CONTRAST 12

CONTRAST 12 –END

 cntrs

Author : Tsalza Shabrina

Happy read ^^

 

Satu hal yang sangat didambakan oleh setiap manusia,

Kebahagiaan.

***

Six years later.

Busan.

 

            Sam Rin Hyo menggosok – gosokkan seutas kain basah diatas lantai kayu ruang tengah rumah ibunya dengan penuh semangat. Sam Jung Ah yang tengah menonton televisi itu sudah berkali – kali menyuruh Sam Rin Hyo untuk menghentikkan aktivitasnya karena variety show kesukaan mereka sedang disiarkan. Namun gadis keras kepala itu tetap kekeuh dengan apa yang ia lakukan, tak mengindahkan ucapan ibunya.

“Selesai!” seru Rin Hyo seraya tersenyum puas dengan hasil kerjanya. Ia menaruh kain basah itu didalam ember yang berada di kamar mandi, lalu dengan berjingkat – jingkat ia kembali menemani ibunya menonton acara yang sangat terkenal karena kekocakannya. Running man. Continue reading

Contrast 9

CONTRAST 9

wpid-cntrs1

 Author : Tsalza Shabrina

A/N: Happy read 🙂

 

Sialnya, penyesalan memang selalu datang diakhir.

***

7 tahun yang lalu.

“Soohyun-ah! YA! Kim Soohyun!”

Teriakan melengking Kim Nam Gil-hyeong satu – satunya yang berjiwa dingin dan kasar itu terdengar memenuhi rumah besar yang menjadi peninggalan orang tuanya sebelum meninggal.

Kim Soohyun berlari tergopoh, hampir terpeleset saat ia berjinjit melewati lantai yang baru saja di-pel oleh salah seorang pembantu rumah tangganya. Denga napas yang masih tersenggal ia menghadap hyeong-nya.

Ne, hyeong?”

“Ikut aku!” Soohyun meneguk ludahnya berat. Napasnya sempat berhenti sesaat, ia bisa membayangkan apa yang akan dilakukan hyeong-nya setelah ini. Hal yang begitu ia benci hingga rasanya ingin membunuh hyeong-nya sendiri.

Continue reading

Contrast 8

wpid-cntrs1

Contrast 8

Lee Jong Suk berdiri disamping Sam Rin Hyo, kedua tangannya berumpu pada beton pembatas di rooftop itu dengan sesekali menghela napas. Menenangkan diri. Sam Rin Hyo tampak meniupi kopi pahitnya kemudian meminum kopi itu dengan kaku. Ia masih terkejut.

“Aku melakukan ini karena ayahku.” Rin Hyo menaruh cup kopinya diatas beton pembatas kemudian menatap Lee Jong Suk heran. “Ayahku sedang sakit dirumah sakit selama satu minggu. Aku selalu menyempatkan diri mengunjunginya yang sedang koma karena penyakit jantung. Namun tiba – tiba ia menghilang dari rumah sakit, perawat bilang ada wali yang membawanya untuk melakukan rawat jalan dirumah. Padahal, walinya hanyalah aku, anaknya. Saat aku pulang kerumah dengan tangan hampa, seseorang menghubungiku.”

Continue reading

Contrast 6

image

Author : Tsalza Shabrina
A/N : Aku mohon jangan jadi silent reader ya^^ karna setiap komentar kalian adalah penyemangat tersendiri buatku untuk melanjutkan FF ini 🙂
Happy read ^-^

.

.

.

.

Jennifer merekatkan jaketnya kemudian membenarkan topi hitamnya. Pukul 12 malam, sudah terlampau biasa untuk Jennifer berkeliaran di tengah malam seperti ini. Ia hidup seperti vampire yang terlihat tidak pernah tidur.

Gadis itu masih mengunyah permen karetnya seraya sesekali tersenyum sendiri. Ia sedang begitu penat, dan ingin sedikit bermain-main. Tadi, ia sudah tertawa lepas dengan Kim Soohyun di klab milik pria itu. Biasanya ia akan pulang keesokan paginya, namun karena kegiatan bersenang-senang nya itu, ia pulang tengah malam seperti ini.

Sedangkan, Soohyun masih harus mengurusi beberapa hal di klab. Jennifer menghentikkan langkahnya didepan sebuah lorong remang-remang yang merupakan jalan buntu. Lorong itu diapit oleh sebuah motel disebelah kanannya dan sebuah klab tua disebelah kirinya. Ia memasukkan kedua tangannya di saku jaket hitamnya lalu membuang permen karet yang rasanya sudah mulai hambar. Ia tersenyum miring lalu berjalan memasuki lorong yang remang-remang itu.

Woah, ada apa ini? Apa yang membuat gadis cantik sepertimu mendatangi tempat seperti ini, huh?” Suara seorang pria yang sepertinya pemimpin dari geng itu membuat Jennifer tersenyum tipis.
Continue reading

Contrast 5

image

Author: Tsalza Shabrina
A/N : Aku mohon jangan jadi silent reader ya^^ karna setiap komentar kalian adalah penyemangat tersendiri buatku untuk melanjutkan FF ini 🙂 Happy read ^-^

———

Jennifer berjalan dengan langkah cepat, dadanya bergemuruh. Pertemuannya dengan Lee Sungmin benar-benar tidak membawa dampak yang baik. Ia juga tidak habis pikir, bagaimana bisa Lee Sungmin pulang ke Korea Selatan dengan tiba-tiba. Apa yang membuat pria itu sudih datang lagi ke Negara ini? Ia pun tidak tahu.

“Jen!” Suara pria yang mengekorinya di belakang itu juga terdengar gusar. Pria itu harus berlari kecil untuk menyamai langkah Jennifer yang semakin cepat.

Jennifer tadi, setelah keluar dari ruangan Lee Sungmin. Ia menampakkan wajah emosinya dan tiba-tiba berjalan dengan cepat meninggalkan pria itu. Jennifer tak menggubris panggilan pria itu, memilih untuk memasuki Lamborghini aventador-nya dengan menutup keras pintu itu.

Pria itu menghela napas berat, kemudian masuk ke mobil namun dari pintu yang berbeda. Pria itu duduk dibalik kemudi seraya menatap Jennifer nanar.

“Sekarang, kita kemana?” setelah terdiam cukup lama. Akhirnya, pria itu berani mengeluarkan suara. Jennifer menghela napasnya dalam, menoleh kearah pria itu.
Continue reading