak bersandar di kursi. Mencoba untuk menyamankan dirinya sendiri; mengingat sejak tadi jantungnya berdegup tak normal. Berada dalam satu ruangan dengan Kyuhyun di situasi canggung seperti ini rasanya sangat amat tidak menyenangkan.

“Dia akan jadi pemeran utama bersama Changmin dan Sunyoung dalam projek terbaru.”

Kepala Rinhyo seketika menoleh pada Kyuhyun, kedua matanya membulat sempurna. “Benarkah?” Anggukan Kyuhyun membuat Rinhyo mengulas senyum lebar. “Sepertinya Soojung memang ditakdirkan masuk di grup musikal ini, ya? Lega sekali rasanya.”

Kyuhyun tersenyum tipis, Ia memiringkan tubuh demi menatap Rinhyo. “Aku juga lega melihatmu bisa tersenyum lagi.” Senyuman Rinhyo seketika menghilang, “Masih marah? Kau bisa menanyakan apapun padaku, dan aku akan menjawab semuanya.”

Rinhyo diam sebentar, kalau di pikir – pikir, memang tidak ada gunanya ia merenggangkan hubungan dari Kyuhyun. Jauh dalam hatinya ia membenci situasi seperti ini. Sam Rinhyo tidak ingin jauh dari Cho Kyuhyun.

“Sebenarnya aku tidak marah. Hanya… kau tahu lah, rasanya kecewa ketika aku sudah membuka diriku selebar mungkin padamu tapi ternyata kau tidak terbuka padaku. Selama ini, kalau ku ingat kembali, hanya aku yang cerita. Tapi kau tidak.”

Cho Kyuhyun beranjak dari tempatnya, ia menarik kursi agar dapat duduk di hadapan Rinhyo. Menatap kedua mata gadis itu lekat. “Jadi, kau mau mulai dari mana?”

Bola mata Rinhyo berputar, antara berpikir sambil mencoba kabur dari sorot mata Kyuhuyn yang berpotensi tidak baik bagi jantungnya. Sungguh, ia tidak tahu kenapa rasanya bisa segugup ini. “Semuanya? Mulai dari, kenapa kau menyembunyikan identitasmu? Kenapa kau bekerja begitu keras untuk membiayai hidupmu sendiri? Kenapa kau—“

“Kalau kau kebanyakan bertanya akan memakan waktu lama.” Kyuhyun memotong sambil mengulum tawa.

“Tidak apa. Aku siap mendengarkan, dan aku yakin Soojung juga masih sibuk dengan urusan musikalnya. Iya, kan?” Rinhyo mengulas senyum kecil, ia menatap Kyuhyun penuh rasa penasaran. Sedangkan pria yang di tatap akhirnya menghela napas pasrah lalu mengangguk dua kali.

“Ibuku meninggal sepuluh tahun yang lalu, dan karena ayahku selalu sibuk dengan urusannya; hingga bahkan melupakan peringatan hari kematian ibu. Jadi, aku memutuskan untuk pindah ke Jeju bersama paman.” Kyuhyun menarik napasnya panjang, membuka luka lama memang menyakitkan. Tapi rasanya lebih nyaman kalau ia membaginya pada Sam Rinhyo. “Disana aku bertemu dengan seorang gadis cantik dan baik. Ia selalu membawakan pamanku kimchijiggae buatan ibunya, juga sering membantu paman di kedai ikannya. Setelah beberapa tahun mengenal, akhirnya kami berkencan. Dia cinta pertamaku.”

Senyum Rinhyo turut mengembang, “Pasti dia bisa jadi obat untukmu. Aku bisa lihat kau sangat mencintainya dulu.”

“Hm…ya, kurasa begitu. Di mataku, dia tidak punya satu pun cela. Segalanya begitu sempurna.” Senyum kecut Kyuhyun terulas, “Suatu ketika, ibunya sakit keras hingga perlu opname di rumah sakit untuk waktu yang lama. Dia bekerja banting tulang setiap hari, lalu bertemu dengan suatu pekerjaan yang sangat buruk.”

“Pekerjaan apa?”

“Menemani pria hidung belang di klab.”

Alis Rinhyo naik, “Bagaimana bisa? Lalu kau? Apa kau tidak menghentikannya?!”

Masih dengan senyuman kecutnya, Kyuhyun menggeleng pelan. “Dulu aku malah memujinya sebagai gadis luar biasa yang melakukan apapun demi berbakti pada orang tua.”

Dalam hati Rinhyo bisa memahami bagaimana cintanya Kyuhyun pada gadis itu. Segalanya jadi terasa benar kalau kau mencintai seseorang. Rinhyo tahu itu. Jadi kali ini ia memilih untuk diam sampai Kyuhyun melanjutkan ucapannya.

“Disana dia bertemu ayahku. Saat itu kami masih berkencan, tapi ia sama sekali tidak tahu menahu tentang siapa ayahku sebenarnya. Kurasa disanalah, semuanya di mulai.” Kyuhyun menyatukan kedua tangannya di atas meja, sedikit ragu untuk melanjutkan. “Ayahku menyukainya, dan tanpa kutahu tiba – tiba dia sudah mau menikah dengan ayahku. Dia jadi ibu baru ku sekarang. Lucu, kan?”

Rinhyo tak berucap apapun, ia hanya terpaku sambil menatap Kyuhyun lamat – lamat. Ia bukan gadis yang pintar menghibur seseorang, jadi yang selalu ia lakukan hanyalah diam sambil memberi kekuatan dari tatap matanya.

“Sebelumnya aku dan paman masih menerima saluran dana dari ayahku. Aku juga masih seringkali mengunjungi rumah ayah jika ayah memanggil. Maka itu, mungkin di salah satu acara aku pernah bertemu dengan Ji Changwook. Tentu itu terjadi sebelum ayahku memutuskan menikahi ibu tiriku, karena setelah aku tahu, aku langsung memutuskan kontak apapun dari ayah. Rasanya sudah tidak bisa lagi untuk memaafkannya, bahkan menatap wajahnya saja rasanya sudah sangat muak.”

Rinhyo tersenyum tipis, diam – diam ia memuji ketegaran Cho Kyuhyun. Kalau ia jadi Kyuhyun, pasti ia sudah terisak ketika menceritakan hal setragis ini. Tapi tidak bagi Kyuhyun, pria itu masih bisa mempertahankan wajah tenangnya. Dan sungguh, demi apapun, Rinhyo bisa lihat bahwa Kyuhyun masih menyimpan serpihan rasa untuk gadis cinta pertamanya itu. “Kau keren sekali, Cho Kyuhyun.”

“Puas, hah? Aku sudah memberimu dongeng selengkap mungkin.”

“Bisakah kau berdiri sekarang?”

Dahi Kyuhyun sontak mengernyit, pertanyaan Rinhyo sungguh tidak nyambung sama sekali. “Untuk apa?”

“Sudah berdiri saja!”

Mau tak mau akhirnya Kyuhyun berdiri; meski masih berpikir keras pada maksud Rinhyo yang sebenarnya.

Sam Rinhyo juga ikut berdiri, ia berjalan melewati meja lalu berhenti tepat di depan Kyuhyun. Tak menunggu waktu lama, gadis itu memeluk tubuh tegap Kyuhyun erat. Menepuk – nepuk punggung Kyuhyun berirama, selagi kepalanya menyeruak ke dalam dada pria itu; mengingat perbedaan tinggi mereka yang cukup besar.

“Kuharap ini bisa membuat hatimu lebih baik.” Rinhyo bergumam.

“Hm, ya.” Kyuhyun membalas dengan canggung. Ketika ia pertama bertemu Rinhyo di jembatan yanghwa, ia pernah merasakan pelukan ini. Tapi entah kenapa, rasanya begitu berbeda. Dulu ia biasa saja, tapi sekarang seperti disirami air es. Ia membeku tanpa tahu harus berbuat apa, otaknya seperti berhenti berputar. Ia seperti orang bodoh.

Rinhyo melepas pelukannya, menatap Kyuhyun riang. “Sebagai tambahannya, nanti malam kita akan merayakan pesta kecil di rumahmu. Aku dan Choi Minho yang menyiapkannya.”

“Pesta apa?” Kyuhyun bertanya sambil menaikan alis. Sedangkan Rinhyo tersenyum misterius, lalu menjawab;

“Pesta perayaan ulang tahun Shin Soojung!”

 

TBC-

CQj6bIqUcAAWXFSL

HAPPY BIRTHDAY SHIN SOOJUNG!!!!!!!!

Update-an ini sebenernya mau di buat spesial pas ulang tahunnya Soojung yang jatuh pada tanggan 02 Juli haha. Tapi karena nanti kepanjangan jadi entar di potong di part selanjutnya!

Wish-nya semoga harapan Soojung cepet kesampaian (read: seulgi+gray collab) hahaha

tumblr_inline_nvolvf3CXC1t7bfpu_500

Okelah segitu aja dari saya, semoga kalian suka sama part ini yaaak!

Kayanya ntar bakal jadi banyak part soalnya saya nulisnya bener-bener ngikutin flow biar nggak kerasa kayak kepaksa atau kecepetan.

BTW, aku sama Soojung ada projek ff collab baru looh! Judulnya saladship, baca gih seru kok! Wkwk

Happy read , guys!

-Sam Rinhyo-

 

 

 

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Doll 9

  1. Lol Shim Changmin oppa-oppa genit wkwkwk
    Dan heeeeeee kok bahas ultah di sini se 😂
    Firstly… Thanks very much for supporting my kiddos and our beloved seulgray!!! 🐻 tbh aku kaget pas postingan ini ada di beranda wp dan yg muncul malah gambarnya seulgi+capt hbd ssj lalu aku harus bagaimana 😂 pokoknya cepetan posting part 2nya yaaa 🙌🙌

  2. eeeeeehhhhhhhhh ini kenapa kyuhyun rinhyo jd kaya gini hmmmm canggung tp gamau saling canggung wkwkw udahlah bener2 udah temem ketergantungan mereka mah hm btw akhirnyaaaaa kyuhyun cerita jugaaaaa ke rinhyo ttg kondisi keluarga dia hm btw ini kerasa bgt ceritanya masih panjang bgt ya? benang merahnya tuh kaya belom ketauan gitu loh atau aku aja yg ga nangkep? ehehehe ditunggu selaluuu lanjutannyaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s