Doll 10

dolljiwon

DOLL 10

“Kalau begitu coba pacaran denganku saja.”

            Sudah lebih dari lima tempat mereka putari, tapi nyatanya tak ada satu pun yang bisa membuat hati Soojung gembira. Mulai dari harganya yang sangat mahal, jarak antara tempat musikal jauh, hingga kebersihan tempat yang tidak terjaga. Rinhyo baru tahu, mencari tempat tinggal itu ternyata susah. Apalagi kalau di Seoul.

Ponsel Rinhyo berkali – kali bergetar di dalam saku mantel. Tapi sengaja tidak ia angkat, karena tahu bahwa yang sejak tadi menghubunginya itu Choi Minho. Pria itu-mungkin- sudah siap di rumah atap Kyuhyun dan ingin menanyakan kabar Soojung yang tak kunjung kesana ketika langit sudah petang.

“Bagaimana ini?” Soojung mendesah frustasi. Wajah bersinarnya tadi pagi kini sudah kusut di makan waktu.

“Kantor pencari rumah sudah tutup kalau menjelang malam. Lebih baik kita cari besok saja.” Kyuhyun memberi saran sekadar. Ya, bagaimana pun Kyuhyun yang lebih ahli dalam mencari tempat tinggal murah dan nyaman.

“Kau bisa menginap di rumahku, Jung.”

“Ibumu? Ayahmu? Itu tidak akan mungkin, Hyo. Kau tahu sendiri mereka sangat tidak menyukaiku. Bisa – bisa kau di hukum berat karena masih berhubungan baik denganku.”

“Tenang saja! Orang tuaku tidak pulang kok, hari ini. Mereka ada acara di Vancouver.”

“Rinhyo benar, lebih baik kau menginap disana lalu besok mulai mencari lagi.”

Soojung menghela napas panjang. Segera ia menggandeng lengan Rinhyo, “Baiklah, ayo kerumahmu.”

“Ta—tapi aku harus pergi ke rumah Kyuhyun dulu.” Soojung mengernyit mendengar ucapan tiba – tiba dari Rinhyo.

“Kenapa?”

“Barangku ada yang tertinggal.”

“Barang? Memang kau habis mengunjungi rumah Kyuhyun, ya?”

Rinhyo mengangguk mantap. “Hm, dua hari yang lalu.”

“Hyo, bukankah dua hari yang lalu kau masih dalam masa ‘perang dingin’ dengan pria ini?”

Sontak Rinhyo melirik Kyuhyun, menyenggol lengan pria itu kasar. “Hm, ya, maksudnya mungkin ketika pesta daging waktu itu. iya, kan, Hyo? Aku juga lupa berapa hari yang lalu. Dia meninggalkan jam tangannya di kamar mandi.”

“Sejak kapan kau mau memakai jam—“

“Waktu itu aku sedang merasa ingin memakai saja. Sudahlah, kita pergi saja!” Potong Rinhyo sambil menarik tangan Soojung kuat. Meski digandrungi banyak pertanyaan, Soojung akhirnya mau – mau saja di geret oleh dua manusia itu agar urusannya segera selesai dan mereka segera pulang.

***

            Sudah hampir jam delapan malam. Kyuhyun memarkir mobil di depan gang komplek rumahnya karena jalan kecil di depan rumah cuma bisa di lalui sepeda motor. Selagi Kyuhyun mencari tempat parkir yang tepat, Rinhyo dan Soojung sudah turun duluan.

“Kau sampai hafal jalan ke rumah Kyuhyun? Woah.”

“Aku sudah dua kali kesini. Jadi wajar kalau hafal.”

Soojung mengulum senyum, sikunya menyenggol lengan Rinhyo gemas. “Jadi, benar tidak ada apa – apa?”

“Sudahlah, Jung. Kau tahu kalau aku dan Kyuhyun itu cuma teman.”

“Berarti tadi aku sudah lakukan hal baik kan, meninggalkan kalian berdua. Sepertinya kau dan Kyuhyun sudah baikan.”

Kini Rinhyo tersenyum kecil sambil mengangguk dua kali. “Terima kasih. Rasanya lega sekali, dari kemarin aku sulit tidur karena memikirkan pertengkaran ini.”

“Memang Kyuhyun sebegitu penting, ya?”

“Soojung-ah,” Rinhyo menghentikan langkah di depan tangga yang jadi satu – satunya jalan menuju rumah atap Kyuhyun. Soojung balik menatap Rinhyo tenang, “Bagaimana bisa kau dulu menyadari perasaanmu pada Minho?”

***

            Choi Minho berhasil membuat kejutan kecil untuk Soojung. Pria itu hanya menyiapkan kue tart blackforest dengan dua lilin kecil di atasnya, juga puding coklat yang biasa di buatkan ibu panti ketika Soojung ulang tahun. Hanya ada Kyuhyun, Rinhyo dan Minho yang merayakan ulang tahun Soojung. Jira dan Yewon kebetulan tidak bisa ikut karena Seoul terlalu jauh.

Lagipula Soojung memang tidak suka merayakan ulang tahun dengan banyak orang dan berlebihan. Ia lebih suka yang sederhana.

“Aku juga ingin dapat biola seperti Soojung.” Rinhyo menatap iri pada biola mulus berwarna coklat yang berada di dalam genggaman Soojung. Minho memberinya biola untuk hadiah ulang tahun. Sebelumnya Soojung lebih sering mampir ke rumah Bae Joohyun untuk berlatih biola. Kalau ia punya biola, tentunya ia bisa belajar sendiri di rumah tanpa batas waktu.

Kyuhyun tergelak, “Kau bisa minta pada Changwook.”

“Maksudmu aku harus meminta biola padanya?” Rinhyo membalas dengan nada sakartis. Tampak tidak suka pada kalimat Kyuhyun.

“Lalu kau mau meminta padaku?”

Kepala Rinhyo miring sedikit, “Ya, tidak sih.”

“Nah, kalau begitu minta saja padanya apa susahnya. Ah, kau juga bisa membeli sendiri kan?”

Rinhyo menghela napas panjang. “Itu tidak akan mungkin. Ibu selalu memantau kemana aliran uangku pergi, kalau saja ia tahu aku beli biola. Pasti aku akan habis. Keluargaku tidak suka musik sama sekali.” Semakin ia mengenal Rinhyo, pun mendengar segala keluh kesahnya membuat Kyuhyun lagi – lagi merasa beruntung punya hidup bebas seperti sekarang.

“Daripada bingung ingin punya biola, lebih baik kau mulai belajar dulu bagaimana memainkan biola.”

“Hm, kau benar. Sepertinya aku harus mulai sering meminta Soojung jadi guru les biolaku. Sekalian bisa pinjam alat musik gratis.” Rinhyo berucap sambil mengalihkan pandang pada Soojung dan Minho. Dua orang itu sedang asik melihat sesuatu dari ponsel Minho, entah apa itu. Tapi bisa terlihat jelas bagaimana menyenangkannya tontonan itu dari ekspresi mereka. “Sepertinya menyenangkan sekali punya pacar.”

Kyuhyun mengikuti arah pandang Rinhyo, gelak tawanya kembali terdengar. “Hei, kau lupa kalau kau juga punya pacar?”

Rinhyo memutar bola mata malas. “Maksudku pacar yang normal. Bukan orang yang akan dinikahkan secara paksa denganku.”

“Kalau begitu cobalah menyukainya agar kau bisa berpacaran dengan normal.”

“Menurutmu selama ini aku tidak? Semakin aku mencobanya, semakin aku yakin kalau aku tidak menyukainya.”

“Kalau begitu coba pacaran denganku saja.”

Tubuh Rinhyo sontak berjengit setelah mendengar ucapan itu. Kepalanya dengan cepat menoleh ke arah Kyuhyun yang ternyata tengah menatapnya serius. Ia menatap kedua mata Kyuhyun tanpa kedip, lalu mengumpat. “Kau gila.”

“Aku serius, Hyo. Setelah berjauhan denganmu selama beberapa hari ini, aku baru sadar kalau ternyata kau sangat penting. Aku ingin kita tidak bertengkar lagi, dan… aku juga ingin kau selalu berada disisiku. Jadi, bagaimana kalau kita berkencan?”

***

            Satu minggu setelahnya, Rinhyo sudah mulai memasuki minggu UAS sebelum bertemu dengan liburan semester sepanjang empat bulan. Ji Changwook tetap ngotot untuk mengantar – jemputnya tanpa menerima penolakan. Rinhyo yang tak mau cari masalah pun hanya bisa menyetujuinya; daripada ia kena semprot ayah – ibunya, lebih baik ia menurut saja.

“Hari ini ujiannya cuma satu mata kuliah ‘kan?” Changwook sesekali menaruh atensi pada Rinhyo yang duduk diam di kursi samping kemudi. Deretan gigi atasnya menggigit bibir, nada bicaranya pun terdengar berhati-hati.

Rinhyo berpikir sejenak lalu mengangguk sekali. “Iya, kenapa?”

“Hari ini aku tidak ada kelas.”

“Lalu?”

“Ingat tidak, waktu itu kau janji akan pergi denganku tapi tiba-tiba esoknya batal karena ada acara mendadak.”

Sam Rinhyo yang sebenarnya sejak tadi tak terlalu tertarik dengan arah pembicaraan Changwook, kini mulai menatap pria itu dengan alis terangkat. “Ingat.” Singkatnya tanpa bisa menyembunyikan rasa penasaran akan apa yang bakal diucapkan Changwook selanjutnya; meski sebenarnya ia bisa menebak.

“Bagaimana kalau nanti kita perginya? Hari ini ujian statistik ‘kan? Pasti bakal stres kalau tidak senang-senang setelahnya. Lagipula kelasmu besok dipindah hari Rabu, bukan?”

Benar ‘kan!

Rinhyo kembali menatap ke depan setelah rasa penasarannya hilang. Benar sudah tebakannya. “Tapi nanti sehabis kelas aku harus ke kamp musikal.”

“Ada acara apa?”

“Tidak ada acara. Hanya mau mendaftar jadi anggota.”

“Kenapa?”

“Ingin saja.”

“Kalau begitu nanti aku antar sekalian ku temani, baru setelah itu kita pergi jalan-jalan.”

Kedua kelopak mata Rinhyo seketika terbuka lebar. Gadis itu menumpuk fokusnya pada Changwook yang masih menampakan ekspresi tenang-tenang saja. “Tidak us—“

“Memangnya ada apa sih di sana? Bukannya kau cuma mendaftar, lalu pulang? Atau ada kegiatan lain yang seharusnya tidak ku ketahui?” Pupil Changwook masih lurus menatap ke arah jalan, namun Rinhyo dapat melihat dengan jelas bagaimana pria itu menahan sesuatu yang tidak bisa ia katakan dengan gamblang; terlihat dari kuatnya genggam tangan Changwook pada setir mobil.

“Bu—bukan begitu.” Entah kenapa Rinhyo jadi gugup setelah mendapat tiga pertanyaan memojokan dengan nada dingin itu dari Changwook.

“Lalu?”

“Pokoknya bukan itu alasannya.”

Tanpa Rinhyo sangka, Changwook malah tertawa pendek dengan segaris senyuman miring yang mengerikan. “Kau tahu, tadinya ada pikiran konyol yang tiba-tiba menyangkut di otak-ku.”

“Apa itu?”

“Sam Rinhyo yang tiba-tiba ingin mendaftar musikal dan tidak mau aku antar itu punya maksud lain pergi ke kamp musikal hari ini. Seperti, bertemu dengan seseorang?”

“Maksudmu? Memang aku ingin bertemu dengan siapa?”

“Cho Kyuhyun, misalnya.”

“Apa?” Rinhyo tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Sedangkan Changwook hanya mengangkat bahu asal sebelum menjawab,

“Itu hanya pikiran sepintas, kau tidak usah sekaget ini.”

“Ba—bagaimana bisa kau berpikir seperti itu?! tentu tidak lah! Aku dan Kyuhyun cuma berteman, itu pun tidak terlalu dekat karena aku dekatnya dengan Sunyoung.”

“Kau juga tidak harus menjelaskan seperti ini. Jadi makin mencurigakan saja.” Gumam Changwook yang sayup-sayup tak didengar Rinhyo. Pria itu menghela napas panjang, mencoba menyingkirkan segala pikiran negatifnya. “Kalau begitu, aku boleh ikut ‘kan nanti?” pertanyaan yang ini diucapkan dengan lantang oleh Changwook.

“Te—tentu saja.” Jawab Rinhyo tak percaya diri lalu mengalihkan pandang ke arah jendela mobil. Ekspresinya masih tenang walau pun sebenarnya kedua tangan gadis itu sedang bergulat di bawah tasnya.

***

“Ternyata kamp musikal besar juga ya.”

Rinhyo hanya tersenyum kecil mendengar celotehan Changwook, tak tahu harus bereaksi seperti apa lagi. “Baru pertama kali kesini?”

“Ku dengar Changmin ikut musikal? Biasanya dia yang mengajak-ku kesini, tapi waktunya selalu tidak tepat. Siapa sangka ternyata aku kesininya bersamamu?”

Lagi, Rinhyo cuma tersenyum kecil sambil diselingi tawa paksa. “Iya, siapa sangka.”

Mereka sudah melewati pintu masuk kamp. Mereka masih harus berjalan melewati ruang showcase kecil-kecilan milik unit musikal, lalu belok kanan agar sampai pada ruang administrasi. Namun langkah Rinhyo terhenti kala tubuhnya hampir bertubrukan dengan Jonghyun yang baru saja keluar dari ruang showcase seraya menggenggam sebendel naskah.

“Sam Rinhyo! Apa yang kau lakukan disini? Mencari Soojung? Atau Kyuhyun?”

Bola mata Rinhyo sontak melirik pada Changwook yang—untungnya—masih terlihat santai, dalam hati ia merutuki lidah ember Jonghyun. “Tidak, aku mau mendaftar jadi anggota baru ke ruang administrasi. Masih buka ‘kan?”

“Oh, buka kok. Kau bisa menemui Jaeyong, dia yang bertugas menjaga hari ini. Ah, atau lebih baik kau kesana bersama Kyuhyun saja biar Kyuhyun yang bicara pada Jaeyong. Dia masih ada sedikit urusan di dalam, kau bisa tunggu sebentar.”

Kepala Rinhyo sontak menggeleng cepat. “Tidak usah! Aku bisa kesana dengan Changwook oppa.” Ujar gadis itu sambil menunjuk tubuh Changwook yang berdiri tegak di sampingnya.

Jonghyun yang baru menyadari ada kehadiran orang lain di antara mereka langsung tersenyum canggung ke arah Changwook. Menunduk sekadar demi menyampaikan rasa hormat pada senior kampusnya itu. “Kalau begitu, aku pergi dulu ya.” Entah kenapa pria itu cepat-cepat kabur dari tempat.

Tak mau berpikir lama, Rinhyo segera menarik lengan Changwook pergi sebelum Kyuhyun keluar dari ruang showcase. Bukannya apa, tapi urusannya bakal panjang kalau ketemu Kyuhyun juga. Apalagi Changwook sudah menaruh kecurigaan pada pria itu tadi pagi.

“Mau kemana?” Changwook menahan tubuhnya agar tidak bergerak ketika Rinhyo menariknya.

“Ke ruang administrasi, tentu saja.”

“Kurasa benar kata Jonghyun, lebih baik kita tunggu Kyuhyun saja.”

“Untuk apa?!”

“Dia yang lebih senior ‘kan disini? Kali saja bisa membantumu.”

Rinhyo menghela napas panjang. Kalau ia bilang ‘tidak usah’, pasti Changwook bakal menembaknya dengan pertanyaan-pertanyaan menyudutkan seperti tadi. Jadi ia lebih memilih diam sambil mengangguk dua kali.

“Omong-omong, jangan dekat-dekat dengan Jonghyun.”

“Kenapa? Ah ya, bagaimana bisa oppa tahu Jonghyun?”

“Dia terkenal sering menggoda banyak perempuan. Tidak mau tahu apa gadis itu masih single atau tidak. Jadi, lebih baik kau berhati-hati.”

“Memang banyak yang bilang seperti itu, tapi Jonghyun tidak seperti itu kok padaku. Jadi, oppa tenang saja.” Rinhyo menunjukan senyuman terbaiknya sementara Changwook masih terlihat belum puas dengan jawaban gadis itu.

Tepat di saat situasi hening tersebut, engsel pintu ruang showcase terbuka. Akhirnya yang ditunggu muncul juga, Kyuhyun keluar dari sana sambil menenteng sebuah bolpoin. Tak menyadari kalau Rinhyo dan Changwook sedang menunggunya di samping pintu. Tentu saja, karena pria itu langsung berjalan ke arah berlawanan dari mereka berdiri.“Cho Kyuhyun! Ah, maksudku, Kyuhyun sunbae!”

Langkah Kyuhyun berhenti, tubuhnya berbalik kemudian kedua alisnya terangkat bingung kala menemukan Sam Rinhyo bersama si calon tunangannya berdiri canggung disana. Bahkan gadis yang rambutnya dikuncir kuda itu sedang nyengir paksa sambil mengangkat sebelah tangan.

“Ha—hai!” Kyuhyun semakin menangkap suasana aneh ketika mendengar getaran samar yang terselip dalam nada bicara Rinhyo. Namun cuma sebentar, rasa bingungnya sontak hilang setelah menyadari kalau seorang lagi yang berdiri di samping Rinhyo adalah Ji Changwook. Bukan pria biasa, tapi Ji Changwook.

Setelah buffering selama hampir enam puluh sekon, Kyuhyun akhirnya mengulas senyuman lebar. Pria itu ikut melambai—dengan canggung tentunya—kemudian berjalan menghampiri dua sejoli yang berada dalam hubungan tak jelas itu. “Rinhyo-ah, ada perlu apa kesini?” tanya Kyuhyun, bersikap se-natural mungkin.

“Harapanku untuk bertemu denganmu lagi, ternyata bisa terwujud disini, Cho Kyuhyun-ssi.” Tukas Changwook, pria itu mengulas senyuman ramahnya sebelum menundukan kepala sekadar.

Kyuhyun pun ikut mengulas senyumannya, “Ya, sangat mengejutkan melihatmu disini, Changwook-ssi.”

Sungguh, obrolan mereka terdengar begitu ringan. Pun interaksi mereka yang terlihat begitu hangat. Tapi entah kenapa, Rinhyo—yang berada di antara mereka—serasa membeku di tempat.

“Kenapa berdiri disini? Kau belum menjawab pertanyaanku Hyo, ada perlu apa?”

“Ah, itu, jadi aku—“ ucapan Rinhyo terpaksa berhenti ketika tubuhnya tertarik ke dekapan seseorang. Changwook menarik sebelah lengannya hingga mau tak mau sebagian tubuh Rinhyo menempel pada dada pria itu. Demi apapun, rangkulan Changwook sangat berlebihan. Lihat saja posisi Rinhyo yang terlihat begitu tidak nyaman itu.

“Kekasihku ingin daftar jadi anggota musikal. Kata Jonghyun tadi, akan lebih baik kalau daftarnya bersamamu.” Terang Changwook, tanpa melunturkan senyuman tipisnya.

Sementara itu Kyuhyun, bukannya menaruh atensi pada sang lawan bicara, ia malah menumpuk fokus pada lengan Changwook yang mendekap punggung Rinhyo. Sebelah tangan gadis itu hilang di balik tubuh Changwook, sebagai gantinya tubuh kedua orang itu saling menempel dengan posisi yang tidak nyaman—di sisi Rinhyo—sama sekali. “Harus ‘kah kau merangkulnya sampai seperti itu?” senyuman Kyuhyun sudah hilang, kini pria itu kembali menatap kedua mata Changwook. Namun dengan pandangan berbeda, yang ini lebih dingin dari sebelumnya.

Rinhyo menilik ke atas, memerhatikan ekspresi Changwook sebentar. Mengejutkan sekali, seorang Ji Changwook sedang tersenyum miring sekarang. “Kenapa? Memang aku tidak boleh merangkul kekasihku sendiri?” Rinhyo berani bersumpah kalau ia barusan mendengar nada menantang dalam pertanyaan retoris Changwook. Dan kini Rinhyo cuma bisa berharap agar Kyuhyun tidak merasa tertantang.

Cho Kyuhyun tertawa, pria itu menggeleng ringan. “Bukan itu maksudku, tentu kau bisa merangkul kekasihmu se-enak jidat. Tapi yang ku maksud itu, posisi kekasihmu. Sepertinya dia tidak nyaman sama sekali, akan lebih baik kau melonggarkannya sedikit. Tidak ‘kah begitu?”

Oh, oke! Kyuhyun merasa tertantang. Meski awalnya Rinhyo sudah bersyukur karena kalimat pertama pria itu terdengar biasa saja. Tapi buntut kalimat pria itu ternyata lebih mengerikan dari bayangannya.

Changwook menatap ke arah Rinhyo sebentar, kemudian mendecih seraya melonggarkan pelukannya. Membuat ruang sedikit untuk Rinhyo bergerak agar gadis itu berada dalam posisi yang nyaman. “Aku tidak tahu jika ternyata kau sebegitu perhatiannya pada kekasihku. Ah, itu bukan sindiran tapi pujian, percayalah!”

Kyuhyun hanya tersenyum tipis. Tak mau terprovokasi oleh ucapan Changwook. “Sepertinya basa-basinya sudah cukup, aku akan tunjukan jalan ke ruang administrasi.” Kepala pria itu menggedik ke arah belokan, lalu berjalan memimpin setelah menatap Rinhyo sebentar.

Diam-diam Rinhyo menatap nanar pada punggung Kyuhyun dari belakang. Hela napasnya terbuang panjang, dalam hati ia bersyukur karena Kyuhyun telah menepati janjinya. Ya. Janji yang mereka buat satu minggu lalu di rumah atap Cho Kyuhyun.

 

TBC-

Finally! FF ini saya lanjutkan!!

Maafkan kalau tidak sesuai harapan/sedikit, soalnya menurut saya kalo dipanjangin lagi bakal terkesan maksain.

Konfliknya uda mulai kerasa, nggak? ini uda mulai masuk konflik utama loh.

Semoga kalian semua masih suka sama postingan blog ini dan ga bosen sama kita ya, hehe. Makasih juga sama yang sampai sekarang masih setia sama kita :”) biglavfory’all!

Oke, jangan lupa kasi saran ya(kalo mau)

Bye~

 

 

 

Advertisements

12 thoughts on “Doll 10

  1. Hmm apa rinhyo memerima permintaan kyu utk jd pacarnya?? wahhh kyu cemburu klo kwabannya iyaaa.. pacaranya d peluk orang lain yg tidak lain adalah tunangannya.. changwook udh mulai curiga ada hub antara kyu dan rinhyoo.. d tunggu kelanjutannya thor..

    • Before, pls dont call me ‘thor’ haha (soalnya langsung kebayang superhero thor yang biasa bawa palu kemana-man a ehe)

      Hehe Changwook uda sedikit demi sedikit buka sisi lain dari dirinya. bukan changwook who always smiley and good to others.

      Tunggu yaaaak makasih sudah ngikutin cerita abal-abal ini haha

  2. Changwook nyebelin banget ya hahahaha di part ini fokusku semacam lebih risih ke dia yang ke mana-mana ngikut terus peluk-peluk kayak pamer kepemilikan aja elah -_- aku pundung ate komen kesalahan redaksional opo gak but … gak wes wkwkwkwk.

    Semangat beh keep writing!

    • i knew ndk kene banyak kesalahan redaksional (actually) tapi aku belum ngedit bekos sedang malas wkwkwk next part bakal aku benerin lagi hehe.

      Changwook emang nyebelin, iuh gitu disini -,- hmz. *lay sa*

      iyobeh dirimu semangat pisan melanjutkan Ace-X haha!!!!

  3. pengen banget liat kyuhyun nyatain cinta ke rinhyo depan changwook wkwk
    orang tua rinhyo pasti setuju sm kyuhyun, dia kan anaknya orang kaya jg
    jd mantan pacarnya kyuhyun itu sekarang jd ibu tirinya, tp knp ibu tirinya masih ngejar2 kyuhyun si? gemes bgt 😐

    • Wkwkwkwk ku juga pengen si, tapi entar bakal panjang masalahnya.

      Yapss! tapi ya tau sendiri, seperti yang sudah dijelasin previous part kalo si Hyera a.k.a ibu tiri itu sebenernya masi sayang sama Kyuhyun cuman dia nerima ayah Kyuhyun bekos of his money.

      Stay tune sama blog ini yaak, thankyouu lavlav

  4. huftttt changwok kenapa sihhhh dari awal dia udah nyebelin dan disini tambah nyebelin padahal aku sambil bayangin muka ji changwok yg sesungguhnya dan jd meringis sendiri gegara dia nyebelin tp ganteng hahahahaha hmmm konfliknya bakal antara kyuhyun changwok nih asik(?) dan ah rinhyo kyuhyun jd beneran pacaran gaaaaaa itu janji janji apa yg rinhyo maksuttttt!!! hah seneng bgt dilanjut, bolak balik kesini tp belom dilanjut jd sedih huhu ditunggu selaluuu lanjutannyaaaa

    • wkwkwkwk sial emang ya ‘nyebelin tapi ganteng’ wkwk mukanya padahal heroik dan gacocok jadi nyebelin heuhu :” i know that.

      asik apa enggaknya liat nanti aja yaa jangan terlalu besar berharap nanti takutnya aku nulisnya ga sesuai harapanmu :””

      janjinya di reveal next part kok tunggu aja yaaaa maafin kalo lama ga publish-publish soalnya kemarin lagi wb sama ff ini :”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s